Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
2.072 views

DK PBB Mengutuk Rezim Syiah Suriah Atas Pembantaian Rakyatnya

Dewan Keamanan (DK) PBB dengan suara bulat mengutuk "keras" rezim Syiah Suriah Bashar al-Assad yang melakukan serangan terhadap penduduk sipil dengan menggunakan senjata  berat di kota Houla, 108 orang penduduk di kota itu, termasuk  anak-anak tewas.

Sebuah pernyataan yang disetujui oleh 15 anggota DK Keamanan,  termasuk Rusia sekutu Suriah, mengatakan serangan pemerintah "yang menggunakan senjata artileri terhadap penduduk sipil sebagai kejahatan", dan menyerukan agar Presiden Bashar al-Assad menarik senjata berat dari kota-kota Suriah.

"Dewan Keamanan juga mengutuk pembunuhan warga sipil dengan penembakan dari jarak dekat, dan  kekerasan fisik yang sangat luas," kata pernyataan, yang dibacakan dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan oleh  Wakil Duta  Besar Azerbaijan di PBB Tofig Musayev.

Sebelumnya, Wakil Dubes Rusia di PBB  meragukan kesalahan rezim Syiah Suriah atas pembunuhan itu.

"Kami perlu  menentukan apakan pelakunya pihak berwenang Suriah," kata Igor Pankin kepada wartawan di PBB. "Ada alasan kuat untuk percaya bahwa mayoritas dari mereka yang tewas telah disayat, dipotong oleh pisau, atau dieksekusi pada jarak dekat", tegasnya.

Gedung Putih mengatakan bahwa pembunuhan massal warga sipil, di al-Houla adalah bukti kebiadaban rezim Syiah Suriah yang sangat tidak manusiawi.

"Tindakan ini menjadi bukti buruk bagi rezim tidak sah rezim Syiah di Suriah yang tidak merespon  perdamaian, dan teap melakukan kebrutalan yang tidak manusiawi," kata juru bicara Gedung Putih.

Inggris dan Prancis telah mengusulkan mengeluarkan pernyataan pers yang mengutuk serangan itu dan menuding rezim Syiah Suriah telah melakukan kejahatan. Namun Rusia mengatakan kepada anggota Dewan Keamanan tidak setuju dan ingin memberikan penjelesan atas perisitiwa itu. Rusia  menjadi sekutu Suriah yang paling kuat selama pemberontakan, dan bersama dengan Cina telah menggunakan hak veto untuk melindungi Damaskus dari sanksi PBB.

Pembantaian di Houla menciptakan  keraguan baru atas  rencana perdamaian internasional yang diajukan oleh utusan PBB Kofi Annan untuk mengakhiri  krisis Suriah yang sudah berlansung selama empat belas bulan. (af)

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

NABAWI HERBA Distributor & Supplier Herbal

Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk dari ratusan Produsen yang kami distribusikan
http://www.anekaobatherbal.com

19 Video Debat Islam-kristen

Plus 4.000 artikel Islami, 6.000 kitab ulama, serta nasyid walimah dan jihad. Kunjungi sekarang !
http://www.digitalhuda.com

Panduan SEO Lengkap: SEO Linking Guide

Panduan komprehensif tentang teknik SEO ninja dan penjelasan menyeluruh tentang SEO, plus bonus Ultimate On Page & Link Building Manual. Agar website anda jadi no.1 di Google.
http://produk.syamsulalam.net/sl/seo-linking-guide/

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Padukan Dakwah dan Medis, IDC akan Mendirikan KLINIK UMMAT Gratis untuk Dhuafa, Ayo Bantu!!

Untuk meningkatkan dakwah dan kesejahteraan umat Islam, IDC mensinergikan dakwah Islamiyah, misi kemanusiaan dan medis. Ayo bantu program KLINIK UMMAT di berbagai daerah....

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Gadis yatim syuhada ini wafat di RS Adam Malik Medan setelah menderita penyakit Lupus. Ayahnya gugur tahun 2010 saat menegakkan syariat i'dad bersama kafilah Mujahidin Aceh....