Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.072 views

Pernikahan Dihina, Prostitusi Dibela, Maunya Apa?

Oleh: Ragil Rahayu

Heboh berita artis pelaku prostitusi. Awal tahun 2019 ini publik dikejutkan dengan penangkapan dua orang artis di Kota Pahlawan karena kedapatan sedang melayani pria hidung belang. Keduanya terlibat bisnis prostitusi yang memiliki jaringan di kalangan artis. Sepertinya profesi artis hanya kedok untuk meraih popularitas dan meningkatkan daya jual dirinya. Nominal Rp 80 juta menjadi tarif per transaksi. Kedua artis ini menambah panjang daftar artis terlibat bisnis "body". Lemahnya hukum menjadi salah satu penyebab marak dan berulangnya kasus prostitusi. Penjaja bebas, pelanggan aman, bahkan mucikari pun melenggang.

Materialisme, Paham Rusak yang Populer?

Artis jual diri mungkin sudah dianggap biasa di masyarakat, maklum profesi tersebut memang identik dengan pamer aurat. Selama ini masyarakat masih memandang bahwa perilaku artis tersebut salah. Namun derasnya arus liberalisasi sosial rupanya telah membentuk permisifisme di tengah masyarakat. Muncul cuitan pembelaan terhadap perbuatan si artis.

Logika yang digunakan adalah si artis telah berhasil meningkatkan nilai dirinya sehingga per transaksi dihargai Rp 80 juta. Sementara seorang istri yang melakukan aneka tugas rumah tangga (mencuci, mengepel,  menjemur, setrika, masak, mengasuh anak,  mendidik anak dan lain-lain) hanya dihargai Rp 10 juta perbulan.  Berarti nilai seorang istri lebih murah daripada penjaja prostitusi. Sungguh, ini logika bengkok. Anehnya, tak hanya kalangan liberal, para muslimah pun ada yang termakan logika ini dan membela praktik prostitusi si artis.

Pembela prostitusi artis membangun pendapatnya dengan logika pasar. Ada permintaan ( yaitu pria hidung belang) dan ada penawaran (penjual diri)  sehingga terbentuklah keseimbangan berupa harga.  Sepanjang keduanya rela, tidak mengapa. Prostitusi baru dipersoalkan jika ada unsur paksaan. Misal penjajanya dipaksa, diperdagangkan (human trafficking) dan prostitusi anak. Wajar saja jika perlakuan hukum bagi pelaku hanya ditanya-tanya, lalu dilepaskan. Bertemu wartawan, senyum tetap terkembang. Esok hari, saat publik lupa, aksi dijalankan lagi. Tak kapok, tak jera.

Dengan logika bengkok tersebut, prostitusi dipandang sebagai salah satu kegiatan ekonomi yaitu sektor jasa yang menghasilkan keuntungan (uang). Tak ada rasa jijik dan malu pada aktivitas tersebut. Padahal prostitusi adalah zina, yang termasuk dosa besar. Bahkan zina disebut perbuatan keji dan jalan yang buruk. Sebagaimana dalam firman Allah swt :

"Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra' 17: Ayat 32)

Logika keuntungan materi (materialisme) telah mencabut rasa jijik dan hina pada zina dan prostitusi. Logika ini juga telah membutakan manusia dari melihat mulianya ikatan pernikahan. Sehingga membandingkan akad suci pernikahan dengan transaksi prostitusi penuh nafsu. Juga membandingkan nilai jasa istri dengan jasa penjaja postitusi. Bahkan, lebih jauh, materialisme telah mencabut loyalitas manusia pada halal haram.

Selayaknya, seorang muslim menyukai yang halal dan membenci yang haram. Menyukai pernikahan yang halal dan membenci prostitusi yang haram. Namun materialisme telah menumpulkan rasa ini pada manusia. Semua hal dinilai dengan uang, sehingga prostitusi dipandang lebih bernilai daripada bakti istri.

Logika materialisme ini sangat berbahaya, karena mencabut aspek kemanusiaan manusia. Manusia dilihat dengan ukuran uang, bukan ukuran kemanusiaan. Manusia akan enggan berbuat baik, jika tidak menguntungkan. Tidak ada praktik tolong-menolong di tengah masyarakat, karena tidak menghasilkan uang. Ikatan cinta kasih sesama manusia juga akan hancur.

Lelaki dan perempuan tak mau menikah, jika tidak menguntungkan secara materi. Orang tua tak mau punya anak, karena menghabiskan uang untuk mengurusnya. Anak tak merasa perlu berbakti pada orang tua, jika tak diberi kelimpahan materi. Ikatan keluarga akan hancur dan dunia terasa sebagai pasar bursa. Tidak ada kebahagiaan hakiki,  hanya ada kesenangan terhadap materi yang semu dan fana.

Seorang muslim haram memiliki logika materialistis seperti ini. Logika ini adalah buah pemikiran kapitalisme-sekular yang menuhankan materi. Logika salah ini harus ditinggalkan dan dibuang karena bertentangan dengan tauhid yang mengalir di dada setiap muslim. Tauhid mengajarkan pada muslim untuk mengatur cinta dan bencinya karena Allah swt. Segala yang Allah swt perintahkan, dicintainya. Segala yang Allah swt larang, dibencinya. Inilah ketaatan yang tak hanya di amal tapi meresap hingga ke rasa.

Halal-haram, Standar Paten Orang Beriman

Pernikahan adalah perintah Allah swt, di dalamnya ada penjagaan terhadap kehormatan lelaki maupun perempuan. Setiap aktivitas yang dilakukan suami istri dalam ikatan pernikahan bernilai pahala. Maka mencuci, mengepel, setrika, membersihkan kotoran anak, melayani suami, dan lainnya adalah aktivitas mulia nan bernilai pahala bagi istri.

Nilai pahala ini tak bisa dibeli dengan Rupiah, berapa miliar pun. Sebaliknya, zina itu haram, meski dibungkus dengan istilah apapun. Pelakunya mendapat dosa. Panasnya siksa neraka bagi pelaku zina tak akan berkurang ataupun hilang, meski pelakunya mau menukarnya dengan miliaran rupiah. Apalagi hanya Rp 80 juta.

Hanya taubat nasuha serta ampunan Allah swt yang bisa meringankan dosa zina. Inilah logika berpikir halal-haram yang seharusnya ada pada setiap muslim. Segala sesuatu bukan diukur dari uang, tapi halal haram. Jika ada seorang muslimah berhijab tapi menghina pernikahan dan membela prostitusi, lantas maunya apa? Mungkin dia ingin terkenal saja, meski dengan menistakan agama. Naudzubillahi min dzalik. (rf/voa-islam.com)

ILustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Latest News

Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X