Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.514 views

Bangladesh Percepat Rencana Relokasi 100.000 Muslim Rohingya ke Pulan Terisolir

DHAKA, BANGLADESH (voa-islam.com) - Pemerintah di Bangladesh dengan cepat mendorong sebuah rencana kontroversial untuk memindahkan sekitar 100.000 pengungsi Muslim Rohingya dari Myanmar ke sebuah pulau terpencil dan rawan banjir di Teluk Benggala, di mana mereka dapat terdampar selamanya.

Reuters melaporkan pada hari Rabu (21/2/2018) bahwa pekerjaan pada proyek tersebut telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir karena sekelompok insinyur asing memberikan bantuan kepada pemerintah Bangladesh untuk persiapan Pulau Bhashan Char - yang juga dikenal sebagai Char Thenger - untuk menerima pengungsi sebelum terjadinya musim hujan pada bulan April.

Laporan mengatakan ratusan buruh membawa batu bata dan pasir dari kapal-kapal di pantai barat lautnya yang berlumpur, dengan gambar satelit juga menunjukkan jalan dan yang tampak seperti helipad.

Bhasan Char, yang namanya berarti "pulau terapung," muncul dari lumpur sekitar 20 tahun yang lalu dan terletak sekitar 30 kilometer dari daratan Bangladesh. Pulau ini datar, berganti bentuk, dan terendam banjir teratur selama bulan Juni dan September setiap tahunnya.

Pekerja bantuan telah menyatakan keprihatinan serius bahwa pulau lumpur tersebut rentan terhadap siklon yang sering terjadi dan tidak dapat mempertahankan kehidupan ribuan orang.

Pernyataan kontradiktif

Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina mengatakan dalam sebuah pernyataan awal pekan ini bahwa penyelesaian umat Muslim Rohingya di pulau itu akan menjadi "pengaturan sementara" untuk mengurangi populasi padat di kamp-kamp pengungsian di kota perbatasan Cox's Bazar di Bangladesh, di mana hampir 700.000 anggota dari kelompok etnis minoritas saat ini hidup dalam memburuknya kondisi kemanusiaan.

Ada banyak pengungsi Rohingya lainnya yang bermukim di Bangladesh sebelum gelombang kekerasan yang disponsori negara baru dimulai di negara tetangga Myanmar pada Agustus tahun lalu.

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters, seorang penasihat perdana menteri Bangladesh mengatakan, bahwa pengungsi Rohingya hanya dapat meninggalkan pulau tersebut jika mereka ingin kembali ke Myanmar atau secara selektif diberikan suaka oleh negara ketiga.

"Ini bukan kamp konsentrasi, tapi mungkin ada beberapa batasan. Kami tidak memberi mereka paspor atau kartu identitas Bangladesh, "kata H.T. Imam, menambahkan bahwa pulau tersebut akan memiliki sebuah perkemahan polisi dengan sekitar 50 personil bersenjata.

Bereaksi terhadap komentar tersebut, Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi menekankan pada sebuah pernyataan bahwa "rencana relokasi apapun yang melibatkan pengungsi harus didasarkan dan dilaksanakan melalui keputusan sukarela dan informasi."

Sebuah rencana untuk mengembangkan pulau tersebut dan menggunakannya untuk menampung pengungsi pertama kali diusulkan pada tahun 2015 dan dihidupkan kembali tahun lalu. Meskipun ada kritik terhadap kondisi di pulau itu, Bangladesh mengatakan bahwa mereka berhak memutuskan di mana harus melindungi jumlah pengungsi yang terus bertambah.

Berita tersebut muncul saat pemerintah Myanmar memutuskan pada hari Selasa untuk memproses dan memukimkan sekitar 6.000 pengungsi Muslim Rohingya yang saat ini terdampar di perbatasan negara tersebut dengan Bangladesh.

Bangladesh dan Myanmar menandatangani sebuah kesepakatan pada bulan November tahun lalu untuk memulangkan semua Muslim Rohingya yang telah melewati perbatasan sejak Agustus untuk melarikan diri dari tindakan militer brutal.

Pemulangan tersebut dimulai pada bulan lalu, namun ditunda karena kurangnya persiapan, serta demonstrasi yang dilakukan oleh pengungsi Rohingya terhadap rencana untuk mengirim mereka kembali ke Myanmar sementara kondisinya tidak aman untuk mereka kembali.

Pasukan pemerintah Myanmar telah melakukan pembunuhan, melakukan penangkapan sewenang-wenang, dan melakukan serangan pembakaran di desa-desa Muslim di negara bagian Rakhine bagian barat sejak akhir 2016.

Rohingya telah tinggal di Myanmar selama beberapa generasi namun ditolak kewarganegaraannya dan dicap sebagai imigran ilegal dari Bangladesh, yang juga menyangkal kewarganegaraan mereka.

PBB telah menggambarkan komunitas Muslim berkapasitas 1,1 juta Muslim sebagai minoritas paling teraniaya di dunia. (st/ptv)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Latest News
Demonstran Sudan Tolak 'Kekebalan Absolut' untuk Para Jenderal

Demonstran Sudan Tolak 'Kekebalan Absolut' untuk Para Jenderal

Rabu, 17 Jul 2019 11:00

Inggris Akan Kirim Kapal Perang ketiga ke Teluk Persia

Inggris Akan Kirim Kapal Perang ketiga ke Teluk Persia

Rabu, 17 Jul 2019 10:15

Potret Kekinian Generasi Minus Edukasi

Potret Kekinian Generasi Minus Edukasi

Rabu, 17 Jul 2019 08:36

Forum Dakwah Perbatasan Sekolahkan 20 Anak Kurang Mampu dari Pulau Banyak dan Kutacane

Forum Dakwah Perbatasan Sekolahkan 20 Anak Kurang Mampu dari Pulau Banyak dan Kutacane

Rabu, 17 Jul 2019 07:58

Mardani Kritisi Pidato Misi Visi Jokowi

Mardani Kritisi Pidato Misi Visi Jokowi

Rabu, 17 Jul 2019 05:56

Muhammadiyah Maluku Utara Terjunkan Tim Asistensi ke Lokasi Gempa Halmahera Selatan

Muhammadiyah Maluku Utara Terjunkan Tim Asistensi ke Lokasi Gempa Halmahera Selatan

Rabu, 17 Jul 2019 04:50

Penerapan Cukai Plastik, Rakyat Kian Tercekik

Penerapan Cukai Plastik, Rakyat Kian Tercekik

Rabu, 17 Jul 2019 03:53

Kebijakan Zonasi Memakan Korban

Kebijakan Zonasi Memakan Korban

Rabu, 17 Jul 2019 02:59

Soal Ekonomi, Pro Rakyat Jokowi Dipertanyakan

Soal Ekonomi, Pro Rakyat Jokowi Dipertanyakan

Selasa, 16 Jul 2019 22:43

Perjanjian Hudaibiyah

Perjanjian Hudaibiyah

Selasa, 16 Jul 2019 22:20

Rusia Kirim Sejumlah Besar Peralatan Militer dan Tank ke Utara Hama

Rusia Kirim Sejumlah Besar Peralatan Militer dan Tank ke Utara Hama

Selasa, 16 Jul 2019 22:15

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Selasa, 16 Jul 2019 22:03

Erdogan: S-400 Rusia Adalah Sistem Pertahanan Rudal Terbaik

Erdogan: S-400 Rusia Adalah Sistem Pertahanan Rudal Terbaik

Selasa, 16 Jul 2019 21:45

Konsep Pemerintah Bangun Kemudian Jual Infrastruktur Mirip Negara Ini

Konsep Pemerintah Bangun Kemudian Jual Infrastruktur Mirip Negara Ini

Selasa, 16 Jul 2019 21:43

Mantan Menteri Irak Klaim Pemimpin Islamic State Al-Baghdadi Bersembunyi di Libya

Mantan Menteri Irak Klaim Pemimpin Islamic State Al-Baghdadi Bersembunyi di Libya

Selasa, 16 Jul 2019 21:16

Presiden 8 Tahun?

Presiden 8 Tahun?

Selasa, 16 Jul 2019 20:50

Israel Tahan 2.759 Warga Palestina, 446 di Antaranya Anak di Bawah Umur Selama 6 Bulan Pertama 2019

Israel Tahan 2.759 Warga Palestina, 446 di Antaranya Anak di Bawah Umur Selama 6 Bulan Pertama 2019

Selasa, 16 Jul 2019 20:45

Insyaallah HRS Segera Pulang Dalam Waktu Dekat

Insyaallah HRS Segera Pulang Dalam Waktu Dekat

Selasa, 16 Jul 2019 20:43

Erdogan: Turki dan Rusia akan Produksi Bersama Sistem Rudal S-400

Erdogan: Turki dan Rusia akan Produksi Bersama Sistem Rudal S-400

Selasa, 16 Jul 2019 20:43

Seorang Tahanan Palestina Tewas di Sel Isolasi Penjara Israel

Seorang Tahanan Palestina Tewas di Sel Isolasi Penjara Israel

Selasa, 16 Jul 2019 20:28


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Senin, 15/07/2019 12:51

Mengapa Indonesia Impor Sampah?