Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.249 views

KPU dan Bawaslu, kepada Manusia Kalian Bisa Sembunyi

 

Oleh:

M. Nigara, Wartawan Senior

 

SIAPA PUN kalian, apa pun yang kalian lakukan. Kepada manusia kalian bisa bersembunyi. Kepada manusia kalian bisa berbohong. Kepada manusia kalian bisa menipu. Tapi, kepada Allah, kalian pasti tidak bisa apa pun.

Balasan Allah atas kejahatan (kecurangan) itu jelas. Jika tidak sekarang, esok, lusa, minggu depan, bulan bahkan tahun depan balasan itu pasti datang. Jika tidak di dunia, kelak di akhirat. Dan jika balasan itu datang, maka sesal tiada berguna.

Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka minta dipenuhi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidakkah orang-orang itu yakin bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan. Pada suatu hari yang besar. (Yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Rabb semesta alam (QS. al-Muthaffifîn/83:1-6)

KPU dan Bawaslu tak ubahnya seperti orang-orang yang digambarkan dalam surat Quran, al-Muthaffifin. Di tangan merekalah timbangan pemilu digenggam. Sebagai sesama manusia, saya berharap para komisioner KPU dan Bawaslu bukanlah termasuk orang-orang yang akan mencelakakan diri mereka dan orang lain.

Tenang Saja

Tanpa harus menuduh, saya dan kita semua, menyaksikan setiap detik di medsos. Sesungguhnya telah terjadi sesuatu dalam pemilu kita kali ini. Tidak sedikit tokoh yang menyebut, inilah pemilu paling brutal kecurangannya. Pemilu paling primitif. Semua kasat mata, dari yang paling canggih mengutak-atik data hingga yang paling primitif, mencoblos yang bukan haknya dan memasukkan ke kotak sendiri.

Namun, hingga hari ke-9 paska pemilu, KPU dan Bawaslu, kelihatan tetap tenang-tenang saja. Mereka seolah tidak melihat adanya penyimpangan apa pun dalam pemilu serentak ini. Bahkan Arief Budiman, Ketua KPU tak segan menyalahkan medsos. "Kesalahan input hanya 24, menjadi ramai karena digoreng medsos. Itu kan human error," katanya seperti dapat disimak di media-media online dan televisi.

Hal ini senada dengan pernyataannya tentang puluhan ribu kertas suara di coblos oleh yang tak berhak di Malaysia. "Itu hal yang biasa saja!" katanya. Sungguh luar biasa.

Ucapannya itu jelas berbeda dengan fakta di lapangan. Medsos menurunkan berbagai keanehan. Ada laporan (foto) C-1, paslon 01 memperoleh angka 78 dan paslon 02 memperoleh 172. Tapi, begitu dicek didaftar inputan KPU, hasilnya tertulis 01= 78 dan 02= 72. Angka 1 di depan 72, lenyap.

Ini bukan satu-satunya kesalahan input. Namun berulang dan berulang lagi. Jumlahnya luar biasa. Hal ini tentu membuat kehebohan yang luar biasa di masyarakat, jika dibiarkan, masyarakat akan mencari caranya sendiri untuk menegakkan keadilan.

Ada lagi bukti, dari salah satu TPS di Bali, seperti menjadi judul Vivanews, Selasa (23/4) jam 17.09. Suara Jokowi dari 83 melonjak ke 1883. Padahal setiap TPS maksimal 300 suara. Artinya ini patut dapat diduga bukan kesalahan input. Saya tidak ingin menyebut itu disengaja, tapi silahkan anda nilai sendiri.

Dan yang paling sadis, angka-angka _quick count_ dari lembaga-lembaga survei. Sejak awal ditayangkan hingga hari ke-9, angkanya tidak berubah 54-56% untuk paslon 01 dan 45-44% untuk paslon 02. Angka-angka ini nyaris sama persis dengan rilis lembaga-lembaga survey itu jauh sebelum 17 April. Sekali lagi, saya tidak ingin menuduh. Apalagi muncul foto-foto para surveyor sedang makan siang dengan petahana di istana, dan terakhir Burhanuddin Muhtadi serta Yuniarto Wijaya, makan bareng Ustadz Yusuf Mansyur. Terakhir malah orang paling tinggi di Charta Politika ikut kampanye akbar di GBK. Anda nilai sendiri ya.

Kembali ke angka-angka yang stagnan itu. Langsung atau tidak, angka-angka itu jelas seperti sebuah penghinaan terhadap rakyat.

Bayangkan, faktor dukungan 411, 212, dan emak-emak militan, serta rakyat yang ingin perubahan seperti dinafikan. Hebatnya lagi, sejak awal surveyor seperti dukun yang bisa meramalkan angkanya seperti di atas.

Penghinaan-penghinaan ini sungguh berbahaya. Bagaimana mungkin orang yang datang karena terpanggil bahkan memberikan sumbangan bisa dikalahkan dengan orang yang datang untuk menghadiri kampanye karena diberi honor dan nasi kotak. Jelas ini penghinaan terhadap adab kemanusiaan.

Sekali lagi, jika situasi ini dibiarkan, maka rakyat akan mencari jalannya sendiri. Seperti air yang mengalir, jika disumbat, air akan mencari jalannya sendiri. Dan jika itu terjadi, maka gelombang pasang air bah akan menerjang. Hukum alam sejatinya peringatan dari Allah Subhanahu Wa'taala bagi manusia untuk tidak melanggar perintah-Nya.**

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Latest News
Kemenag: Pengibaran Bendera Tauhid di MAN 1 Sukabumi Tidak Terkait HTI

Kemenag: Pengibaran Bendera Tauhid di MAN 1 Sukabumi Tidak Terkait HTI

Senin, 22 Jul 2019 08:45

Liberalisme Seks Berbungkus Film Dua Garis Biru

Liberalisme Seks Berbungkus Film Dua Garis Biru

Senin, 22 Jul 2019 07:36

Kekeringan Bukan Sekadar Fenomena Alam

Kekeringan Bukan Sekadar Fenomena Alam

Senin, 22 Jul 2019 06:31

SMK Bubar

SMK Bubar

Senin, 22 Jul 2019 05:57

Munas Golkar untuk Memastikan Porsi Kabinet dan Ketua MPR

Munas Golkar untuk Memastikan Porsi Kabinet dan Ketua MPR

Senin, 22 Jul 2019 04:50

Penegak Hukum atau Karyawan Hukum?

Penegak Hukum atau Karyawan Hukum?

Senin, 22 Jul 2019 03:51

12 Mahasiswa ADI Aceh Lulus ke STID Mohammad Natsir

12 Mahasiswa ADI Aceh Lulus ke STID Mohammad Natsir

Senin, 22 Jul 2019 02:21

"Warning" Aplikasi FaceApp Mengalihkan Duniamu

Senin, 22 Jul 2019 01:10

Dinilai Bertentangan dengan Norma, Aksi Tolak RUU PKS Membesar

Dinilai Bertentangan dengan Norma, Aksi Tolak RUU PKS Membesar

Senin, 22 Jul 2019 00:26

Resmikan Pondok Tahfizh, KH. Aceng Zakaria: Jadikan Al-Quran sebagai Kurikulum Kehidupan

Resmikan Pondok Tahfizh, KH. Aceng Zakaria: Jadikan Al-Quran sebagai Kurikulum Kehidupan

Ahad, 21 Jul 2019 23:57

Kapitalisme, Pajak Diperas SDA Dilepas

Kapitalisme, Pajak Diperas SDA Dilepas

Ahad, 21 Jul 2019 23:40

MIUMI Aceh: Game PUBG dan Sejenisnya Haram

MIUMI Aceh: Game PUBG dan Sejenisnya Haram

Ahad, 21 Jul 2019 23:34

Visi pada Investasi, Mengokohkan Imperialisme Asing?

Visi pada Investasi, Mengokohkan Imperialisme Asing?

Ahad, 21 Jul 2019 23:22

SMA Ar-Rohmah Putri Malang Raih Akreditasi A

SMA Ar-Rohmah Putri Malang Raih Akreditasi A

Ahad, 21 Jul 2019 22:48

CIIA: Pemerintah Tidak Perlu Khawatir Pulangkan Eks Pendukung ISIS ke Indonesia

CIIA: Pemerintah Tidak Perlu Khawatir Pulangkan Eks Pendukung ISIS ke Indonesia

Ahad, 21 Jul 2019 22:00

Jabar Juara Tingkat Pengangguran

Jabar Juara Tingkat Pengangguran

Ahad, 21 Jul 2019 21:55

2 Anggota IRGC Tewas dalam Serangan Orang Bersenjata di Dekat Perbatasan Pakistan

2 Anggota IRGC Tewas dalam Serangan Orang Bersenjata di Dekat Perbatasan Pakistan

Ahad, 21 Jul 2019 21:30

Oman Serukan Iran Bebaskan Kapal Tanker Berbendera Inggris yang Mereka Tawan

Oman Serukan Iran Bebaskan Kapal Tanker Berbendera Inggris yang Mereka Tawan

Ahad, 21 Jul 2019 19:48

Pendukung Dapat Kursi, Gerindra Tetap Bisa Oposisi

Pendukung Dapat Kursi, Gerindra Tetap Bisa Oposisi

Ahad, 21 Jul 2019 17:09

Ketika Penyebutan Tiongkok Dianggap SARA Hanya karena Soal Bambu

Ketika Penyebutan Tiongkok Dianggap SARA Hanya karena Soal Bambu

Ahad, 21 Jul 2019 16:09


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X