Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.818 views

Muslim Selandia Baru Menangis Saat Kembali Gunakan Masjid Al Noor Setelah Pembantaian

CHRISTCHURCH, SELANDIA BARU (voa-islam.com) - Raut kesedihan masih tampak di wajah umat Muslim pada hari Sabtu (23/3/2019) ketika mereka kembali ke masjid utama Christchurch untuk pertama kalinya sejak seorang teroris bersenjata membantai para jamaah di sana, saat Selandia Baru berusaha untuk kembali normal setelah tragedi itu.

Masjid Al Noor diambil alih oleh polisi untuk penyelidikan dan alasan keamanan setelah seorang teroris bersenjata menyerang umat Islam yang melakukan shalat di sana, menewaskan 50 orang.

Tapi itu diserahkan kembali ke komunitas Muslim setempat pada hari Sabtu, dan mulai membiarkan kelompok-kelompok kecil ke pekarangannya sekitar tengah hari.

"Kami mengizinkan 15 orang sekaligus, hanya untuk mendapatkan kenormalan," kata Saiyad Hassen, seorang sukarelawan di Al Noor.

"Saya tidak punya posisi untuk mengatakan kapan akan (sepenuhnya) dibuka kembali."

Para pejabat Masjid tidak segera bisa dihubungi untuk diminta komentar.

Di antara yang pertama masuk adalah Vohra Mohammad Huzef, yang selamat dari pembantaian berdarah tersebut.

Huzef, seorang insinyur sipil Christchurch yang berasal dari India, mengatakan dua teman sekamarnya terbunuh dan dia berhasil bertahan hidup hanya dengan bersembunyi di bawah jenazah.

"Saya bisa merasakan peluru mengenai orang-orang dan saya bisa merasakan darah merembes dari orang-orang yang tertembak," katanya.

"Semua orang ingin kembali lagi untuk memberikan pujian dan mengejar ketinggalan. Ini adalah poin utama dari komunitas kita."

Air mata dan doa

Serangan itu mengejutkan negara berpenduduk 4,5 juta yang dikenal karena toleransinya dan memicu kengerian global, diperparah oleh streaming langsung pembantaian berdarah dingin sang pelaku.

Selandia Baru berkabung pada hari Jum'at untuk memperingati satu pekan sejak pembantaian, dengan panggilan adzan untuk shalat disiarkan di seluruh negara diikuti oleh dua menit mengheningan cipta untuk menghormati mereka yang terbunuh.

Upacara nasional itu menyaksikan adegan pedih dari para warga Selandia Baru yang merangkul Muslim, dan wanita non-Muslim yang mengenakan jilbab sederhada sebagai solidaritas.

Sehari sebelumnya, negara itu melarang senapan gaya militer yang digunakan dalam serangan tersebut dengan segera.

Polisi mengkonfirmasi bahwa mereka juga telah mengembalikan Masjid Linwood, zona pembunuhan kedua beberapa kilometer jauhnya, tetapi tidak ada rencana untuk mengizinkan pengunjung diumumkan.

Kehadiran polisi bersenjata akan tetap ada di kedua masjid, dan juga di sekitar Selandia Baru.

Para pekerja bergegas memperbaiki dinding yang penuh peluru dan membersihkan lantai yang berlumuran darah di kedua masjid itu.

Masjid Al Noor tetap ditutup sebagian sehingga para pekerja dapat memperbaiki dinding yang penuh peluru dan membersihkan lantai yang berlumuran darah, dan pada hari Sabtu ada sedikit indikasi yang jelas tentang apa yang terjadi di sana.

Di Al Noor, kelompok-kelompok kecil pengunjung melepas sepatu dan kaus kaki mereka dan berlutut di sebuah keran kebun untuk berwudhu sebelum melakukan shalat.

Beberapa menangis diam-diam ketika mereka berjalan ke masjid, di mana sinar matahari yang cerah mengalir melalui jendela dan udara berbau cat baru. Tidak ada lubang peluru yang terlihat.

Pria dan wanita kemudian berlutut untuk melakukan shalat di atas karpet empuk berwarna abu-abu yang ditempel di lantai, dengan permadani masjid belum diganti.

Pengunjung termasuk imam masjid Gamal Fouda, yang tiba dengan bendera Selandia Baru.

Sehari sebelumnya, Fouda telah menyampaikan upacara peringatan yang penuh semangat di sebuah taman di sebelah masjid yang disiarkan secara nasional, memuji Selandia Baru yang "tidak bisa dipecahkan" karena bersatu dalam kebangkitan menyusul tragedi itu.

Di tempat lain di kota itu ada tanda-tanda akan kembali normal, dengan anak-anak bermain kriket di dekat Al Noor dan lomba bersepeda 100 kilometer yang sebelumnya dijadwalkan berjalan sesuai rencana. (st/TNA)

Raut kesedihan masih tampak di wajah umat Muslim pada hari Sabtu (23/3/2019) ketika mereka kembali ke masjid utama Christchurch untuk pertama kalinya sejak seorang teroris bersenjata membantai para jamaah di sana, saat Selandia Baru berusaha untuk kembali normal setelah tragedi itu.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Latest News

Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Selasa, 17/09/2019 08:32

Asap Yang Tak Dirindukan