Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.441 views

Bangladesh Percepat Rencana Relokasi 100.000 Muslim Rohingya ke Pulan Terisolir

DHAKA, BANGLADESH (voa-islam.com) - Pemerintah di Bangladesh dengan cepat mendorong sebuah rencana kontroversial untuk memindahkan sekitar 100.000 pengungsi Muslim Rohingya dari Myanmar ke sebuah pulau terpencil dan rawan banjir di Teluk Benggala, di mana mereka dapat terdampar selamanya.

Reuters melaporkan pada hari Rabu (21/2/2018) bahwa pekerjaan pada proyek tersebut telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir karena sekelompok insinyur asing memberikan bantuan kepada pemerintah Bangladesh untuk persiapan Pulau Bhashan Char - yang juga dikenal sebagai Char Thenger - untuk menerima pengungsi sebelum terjadinya musim hujan pada bulan April.

Laporan mengatakan ratusan buruh membawa batu bata dan pasir dari kapal-kapal di pantai barat lautnya yang berlumpur, dengan gambar satelit juga menunjukkan jalan dan yang tampak seperti helipad.

Bhasan Char, yang namanya berarti "pulau terapung," muncul dari lumpur sekitar 20 tahun yang lalu dan terletak sekitar 30 kilometer dari daratan Bangladesh. Pulau ini datar, berganti bentuk, dan terendam banjir teratur selama bulan Juni dan September setiap tahunnya.

Pekerja bantuan telah menyatakan keprihatinan serius bahwa pulau lumpur tersebut rentan terhadap siklon yang sering terjadi dan tidak dapat mempertahankan kehidupan ribuan orang.

Pernyataan kontradiktif

Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina mengatakan dalam sebuah pernyataan awal pekan ini bahwa penyelesaian umat Muslim Rohingya di pulau itu akan menjadi "pengaturan sementara" untuk mengurangi populasi padat di kamp-kamp pengungsian di kota perbatasan Cox's Bazar di Bangladesh, di mana hampir 700.000 anggota dari kelompok etnis minoritas saat ini hidup dalam memburuknya kondisi kemanusiaan.

Ada banyak pengungsi Rohingya lainnya yang bermukim di Bangladesh sebelum gelombang kekerasan yang disponsori negara baru dimulai di negara tetangga Myanmar pada Agustus tahun lalu.

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters, seorang penasihat perdana menteri Bangladesh mengatakan, bahwa pengungsi Rohingya hanya dapat meninggalkan pulau tersebut jika mereka ingin kembali ke Myanmar atau secara selektif diberikan suaka oleh negara ketiga.

"Ini bukan kamp konsentrasi, tapi mungkin ada beberapa batasan. Kami tidak memberi mereka paspor atau kartu identitas Bangladesh, "kata H.T. Imam, menambahkan bahwa pulau tersebut akan memiliki sebuah perkemahan polisi dengan sekitar 50 personil bersenjata.

Bereaksi terhadap komentar tersebut, Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi menekankan pada sebuah pernyataan bahwa "rencana relokasi apapun yang melibatkan pengungsi harus didasarkan dan dilaksanakan melalui keputusan sukarela dan informasi."

Sebuah rencana untuk mengembangkan pulau tersebut dan menggunakannya untuk menampung pengungsi pertama kali diusulkan pada tahun 2015 dan dihidupkan kembali tahun lalu. Meskipun ada kritik terhadap kondisi di pulau itu, Bangladesh mengatakan bahwa mereka berhak memutuskan di mana harus melindungi jumlah pengungsi yang terus bertambah.

Berita tersebut muncul saat pemerintah Myanmar memutuskan pada hari Selasa untuk memproses dan memukimkan sekitar 6.000 pengungsi Muslim Rohingya yang saat ini terdampar di perbatasan negara tersebut dengan Bangladesh.

Bangladesh dan Myanmar menandatangani sebuah kesepakatan pada bulan November tahun lalu untuk memulangkan semua Muslim Rohingya yang telah melewati perbatasan sejak Agustus untuk melarikan diri dari tindakan militer brutal.

Pemulangan tersebut dimulai pada bulan lalu, namun ditunda karena kurangnya persiapan, serta demonstrasi yang dilakukan oleh pengungsi Rohingya terhadap rencana untuk mengirim mereka kembali ke Myanmar sementara kondisinya tidak aman untuk mereka kembali.

Pasukan pemerintah Myanmar telah melakukan pembunuhan, melakukan penangkapan sewenang-wenang, dan melakukan serangan pembakaran di desa-desa Muslim di negara bagian Rakhine bagian barat sejak akhir 2016.

Rohingya telah tinggal di Myanmar selama beberapa generasi namun ditolak kewarganegaraannya dan dicap sebagai imigran ilegal dari Bangladesh, yang juga menyangkal kewarganegaraan mereka.

PBB telah menggambarkan komunitas Muslim berkapasitas 1,1 juta Muslim sebagai minoritas paling teraniaya di dunia. (st/ptv)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Latest News
Inggris akan Bangun Dinding Baja untuk Lindungi Kunjungan Trump

Inggris akan Bangun Dinding Baja untuk Lindungi Kunjungan Trump

Jum'at, 26 Apr 2019 11:00

Pasukan Pimpinan AS Tewaskan 1.600 Warga Sipil di Raqqah Suriah pada 2017

Pasukan Pimpinan AS Tewaskan 1.600 Warga Sipil di Raqqah Suriah pada 2017

Jum'at, 26 Apr 2019 10:45

Bioskop di Inggris Didesak Boikot Festival Film Israel

Bioskop di Inggris Didesak Boikot Festival Film Israel

Jum'at, 26 Apr 2019 10:33

Level Utang Negara Meningkat: Prestasi atau frustasi?

Level Utang Negara Meningkat: Prestasi atau frustasi?

Jum'at, 26 Apr 2019 09:53

Inggris Darurat Serangan Senjata Tajam

Inggris Darurat Serangan Senjata Tajam

Jum'at, 26 Apr 2019 09:14

Mahfud MD Sebut Salah Input C1 Untungkan Kedua Paslon, Warganet: Prof Kok Dukung Human Error

Mahfud MD Sebut Salah Input C1 Untungkan Kedua Paslon, Warganet: Prof Kok Dukung Human Error

Jum'at, 26 Apr 2019 08:11

Survei C1 Lapitek UKRI: Prabowo-Sandi Raih 62,20%

Survei C1 Lapitek UKRI: Prabowo-Sandi Raih 62,20%

Jum'at, 26 Apr 2019 07:55

Innalillahi, Hingga Kamis Jumlah Petugas KPPS yang Wafat Bertambah Jadi 225 Orang

Innalillahi, Hingga Kamis Jumlah Petugas KPPS yang Wafat Bertambah Jadi 225 Orang

Jum'at, 26 Apr 2019 06:57

Literasi untuk Negeri

Literasi untuk Negeri

Jum'at, 26 Apr 2019 06:11

The Blueprint of “Fat Man”

The Blueprint of “Fat Man”

Jum'at, 26 Apr 2019 04:20

Generasi Indonesia Darurat Game Online

Generasi Indonesia Darurat Game Online

Jum'at, 26 Apr 2019 02:09

Remaja Rusak, Akibat Liberalisasi?

Remaja Rusak, Akibat Liberalisasi?

Jum'at, 26 Apr 2019 00:42

Ibu, Sang Arsitek Pencetak Generasi Cemerlang

Ibu, Sang Arsitek Pencetak Generasi Cemerlang

Jum'at, 26 Apr 2019 00:01

Selamatkan Bumi, Selamatkan Kehidupan

Selamatkan Bumi, Selamatkan Kehidupan

Kamis, 25 Apr 2019 23:02

Gereja-gereja Katolik di Sri Lanka Tangguhkan Layanan Pasca Serangan Bom

Gereja-gereja Katolik di Sri Lanka Tangguhkan Layanan Pasca Serangan Bom

Kamis, 25 Apr 2019 22:38

Arab Saudi Eksekusi 37 Orang Mayoritas Syiah Terkait Terorisme

Arab Saudi Eksekusi 37 Orang Mayoritas Syiah Terkait Terorisme

Kamis, 25 Apr 2019 21:48

Presiden PKS: Meninggalnya 119 Petugas KPPS Merupakan Duka Nasional

Presiden PKS: Meninggalnya 119 Petugas KPPS Merupakan Duka Nasional

Kamis, 25 Apr 2019 21:23

Pemilu 2019: Nyawa, Kerja Rodi. dan Hilangnya Harapan

Pemilu 2019: Nyawa, Kerja Rodi. dan Hilangnya Harapan

Kamis, 25 Apr 2019 20:01

UE Desak Mesir Patuhi Janji Setelah Referendum

UE Desak Mesir Patuhi Janji Setelah Referendum

Kamis, 25 Apr 2019 20:00

KPU dan Bawaslu, kepada Manusia Kalian Bisa Sembunyi

KPU dan Bawaslu, kepada Manusia Kalian Bisa Sembunyi

Kamis, 25 Apr 2019 19:48


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X