Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.654 views

Dua Roket dari Gaza Hantam Ibukota Tel Aviv Setelah Lewati Sistem Perisai Rudal Israel

JALUR GAZA, PALESTINA (voa-islam.com) - Setidaknya dua roket yang diluncurkan dari Jalur Gaza yang terkepung telah mendarat di ibukota Israel Tel Aviv, melewati sistem perisai rudal Iron Dome dan menandai kekalahan memalukan bagi salah satu pasukan militer termahal di dunia.

Serangan pada Kamis (14/3/2019) malam menyebabkan peringatan roket menggema di seluruh Israel tengah, media Israel melaporkan.

Beberapa orang mengatakan kepada media lokal bahwa mereka dapat mendengar dua ledakan keras di Gush Dan (wilayah Tel Aviv yang lebih besar), sementara beberapa juga mengklaim telah melihat rudal Iron Dome diluncurkan.

Pihak berwenang di kota Tel Aviv dan Rishon Lezion mengatakan mereka akan membuka tempat perlindungan umum sebagai tindakan peringatan.

Sistem rudal Iron Dome diaktifkan tetapi tampaknya gagal mencegat salah satu rudal tersebut.

Militer Israel mengkonfirmasi berita itu tetapi mencoba untuk menyampaikan kegagalan intersepsi sebagai akibat dari mekanisme penghancuran diri sistem rudal yang dimulai begitu ia menyadari rudal itu akan mendarat di daerah terbuka.

Laporan awal menunjukkan bahwa roket tidak menyebabkan kerusakan atau cedera. Namun, beberapa orang harus dirawat karena syok karena ini adalah pertama kalinya sejak perang terakhir Israel dengan Gaza pada 2014 bahwa sirene rudal diaktifkan di Tel Aviv.

Juru bicara militer Ronen Manelis mengatakan tidak seorang pun di Tel Aviv memperkirakan roket Palestina akan melakukan perjalanan sejauh ini.

"Kami tidak memiliki pengetahuan sebelumnya tentang tembakan ini hari ini, dan pada kenyataannya itu mengejutkan kami," kata Manelis.

Israel meluncurkan serangan ke Gaza

Tak lama setelah serangan itu, militer Israel mengatakan pihaknya "menyerang sasaran teror di Gaza" tetapi tidak memberikan perincian. Sumber-sumber Palestina melaporkan serangan Israel di dekat pelabuhan Khan Yunis, di Gaza selatan.

Saksi mata di Gaza mengatakan pesawat tempur Israel melakukan serangan udara di seluruh kantong terkepung tersebut.

Wartawan mengatakan tidak ada laporan korban dari serangan Israel, tetapi orang-orang yang tinggal di Gaza khawatir akan terjadi peningkatan besar dari militer Israel.

Netanyahu menyerukan pertemuan darurat

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang juga bertindak sebagai menteri rezim untuk urusan militer, mengadakan pertemuan darurat di markas tentara setelah serangan roket.

Menurut laporan, Israel telah meminta delegasi keamanan Mesir di Gaza untuk meninggalkan daerah itu. Outlet media di Gaza melaporkan bahwa gerakan perlawanan Hamas telah mengungsi dari pos militer untuk mengantisipasi serangan Israel.

Delegasi itu telah menengahi perundingan tidak langsung antara Hamas dan Israel sejak akhir Februari dilaporkan dengan harapan mencapai kesepakatan gencatan senjata yang bisa mengarah pada kesepakatan jangka panjang yang berlangsung antara lima hingga 10 tahun.

Satu sumber Palestina di Gaza mengatakan kepada Haaretz bahwa roket ditembakkan dari bagian utara kantong itu. Tidak ada kelompok Palestina yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Gerakan perlawanan Palestina Hamas dan Jihad Islam membantah memiliki peran dalam serangan itu.

Kegagalan Iron Dome

Serangan rudal itu lebih lanjut merusak reputasi Iron Dome sebagai sistem perisai rudal yang seharusnya untuk suatu waktu dan selamanya mengakhiri kekhawatiran tentang serangan roket dari Gaza.

Sistem multi-miliar dolar itu mengalami kekalahan memalukan selama serangan militer terbaru antara Gaza dan Tel Aviv pada bulan November, ketika Hamas menembakkan lebih dari 460 roket ke tanah yang diduduki dalam waktu kurang dari 24 jam dalam menanggapi agresi Israel.

Bentrokan berakhir setelah gencatan senjata yang ditengahi Mesir diberlakukan di Gaza.

Gencatan senjata itu dikritik oleh beberapa pejabat Israel dan membuat Avigdor Lieberman mundur sebagai menteri urusan militer. Pengunduran diri, yang bisa membawa pemilihan awal di tanah yang diduduki, dielu-elukan oleh Hamas sebagai "pengakuan kekalahan" dan "kemenangan politik" untuk perlawanan Palestina.

Saat itu, pemimpin Hamas di Gaza Yahya Sinwar memperingatkan Israel untuk tidak menguji kelompok perlawanan lagi atau akan menargetkan Tel Aviv.

Sinwar mencatat bahwa ia telah berbicara dengan Muhammad Deif, pemimpin sayap militer Hamas, Brigade Izzuddin Al-Qassam tentang kemungkinan tanggapan terhadap agresi Israel berikutnya.

“Deif memintaku untuk mengatakan bahwa Tel Aviv dan Gush Dan (sasaran) berikutnya. Serangan pertama yang menghantam Tel Aviv akan mengejutkan Israel," katanya.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Latest News
Politikus PKS Siap Jadi Penjamin Lutfi Si Pembawa Bendera

Politikus PKS Siap Jadi Penjamin Lutfi Si Pembawa Bendera

Sabtu, 14 Dec 2019 22:22

Komunitas Muslim Inggris Suarakan Ketakutan Atas Kemenangan Boris Johnson dalam Pemilu

Komunitas Muslim Inggris Suarakan Ketakutan Atas Kemenangan Boris Johnson dalam Pemilu

Sabtu, 14 Dec 2019 22:00

Mantan Presiden Terguling Sudan Divonis 2 Tahun Tahanan Rumah Karena Korupsi

Mantan Presiden Terguling Sudan Divonis 2 Tahun Tahanan Rumah Karena Korupsi

Sabtu, 14 Dec 2019 21:15

Turki Masukan Mantan Pemimpin Fatah, Mohammed Dahlan ke Dalam Daftar Teroris Paling Dicari

Turki Masukan Mantan Pemimpin Fatah, Mohammed Dahlan ke Dalam Daftar Teroris Paling Dicari

Sabtu, 14 Dec 2019 20:55

Anggota Parlemen AS Minta Kepala Intelijen Publikasi Nama-nama Pembunuh Khashoggi

Anggota Parlemen AS Minta Kepala Intelijen Publikasi Nama-nama Pembunuh Khashoggi

Sabtu, 14 Dec 2019 17:00

Rusia Khawatir Setelah AS Uji Coba Rudal Balistik yang Telah Lama Dilarang

Rusia Khawatir Setelah AS Uji Coba Rudal Balistik yang Telah Lama Dilarang

Sabtu, 14 Dec 2019 16:00

Bintang Arsenal Mesut Ozil Kritik Kebisuan Dunia Islam Atas Penindasan Cina Pada Muslim Uighur

Bintang Arsenal Mesut Ozil Kritik Kebisuan Dunia Islam Atas Penindasan Cina Pada Muslim Uighur

Sabtu, 14 Dec 2019 15:05

Sandiwara Anti Korupsi

Sandiwara Anti Korupsi

Sabtu, 14 Dec 2019 14:35

Wahdah Islamiyah Menuju Go Green, Arena Mukernas XII Bebas Sampah Plastik

Wahdah Islamiyah Menuju Go Green, Arena Mukernas XII Bebas Sampah Plastik

Sabtu, 14 Dec 2019 12:43

Licik Menguras Dana Umat

Licik Menguras Dana Umat

Sabtu, 14 Dec 2019 12:28

Sekularisasi Ala Jokowi

Sekularisasi Ala Jokowi

Sabtu, 14 Dec 2019 10:45

Politikus PKS Raih Penghargaan Tokoh Pelopor Gerakan Anti-Korupsi

Politikus PKS Raih Penghargaan Tokoh Pelopor Gerakan Anti-Korupsi

Sabtu, 14 Dec 2019 09:44

Hilangnya Rasa dan Budaya Malu

Hilangnya Rasa dan Budaya Malu

Sabtu, 14 Dec 2019 08:37

Ari Askhara

Ari Askhara

Sabtu, 14 Dec 2019 05:15

Koalisi Jihadis Terkait Al-Qaidah Putus Rute Pasukan Rezim Suriah di Aleppo

Koalisi Jihadis Terkait Al-Qaidah Putus Rute Pasukan Rezim Suriah di Aleppo

Jum'at, 13 Dec 2019 23:25

Menag Sebut Kerukunan Umat Beragama di Aceh Masih Kategori Tinggi

Menag Sebut Kerukunan Umat Beragama di Aceh Masih Kategori Tinggi

Jum'at, 13 Dec 2019 23:14

Muslim di India Kembali Turun ke Jalan Memprotes Undang-undang Kewarganegaraan Diskriminatif

Muslim di India Kembali Turun ke Jalan Memprotes Undang-undang Kewarganegaraan Diskriminatif

Jum'at, 13 Dec 2019 22:50

PBB Kecam Undang-undang Kewarganegaraan 'Diskriminatif' Baru India

PBB Kecam Undang-undang Kewarganegaraan 'Diskriminatif' Baru India

Jum'at, 13 Dec 2019 22:31

Stop Penggusuran Paksa dan Kekerasan di Kota Bandung

Stop Penggusuran Paksa dan Kekerasan di Kota Bandung

Jum'at, 13 Dec 2019 22:21

Ketua Tim Survei KUB: Semua Daerah Toleran, Hanya Skornya yang Berbeda

Ketua Tim Survei KUB: Semua Daerah Toleran, Hanya Skornya yang Berbeda

Jum'at, 13 Dec 2019 22:17


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Sabtu, 14/12/2019 10:45

Sekularisasi Ala Jokowi