Ahad, 29 Rajab 1447 H / 18 Januari 2026 09:33 wib
307 views
Tentara Suriah Rebut Ladang Minyak Dekat Al-Tabqah dari SDF
DAMASKUS, SURIAH (voa-islam.com) - Tentara baru Suriah telah menguasai ladang-ladang minyak strategis di dekat kota al-Tabqah, wilayah Raqqa, yang sebelumnya berada di bawah kendali SDF yang didukung AS, menurut media pemerintah Suriah, Al-Ekhbariya.
Mengutip sumber militer, stasiun tersebut melaporkan bahwa pasukan pemerintah sementara berhasil menguasai ladang minyak Safyan dan al-Tharwa, serta persimpangan strategis al-Rusafa, sebuah simpul transportasi utama di dekat al-Tabqah. Langkah ini menyusul pengerahan unit-unit tentara Suriah ke sejumlah wilayah di Distrik Raqqa sejak Sabtu pagi, yang sebagian besarnya selama ini berada di bawah kendali SDF.
Perkembangan ini terjadi di tengah kembalinya ketegangan antara Damaskus dan pasukan yang dipimpin Kurdi. Bentrokan kembali pecah pekan lalu di pinggiran kawasan Ashrafiyeh dan Sheikh Maqsoud di Aleppo, tak lama setelah gencatan senjata diumumkan.
Saling tuding berulang
Pasukan Kurdi menuduh tentara Suriah mengepung kawasan tersebut dan bersiap melancarkan serangan menggunakan tank, sementara pihak Damaskus menyatakan bahwa pejuang SDF justru menembaki koridor evakuasi.
Setelah perubahan kekuasaan di Suriah pada Desember 2024, distrik Sheikh Maqsoud dan Achrafiyeh yang mayoritas penduduknya Kurdi tetap berada di bawah kendali SDF. Penarikan kelompok bersenjata Kurdi dari wilayah tersebut mulai dilakukan pada April sebagai bagian dari kesepakatan antara SDF dan pemerintah Suriah.
Penguasaan infrastruktur minyak di dekat al-Tabqah ini menegaskan perubahan keseimbangan kekuasaan di Suriah utara, seiring Damaskus berupaya kembali menegaskan otoritasnya atas aset-aset energi strategis dan jalur transportasi penting, di tengah pengaturan gencatan senjata yang rapuh.
AS menyerukan penghentian permusuhan
Dalam pernyataan yang dikeluarkan hari ini, 17 Januari 2026, Komandan CENTCOM AS Laksamana Brad Cooper menyerukan kepada pasukan pemerintah Suriah agar menghentikan tindakan ofensif di wilayah antara Aleppo dan al-Tabqah, serta menekankan pentingnya koordinasi dengan AS dan mitra koalisi dalam memerangi ISIS.
“Kami mendesak pasukan pemerintah Suriah untuk menghentikan setiap tindakan ofensif di wilayah antara Aleppo dan al-Tabqah,” ujar Cooper, seraya menambahkan bahwa, “Suriah yang damai dengan dirinya sendiri dan dengan negara-negara tetangganya sangat penting bagi perdamaian dan stabilitas kawasan.”
Pejabat senior AS memperingatkan bahwa sanksi luas berdasarkan Caesar Syria ‘Civilian Protection Act’ dapat kembali diberlakukan terhadap Damaskus jika pemerintah sementara Suriah melanjutkan operasi militer skala besar terhadap pasukan Kurdi, termasuk SDF yang didukung AS, di tengah meningkatnya kekhawatiran di Washington terhadap kemungkinan eskalasi di Suriah utara dan timur laut, demikian dilaporkan Wall Street Journal.
Pejabat Amerika menyatakan bahwa kampanye semacam itu berisiko memecah dua mitra utama AS yang terlibat dalam upaya memerangi ISIS, sekaligus membuka peluang bagi kembalinya ketidakstabilan di wilayah-wilayah luas Suriah. Saat ini, SDF memainkan peran sentral dalam mengamankan fasilitas penahanan yang menampung ribuan tahanan Islamic State (IS).
Senator Lindsey Graham menggemakan kekhawatiran tersebut dalam pernyataan publik, dengan mengatakan bahwa ia “semakin khawatir” Damaskus tengah berkoordinasi dengan Turki untuk menyerang kelompok Kurdi Suriah.
Seruan penyelesaian
Wall Street Journal melaporkan pada Sabtu pagi bahwa Vance mendesak al-Sharaa untuk menyelesaikan perselisihan dengan SDF, sambil menekankan kekhawatiran Washington atas kembalinya permusuhan di Suriah timur laut.
Pasukan sementara Suriah pada Jumat lalu mengeluarkan peringatan menjelang rencana serangan terhadap kota Deir Hafer, di sebelah timur Aleppo, dengan menyatakan bahwa mereka akan menargetkan posisi-posisi yang dikuasai pasukan pimpinan Kurdi serta mengimbau warga sipil untuk menjauhi wilayah tersebut.
Dalam serangkaian pernyataan, Kementerian Pertahanan sementara Suriah menyatakan akan menyerang lokasi-lokasi tertentu di Deir Hafer yang diklaim digunakan oleh pasukan Kurdi sebagai titik peluncuran apa yang mereka sebut sebagai “operasi teroris” terhadap Aleppo dan wilayah pedesaan timurnya.
Peringatan tersebut menyusul beberapa hari pengerahan bala bantuan tentara Suriah di sekitar Deir Hafer, setelah pasukan pemerintah mengusir SDF dari Kota Aleppo pekan lalu. Sumber-sumber lokal Suriah kemudian melaporkan gelombang serangan roket yang intens menargetkan posisi SDF di dalam dan sekitar Deir Hafer. (MYD)
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!