Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.356 views

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

 

Oleh:

Ulfiatul Khomariah

Founder Ideo Media, Pemerhati Masalah Sosial dan Politik

 

BERANGKAT pagi pulang petang. Berjibaku dengan kemacetan menjadi rutinitas harian. Keringat bercucuran menekuni pekerjaan selama berjam-jam. Jatah bersama keluarga pun semakin berkurang. Beginilah keseharian buruh di sebuah pabrik yang gajinya bisa dibilang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar. Miris memang!

Kenaikan gaji pertahun nyatanya tak mampu merubah keadaan. Karena kenaikan gaji selalu diiringi kenaikan harga kebutuhan. Kenaikan harga TDL, gas elpiji, serta kebutuhan pokok yang harganya terus melambung tinggi. Jauh dari kata berkecukupan. Nasib pekerja buruh justru semakin memilukan. Belum lagi nasib karyawan outsourcing yang tidak bisa menjamin tetap sampai kapan masa kerja akan diperpanjang.

Berharap ada kabar gembira di pemerintahan masa mendatang. Yang terjadi justru pekerja buruh dihantui bayang-bayang kesuraman. Hadirnya Omnibus Law menjadi cikal bakal nasib buruh terancam celaka, terutama saat adanya RUU Cipta lapangan Kerja (Cilaka). Tentu, keberadaan RUU Cilaka ini menuai banyak kritik dari berbagai kalangan. Bahkan menjadi perbincangan hangat di kalangan aktivis Mahasiswa untuk didiskusikan.

Pemerintah dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja mengubah beberapa ketentuan soal ketenagakerjaan untuk meningkatkan investasi dalam negeri. Dikutip dari draft Omnibus Law Cipta Kerja, Sabtu (15/2/2020), ada beberapa hal menarik salah satunya soal lembur buruh yang jauh lebih lama. Pernyataan tersebut tertuang di dalam Omnibus Law Bab IV soal Ketenagakerjaan pasal 78.

Sebagaimana yang dilansir di kompas.com, 16/02/2020, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengungkapkan ada sembilan alasan mengapa Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja harus ditolak karena dianggap banyak membawa kerugian bagi sebagian kalangan terutama bagi pekerja buruh.

Sembilan alasan itu diantaranya: (1) hilangnya upah minimum, (2) hilangnya pesangon, (3) outsourcing bebas diterapkan di core bisnis, (4) kerja kontrak tanpa batas waktu, (5) waktu kerja yang eksploitatif, (6) TKA buruh kasar berpotensi bebas masuk ke Indonesia, (7) mudah di PHK, (8) jaminan sosial terancam hilang, dan (9) sanksi pidana hilang.

Kesembilan alasan itu berangkat dari tiga prinsip buruh yang dianggap KSPI tidak terdapat dalam Omnibus Law RUU tersebut. Presiden KSPI Said Iqbal menyampaikan alasan-alasan tersebut saat konferensi pers terkait RUU Cipta Kerja di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (16/2/2020).

Sebenarnya untuk apa Omnibus Law ini diberlakukan? Benarkah hadirnya RUU ini mampu menggenjot perekonomian nasional yang sedang ambruk? Nyatanya kebijakan yang diterapkan justru diduga kuat hanya berpihak pada keuntungan yang akan diraup oleh para pengusaha. Berdalih agar investasi terus mengalir sebagai syarat terciptanya lapangan kerja, justru pemerintah mengabaikan nasib rakyat sebagai pekerja.

Bak mimpi di siang bolong. Harapan bisa hidup sejahtera dalam pemerintahan yang baru nyatanya hanya fatamorgana. Kebijakan berganti kebijakan, ternyata tak mampu membawa perubahan pada kesejahteraan. Rezim berganti rezim, kemiskinan justru semakin menggurita. Janji manis saat kampanye begitu mudah dilupakan dan dikhianati begitu saja.

Rasanya sudah pusing kepala memikirkan permasalahan negeri yang tak ada ujungnya. Masalah perburuhan tidak pernah menemukan titik terangnya menuju keadilan. Karena sejatinya masalah itu terletak pada sistem korporatokrasi yang diterapkan di negeri ini. Sistem yang hanya berpihak pada kepentingan penguasa dan pengusaha.

Dalam sistem korporatokrasi, kebijakan yang diterapkan akan dijalankan layaknya sistem dalam perusahaan. Wajar jika RUU yang diberlakukan akan menghasilkan peraturan yang condong pada keuntungan para pemilik modal. Karena dalam sistem ini akan menciptakan transaksi politik antara penguasa dan pengusaha tanpa mempertimbangkan nasib rakyat jelata. Jika seperti ini, masih adakah harapan kesejahteraan bagi para buruh?

Dari sini seharusnya kita bisa mengambil banyak pelajaran, bahwa ketika manusia dibiarkan begitu saja membuat peraturan maka yang terjadi adalah kekacauan karena syarat dengan kepentingan. Apalagi dengan adanya sistem korporatokrasi, sudah bukan hal baru lagi jika setiap kebijakan yang dibuat adalah hasil kongkalikong antara penguasa dan pengusaha dengan asas kepentingan. Jadi masih mau tetap bertahan dengan sistem yang seperti ini? Wallahu a’lam bish-shawwab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Latest News
Komisi I DPR Dorong Pemerintah Gratiskan Internet Selama Wabah Covid-19

Komisi I DPR Dorong Pemerintah Gratiskan Internet Selama Wabah Covid-19

Jum'at, 03 Apr 2020 08:49

Covid-19 Makin Menggila, Negara Kehilangan Arah?

Covid-19 Makin Menggila, Negara Kehilangan Arah?

Jum'at, 03 Apr 2020 08:23

Ribuan Napi Dibebaskan di Tengah Wabah Corona, Warganet: Ustaz Abu Bakar Baasyir Paling Layak

Ribuan Napi Dibebaskan di Tengah Wabah Corona, Warganet: Ustaz Abu Bakar Baasyir Paling Layak

Jum'at, 03 Apr 2020 07:51

Memutus Mata Rantai Corona

Memutus Mata Rantai Corona

Jum'at, 03 Apr 2020 07:09

Pembatasan Sosial Skala Besar dan Darurat Sipil, Tepatkah?

Pembatasan Sosial Skala Besar dan Darurat Sipil, Tepatkah?

Jum'at, 03 Apr 2020 06:31

WMI Edukasi Para Driver Ojol untuk Cegah Covid19

WMI Edukasi Para Driver Ojol untuk Cegah Covid19

Jum'at, 03 Apr 2020 06:21

Hadapi Covid-19, Muhammadiyah Siapkan 60 Psikolog

Hadapi Covid-19, Muhammadiyah Siapkan 60 Psikolog

Jum'at, 03 Apr 2020 06:18

Wabah Corona dan Abainya Penguasa Kapitalis

Wabah Corona dan Abainya Penguasa Kapitalis

Kamis, 02 Apr 2020 23:59

Lockdown, Kebijakan Setengah Hati Para Penguasa Negeri?

Lockdown, Kebijakan Setengah Hati Para Penguasa Negeri?

Kamis, 02 Apr 2020 23:50

Inilah 5 Tips Meningkatkan Imun Tubuh Pencegah Corona

Inilah 5 Tips Meningkatkan Imun Tubuh Pencegah Corona

Kamis, 02 Apr 2020 23:28

Pendaftaran Program Beasiswa Santri 2020 Dibuka, Kemenag Siapkan Kader Ulama

Pendaftaran Program Beasiswa Santri 2020 Dibuka, Kemenag Siapkan Kader Ulama

Kamis, 02 Apr 2020 23:27

Mendiskusikan Skenario Makro Ekonomi Indonesia

Mendiskusikan Skenario Makro Ekonomi Indonesia

Kamis, 02 Apr 2020 23:00

Anies Alokasikan Dana Rp 3 T untuk Penanganan Virus Corona hingga Mei

Anies Alokasikan Dana Rp 3 T untuk Penanganan Virus Corona hingga Mei

Kamis, 02 Apr 2020 22:26

Menimbang Keefektifan Opsi PSBB

Menimbang Keefektifan Opsi PSBB

Kamis, 02 Apr 2020 22:19

Mudik, Saat Pandemi Ancam Nyawa Keluarga

Mudik, Saat Pandemi Ancam Nyawa Keluarga

Kamis, 02 Apr 2020 22:17

Saudi Berlakukan Jam Malam 24 Jam Setiap Hari di Mekah dan Madinah

Saudi Berlakukan Jam Malam 24 Jam Setiap Hari di Mekah dan Madinah

Kamis, 02 Apr 2020 21:45

AS 'Rampas' 60 Juta Masker Medis yang Ditunjukan Untuk Prancis dari Landasan di Cina

AS 'Rampas' 60 Juta Masker Medis yang Ditunjukan Untuk Prancis dari Landasan di Cina

Kamis, 02 Apr 2020 21:15

Cegah Covid-19, SAR Ditpolairud Polda Aceh Semprot Disinfektan di SMA Negeri 15 Adidarma

Cegah Covid-19, SAR Ditpolairud Polda Aceh Semprot Disinfektan di SMA Negeri 15 Adidarma

Kamis, 02 Apr 2020 20:59

Satgas WITC Kendari Salurkan Paket Logistik di 5 Kecamatan

Satgas WITC Kendari Salurkan Paket Logistik di 5 Kecamatan

Kamis, 02 Apr 2020 20:48

Kritisi Perppu Penanganan Covid-19, Bukhori: Pemerintah Jangan Aji Mumpung di Tengah Pandemi

Kritisi Perppu Penanganan Covid-19, Bukhori: Pemerintah Jangan Aji Mumpung di Tengah Pandemi

Kamis, 02 Apr 2020 20:38


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X