Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.895 views

Benang Merah Arab Spring dan Seabad Nihilnya Khilafah Islam

 

Oleh: Iranti Mantasari, BA.IR, M.Si
Alumni Pascasarjana Kajian Timur Tengah dan Islam UI

Tahun 2021 baru memasuki bulan ketiganya, tapi sungguh Allah seakan berusaha mengingatkan kaum muslimin dengan berbagai momentum keumatan. Di antara sekian banyak momentum ini, terdapat dua momentum yang cukup prominen dan waktunya bersamaan, namun agaknya kurang mendapatkan sorotan. Ialah peristiwa Arab Spring dan keruntuhan khilafah Islam, dua momentum yang seharusnya menarik perhatian kaum muslimin.

Tahun 2021 ini menandai sepuluh tahun pecahnya revolusi yang dikenal dengan “musim seminya” negeri-negeri Arab yang sumbunya menyala pada akhir tahun 2010 dan awal tahun 2011. Di tahun ini juga, tetapi dengan penanggalan Hijriah, seabad sudah institusi khilafah Islam kebanggan kaum muslimin secara global itu tiada, yakni pada tahun 1342 H yang saat itu bertepatan dengan tahun 1924 berdasarkan penanggalan Masehi.

Sedikit menyegarkan kembali ingatan, Arab Spring yang melanda kawasan Timur Tengah ini terjadi sebagai gejolak yang ditunjukkan oleh rakyat beberapa Negara terdampak Arab Spring terhadap ketidakadilan dan ketimpangan yang melanda negeri mereka, tersebab penguasa yang dapat dikatakan abai dalam memenuhi hak-hak dan kebutuhan rakyatnya. Pantikan revolusi yang bermula di Tunisia ini akhirnya berhasil menumbangkan beberapa penguasa di Timur Tengah, yakni di Ben Ali di Tunisia, Husni Mubarak di Mesir, Muammar Gadafi di Libya dan Ali Abdullah Saleh di Yaman. Seluruhnya bermuara pada durasi kekuasaan yang sudah berlangsung puluhan tahun, namun dianggap gagal dalam mengakomodir aspirasi rakyat.

Kemudian jika menarik kembali tali sejarah ke jauh sebelum Arab Spring ini pecah, peristiwa yang lebih besar dan menggemparkan dunia telah terjadi. Pengabolisian institusi khilafah Islam terakhir kaum muslimin lalu digantikan dengan Republik Turki yang berdiri di atas asas sekularisme. Seratus tahun dalam penanggalan Hijriah, kaum muslimin sudah hidup bukan di bawah kekuasaan yang menjadikan Islam sebagai landasan bernegaranya, padahal baginda Nabi telah menggariskan batas maksimal kaum muslimin “boleh” tidak memiliki khalifah, yakni hanya tiga hari. Terbayang seperti apa nestapa yang dirasakan umat ini ketika mereka hidup bukan dalam ‘habitat’nya?

Dari dua fenomena yang berselang jauh ini, keduanya sebetulnya memiliki benang merah yang sama yang dapat dijadikan pelajaran oleh kaum muslimin yang merindukan kebangkitan dan perubahan. Arab Spring yang pecah di 2011 ini, menunjukkan pola kepemimpinan individu yang tidak ideal, rentan disusupi oleh kepentingan asing sehingga harus mengorbankan kepentingan rakyat; dan karena pondasi kepemimpinan yang tentu tidak Islami, namun mengarah pada pragmatisme sekuler.

Adapun pada tragedi keruntuhan khilafah, ia sejatinya merupakan agenda yang telah dicanangkan puluhan bahkan ratusan tahun sebelumnya oleh Barat dan kaki tangannya. Keruntuhannya ini menunjukkan keberhasilan Barat dalam melemahkan otoritas kekhalifahan, walaupun institusinya secara fisik masih ada; menjauhkan penguasa dan kaum muslimin dari pilar-pilar Islam; dan menjadikan ide asing seperti nasionalisme dan sekularisme menjadi lebih menawan dibandingkan ide dan pemikiran yang bersumber dari Islam.

Kedua momentum ini juga secara nyata menyampaikan kepada segenap kaum muslimin, bahwa ketika kekuasaan itu tidak benar-benar berada pada umat dan tidak diberikan kepada Islam, maka kejadian-kejadian seperti Arab Spring yang juga berujung pada konflik internal berkepanjangan kaum muslimin dan tidak diaturnya umat Muhammad dengan aturan Allah dalam institusi Negara, tentu menjadi sebuah keniscayaan.

Di balik malapetaka yang menimpa dunia Islam tersebut, masih ada banyak kenestapaan lainnya yang tak kalah ironis untuk diketahui. Sebut saja, nyawa umat ini menjadi kian “murah”, karena tidak lagi memiliki pelindung hakiki yang akan senantiasa menjaga setiap tetes darah kaum muslimin. Lalu tak lupa bahwa betapa negeri-negeri muslim hari ini kerap menjadi sasaran empuk dari serangan fisik dan nonfisik yang dilancarkan oleh Barat yang tak menghendaki kebangkitan umat, karena hilangnya kekuatan dan posisi tawar diinullah dan “khayru ummah” ini dalam kancah kehidupan global.

Semua itu mengajarkan kepada siapapun yang merindukan kembali kejayaan itu berada di tangan Islam dan kaum muslimin, bahwa hidupnya umat bukan di bawah naungan syariah dan hukum-hukum Allah adalah masalah besar yang harus menjadi perhatian bersama dan harus menjadi prioritas masalah yang diselesaikan sesegara mungkin. Kaidah syar’i yang mengatakan “haytsuma kaana asy-syar’u fa tsammati al-mashlahah“ atau yang berarti di mana ada syariat, di situ ada maslahat tentu tidak akan berlaku sampai kapanpun apabila syariat yang menjadi sebab didatangkannya maslahat untuk umat oleh Allah ini tidak diimplementasikan dalam kehidupan. Bila bukan maslahat yang kita dapatkan, maka jelas, berbagai mudharatlah yang justru akan menghampiri.

Umat ini sudah terlalu lama hidup dalam naungan peradaban yang mengesampingkan peran Allah dalam pengaturan hidup. Seratus tahun tiadanya khilafah seharusnya menjadi batu loncatan umat untuk segera memaksimalkan ikhtiar dalam rangka mewujudkan kembali kekuatan Islam, agar tak hanya preseden buruk ala Arab Spring dapat terulang kembali, namun lebih dari itu, agar berbagai kenestapaan yang dirasakan oleh umat Muhammad dapat terangkat dan segera tergantikan dengan kecemerlangan hidup di bawah ketaatan penguasa dan rakyatnya pada Allah, Tuhan semesta alam. Wallahu a’lam bisshawwab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Ahmad Massoud Dan Amrullah Saleh Sudah Kabur Dari Afghanistan Setelah Pengambilalihan Taliban

Ahmad Massoud Dan Amrullah Saleh Sudah Kabur Dari Afghanistan Setelah Pengambilalihan Taliban

Rabu, 22 Sep 2021 18:15

Jangan Bernyanyi Di Panggung Yang Salah

Jangan Bernyanyi Di Panggung Yang Salah

Rabu, 22 Sep 2021 17:56

Studi: Makan Berlebih Bukan Penyebab Utama Obesitas Tapi...

Studi: Makan Berlebih Bukan Penyebab Utama Obesitas Tapi...

Rabu, 22 Sep 2021 17:30

Penyanyi Terkenal AS John Legend Kecam Israel Terkait Perlakuan Buruk Terhadap Tahanan Palestina

Penyanyi Terkenal AS John Legend Kecam Israel Terkait Perlakuan Buruk Terhadap Tahanan Palestina

Rabu, 22 Sep 2021 17:30

BPIP Makin Boros: Bubarkan!

BPIP Makin Boros: Bubarkan!

Rabu, 22 Sep 2021 17:23

Jajak Pendapat: 80% Warga Palestina Ingin Presiden Mahmoud Abbas Mengundurkan Diri

Jajak Pendapat: 80% Warga Palestina Ingin Presiden Mahmoud Abbas Mengundurkan Diri

Rabu, 22 Sep 2021 16:21

Sepuluh Tips Agar Anak Terbiasa Hidup Bersih

Sepuluh Tips Agar Anak Terbiasa Hidup Bersih

Rabu, 22 Sep 2021 13:21

Pejabat Makin Makmur, Rakyat Gigit Jari

Pejabat Makin Makmur, Rakyat Gigit Jari

Rabu, 22 Sep 2021 12:48

Bantuan Kuota Internet Kemendikbud,  Harus Tepat Sasaran

Bantuan Kuota Internet Kemendikbud, Harus Tepat Sasaran

Rabu, 22 Sep 2021 10:36

Kekerasan kepada Dai Kembali Terulang, Dewan Da'wah: Seperti Ada Pola Sistemik

Kekerasan kepada Dai Kembali Terulang, Dewan Da'wah: Seperti Ada Pola Sistemik

Rabu, 22 Sep 2021 02:39

Luhut Kembali Didapuk Tugas Baru, Bukhori: Presiden Kurang Percaya dengan Menteri dari Parpol

Luhut Kembali Didapuk Tugas Baru, Bukhori: Presiden Kurang Percaya dengan Menteri dari Parpol

Selasa, 21 Sep 2021 23:51

Kapolri Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Islamic Center Persis

Kapolri Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Islamic Center Persis

Selasa, 21 Sep 2021 23:28

Stop Wasting Time, Berantas Separatisme Sekarang Juga!

Stop Wasting Time, Berantas Separatisme Sekarang Juga!

Selasa, 21 Sep 2021 23:17

Hampir 200 Organisasi HAM Desak Perlindungan Untuk 6 Pejuang Palestina Yang Ditangkap Kembali Israe

Hampir 200 Organisasi HAM Desak Perlindungan Untuk 6 Pejuang Palestina Yang Ditangkap Kembali Israe

Selasa, 21 Sep 2021 22:29

Napoleon Bonaparte

Napoleon Bonaparte

Selasa, 21 Sep 2021 22:18

PON XX Dihelat di Papua, Legislator Minta Pemerintah Jamin Keamanan

PON XX Dihelat di Papua, Legislator Minta Pemerintah Jamin Keamanan

Selasa, 21 Sep 2021 22:08

Persis Minta Polisi Ungkap Tuntas Tewasnya Ustaz Usai Ditembak di Tangerang

Persis Minta Polisi Ungkap Tuntas Tewasnya Ustaz Usai Ditembak di Tangerang

Senin, 20 Sep 2021 22:20

Anis Byarwati: Utang Pemerintah Akan Menjadi Beban Berat di Masa Mendatang

Anis Byarwati: Utang Pemerintah Akan Menjadi Beban Berat di Masa Mendatang

Senin, 20 Sep 2021 22:12

Israel Pukuli Dan Siksa 2 Pelarian Palestina Terakhir Selama Penangkapan

Israel Pukuli Dan Siksa 2 Pelarian Palestina Terakhir Selama Penangkapan

Senin, 20 Sep 2021 20:30

PBB Kecam Keras Pemberontak Syi'ah Houtsi Karena Eksekusi 9 Warga Sipil

PBB Kecam Keras Pemberontak Syi'ah Houtsi Karena Eksekusi 9 Warga Sipil

Senin, 20 Sep 2021 17:45


MUI

Must Read!
X