Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.055 views

Masjid Diawasi, Ada Apa?

 

Oleh:

Ainul Mizan

Guru tinggal di Malang, Jawa Timur

 

WAPRES Ma'ruf Amin mengarahkan agar dilakukan pengawasan terhadap masjid-masjid untuk mencegah terjadinya ujaran kebencian. Secara khusus, pengawasan dilakukan terhadap konten ceramah dan atau khutbah di masjid-masjid. Bukan berarti, menurut wapres, pengawasan itu di dalam masjid, akan tetapi bisa dilakukan aparat di luar masjid.

Frase ujaran kebencian yang dikuatirkan lahir dari masjid sangatlah bersifat subyektif. Jika mau obyektif, konsekwensinya aparat juga mestinya mengawasi semua tempat ibadah, tidak hanya masjid. Karena ujaran kebencian itu tidak hanya berpotensi muncul dari mulut para dai saat berceramah maupun berkhutbah.

Mari kita melihat secara obyektif. Diskriminasi terhadap muslim Uighur, bahkan sampai kepada tragedi kemanusiaan, dilakukan oleh pemerintah China. Baru-baru ini juga PBB mengecam keras adanya peraturan di India yang anti terhadap muslim. Begitu pula, pembantaian kaum muslimin di Rohingya. Penembakan terhadap kaum muslimin di dua masjid New Zealand pada Maret 2019, masih menyisakan duka mendalam. Virus islamophobia telah mendorong terjadinya ketidakadilan kepada muslim. Lantas, timbul pertanyaan, apakah pemerintah telah terjangkit virus islamophobia?

Kalau dikatakan bahwa ujaran kebencian itu dipakai untuk menimalisir sentimen anti pemerintah, bagaimanakah batasannya? Apakah yang mengkritik kebijakan pemerintah disebut sebagai ujaran kebencian? Rakyat tentunya tidak boleh tinggal diam di saat pemerintah menelorkan kebijakan - kebijakan yang zalim terhadap rakyat. Kasus pembuangan 20 ribu ton beras oleh Bulog bisa disebut kezaliman. Di tengah rakyatnya yang kesulitan ekonomi, bahkan disinyalir ada 22 juta penduduk yang kelaparan, begitu teganya beras dalam jumlah sebegitu banyaknya dibuang begitu saja. Mengapa sejak awal tidak didistribusikan kepada rakyat yang membutuhkan?

Ini secuil contoh kebijakan yang mengharuskan rakyat untuk mengkritisinya. Dan akibat dari kebijakan yang zalim tersebut menimpa kepada semua rakyat tanpa membedakan agamanya. Konsekwensinya, wajar pula bila rakyat manapun di negeri ini melakukan kritik kepada pemerintah. Jika demikian, tidaklah fair bila hanya umat Islam yang menjadi obyek pengawasan oleh aparat. Ataukah memang benar bila pemerintah yang ada adalah pemerintahan anti kritik.

Sesungguhnya masjid itu merupakan tempat ibadah. Di dalamnya, umat Islam bersujud dan menyembah Allah; berdzikir; membaca dan mempelajari al - Qur'an. Dengan adanya masjid menjadi pusat kegiatan umat dan syiar - syiar agama Islam. Pendek kata, masjid menjadi sarana agar umat Islam ini menjadi umat yang bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Tidak layak masjid diawasi. Selain bahwa mayoritas rakyat negeri ini adalah muslim, yang tentunya mereka punya andil besar sejak era perjuangan bangsa hingga mengisi kemerdekaan. Umat Islam menjadi motor penggerak kemajuan bangsa. Jadi sangat disayangkan bila umat Islam dicurigai dan tempat ibadahnya diawasi.

Adapun terkait dengan ajaran Islam. Sesungguhnya al-Qur'an dan Hadits yang notabenenya menjadi sumber utama ajaran Islam adalah firman Allah dan sabda Rasul-Nya yang mulia. Terbersit sebuah tanya, apakah para ustadz dalam ceramahnya yang materinya merupakan ajaran Islam disebut berpotensi mengandung ujaran kebencian dan menimbulkan perpecahan bangsa? Sangat miris jika demikian. Ajaran Islam itu guidence bagi kehidupan manusia agar selamat dalam kehidupan dunia maupun akherat. Orang yang beriman dengan benar akan taat kepada semua ajaran Islam, hanya dengan harapan ingin mendapat keridaan Allah. Tidaklah patut seorang muslim untuk mencurigai agamanya sendiri bahkan bila tega-teganya mengkriminalkan agamanya.

Sesungguhnya sebuah bangsa yang besar tidak akan melupakan sejarah. Mereka akan menghormati jasa - jasa para pahlawannya. Seandainya tanpa ajaran Islam yaitu jihad, tentunya akan sulit dibayangkan bangsa Indonesia bisa lepas dari penjajahan. 

Jihad merupakan ajaran Islam yang menggerakkan umat Islam di Indonesia untuk melawan penjajahan. Islam telah mengharamkan penjajahan. Bahkan Rasul saw menyebut mereka yang mati dalam medan jihad sebagai mati syahid. Rasul saw menyatakan di dalam sabdanya yang artinya: "Barangsiapa yang mati terbunuh karena membela agama, harta dan kehormatannya, maka ia mati dalam keadaan sebagai syahid" (HR Muslim).

Mempertahankan harta termasuk di dalam cakupannya adalah mempertahankan tanah airnya dan semua kekayaan alam negerinya dari semua upaya penjarahan dan penjajahan.

Apalagi jika kita menelusuri sejarah Indonesia, bahwa masuknya Islam ke Indonesia atas jasa para dai dan mubaligh yang sengaja dikirim oleh kekhilafahan Islam waktu itu. Dan seharusnya kita bersyukur bahwa kita telah merasakan hidup dalam keimanan sebagai muslim serta bisa merasakan keberkahannya.

Yang terakhir, aktivitas pengawasan terhadap masjid merupakan bagian dari aktifitastajassus atau memata-matai. Aktifitas tajassus terhadap kaum muslimin itu hukumnya haram. Timbulnya aktifitas tajassus berawal dari prasangka buruk terhadap kaum muslimin. Sedangkan prasangka buruk terhadap kaum muslimin itu adalah dosa. Hal ini ditegaskan oleh Allah swt di dalam firman-Nya yang artinya: "Sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa".

Artinya ada sebagian prasangka yang tidak menimbulkan dosa.

Melakukan koreksi atas kebijakan pemerintah yang berpotensi mengakibatkan kedholiman ini merupakan prasangka yang tidak menimbulkan dosa. Sejatinya prasangka dalam konteks demikian adalah bentuk kewaspadaan umat akan setiap potensi bahaya yang mengintai bangsa dan tanah airnya.

Sedangkan keberadaan kekuasaan adalah dalam rangka menjadi pihak yang mengurusi kepentingan mereka, adalah wajar jika umat melakukan koreksi dan kritiknya kepada pihak penguasa. Sesungguhnya tujuan aktifitas mengoreksi kekuasaan adalah agar tetap terwujud kelurusan dalam penegakan hukum sehingga bisa terwujud keadilan.

Oleh karena itu, akan lebih baik, pemerintah menuntaskan PR besar yang menjadi batu sandungan dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Masalah kemiskinan, stunting pada anak, utang luar negeri yang menumpuk, dekadensi moral remaja dan pemuda, kedaulatan bangsa yang terkoyak oleh upaya disintegrasi misalnya yang dilakukan gerakan OPM, penegakkan hukum yang tebang pilih serta seabrek permasalahan yang mendera negeri ini. Syukur - syukur bila pemerintah mempunyai political will mengadopsi solusi dari ajaran Islam, tentunya akan terwujud keberkahan merupakan sebuah keniscayaan.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
dr. Gamal Jadi Pengurus di DPP PKS, Asyik: Saya Beri Porsi Anak Muda untuk Siap Jadi Pemimpin

dr. Gamal Jadi Pengurus di DPP PKS, Asyik: Saya Beri Porsi Anak Muda untuk Siap Jadi Pemimpin

Senin, 30 Nov 2020 23:50

Lebih dari 20 Ribu Produk Didaftarkan Sertifikasi Halal di BPJPH

Lebih dari 20 Ribu Produk Didaftarkan Sertifikasi Halal di BPJPH

Senin, 30 Nov 2020 21:51

Dukung Perjuangan Palestina, Adara Gelar Acara ‘Solidarity for Peace’

Dukung Perjuangan Palestina, Adara Gelar Acara ‘Solidarity for Peace’

Senin, 30 Nov 2020 21:44

Pasukan Afghanistan Klaim Tewaskan Dalang Serangan Bom Mobil Jibaku di Markas Militer Ghazni

Pasukan Afghanistan Klaim Tewaskan Dalang Serangan Bom Mobil Jibaku di Markas Militer Ghazni

Senin, 30 Nov 2020 21:00

Israel Tingkatkan Keamanan Seluruh Misi Diplomatiknya Setelah Pembunuhan Ahli Nuklir Iran

Israel Tingkatkan Keamanan Seluruh Misi Diplomatiknya Setelah Pembunuhan Ahli Nuklir Iran

Senin, 30 Nov 2020 20:00

Persatuan Ulama Muslim Internasional Kecam Fatwa Anti-Ikwahnul Muslimin Saudi

Persatuan Ulama Muslim Internasional Kecam Fatwa Anti-Ikwahnul Muslimin Saudi

Senin, 30 Nov 2020 19:30

Raja Salman Tidak Tahu Pertemuan Rahasia Antara Putra Mahkota MbS dan PM Israel Netanyahu

Raja Salman Tidak Tahu Pertemuan Rahasia Antara Putra Mahkota MbS dan PM Israel Netanyahu

Senin, 30 Nov 2020 17:45

Seperti Apa Bumi 4,5 Tahun Lalu? Ilmuwan Beri Gambarannya

Seperti Apa Bumi 4,5 Tahun Lalu? Ilmuwan Beri Gambarannya

Senin, 30 Nov 2020 15:55

Kekuatan Figur Ayah dan Ibu dalam Membentuk Kepribadian Anak

Kekuatan Figur Ayah dan Ibu dalam Membentuk Kepribadian Anak

Senin, 30 Nov 2020 15:51

Bagikan Info Pengguna, Facebook Didenda di Korsel

Bagikan Info Pengguna, Facebook Didenda di Korsel

Senin, 30 Nov 2020 15:50

Nyeri Haid Tanda Masalah Kesuburan, Benarkah?

Nyeri Haid Tanda Masalah Kesuburan, Benarkah?

Senin, 30 Nov 2020 15:45

Seragam Khutbah Racun Agama

Seragam Khutbah Racun Agama

Senin, 30 Nov 2020 15:42

Terpilih Ketua MUI Pusat, Ustaz Jeje: Bukan Anugerah tapi Amanah dan Ujian Berat

Terpilih Ketua MUI Pusat, Ustaz Jeje: Bukan Anugerah tapi Amanah dan Ujian Berat

Senin, 30 Nov 2020 15:31

Dewan Da'wah Resmikan Akademi Da'wah Bengkulu

Dewan Da'wah Resmikan Akademi Da'wah Bengkulu

Senin, 30 Nov 2020 15:02

Jangkau Pulau Terpencil, Kimia Farma dan BWA Luncurkan Klinik Apung

Jangkau Pulau Terpencil, Kimia Farma dan BWA Luncurkan Klinik Apung

Senin, 30 Nov 2020 14:56

Fahri: UMKM Jadi Roda Penggerak Ekonomi dan Mampu Bertahan dari Krisis Saat Ini

Fahri: UMKM Jadi Roda Penggerak Ekonomi dan Mampu Bertahan dari Krisis Saat Ini

Senin, 30 Nov 2020 12:41

Nguber HRS, Ada Apa dengan Bima Arya?

Nguber HRS, Ada Apa dengan Bima Arya?

Senin, 30 Nov 2020 11:32

Edhy Prabowo Terlibat Suap, Usamah Hisyam: Presiden Gagal Memilih Menteri

Edhy Prabowo Terlibat Suap, Usamah Hisyam: Presiden Gagal Memilih Menteri

Senin, 30 Nov 2020 10:11

PKS Luncurkan Lambang Baru, Ini Makna dan Filosofinya

PKS Luncurkan Lambang Baru, Ini Makna dan Filosofinya

Senin, 30 Nov 2020 09:14

Menyambut Pengurus Baru MUI, Pesan Buya HAMKA: Ulama Tidak Bisa Dibeli

Menyambut Pengurus Baru MUI, Pesan Buya HAMKA: Ulama Tidak Bisa Dibeli

Senin, 30 Nov 2020 07:46


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X