Kamis, 25 Zulqaidah 1447 H / 3 Maret 2016 08:05 wib
6.034 views
Negara-negara Teluk Nyatakan Syi'ah Hizbullaat Sebagai Organisasi Teroris
RIYADH, ARAB SAUDI (voa-islam.com) - Sebuah blok enam negara Teluk Arab yang dipimpin Saudi pada Rabu (2/3/2016) secara resmi mencap Syi'ah Hizbullaat sebagai organisasi teroris, memperkuat tekanan pada kelompok militan bersenjata Libanon yang bertempur di sisi Presiden Bashar Assad di Suriah.
Langkah oleh Dewan Kerjasama Teluk (GCC) terjadi kurang dari dua pekan setelah Arab Saudi mengumumkan pemotongan dana bantuan sebesar $ 4 miliar untuk pasukan keamanan Libanon. Kerajaan dan negara Teluk lainnya menindaklanjuti lagkah itu dengan mendesak warganya untuk meninggalkan Libanon, menghadapi pukulan untuk industri pariwisata negara kecil itu.
Sebuah pernyataan dari Sekretaris Jenderal GCC Abdullatif al-Zayani mengatakan blok tersebut memutuskan untuk menerapkan penunjukan teroris karena tindakan bermusuhan oleh Syi'ah Hizbullaat pada negara-negara anggotanya. Dikatakan penunjukan itu berlaku untuk kelompok militan Syi'ah tersebut serta semua pemimpin, faksi dan afiliasinya.
Al-Zayani mengatakan Syi'ah Hizbullaat berusaha untuk merekrut para anggota di dalam GCC untuk melaksanakan aksi terorisme, penyelundupan senjata dan bahan peledak, dan hasutan untuk menabur benih kekacauan dan kekerasan.
Kegiatan Syi'ah Hizbullaat dalam negara anggota GCC dan di Suriah, Yaman dan Irak "tidak sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip moral dan kemanusiaan dan hukum internasional, dan menimbulkan ancaman bagi keamanan nasional Arab," katanya.
GCC mencakup Saudi Arabia, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Qatar, Bahrain dan Oman.
Perpecahan politik utama Libanon menempatkan koalisi yang dipimpin Sunni melawan yang lain yabng dipimpin oleh gerakan Syi'ah Hizbullaat.
Langkah Rabu melawan Hizbullaat mencerminkan perpecahan regional yang lebih dalam antara Sunni- yang dipimpin Arab Saudi dan Syi'ah yang dimotori Iran, pelindung dan penyokong utama Syi'ah Hizbullaat. Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran awal tahun ini setelah para demonstran Syi'ah membakar Kedutaan besar Saudi dan misi diplomatik lain di Iran.
Arab Saudi pada tahun 2014 menunjuk afiliasi Hizbullaat Saudi sebagai kelompok teroris bersama dengan Ikhwanul Muslimin, Al-Qaidaj, Syi'ah Houtsi Yaman dan kelompok lainnya.
Pengumuman GCC datang beberapa jam setelah pidato televisi oleh pemimpin Syi'ah Hizbullaat Hassan Nasralaat di mana dia mengecam keras Arab Saudi untuk langkah-langkah hukuman yang ditargetkan Libanon baru-baru, termasuk menghentikan bantuan dan peringatan perjalanan Teluk. (st/AFP)
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!