Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.348 views

Brunei dalam Sorotan Barat, Konsekuensi Upaya Pelaksanaan Syariat

Oleh : Dessy Fatmawati, S. T

 

Michelle Bachelet, Komisioner Hak Asasi Manusia PBB memberikan penyataan kecaman pada Brunei, Senin (01/04), "Saya menyerukan kepada pemerintah untuk membatalkan penerapan hukum pidana baru yang kejam itu, yang akan menjadi langkah mundur serius bagi perlindungan HAM rakyat Brunei jika tetap diberlakukan."

Tak hanya Bachelet, lewat cuitan media sosial twitter para tokoh dunia ramai-ramai mengecam Brunei. Mantan Wakil Presiden AS, Joe Biden  menulis, "Merajam orang sampai mati karena tindakan homoseksual atau perzinahan adalah mengerikan dan amoral. Tidak ada alasan—baik agama atau tradisi—atas kebencian dan tak berperikemanusiaan seperti ini."

Disusul Senator Ted Cruz selaku wakil Partai Republik dari Texas, "Ini salah. Ini barbar. Amerika harus mengecam hukum amoral dan tak berperikemanusiaan ini dan semua orang harus bersatu melawannya."

Tak ketinggalan Menteri Pembangunan Internasional Inggris, Penny Mordaunt merilis, "Tiada seorang pun harus menghadapi hukuman mati karena siapa yang mereka cintai. Keputusan Brunei barbar."

Rembetan protes juga berujung seruan boikot hotel milik Sultan Brunei, aktor George Clooney memberikan seruan, "Brunei adalah sebuah kerajaan dan tentunya boikot apa pun tak akan berpengaruh besar untuk mengubah peraturan ini. Tetapi apakah kita akan membantu mendanai pelanggaran HAM ini?"

Seruan ini juga didukung oleh penyanyi Elton John, "Saya mendukung teman saya, #GeorgeClooney, karena bersikap melawan diskriminasi anti-gay dan kefanatikan yang berlangsung di negara #Brunei - tempat kaum gay dibrutalisasi atau lebih buruk—dengan memboikot hotel milik sultan."

Dalam sekejap, Brunei menyentak dunia Barat dengan keputusan kontroversial. 3 Maret 2019, Brunei resmi memberlakukan penjatuhan hukuman mati bagi pelaku LGBT dan perzinahan sesuai dengan sistem sanksi (uqubat). Gaungan protes orang-orang Barat digaungkan keras oleh media-media Barat yang sejak dulu tidak pernah absen berisik jika berkaitan dengan syariah Islam.

Rabun Dekat Peradaban Barat

Rabun dekat, istilah yang menggambarkan suatu keadaan dimana sangat mudah melihat sesuatu yang jauh namun buta akan sesuatu yang dekat. Sebagaimana peradaban Barat, jeli melihat kesalahan/keburukan Islam tanpa menyadari bahwa peradaban Barat sesungguhnya adalah pusat kerusakan. Berbicara mengenai LGBT, kemunculan dan pembiarannya tak lepas dari konstruk masyarakat yang dibentuk peradaban rusak kapitalis Barat. Materi adalah tujuan. Kebebasan adalah kebutuhan. Keegoisan adalah keniscayaan. Konsekuensinya homo homini lupus, manusia menjadi srigala bagi manusia yang lain.

Dan dunia sejak awal telah ‘berhasil’ memanen kerusakannya. AIDS pertama kali dilaporkan pada tanggal 5 Juni 1981 pada lima laki-laki homoseksual di Los Angeles. Centre of  Disease Control and Prevention AS tahun 2010 menyatakan 2/3 infeksi baru HIV berasal dari gay. Jumlah gay di AS hanya 2% penduduk, namun menempati porsi 50% penderita HIV. Terdapat 1 dari 5 gay bahkan tidak peduli mereka terinfeksi, artinya tidak ada niat untuk mencegah penularan ke orang lain. Tahun 2013, screening terhadap pemuda usia 13 tahun ke atas menemukan fakta, 81% LSL terinveksi HIV dan 55% telah mengidap AIDS.

UNESCO tahun 2014 mendokumentasikan 95% kasus HIV baru di Asia Tenggara berasal dari LSL dan transgender. The Fenway Institute dalam tulisan Improving the Health Care LGBT People mengakui bahwa infeksi menular seksual termasuk HIV merupakan hal utama yang menjadi perhatian komunitas LGBT. Ini membuktikan bahwa kerusakan/penyakit mengerikan adalah konsekuensi logis penyimpangan seksual.

Dari sisi medis-psikologis, ilmuan Barat sendiri telah membuktikan bahwa LGBT bukanlah hal alami. Dr. Simon LeVay (1991) akhirnya mengakui, “Saya tidak mampu membuktikan bahwa homoseksual itu genetik, atau menemukan suatu alasan genetik untuk menjadi seorang gay. Saya tidak mampu menunjukkan bahwa para laki-laki gay terlahir dengan kondisi seperti itu, dan kesalahan umum orang-orang adalah mengintrepetasikan sendiri penelitian saya. Saya tidak bisa menemukan pusat kecenderungan gay dalam otak seseorang.”

Demikian juga tim peneliti dari National Cancer Institute yang dipimpin oleh Dean H. Hamer (1993) juga penelitian oleh tim psikiater dipimpin Alan Sanders (1998-1999) dari Universitas Chicago tidak menemukan hubungan medis-psikologis untuk membenarkan gay.

Kembali ke kasus Brunei, Sultan Hasanal Bolkiah menjawab tegas tudingan Barat atas pidana LGBT, “Kami mempraktikkan hak kami sebagai muslim, kenapa kalian perhatian ke kami? Sementara Anda (Barat) tutup mata saat orang Rohingya, Palestina, Syiria dibunuh? Saat anak Anda mati oleh senjata, aborsi dan AIDS?”

Komplikasi Penerapan Syariah

Over exposed yang ditunjukkan Barat dan kroninya terhadap syariah Islam merupakan bukti paranoid Barat terhadap kebangkitan Islam. International Association of Religion Journalist memberi garis tegas, “Jangan biarkan ruang sedikitpun pada kalangan garis keras! Silahkan meliputi mereka ketika mereka melanggar hukum.” Dan stigmatisasi keji benar-benar dijalankan. Sebagai contoh di AS pelaku terorisme yang terbukti muslim hanya 12,4% namun menempati porsi pemberitaan sebanyak 41,4%. Di Indonesia, media sekuler lebih menonjolkan data minor 76% masyarakat setuju bahwa hak waris laki-laki dan perempuan sama dan menyembunyikan data mayor survey PEW, 72% masyarakat setuju hukum syariah sebagai hukum negara.

Selain stigmatisasi, komplikasi penerapan syariah lain adalah lokalisasi. Dalam paper Governing Under Sharia 2013 lembaga think thank Council on Foreign Relation menyatakan bahwa Syariah bisa menjadi bagian dari ‘negara Islam modern’ melalui tiga cara, melalui 1) konstitusi nasional, 2)perundangan nasional, dan 3)perundangan daerah. Jelas bagaimanapun hukum syariat dibuat tetap menjadi subordinasi UU sekuler. Dual legal sytem ini menutup pintu penerapan syariat selain uqubat, pernikahan, waris dan perwalian saja.

Penerapan syariah yang parsial tidak hanya mandul dalam menyelesaikan akar masalah namun juga memberikan amunisi tanpa henti bagi Barat dan musuh-musuh Islam untuk menudingkan jari terus-menerus pada ketidakmampuan Islam menyelesaikan berbagai masalah. Desain ini nampak tidak hanya pada Brunei, namun juga di Aceh, Indonesia dan Moro, Filipina. Penerapan sistem sanksi di Brunei tidak dibarengi dengan penerapan syariah di bidang lain, contohnya ekonomi. Salah satu ancaman yang diserukan Barat adalah memboikot bisnis hotel mewah milik Brunei di berbagai belahan dunia. Meski kekuatan ekonomi Brunei juga terletak di ekspor migas, tak bisa dipungkiri ini hanya masalah waktu sebelum Barat mampu menekan Brunei dari sisi ekonomi. 

Langkah Brunei dalam semangat penerapan syariah Islam, patut mendapat apresiasi kaum muslimin di seluruh dunia. Namun harus dicatat, penting untuk tidak terjebak dalam narasi Barat baik stigmatisasi atau lokalisasi. Upaya pengaburan identitas dan penjinakan kaum muslimin – mejadi moderat, pragmatis, meyakini demokrasi sebagai jalan perjuangan Islam yang ideal – harus terus-menerus diwaspadai. Perjuangan kaum muslimin yang ideal adalah apa yang sesuai dengan Rasulullah SAW contohkan, baik dari sisi metode, bentuk negara dan pemerintahan yang mampu menerapkan syariah Islam secara menyeluruh. Ialah khilafah, sistem yang berhasil diwariskan selama belasan abad.

Dari penerapan syariah Islam yang menyeluruh inilah nampak solusi nyata bagi manusia, rahmat bagi alam semesta. Khilafah melindungi darah, harta dan kehormatan kaum muslimin tanpa kecuali. Penerapan syariah Islam dalam bingkai khilafah sekaligus membungkam propaganda busuk Barat atas syariah Islam dan memutus penjajahan mereka atas dunia.

“Mereka ingin memedamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, sementara Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci” (QS. Ash Shaf :61:8). Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Latest News
Gubernur Anies Perketat Kerumunan di Ruang Publik

Gubernur Anies Perketat Kerumunan di Ruang Publik

Jum'at, 14 Aug 2020 21:32

Anis Berikan Motivasi Berinfak dan Ingatkan Pengelola untuk Amanah

Anis Berikan Motivasi Berinfak dan Ingatkan Pengelola untuk Amanah

Jum'at, 14 Aug 2020 21:26

Apakah Benar Kas Negara Kosong?

Apakah Benar Kas Negara Kosong?

Jum'at, 14 Aug 2020 21:24

Ribuan Warga Yaman Berdemo Menuntut Pengusiran Pemberontak Syi'ah Houtsi Dari Taiz

Ribuan Warga Yaman Berdemo Menuntut Pengusiran Pemberontak Syi'ah Houtsi Dari Taiz

Jum'at, 14 Aug 2020 20:21

Pemerintah AS Sita 4 Kapal Tanker Yang Diduga Membawa Minyak Iran

Pemerintah AS Sita 4 Kapal Tanker Yang Diduga Membawa Minyak Iran

Jum'at, 14 Aug 2020 14:25

Libya: Kesepakatan UEA-Israel 'Pengkhianatan Yang Tidak Mengejutkan'

Libya: Kesepakatan UEA-Israel 'Pengkhianatan Yang Tidak Mengejutkan'

Jum'at, 14 Aug 2020 13:28

Doa adalah bagian Terkeren dalam Islam, Malaikat ikut mendoakanmu

Doa adalah bagian Terkeren dalam Islam, Malaikat ikut mendoakanmu

Jum'at, 14 Aug 2020 07:55

Mukernas Daring KAMMI Mengambil Tema 'Selamatkan Cita-Cita Kemerdekaan Indonesia'

Mukernas Daring KAMMI Mengambil Tema 'Selamatkan Cita-Cita Kemerdekaan Indonesia'

Kamis, 13 Aug 2020 23:46

Pendeta Hindu yang Sepanggung Dengan Perdana Menteri Narendra Modi Positif Terinfeksi Corona

Pendeta Hindu yang Sepanggung Dengan Perdana Menteri Narendra Modi Positif Terinfeksi Corona

Kamis, 13 Aug 2020 21:15

Rusia Berencana Buat 5 Juta Dosis Vaksin Virus Corona Per Bulan

Rusia Berencana Buat 5 Juta Dosis Vaksin Virus Corona Per Bulan

Kamis, 13 Aug 2020 21:00

Dispensasi Nikah: Mencegah Nikah Dini atau Melegalkan Seks Bebas?

Dispensasi Nikah: Mencegah Nikah Dini atau Melegalkan Seks Bebas?

Kamis, 13 Aug 2020 20:51

Seorang Pemimpin Senior Ikhwanul Muslimin Meninggal di Penjara Mesir

Seorang Pemimpin Senior Ikhwanul Muslimin Meninggal di Penjara Mesir

Kamis, 13 Aug 2020 20:35

Laporan: Israel Berencana Bayar Warga Palestina untuk Pindah Ke Paraguay Setelah Perang 1967

Laporan: Israel Berencana Bayar Warga Palestina untuk Pindah Ke Paraguay Setelah Perang 1967

Kamis, 13 Aug 2020 20:15

Ruang Publik dalam Genggaman Kekuasaan

Ruang Publik dalam Genggaman Kekuasaan

Kamis, 13 Aug 2020 19:50

Remaja Kehilangan Arah VS Remaja Sukses Dunia Akhirat

Remaja Kehilangan Arah VS Remaja Sukses Dunia Akhirat

Kamis, 13 Aug 2020 19:46

Komandan AS Untuk Timur Tengah Peringatkan Meningkatnya Ancaman Islamic State di Barat Suriah

Komandan AS Untuk Timur Tengah Peringatkan Meningkatnya Ancaman Islamic State di Barat Suriah

Kamis, 13 Aug 2020 19:33

Arti Hidupku

Arti Hidupku

Kamis, 13 Aug 2020 19:02

Setop Orientasi Untung dalam Kerjasama Vaksi Covid-19

Setop Orientasi Untung dalam Kerjasama Vaksi Covid-19

Kamis, 13 Aug 2020 18:45

Kuasa Korporasi Atas Pejabat Negeri

Kuasa Korporasi Atas Pejabat Negeri

Kamis, 13 Aug 2020 18:38

Kritik Itu Perlu

Kritik Itu Perlu

Kamis, 13 Aug 2020 17:43


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X