Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.177 views

Indonesia Lockdown, Haruskah Langkah Ini Diambil?

 

Oleh: Rut Sri Wahyuningsih

Lockdown, jadi kata paling populer hari Ini. Beberapa negara, seperti Italia, Filipina dan Arab Saudi, telah menerapkan kebijakan lockdown. Hal itu dilakukan guna mengurangi penyebaran kasus virus corona atau Covid-19 di negara mereka, termasuk Indonesia.

Banyak Negara terserang virus Covid-19. Nama yang cantik namun mematikan. Negara-negara tersebut setiap harinya mengupdate jumlah korban dari warganya masing-masing. Beda negara beda reaksi dan penanganan. Namun sebagian besar mengeluarkan kebijakan Lockdown.

Berdasarkan kamus Bahasa Inggris, lockdown artinya kuncian. Maksudnya, negara yang terinfeksi virus corona mengunci akses masuk dan keluar sebagai pengamanan ketat untuk mencegah penyebaran virus corona. Lockdown juga dilakukan dengan larangan mengadakan pertemuan yang melibatkan banyak orang, penutupan sekolah, hingga tempat-tempat umum. Dengan begitu, risiko penularan virus corona pada masyarakat di luar wilayah lockdown bisa berkurang.

Lockdown memiliki arti yang sama dengan isolasi. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, isolasi berarti pemisahan suatu hal dari hal lain atau usaha untuk memencilkan manusia dari manusia yang lain.

Lockdown Saatnya Counting Down

Indonesia sendiri negara yang terbilang lamban dalam penanganan. Jika bukan warning WHO dan pemerintah Arab Saudi, bisa jadi presiden Jokowi terus melanjutkan dustanya di hadapan masyarakat Indonesia. Dan di saat beliau mengakui, Virus Covid-19 sudah merajalela. Bahkan di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sebarannya merata dan Solo ditetapkan sebagai KLB Corona.

Bagaimana pemimpin bagaimana pula rakyatnya. Satu bagian masyakarat menuntut lockdown sebab pemerintah masih menerima kedatangan turis asing dengan alasan ekonomi. Pemerintah menutupi data pasien pengidap yang sebenarnya sehingga berujung  pada kepanikan. Harga sembako, masker dan handsanitizer melonjak tak bisa dinalar.

Di daerah banyak terjadi penimbunan barang. Salah satunya, kepolisian pun ikut menjadi penjual masker sitaan. Alasannya guna menstabilkan kepanikan dan juga tidak melanggar UU. Dan sejak hari ini, Senin, 16 Maret 2020 ketika secara serentak seluruh wilayah Indonesia dinyatakan diliburkan untuk anak sekolah dan beberapa instansi pemerintahan fenomena lain muncul, yaitu libur nasional plus pelesir nasional.

Sepertinya masyarakat tak terlalu peduli tentang alasan apa hingga negara di Lockdown. Bandara, stasiun dan terminal sibuk dengan manusia yang keluar dan masuk. Tempat-tempat wisata malah membludak, dibanjiri wisatawan dalam dan luar negeri. Tidak tahukah mereka bahwa sejak Indonesia menyatakan Lockdown maka sejak itu pula kita sedang Counting Down dengan waktu? Kita berburu waktu dengan masa inkubasi Covid-19 selama kurang lebih 14 hari. Setelahnya, entah kejadian apa yang menanti.

Alasan ekonomi masih menjadi alasan terkuat di negeri ini untuk mereka yang menolak Lockdown, sebagaimana pendapat peneliti ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira. Ia menolak apabila Jakarta melakukan lockdown alias isolasi wilayah. Bhima menyebutkan 70% pergerakan uang nasional berada di Jakarta.

Mulai dari bursa efek hingga bank sentral pun berada di Jakarta. Bhima menyimpulkan bahwa langkah lockdown terlalu beresiko, karena aktivitas ekonomi akan berhenti. "70% uang juga berputar di Jakarta, ada bursa efek, ada bank sentral. Terlalu berisiko kalau kita mengambil langkah lockdown," kata Bhima . Skenario terburuk menurut Bhima, bisa saja Indonesia krisis ekonomi apabila Jakarta melakukan lockdown. (detikcom, 15/3/2020)

Benarkah demikian?  

Negara sebagai Perisai dan Pengurus Umat

Di sinilah titik kritis itu terjadi dan harus dicermati, bahwa kita butuh kehadiran negara yang tak sekadar mengumumkan suatu bencana namun kedodoran ketika harus mendahulukan kepentingan kesehatan umat. Faktanya negara lebih disibukkan dengan perolehan ekonomi yang merosot akibat virus ini.

Fungsi negara sebagai perisai dan pengurus umat mandul sebab landasan berpikir mereka bukan syariat, melainkan manfaat. Dimana segala hal yang berhubungan dengan hak masyarakat tidak dipegang sendiri secara langsung namun dilelang kepada investor.

Dibentuklah kebijakan yang pro investor agar menjadi payung kemudahan beroperasi, tak terkecuali ekonomi. Selama ini Indonesia hanya mengandalkan utang dan pajak sebagai kantong pendapatan terbesar, Sehingga rentan jatuh dan bangkrut ketika diguncang bencana maupun isu politik. Kepanikan yang muncul justru bukan bagaimana bisa menyelamatkan rakyat Indonesia dari virus namun bagaimana mengupayakan setiap diri pemodal dan penguasa terhindar dari virus kelaparan dan kekurangan akses ekonomi.

Kebijakan Lockdown dalam Islam

Sungguh! Seharusnya menjadi penyesalan yang mendalam jika kita tetap mempertahankan mekanisme buruk ini. Manusia ditempatkan pada posisi tuhan, mampu mengalihkan takdir sehingga membuat aturan sendiri. Berbeda dengan sistem Islam yang telah dicontohkan Rasulullah SAW yang senantiasa dibimbing oleh wahyu Allah. 

Kebijakan Lockdown dalam sistem Khilafah jelas akan menerapkan tindakan preventif dan kuratif. Pelayanan cepat, terorganisir dan efektif. Sebab setiap struktur pemerintahan orientasinya adalah kemaslahatan umat.

Preventif diantaranya adalah memastikan hanya makanan halal dan toyyib yang dikonsumsi umat. Mulai dari sisi produksi, distribusi maupun ketika rakyat harus mengaksesnya, semua harus memenuhi kriteria ini. Kemudian penataan kota, tempat tinggal, industri maupun pelestarian alam akan sangat diperhatikan sehingga masyarakat bisa hidup lebih bersih dan tertata. Edukasi tentang pentingnya kesehatan dan lingkungan juga dipehatikan dan dilaksanakan.

Sepanjang yang dikerjakan negara adalah untuk mensejahterahkan rakyat, tak boleh ada alasan ekonomi sebagai alasan kendornya karantina / isolasi suatu wilayah. Apalagi sekadar menjadikan pariwisata sebagai alasan untuk menggenjot pendapatan daerah, sungguh tak masuk akal! Sementara keselamatan rakyatnya menjadi taruhan.

Umar bin Khattab telah memberikan teladan dalam hal ini. Ketika wilayah Syam terserang wabah Tha' un pada tahun 18 Hijriyah, korban dari  kaum muslimin mencapai 25 ribu, termasuk para sahabat diantaranya Yazid bin abu Sufyan, Muaz bin Jabbal, Abu Ubaidah, Syarbil bin khasanah dan Al Fadl Al Abbas. Perintah Umar ketika itu adalah tinggal berpencar dan menghindari mendatangi wilayah tersebut. Isolasi inilah yang akhirnya membawa kepada terselesaikannya masalah ini dan berakhirnya wabah mematikan itu. Indonesia seharusnya mau belajar dari peristiwa tersebut bila serius mau keluar dari wabah Corona ini. Wallahu a'lam bish showab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Test The Water Investasi Miras

Test The Water Investasi Miras

Jum'at, 05 Mar 2021 11:26

Melegislasi Miras, Melegislasi Kemaksiatan Pendatang Azab

Melegislasi Miras, Melegislasi Kemaksiatan Pendatang Azab

Jum'at, 05 Mar 2021 09:31

Menjadi Ibu Tangguh di Era Pandemi

Menjadi Ibu Tangguh di Era Pandemi

Jum'at, 05 Mar 2021 09:09

AS 'Dengan Tegas Menentang' Keputusan ICC Untuk Membuka Penyelidikan Kejahatan Perang Israel

AS 'Dengan Tegas Menentang' Keputusan ICC Untuk Membuka Penyelidikan Kejahatan Perang Israel

Kamis, 04 Mar 2021 21:15

Bom Mobil Hantam Pasukan Separatis Selatan Yaman Dukungan UEA Di Aden

Bom Mobil Hantam Pasukan Separatis Selatan Yaman Dukungan UEA Di Aden

Kamis, 04 Mar 2021 20:30

Hamas: Tidak Ada Pembebasan Tentara Israel Tanpa Pertukaran Tahanan

Hamas: Tidak Ada Pembebasan Tentara Israel Tanpa Pertukaran Tahanan

Kamis, 04 Mar 2021 20:02

Keutamaan Silaturahim Hari Jum’at

Keutamaan Silaturahim Hari Jum’at

Kamis, 04 Mar 2021 19:08

Sejak Januari Sudah Terjadi 31 Pembunuhan Di Kamp Suriah Yang Menampung Kerabat Pejuang IS

Sejak Januari Sudah Terjadi 31 Pembunuhan Di Kamp Suriah Yang Menampung Kerabat Pejuang IS

Kamis, 04 Mar 2021 18:15

Benarkah Ayat Qur’an Tentang Khamr Kontradiktif?

Benarkah Ayat Qur’an Tentang Khamr Kontradiktif?

Kamis, 04 Mar 2021 15:55

Israel Jual Drone Pengingtai Dan Perangkat Lunak Peretasan Ke Myanmar Meski Ada Larangan Ekspor

Israel Jual Drone Pengingtai Dan Perangkat Lunak Peretasan Ke Myanmar Meski Ada Larangan Ekspor

Kamis, 04 Mar 2021 15:05

Satu Tahun Pandemi di Indonesia, Pemimpin Bingung Rakyat Jadi Korban

Satu Tahun Pandemi di Indonesia, Pemimpin Bingung Rakyat Jadi Korban

Kamis, 04 Mar 2021 13:38

Bau KKN Gubernur Kamil?

Bau KKN Gubernur Kamil?

Kamis, 04 Mar 2021 13:04

HNW: Penting Presiden Jokowi Buat Perpres Baru Pencabutan Investasi Miras

HNW: Penting Presiden Jokowi Buat Perpres Baru Pencabutan Investasi Miras

Kamis, 04 Mar 2021 11:54

MMI Tegas Menolak Investasi Kemungkaran Miras

MMI Tegas Menolak Investasi Kemungkaran Miras

Kamis, 04 Mar 2021 11:30

Kisah Nyata: Chattingan Terakhir Sahabat Sekampungku

Kisah Nyata: Chattingan Terakhir Sahabat Sekampungku

Kamis, 04 Mar 2021 10:45

Kiyai Ma’ruf Sembunyikan Kaget Miras, Pembatalan oleh Jokowi Harus Dikawal Terus

Kiyai Ma’ruf Sembunyikan Kaget Miras, Pembatalan oleh Jokowi Harus Dikawal Terus

Kamis, 04 Mar 2021 08:12

Dibandingkan Investasi Miras, Partai Gelora Usulkan Pengembangan Industri Herbal dan Jamu

Dibandingkan Investasi Miras, Partai Gelora Usulkan Pengembangan Industri Herbal dan Jamu

Kamis, 04 Mar 2021 07:07

Soal Penjualan Saham Bir, Fahira Idris: Warga Jakarta Tunggu Itikad Baik DPRD

Soal Penjualan Saham Bir, Fahira Idris: Warga Jakarta Tunggu Itikad Baik DPRD

Kamis, 04 Mar 2021 06:47

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Kamis, 04 Mar 2021 02:28

ICC Luncurkan Penyelidikan Atas Dugaan Kejahatan Israel Di Wilayah Palestina

ICC Luncurkan Penyelidikan Atas Dugaan Kejahatan Israel Di Wilayah Palestina

Rabu, 03 Mar 2021 22:22


MUI

Must Read!
X

Rabu, 03/03/2021 15:56

Mencabut Lampiran, Tipu untuk Menunda