Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.978 views

Masa Depan Islam Politik Indonesia

Oleh: Yusuf Wibisono, Direktur IDEAS (Indonesia Development and Islamic Studies)

Berbagai survey terkini jelang Pemilu 2019 secara konsisten memprediksi raihan suara parpol Islam seperti PPP, PKS dan PBB tidak akan mampu melampaui parliamentary threshold. Prahara terkini yang menerpa PPP semakin mempertebal pesimisme terhadap masa depan Islam politik di Indonesia. Proyeksi serupa sebenarnya terjadi pula jelang Pemilu 2014 lalu, suara parpol Islam diprediksi akan anjlok, terutama PKS yang diterpa prahara setahun sebelumnya. Namun hasil Pemilu 2014 mengejutkan publik: parpol Islam bertahan, bahkan meningkat dari Pemilu 2009.

Meski muslim Indonesia secara umum konservatif dalam akidah dan ibadah, namun secara politik mereka cenderung tidak memandang penting keterwakilan politik Islam. Bahkan non-muslim dan minoritas bisa terpilih menjadi gubernur di wilayah mayoritas muslim. Namun demikian, dengan muslim adalah mayoritas, Islam tidak pernah absen dari panggung politik nasional. Parpol Islam selalu mampu bertahan, namun selalu gagal menjadi pemenang pemilu dan meraih kekuasaan. Mengapa Islam politik gagal meraih dukungan publik secara luas?

Islam, Indonesia dan Demokrasi

Islam di Indonesia masuk dengan begitu banyak cara dimana komunitas lokal menjadi muslim dengan tetap mempertahankan adat dan budayanya, menciptakan kultur Islam lokal yang begitu beragam. Ketiadaan pemimpin muslim yang otoritatif, membuat masyarakat muslim Indonesia cenderung terfragmentasi dengan isu, agenda dan patron masing-masing. Karakter muslim Indonesia yang moderat dan toleran, dan hanya puritan untuk ibadah khususnya rukun Islam yang lima, membuat agenda ideologis partai politik, seperti implementasi hukum syariah, tidak pernah mendapat dukungan publik yang memadai.

Meski demikian, demokrasi di Indonesia tidak pernah sepenuhnya menjadi demokrasi sekuler. Serupa dengan pengalaman India, Swiss dan Austria, demokrasi di Indonesia mempromosikan nilai-nilai relijius dengan mensintesakan antara kebebasan individu dan kepentingan masyarakat muslim dalam sistem hukum yang plural. Bahkan di tingkat lokal, ratusan “Perda Syariah” telah diterbitkan, yang melarang minuman keras, judi dan prostitusi, mengatur pengelolaan zakat, hingga menetapkan seragam pakaian muslimah.

Secara menarik, tidak ada parpol Islam yang memegang kekuasaan dominan baik di eksekutif maupun legislatif di daerah-daerah yang menerapkan “perda syariah” tersebut (Buehler, 2016). Gerakan “implementasi syariah” di tingkat lokal bukan merupakan hasil dari pergeseran ideologis, namun lebih merupakan hasil dari petualangan politik elit lokal yang justru berasal dari parpol nasionalis-sekuler.

Kerasnya kompetisi politik dan besarnya sumber daya yang dibutuhkan untuk memenangkan pemilu, membuat aspirasi kelompok Islam mendapatkan momentum dengan balasan berupa dukungan dan legitimasi relijius kepada elit lokal.

Fakta ini sekaligus memunculkan sebuah kenyataan pahit: kurangnya basis akar rumput dan lemahnya konsolidasi parpol Islam telah membuat parpol Islam gagal menjadi tempat agregasi kepentingan dan representasi kelompok Islam yang efektif. Gerakan moral 212 yang berperan penting dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, menjadi contoh paling kuat disini.

Profil pemilih parpol Islam secara umum adalah pemilih rasional dari kelas menengah, terdidik, dan sadar politik, jauh dari tipikal pemilih tradisional yang mudah dimobilisasi dalam hubungan patron-klien (Pellicer and Wegner, 2015). Lebih jauh, dengan menyandang gelar “Islam”, ekspektasi terhadap parpol Islam jauh lebih tinggi. Ketika pemilih melihat parpol Islam tidak berbeda secara signifikan dengan partai sekuler penguasa yang korup dan tidak kompeten, hukuman pemilih berupa migrasi suara menjadi tak terhindarkan.

Migrasi suara pemilih keras menerpa parpol Islam pasca Pemilu 1999. PBB yang mewarisi spirit Masyumi dan sempat bersinar di Pemilu 1999, gagal masuk parlemen pada pemilu 2009 dan 2014. PPP yang merupakan parpol Islam terbesar di Pemilu 1999 dan 2004, mengalami kejatuhan suara signifikan sejak Pemilu 2009. Hanya PKS yang relatif mampu bertahan.

Moderasi Ideologis dan Strategi Elektoral

Secara umum, parpol Islam tampil semakin moderat dan dengan agenda yang semakin pragmatis. Fenomena ini tidak hanya di Indonesia, namun juga di negara-negara Muslim lainnya. Beberapa pakar percaya bahwa keterlibatan dalam proses politik, baik secara demokratis ataupun tidak, akan membawa pemimpin partai Islam, seperti partai Wasat di Mesir (Wickham, 2004) dan AKP di Turki (Mecham, 2004), menjadi moderat secara ideologis seperti beralih dari teokrasi ke demokrasi.

Jika moderasi ideologis parpol Islam di negara lain, seperti AKP, merupakan hasil political learning dalam jangka panjang sebagai respon strategis atas berbagai hambatan institusional dan pengalaman demokrasi untuk memperoleh kekuasaan (Bermeo, 1992), maka moderasi ideologis parpol Islam di Indonesia lebih merupakan strategi elektoral untuk secara pragmatis meningkatkan raihan suara dalam jangka pendek. Moderasi ideologis dipercaya membuat parpol Islam menjadi semakin lebih diterima dan karenanya memperoleh dukungan publik yang semakin luas.

Namun tesis moderasi ideologis sebagai straegi elektoral ini mendapat beberapa kualifikasi. Dukungan publik terhadap parpol Islam tidak hanya karena citra moderat semata, namun juga karena kinerja politik yang sangat baik. Di Turki, moderasi ideologis AKP berjalan beriringan dengan kinerja partai yang sangat baik di tingkat lokal, terutama di daerah-daerah industri baru, dan secara pragmatis menyelesaikan permasalahan ekonomi dengan sikap business-friendly, pro Uni Eropa, pro globalisasi dan outward-looking.

Kemenangan partai Islam dibanyak negara juga seringkali lebih disebabkan oleh kegagalan partai sekuler-nasionalis petahana yang lemah dan korup. Di Aljazair, kemenangan FIS terjadi beriringan dengan turunnya kinerja partai mayoritas FLN. Keluarnya kelompok menengah dari FLN yang kemudian menggeser dukungannya ke FIS, khususnya pelaku usaha kecil, birokrat tingkat bawah dan kelompok terdidik, menjadi kunci kemenangan FIS (Chibber, 1996). Kemenangan partai Refah dan AKP di Turki sebagian besar disebabkan oleh fragmentasi kekuatan politik, distribusi pendapatan yang sangat tidak merata, keterpurukan ekonomi negara dan partai penguasa yang dipersepsi korup.

Fenomena meroketnya suara PKS pada pemilu 2004 sejatinya lebih memperlihatkan kemuakan publik terhadap parpol petahana yang dipandang korup dan tidak kompeten, dibandingkan sebagai hasil moderasi ideologis. Ketika ekspektasi publik ini tidak terpenuhi, maka strategi moderasi ideologis PKS yang berlanjut dan bahkan dengan derajat yang lebih tinggi pada pemilu 2009, tidak hanya di tingkat nasional bahkan juga di tingkat lokal (Buehler, 2012), tidak lagi memperlihatkan hasil.

Di saat yang sama, moderasi ideologis sebagai strategi elektoral ini juga membuat parpol Islam membidik massa cair yang merupakan swing-voters dengan politik pencitraan melalui iklan dan kampanye yang masif. Strategi seperti ini menciptakan kebutuhan pendanaan yang besar dan persisten. Dengan keterbatasan sumber pendanaan, strategi ini diduga telah memaksa parpol Islam terlibat dalam aktivitas rent-seeking, praktek umum semua parpol di negara miskin demokratis.

Untuk keluar dari jebakan “partai menengah” dan menjadi pemenang pemilu, parpol Islam ke depan harus mampu menampilkan orientasi kerakyatan secara pragmatis dan kemampuan partai dalam mengelola pemerintahan. Hanya dengan demikian persepsi kesenjangan antara idealitas Islam partai dan kompromi-kompromi politik di lapangan dapat diredakan dan parpol Islam tidak dilihat semata berorientasi pada kekuasaan. Parpol Islam juga harus mampu memunculkan “creative action” berbasis kinerja, bukan citra moderat semata, yang akan mengizinkan mereka mempertahankan orisinalitas-nya dan pada saat yang sama memperluas daya tarik mereka terhadap pemilih.[]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

Alhamdulillah, Relawan IDC telah memulai distribusi Program Tebar Kurma Semarak Ramadhan 1440 H....

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Latest News
Defisit Keadilan, Surplus Teriak ‘Saya Pancasila’

Defisit Keadilan, Surplus Teriak ‘Saya Pancasila’

Ahad, 19 May 2019 16:09

Tak Sabar Hadir di KPU Tanggal 22 Mei 2019

Tak Sabar Hadir di KPU Tanggal 22 Mei 2019

Ahad, 19 May 2019 14:09

Menkopolhukam Dinilai Melanggar Hak Warga Negara

Menkopolhukam Dinilai Melanggar Hak Warga Negara

Ahad, 19 May 2019 12:09

Habib Rizieq dan Amien Rais Ditantang Mubahalah Relawan Jokowi

Habib Rizieq dan Amien Rais Ditantang Mubahalah Relawan Jokowi

Ahad, 19 May 2019 11:43

People Power, Barang Halal yang Diharamkan

People Power, Barang Halal yang Diharamkan

Ahad, 19 May 2019 10:47

"Terorisme" Belakangan Ini Makin Lucu Saja

Ahad, 19 May 2019 10:09

Ganti Sistem Aja Kalau Gak Mau Ada Demo

Ganti Sistem Aja Kalau Gak Mau Ada Demo

Ahad, 19 May 2019 08:09

Tiga Orang Ini Kritisi Razia Massa yang Ingin ke Jakarta 22 Mei

Tiga Orang Ini Kritisi Razia Massa yang Ingin ke Jakarta 22 Mei

Ahad, 19 May 2019 06:09

“Surat” Untuk “Teroris”

“Surat” Untuk “Teroris”

Sabtu, 18 May 2019 22:41

Situs Ini Dinilai Penebar Hoax ke Prabowo, dan Kebal Hukum?

Situs Ini Dinilai Penebar Hoax ke Prabowo, dan Kebal Hukum?

Sabtu, 18 May 2019 20:41

Kapal Perang AL Australia di Tanjung Priok, Ada Apa?

Kapal Perang AL Australia di Tanjung Priok, Ada Apa?

Sabtu, 18 May 2019 20:41

Ramadhan Foodie Festival: Merasakan Sensasi Berbuka Puasa dengan Latar Taman Hutan Kota Bekasi

Ramadhan Foodie Festival: Merasakan Sensasi Berbuka Puasa dengan Latar Taman Hutan Kota Bekasi

Sabtu, 18 May 2019 19:00

Ribuan Massa di Bogor Ikuti Aksi Damai Lawan Kecurangan Pemilu 2019

Ribuan Massa di Bogor Ikuti Aksi Damai Lawan Kecurangan Pemilu 2019

Sabtu, 18 May 2019 16:27

Prabowo Takkan Halangi Rakyat yang Ingin Perubahan

Prabowo Takkan Halangi Rakyat yang Ingin Perubahan

Sabtu, 18 May 2019 15:21

Sempat Ditagih Tim IT BPN, Akhirnya Relawan Jokowi Tutup Sayembara Rp 100 Miliar

Sempat Ditagih Tim IT BPN, Akhirnya Relawan Jokowi Tutup Sayembara Rp 100 Miliar

Sabtu, 18 May 2019 14:05

Otokrasi dalam Demokrasi

Otokrasi dalam Demokrasi

Sabtu, 18 May 2019 14:02

KPU Hancur-hancuran

KPU Hancur-hancuran

Sabtu, 18 May 2019 14:00

Sambil Singgung Orba, Ini Kritik Keras Fahri ke Wiranto

Sambil Singgung Orba, Ini Kritik Keras Fahri ke Wiranto

Sabtu, 18 May 2019 13:21

Bisa-bisa Semua Profesional Dipolisikan

Bisa-bisa Semua Profesional Dipolisikan

Sabtu, 18 May 2019 11:21

Ketua GNPF Ulama Bogor Raya Ditetapkan Tersangka

Ketua GNPF Ulama Bogor Raya Ditetapkan Tersangka

Sabtu, 18 May 2019 07:12


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Kamis, 16/05/2019 12:13

Hah! Media Digital Untuk Mengasuh Anak?