Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.599 views

Meneropong Idealisme Partai Islam

Oleh: Dina Prananingrum, S.T

(Aktivis Muslimah Peduli Keluarga,Perempuan dan Generasi ; Pengasuh Majelis Cinta Dirosah)

Tahun 2018 dan satu tahun kedepan adalah tahun-tahun sibuk bagi partai politik. Setelah Pilkada yang nanti akan diadakan serentak di 171 Daerah  di tahun 2018 ini, Pemilu 2019 pun telah siap menunggu giliran. Partai-partai politik tak terkecuali partai Islam mulai bermanuver demi meraih kemenangan dalam pesta demokrasi.

Siti Zuhro, peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dalam diskusi di Masjid Kamal, Depok, Jawa Barat, Sabtu lalu (24/2/2018) mengatakan: "Partai-partai Islam sibuk sendiri, tidak fokus untuk merepresentasikan atau mengakomodasi aspirasi dan kepentingan (umat) Islam. Tak heran, partai-partai tersebut justru lebih sibuk berebut kekuasaan di internal partai tanpa punya kontribusi akan permasalahan bangsa." (kompas.com).

Sebuah pernyataaan yang cukup menohok menjelang pelaksanaan pesta demokrasi kali ini. Benarkah partai Islam tidak bisa mengakomodasi suara umat Islam?  Masihkah ia dirindu dan dinanti karena memperjuangkan kepentingan umat Islam? Apakah yang sebenarnya diinginkan umat Islam?

Berdasarkan hasil pertemuan antara partai Islam dengan Ulama beserta tokoh Ormas Islam yang kerap diadakan setiap menjelang Pemilu, aspirasi umat Islam sebenarnya masih sama, yaitu berharap agar partai-partai Islam dapat bersatu (berkoalisi) untuk mengusung calon pemimpin sendiri, agar kekuasaan yang didapat nantinya dijalankan dalam konteks Islam, atau paling tidak untuk kepentingan umat Islam yang kenyataannya meskipun menjadi penduduk mayoritas di negeri ini tapi terpuruk di berbagai bidang. Umat berharap kekuasaan yang nanti diraih partai Islam adalah kekuasaan yang memberikan kebaikan pada Islam dan umatnya.  

Tapi, kenyataanya empat partai Islam terbesar yang diwakili PKS, PAN, PPP dan PKB sampai saat ini masing-masing memilih agendanya sendiri untuk meraih kekuasaan ketimbang bersatu demi mewujudkan kepentingan umat.

Seperti saat pemilu 2014 lalu akhirnya partai-partai Islam rela berkoalisi dengan partai nasionalis demi meraih kekuasaan. Bahkan juga tak sedikit sesama internal partai Islam ribut sendiri-sendiri saling memperebutkan kekuasaan. Sama halnya pada Pilkada Jakarta 2017 lalu, meskipun ketika itu aspirasi umat Islam sama, yaitu menolak pemimpin kafir.

Tapi, toh nyatanya partai-partai Islam tidak berani untuk menjalin koalisi sendiri, bersatu mengusung pemimpin muslim. Tampaknya begitupun yang akan terjadi pada Pemilu 2019 nanti, tanda-tanda partai Islam akan berkoalisi dengan partai nasionalis sudah terlihat jelas.

 

Jati Diri Partai

Partai politik adalah sekelompok orang yang berkumpul berdasarkan kesamaan visi, misi dan untuk tujuan melakukan perjuangan politik. Bila ia adalah partai politik Islam, maka kumpulan orang tersebut seharusnya diarahkan untuk tercapainya visi, misi, dan tujuan politik Islam, yakni menyeru umat kepada Islam dengan penerapan syariah Islam demi terwujud nya kehidupan Islam yang rahmatan lil 'alamin agar kemuliaan Islam dan kaum muslimin turwujud kembali.

Salah satu aktivitasnya adalah mengawasi para penguasa serta menyampaikan nasehat kepadanya. Ini merupakan aktivitas politik yang amat penting, yang menjadi ciri utama partai politik.

Anggotanya adalah orang-orang yang meyakini kebenaran visi dan misi serta tujuan politik Islam yaitu orang-orang Islam itu sendiri, bukan yang lain. Sehingga bagi partai Islam idealnya tidak ada peluang untuk berkoalisi dengan partai diluar Islam, juga tidak membuka peluang  bagi non muslim untuk menjadi anggota bahkan pengurus.

Hal ini merujuk kepada Al Qur'an surat Ali Imran ayat 104, dimana dikatakan di ayat tersebut hendaknya ada dari  “minkum”, yakni dari umat Islam, yang tugasnya mendakwahkan al-khair (Islam) serta amar ma'ruf nahi munkar. Sementara makna politik yang sesungguhnya adalah pengaturan kehidupan umat di dalam dan luar negeri dengan hukum tertentu, yakni hukum syariat Islam.

 

Orientasi Partai Islam Kini

Bagaimana dengan partai Islam saat ini, mengapa ia dikatakan tidak fokus mewakili aspirasi umat Islam? Tentu hal ini sangat dipengaruhi oleh visi misi partai tersebut dalam berpolitik.

Jika meninjau makna politik yang umumnya difahami dan dipraktekkan saat ini, yakni politik sekedar sebagai seni untuk mendapatkan kekuasaan, dimana kemenangan politik ditandai dengan memperoleh suara terbanyak dalam Pemilu, akhirnya tak sedikit partai Islam demi mengumpulkan suara terbanyak kemudian bersikap pragmatis.

Berusaha terbuka dan inklusif, membuat jargon-jargon baru untuk menarik semua kalangan, juga berkoalisi dengan partai nasionalis.

Harapan partai Islam agar dapat mendulang suara lebih banyak, yang terjadi suara pendukung lama malah berkurang karena merasa partai sudah tidak lagi memperjuangkan Islam, sementara pendukung yang baru belum tentu didapat karena mereka tidak percaya dengan jargon atau orientasi baru partai.

Alhasil, karena tidak cukup sukses memenangkan suara umat munculah transaksi-transaksi politik, yakni menjual suara umat sebagai penentu arah politik kedepan, yang akhirnya membuat idealisme partai menjadi luntur. Umat secara ikhlas mendukung partai ternyata suara mereka dijual untuk kepentingan segelintir elit politik, lalu mengorbankan kepentingan dan aspirasi umat itu sendiri.

Tak jarang juga partai Islam yang malah menentang atau menghalangi perjuangan sesama umat Islam, yang akhirnya semakin membuat umat Islam kecewa. Seperti beberapa waktu lalu ditemukan partai Islam yang mendukung pengesahan Undang-Undang Ormas, dimana Undang-Undang ini menjadi alat gebuk bagi penguasa terhadap Ormas Islam yang dianggap bertentangan dengan kepentingan penguasa.

Alhasil, selama partai-partai Islam masih mengedepankan politik pragmatis dan transaksional atas nama demokrasi, maka selamanya mereka tidak akan bisa mengakomodasi aspirasi dan kepentingan umat Islam. Selama itu pula idealisme partai Islam tidak akan pernah terwujud.

Sebaliknya, pragmatisme menguat yang pasti akan menyengsarakan umat. Karenanya, politik ala demokrasi ini tidak layak menjadi harapan bagi partai ataupun umat Islam. Sudah saatnya kita sadar dan bangkit untuk mengembalikan politik yang memberikan rahmat bagi seluruh alam, yakni politik yang berasaskan Islam. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Uzur gagal ginjal, Ustadz Darmanto tak bisa berdakwah dan mencari nafkah. Untuk menutupi biaya berobat dan pesantren anak-anaknya sebesar 3,5 juta perbulan, ia mengandalkan gaji istri guru TK...

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga di pelosok Polokarto Sukoharjo yang masih minim dakwah ini sangat haus terhadap pengajian dan pembinaan Dinul Islam. Ayo bantu wakaf, pahalanya terus mengalir berlipat-lipat tak terbatas...

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Bencana Palu adalah Derita Kita Semua. Relawan IDC bekerja sama dengan PDUI menerjunkan relawan, dai motivator dan tim medis....

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Bila cinta Allah sudah melekat, tak ada yang bisa menghalangi amal infak. Wakaf mobil bagi driver gojek motor pun menjadi ringan. Semoga Allah memberkahi dan menggantinya dengan yang lebih baik....

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Wakaf tidak menghabiskan harta, justru mengekalkan harta. Pahalanya terus mengalir tak terbatas usia, manfaatnya dirasakan umat seluas-luasnya dari generasi ke generasi...

Latest News
Pakistan Dilaporkan Bebaskan Mantan Wakil Pemimpin Taliban Mullah Baradar

Pakistan Dilaporkan Bebaskan Mantan Wakil Pemimpin Taliban Mullah Baradar

Senin, 22 Oct 2018 18:30

Polisi Turki Beri Perlindungan 24 Jam Kepada Calon Istri Jamal Khashoggi Hatice Cengiz

Polisi Turki Beri Perlindungan 24 Jam Kepada Calon Istri Jamal Khashoggi Hatice Cengiz

Senin, 22 Oct 2018 17:00

Perhatian Pengamat untuk Prabowo-Sandi

Perhatian Pengamat untuk Prabowo-Sandi

Senin, 22 Oct 2018 16:09

Catat! Ini Perbedaan Bendera HTI dan Bendera Tauhid Menurut Kemendagri

Catat! Ini Perbedaan Bendera HTI dan Bendera Tauhid Menurut Kemendagri

Senin, 22 Oct 2018 15:10

Ahmad Dhani dan Orde Pembohong

Ahmad Dhani dan Orde Pembohong

Senin, 22 Oct 2018 15:09

Tangkap James Riady, Mengigau?

Tangkap James Riady, Mengigau?

Senin, 22 Oct 2018 15:00

Peringati Hari Santri, Oknum Banser Garut Bakar Bendera ''La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah''

Peringati Hari Santri, Oknum Banser Garut Bakar Bendera ''La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah''

Senin, 22 Oct 2018 14:12

Soal Meikarta, Politisi: Pak Luhut bak Bodyguard

Soal Meikarta, Politisi: Pak Luhut bak Bodyguard

Senin, 22 Oct 2018 14:09

Hanya Bicara Infrastruktur, Politisi Singgung Penjajahan

Hanya Bicara Infrastruktur, Politisi Singgung Penjajahan

Senin, 22 Oct 2018 13:09

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Senin, 22 Oct 2018 11:08

Pentagon Akui Seorang Jenderal AS Terluka dalam Penembakan Penyusup Taliban di Kandahar

Pentagon Akui Seorang Jenderal AS Terluka dalam Penembakan Penyusup Taliban di Kandahar

Senin, 22 Oct 2018 10:00

Rokok, Racun yang Melenakan

Rokok, Racun yang Melenakan

Senin, 22 Oct 2018 10:00

Ingat 5 Tips Keren Ini Saat Bermedsos

Ingat 5 Tips Keren Ini Saat Bermedsos

Senin, 22 Oct 2018 09:37

Anggota IRGC yang Ditahan HTS Minta Jenderal Iran Qassem Soleimani Bebaskan Dirinya

Anggota IRGC yang Ditahan HTS Minta Jenderal Iran Qassem Soleimani Bebaskan Dirinya

Senin, 22 Oct 2018 09:15

15 Pemimpin Syi'ah Houtsi Tewas dalam Serangan Jet Tempur Koalisi Saudi di Hodeidah

15 Pemimpin Syi'ah Houtsi Tewas dalam Serangan Jet Tempur Koalisi Saudi di Hodeidah

Senin, 22 Oct 2018 08:30

Kepretan Teuku Wisnu kepada Dua Komika Pengolok-olok Agama

Kepretan Teuku Wisnu kepada Dua Komika Pengolok-olok Agama

Senin, 22 Oct 2018 08:01

Inggris Sebut Penjelasan Saudi Atas Kematian Khashoggi Tidak Dapat Dipercaya

Inggris Sebut Penjelasan Saudi Atas Kematian Khashoggi Tidak Dapat Dipercaya

Senin, 22 Oct 2018 07:45

Kanada Kecam Kematian wartawan Jamal Khashoggi Versi Arab Saudi

Kanada Kecam Kematian wartawan Jamal Khashoggi Versi Arab Saudi

Ahad, 21 Oct 2018 20:59

Beredar Wine Halal di Indonesia, Ini Kata LPPOM MUI

Beredar Wine Halal di Indonesia, Ini Kata LPPOM MUI

Ahad, 21 Oct 2018 15:51

Mark Zuckerberg Didesak Mundur dari Facebook

Mark Zuckerberg Didesak Mundur dari Facebook

Ahad, 21 Oct 2018 15:40


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X