Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.632 views

Gus Yahya, HMI dan Inklusifitas Islam

 

Oleh:

Puji Hartoyo || Ketua Umum PB HMI (MPO) 2013-2015

 

MUKTAMAR Nahdlatul Ulama ke-34 yang dilaksanakan di Lampung pada 22-24 Desember 2021 telah menetapkan KH. Yahya Cholil Staquf atau akrab disapa Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU masa bhakti 2021-2026. Gus Yahya berhasil mengugguli perolehan suara dari calon petahana KH Said Aqil Siroj yang memimpin NU sejak tahun 2010-2021.

Terpilihnya Gus Yahya sebagai Ketum PBNU tentu menjadi kabar yang menggembirakan bagi kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) seluruh Indonesia, termasuk saya sebagai juniornya di Pesantren Krapyak Yogyakarta dan HMI. Karena salah satu kader terbaiknya kini memimpin organisasi Islam terbesar di dunia dengan jumlah anggota mencapai sekitar 91,2 juta jiwa (survei LSI 2019). Selama kuliah di Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Gajah Mada (Fisipol UGM) Yogyakarta, Gus Yahya diketahui aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta.

Kemenangan Gus Yahya yang mendapatkan 337 suara dari 548 muktamirin, ini menunjukan bahwa kader HMI diterima di NU. Kader HMI dianggap mampu mengemban amanah memimpin ormas Islam dengan kapasitas dan kompetensi yang dimilikinya.  Meskipun, belakangan beberapa pihak diantaranya Andi Jamaro mantan anggota DPR RI 2 periode ini mempertanyakan ideologi Gus Yahya karena sewaktu kuliah dianggap pernah aktif di HMI-MPO (Majelis Penyelamat Organisasi) dan tidak berproses di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang notabene-nya organisasinya pelajar dan mahasiswa. 

Sebagai orang yang pernah diberikan kepercayaan sebagai Ketum HMI cabang Yogyakarta dan menjabat Ketua Umum PB HMI MPO 2013-2015, menurut saya sesungguhnya tidak ada pertetangan antara HMI dan NU secara ideologis. HMI adalah sebuah organisasi kemahasiswaan yang berasaskan Islam begitupun NU. Dan, HMI pun tidak pernah memberi penekanan atau memaksa kadernya untuk mengikuti mazhab tertentu. 

Kedekatan HMI dengan NU sejatinya berlangsung sudah dari dulu. Dalam sejarahnya NU dengan HMI tidak berada pada jalur yang berseberangan. justeru NU selalu menjadi Kakak yang peduli bagi HMI. Terutama saat rencana Presiden Soekarno karena desakan PKI (Partai Komunis Indonesia) dan CGMI (Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia) ingin membubarkan HMI tahun 1965 disitu NU yang terdepan membela HMI agar tidak jadi dibubarkan.

Ketika suasana memanas dan CGMI dan PKI terus mendesak Presiden Soekarno agar membubarkan HMI, Sang Pemimpin Besar mengundang Subandrio dan KH. Saifuddin Zuhri ke Istana. Sesuai dengan pesan Sulastomo Ketua Umum PB HMI saat itu, Subandrio tidak setuju jika HMI dibubarkan. KH Saifuddin Zuhri, atas nama NU, malah mengancam Bung Karno.

“Kalau Bung Karno membubarkan HMI karena desakan CGMI dan PKI, saya serahkan mandat sebagai menteri (agama). Saya tidak bertanggungjawab jika massa NU melawan negara.”

Jadi, saat kita mendapati perbedaan satu sama lain tentu yang kita harapkan adalah kebersamaan dalam keragaman. NU, Muhammadiyah, HMI, PMII dan sebagainya adalah sejatinya sama dalam tujuan kebaikan dan kemaslahatan bangsa dan ummat. Jika ada alumni HMI yang dipercaya untuk menjadi Ketum PBNU itu sebagai bentuk kebersamaan dalam visi kebangsaan dan keummatan. Bukan karena adanya dikotomi HMI dan PMII di tubuh NU. Jadi kalo yang terpilih Ketua Umum itu dari latarbelakang organisasi HMI bukan berarti alumni PMII tidak bisa bekerja dengan baik di NU dan juga sebaliknya.

Lebih dari itu HMI menjadi laboratorium diskursus berbagai mazhab dan aliran pemikiran Islam.

Maka tidak heran ketika di HMI kita akan menjumpai kader-kader penganut aliran Islam konservatisme, Islam moderat, bahkan Islam garis keras sekalipun. Hal ini dikarenakan sejak awal kelahirannya, tujuan HMI sederhana yakni mempertahankan Negara Republik Indonesia dan mempertinggi derajat Rakyat Indonesia dan menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam. Seiring berkembangnya waktu, HMI kemudian menjadi tempat tumbuhnya kegairahan intelektualisme Islam di Indonesia.

Dengan demikian, maka belakangan kita jumpai tokoh-tokoh yang sebelumnya berkiprah di HMI mengisi berbagai organisasi Islam dan mazhab. Sebut saja misalnya mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ada Prof. Dr. Amien Rais dan Syafii Maarif. Sementara tokoh-tokoh yang dekat dengan NU sebut saja ada Nurcholish Madjid dan Mahfud MD. Begitupun di ormas-ormas lainnya, hampir selalu ada kader-kader HMI. Sehingga menurut saya sangat keliru mempertentangkan antara HMI dan NU.

 

Inklusifitas Islam

Gus Yahya dalam beberapa kesempatan di forum-forum internasional konsen untuk menyuarakan Inklusifitas Islam (Islam yang terbuka), kontekstualisasi Islam dan pentingnya moderasi beragama sebagai solusi atas konflik agama terutama di Timur Tengah. Dengan gagasan, ide dan pemikirannya tersebut, saya meyakini Gus Yahya mampu membawa NU lebih maju, modern, humanis dan menjadi lokomotif perdamaian dunia Islam.

Mendialogkan kembali Islam yang terbuka dan damai sangat penting, apalagi di Barat tengah muncul gerakan Islamphobia. Islamphobia ini akibat dari stigma buruk yang dibangun barat tentang Islam selama ini, terutama terkait kekerasan atau peperangan yang terjadi di Timur Tengah. NU dibawah kepemimpinan Gus Yahya, sebagai representasi Islam Indonesia yang toleran dan humanis bisa mengubah wajah Islam di mata dunia, khususnya di barat.

Didalam negeri, sebagai orang yang pernah sama-sama mondok di Madrasah Al Munawwir Krapyak, Kota Yogyakarta, saya berharap NU dibawah kepemimpinan Gus Yahya mampu berperan dalam semua sektor kehidupan, bukan saja menjaga toleransi dan keutuhan NKRI, tapi juga menumbuhkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan umat. 

Hal ini sesuai dengan visi Gus Yahya selama menjadi Ketum PBNU yang ingin menghidupkan kembali pemikiran dan nilai-nilai Gus Dur, bahwa kehadiran NU benar-benar dirasakan masyarakat. Saya optimis Gus Yahya mampu mewujudkannya!*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Tragedi Kanjuruhan, Ini Penjelasan Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya Soal Bahaya Gas Air Mata

Tragedi Kanjuruhan, Ini Penjelasan Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya Soal Bahaya Gas Air Mata

Ahad, 02 Oct 2022 15:45

Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Usut Tragedi Kanjuruhan

Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Usut Tragedi Kanjuruhan

Ahad, 02 Oct 2022 15:09

Tragedi Kanjuruhan Tewaskan Ratusan Jiwa, Ustaz Bachtiar Nasir Sampaikan Belasungkawa

Tragedi Kanjuruhan Tewaskan Ratusan Jiwa, Ustaz Bachtiar Nasir Sampaikan Belasungkawa

Ahad, 02 Oct 2022 10:26

Isu Bjorka Diburu, Kasus Sambo Jangan Dinego

Isu Bjorka Diburu, Kasus Sambo Jangan Dinego

Ahad, 02 Oct 2022 09:38

Halalkan Cintamu, Bestie!

Halalkan Cintamu, Bestie!

Ahad, 02 Oct 2022 09:21

Rusia Bombardir Idlib Dan Aleppo Untuk Menandai 7 Tahun Intervensi Di Suriah

Rusia Bombardir Idlib Dan Aleppo Untuk Menandai 7 Tahun Intervensi Di Suriah

Sabtu, 01 Oct 2022 21:30

Pasukan Ukraina Masuki Kota Kunci Lyman, Kepung Ribuan Tentara Rusia

Pasukan Ukraina Masuki Kota Kunci Lyman, Kepung Ribuan Tentara Rusia

Sabtu, 01 Oct 2022 21:00

Layanan Komunikasi Terputus Di Kota Tengara Iran Setelah Pembunuhan Kepala Intelijen IRGC

Layanan Komunikasi Terputus Di Kota Tengara Iran Setelah Pembunuhan Kepala Intelijen IRGC

Sabtu, 01 Oct 2022 20:30

Belajar dari Doa dan Keteguhan Nabi Zakaria

Belajar dari Doa dan Keteguhan Nabi Zakaria

Sabtu, 01 Oct 2022 08:17

Gelar Remaja Bertanya Ulama Menjawab di Garut, LSBPI MUI Edukasikan Seni Budaya Islam

Gelar Remaja Bertanya Ulama Menjawab di Garut, LSBPI MUI Edukasikan Seni Budaya Islam

Jum'at, 30 Sep 2022 22:20

Data Pribadi Bocor, Mahasiswa Muhammadiyah Ramai – Ramai Surati Presiden RI

Data Pribadi Bocor, Mahasiswa Muhammadiyah Ramai – Ramai Surati Presiden RI

Jum'at, 30 Sep 2022 15:21

Bank Pembiayaan Rakyat Syari’ah Kampus Muhammadiyah Ini Raih Sharia Award

Bank Pembiayaan Rakyat Syari’ah Kampus Muhammadiyah Ini Raih Sharia Award

Jum'at, 30 Sep 2022 15:00

Mokaf, Terobosan Alternatif Pangan Bernilai Tambah

Mokaf, Terobosan Alternatif Pangan Bernilai Tambah

Jum'at, 30 Sep 2022 13:48

Jahatkah Jokowi?

Jahatkah Jokowi?

Jum'at, 30 Sep 2022 13:05

Potret Pagar Makan Tanaman di Negeri Antahberantah

Potret Pagar Makan Tanaman di Negeri Antahberantah

Jum'at, 30 Sep 2022 09:35

Kondisi Keuangan Negara Buruk, Legislator Minta Pemerintah Lakukan Ini

Kondisi Keuangan Negara Buruk, Legislator Minta Pemerintah Lakukan Ini

Kamis, 29 Sep 2022 20:10

Saudi Sita 765.000 Pil Narkoba Yang Diseludupkan Dalam Semangka

Saudi Sita 765.000 Pil Narkoba Yang Diseludupkan Dalam Semangka

Kamis, 29 Sep 2022 20:09

Utusan PBB: Israel Terus Menentang Resolusi PBB Tentang Penghentian Pemukiman Ilegal

Utusan PBB: Israel Terus Menentang Resolusi PBB Tentang Penghentian Pemukiman Ilegal

Kamis, 29 Sep 2022 16:00

Save the Children dengan Islam

Save the Children dengan Islam

Kamis, 29 Sep 2022 15:32

Jadikan setiap momen aqiqah anda berkesan menjadi #AqiqahEmas Darul Munir

Jadikan setiap momen aqiqah anda berkesan menjadi #AqiqahEmas Darul Munir

Kamis, 29 Sep 2022 15:23


MUI

Must Read!
X

Ahad, 02/10/2022 09:21

Halalkan Cintamu, Bestie!