Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.097 views

Membandingkan Zonasi Pendidikan: Antara Inggris dan Indonesia

Oleh: Yumna Umm Nusaybah 
  

Ramainya berita sistem zonasi di Indonesia akhirnya sampai juga ke Inggris.

Keponakan yang ingin masuk sekolah favorit di Jember ternyata tidak diperbolehkan karena dia tidak masuk dalam zona SMA yang bersangkutan. Walhasil terpaksa memilih SMA lokal. Semoga saja mendapatkan SMA yang di inginkan.

Sistem ini sebenarnya tak jauh beda dengan sistem pendidikan di Inggris.

Di Inggris sendiri untuk level SD dan SMA (primary and secondary school) sudah lama memakai sistem zonasi ini. Di sini di kenal dengan nama catchment area. Sekolah dengan pembiayaan dari negara (State School) akan memakai sistem ini. Sedang bagi sekolah swasta (Private School), tidak wajib memakai sistem zonasi. Sekolah swasta berhak menentukan siapa yang akan mereka pilih menjadi siswa. Untuk level SMP, biasanya ada tes masuk dan interview. Sedang untuk level SD sedikit banyak bergantung dari informasi yang diberikan dalam permohonan (school application).

Penilaian kualitas dari sebuah sekolah di Inggris sendiri dilakukan oleh sebuah badan yang bernama OFSTED (Office for Standards in Education, Children's Services and Skills). Ofsted ini akan mengadakan inspeksi ke sekolah dan berbagai fasilitas yang melibatkan pengasuhan anak dan muda mudi. Kadang dilakukan dadakan dan kadang terencana. Mereka akan menilai bagaimana sekolah mendukung proses belajar siswa. Apakah sekolah mampu membuat siswa berkembang, meraih potensi besar mereka, mengadopsi nilai nilai ideologi dasar dan kualitas pengajaran di sekolah tersebut. Setelahnya mereka akan release report (laporan) yang bisa di akses oleh khalayak umum lewat internet. Jadi setiap orang bisa membaca hasil laporan tadi secara lengkap.

Ofsted akan memberikan nilai akhir dengan beberapa tingkatan: 
* grade 1: outstanding (terbaik)
* grade 2: good
* grade 3: requires improvement
* grade 4: inadequate

Apakah banyak orang tua di Inggris yang ingin anaknya masuk sekolah outstanding? Tentu saja! Tak heran kalau biasanya orang tua mati matian pindah ke rumah yang masuk zonasi sekolah bagus (outstanding). Bahkan ada juga yang bermain curang dengan memakai alamat kakek atau pamannya untuk registrasi supaya mendapat jatah tempat di sekolah yang di inginkan. Meski kalau ketahuan curang sebelum pengumuman, jelas aplikasi mereka akan di tolak. Namun kalaulah sudah terlanjur diterima maka sekolah tidak berhak mengeluarkan siswanya.

Tak heran jika harga rumah juga dipengaruhi oleh rating sekolah di area tersebut. Semakin dekat dengan sekolah bagus (favorit) semakin mahal harga rumah dan semakin susah mencari rumah kosong yang bisa di sewa. Di Inggris, sudah menjadi praktik umum, orang tua berpindah pindah karena alasan sekolah sang anak. Sepertinya ‘trend’ ini akan terjadi juga di Indonesia jika kebijakan zonasi masih terus ada.

Sistem Zonasi di Indonesia ini awalnya diniatkan untuk menyamaratakan hak pendidikan. Seperti yang di ungkapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy.

"Kewajiban pemerintah dan sekolah adalah memastikan semua anak mendapat pendidikan dengan memerhatikan anak harus masuk ke sekolah terdekat dari rumahnya," ujar Muhadjir dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/6/2019).

"Karena pada dasarnya anak bangsa memiliki hak yang sama. Karena itu, tidak boleh ada diskriminasi, hak eksklusif, kompetisi yang berlebihan untuk mendapatkan layanan pemerintah. Sekolah negeri itu memproduksi layanan publik. Cirinya harus non excludable, non rivarly, dan non discrimination," lanjutnya. (detik.com)

Namun aplikasinya yang perlu banyak pertimbangan. Perkara ini bukanlah perkara fundamental. Ini hanya cara untuk menyamaratakan pendidikan. Sah sah saja sebenarnya dipakai. Namun apa iya kalau kebijakan ini berhasil di aplikasikan di negara maju seperti Inggris berarti bagus juga untuk Indonesia? Belum tentu! 
Yang sebenarnya lebih perlu di cermati adalah dasar/ pondasi / filosofi yang mendasari sistem pendidikan itu sendiri.

Apakah sebenarnya yang ingin disamaratakan? Kemampuan akademis? Kemampuan berfikir kritis? Pembentukan karakter berideologis? Menjadikan peserta didik berwawasan luas? Menjadikan anak didik beriman dan tidak selalu mendewakan budaya barat?

Bisakah sebenarnya sistem pendidikan yang ada sekarang memproduksi anak didik yang demikian?

Kalaulah memang ingin menyamaratakan pendidikan, sudahkah ada pemerataan sarana dan prasarana belajar?

Sudahkah ada pemerataan guru-guru yang mumpuni dan berkualitas?

Adakah juga keseimbangan antara jumlah siswa didik dan ketersediaan sekolah?

Memang mengubah kebijakan yang sudah berpuluh puluh tahun diterapkan tidaklah mudah. Apalagi jika ‘attitude’ terhadap mendidik dan tujuan bersekolah masih belum di rombak. Sekolah demi mendapat pekerjaan bagus di masa depan. Bukan demi membentuk kepribadian. Sekolah demi status sosial dan bukan menaikkan kemampuan inteletual. Sekolah karena itulah jenjang kehidupan yang berikutnya, bukan karena kecintaan kepada ilmu yang bermanfaat untuk ummat.

Sudah semestinya ada proses sosialisasi untuk setiap kebijakan sebelum digulirkan. Perlu ada penjelasan dan edukasi kepada masyarakat tentang apa saja yang diperlukan. Dengan demikian tidak ada rakyat yang merasakan kedzoliman. Apalagi sampai ada yang terpaksa berhenti sekolah karena tidak ada sekolah negeri yang bisa menampungnya.

Di Inggris sendiri, tidak ada pungutan biaya sama sekali untuk pendidikan dasar. Semua anak di jamin mendapatkan sekolah. Tak akan ada kisahnya dimana anak terpaksa masuk sekolah swasta dan harus membayar mahal. Kalaulah masuk sekolah swasta adalah karena orang tuanya menghendakinya. Karena menurut UU Inggris, pendidikan adalah hak setiap anak. Justru orang tualah yang akan di kenai sanksi jika jelas jelas menelantarkan pendidikan anaknya.

Sayangnya, hal hal di atas belum disempurnakan. Ada kesan kebijakan zonasi ini terburu buru dan tidak ada usaha untuk mengangkat sekolah sekolah yang masih berstandar rendah ke standar yang lebih layak.

Cara pandang tentang sekolah unggulan pun tidak serta merta harus dihapuskan.

Di London dan sekitarnya ada sekolah selevel SMP/SMA yang disebut Grammar School. Sekolah ini bisa di bilang sekolah unggulan. Isinya anak anak berprestasi dan cerdas karena untuk bisa lolos dan diterima di sekolah tersebut, mereka harus lulus 11+ exam. Sekolahnya pun gratis. Ada jatah zonasi (asal lulus tes) dan ada juga yang berhak masuk tanpa zonasi (dibutuhkan nilai yang lebih tinggi dari nilai zonasi). Jumlahnya pun tidak banyak. Kurang lebih dari 163 di seluruh Inggris bagian selatan (England). Rumor yang beredar, jebolan grammar School ini banyak yang melanjutkan ke Univeritas ternama seperti Oxford dan Cambridge.

Kesimpulan

Sebuah kebijakan akan selalu membutuhkan sosialisasi. Mengupayakan anak mendapatkan pendidikan dari sekolah terbaik atau sekolah favorit adalah sangat wajar. Tidak perlu menyalahkan rakyat yang ‘mengerubungi’ penyedia pendidikan yang berkualitas. Yang menjadi tugas negara adalah menaikkan kualitas pendidikan tanpa harus menaikkan biaya. Lah kok bisa? Kenapa nggak? Kan kekayaan negara berlimpah ruah.

Tidak seharusnya kualitas pendidikan sebanding dengan tebalnya dompet. Karena ini adalah hak dasar setiap rakyat.

Yang perlu dipertanyakan kenapa sampai ada jurang kualitas yang lebar antara sekolah favorit dan non favorit.

Kenapa banyak sekali menjamur komersialisasi pendidikan.

Kenapa juga sarana dan prasarana di setiap sekolah tidak sepadan?

Masih banyak PR yang harus di selesaikan.

Sistem zonasi sebenarnya tidak menjadi jawaban mendasar dari permasalahan di bidang pendidikan. Justru yang harus di rombak adalah ide ide yang mendasari setiap kebijakan dan apa yang inginkan dari mahalnya biaya dan lamanya jenjang pendidikan di Indonesia. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

Latest News
Perkenalkan Peradaban Islam Lewat Masjid

Perkenalkan Peradaban Islam Lewat Masjid

Sabtu, 21 Sep 2019 17:44

Tiga Pesan BJ. Habibie untuk ICMI Sebelum Wafat

Tiga Pesan BJ. Habibie untuk ICMI Sebelum Wafat

Sabtu, 21 Sep 2019 15:26

Umat Islam Dilarang Bangga Terhadap Agamanya?

Umat Islam Dilarang Bangga Terhadap Agamanya?

Sabtu, 21 Sep 2019 14:27

Inkubasi Bisnis Syariah dan Ukhuwah Islamiyah Jadi Fokus MUI

Inkubasi Bisnis Syariah dan Ukhuwah Islamiyah Jadi Fokus MUI

Sabtu, 21 Sep 2019 13:14

Superfood Ini Bagus untuk Meningkatkan Fungsi Otak

Superfood Ini Bagus untuk Meningkatkan Fungsi Otak

Sabtu, 21 Sep 2019 13:13

Sandiwara Sepatu Kotor

Sandiwara Sepatu Kotor

Sabtu, 21 Sep 2019 12:27

Inspirasi dari International Islamic University of Malaysia

Inspirasi dari International Islamic University of Malaysia

Sabtu, 21 Sep 2019 11:14

Akan Terbang ke Antariksa, Astronot Pertama UEA Berlatih Bersama Awak ISS

Akan Terbang ke Antariksa, Astronot Pertama UEA Berlatih Bersama Awak ISS

Sabtu, 21 Sep 2019 11:09

Fahri Hamzah Ragu Kalau Presiden Bersih dari Korupsi

Fahri Hamzah Ragu Kalau Presiden Bersih dari Korupsi

Sabtu, 21 Sep 2019 10:27

Provinsi Babel Siap Jadi Tuan Rumah Kongres Umat Islam 2020

Provinsi Babel Siap Jadi Tuan Rumah Kongres Umat Islam 2020

Sabtu, 21 Sep 2019 10:15

Akhirnya Mahasiswa Bergerak

Akhirnya Mahasiswa Bergerak

Sabtu, 21 Sep 2019 09:55

Kerja Seorang Muslim

Kerja Seorang Muslim

Sabtu, 21 Sep 2019 09:51

Pak Menteri, RRC yang Paling Senang Penghapusan Sejarah Perang Jihad

Pak Menteri, RRC yang Paling Senang Penghapusan Sejarah Perang Jihad

Sabtu, 21 Sep 2019 09:02

Ribuan Warga Australia Demo tentang Perubahan Iklim

Ribuan Warga Australia Demo tentang Perubahan Iklim

Jum'at, 20 Sep 2019 23:07

Menyapu dan Memasak dalam Kondisi Junub?

Menyapu dan Memasak dalam Kondisi Junub?

Jum'at, 20 Sep 2019 22:15

Sekjen PBB dan Kepala ICRC Serukan Gencatan Senjata di Tripoli

Sekjen PBB dan Kepala ICRC Serukan Gencatan Senjata di Tripoli

Jum'at, 20 Sep 2019 22:09

Rusia dan Cina Memveto Usulan Gencatan Senjata di Idlib

Rusia dan Cina Memveto Usulan Gencatan Senjata di Idlib

Jum'at, 20 Sep 2019 21:25

Phobia Materi Perang di Madrasah, Narasi Absurd Rezim Kalut

Phobia Materi Perang di Madrasah, Narasi Absurd Rezim Kalut

Jum'at, 20 Sep 2019 21:05

Korea Selatan Khawatir Demam Babi Afrika Melanda Wilayah Mereka

Korea Selatan Khawatir Demam Babi Afrika Melanda Wilayah Mereka

Jum'at, 20 Sep 2019 21:00

Indonesia Mempermudah Investasi Asing, Ada Apakah?

Indonesia Mempermudah Investasi Asing, Ada Apakah?

Jum'at, 20 Sep 2019 20:51


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Rabu, 18/09/2019 18:54

‘Islam Ramah’ yang Tak Ramah