Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
12.244 views

Kampanye Hitam Pilpres Wujud Ketidakberdayaan Politik

Oleh : Abu Rasyidah (Aktivis Gerakan Kontemporer di Indonesia)
 
Menjelang pilpres 9 Juli mendatang hari-hari ini media dipenuhi oleh berita tentang aksi kampanye hitam. Tidak jelas siapa atau pihak mana yang lebih dulu mulai.

Tetapi suasana itu telah menyelimuti aktivitas kampanye pilpres. Sebuah perhelatan yang akan menentukan pemimpin negeri muslim terbesar di dunia ini. Kampanye hitam yang paling masif dilakukan melalui media sosial. Hingga muncul wacana yang disampaikan pada Kemenkominfo tentang kemungkinan penutupan situs atau sosmed yang melakukan black campaign.

Berikutnya black campaign memicu komentar, pendapat, opini bahkan analisa. Ada yang menanggapinya secara responsif dan ada juga yang cuek. Tanggapan disampaikan oleh hampir semua elemen masyarakat. Mulai dari artis, pengamat, politisi, tim sukses, KPU, panwaslu, kejaksaan agung, capres cawapres, akademisi, ulama, tokoh umat, BIN, peneliti, pemerintah dan lain lain.

Tanggapan terhadap kampanye hitam itu begitu meluas. Dan pada titik kesimpulan yang sama bahwa kampanye hitam sangat merugikan. Meski demikian nampaknya kampanye hitam seolah sulit dihindari. Banyak pihak berpikir untuk mencari jalan keluar pemecahannya. Namun jarang yang berpikir serius mencari akar persoalan. Kenapa dan apa yang menyebabkan kampanye hitam ini hadir menggurita. Sehingga bisa ditemukan cara yang paling tepat memecahkannya.
 
Secara riil, kehadiran kampanye hitam dan kampanye negatif adalah refleksi dari budaya kehidupan politik liberal yang berakar dari basis ideologi sekuler. Dibingkai ke dalam sebuah koridor aturan main sistem politik demokrasi yang sarat dengan permainan politik uang untuk meraih kekuasaan. Hal ini bisa dilihat dari praktek money politic pada pileg dengan sistem pemilu proporsional terbuka dan banyak partai kemarin. Trend meningginya tensi kampanye hitam adalah hal yang wajar sebagai konsekuensi pilihan sistem politik demokrasi negeri ini. Kalau kita baca visi dan misi capres cawapres semuanya hampir sama. Tinggal sejauhmana komitmen capres cawapres mengimplementasikan janji-janji visi dan misinya.
 
Kesamaan substansi visi misi antar capres cawapres tersebut menjadikan tidak adanya persoalan krusial yang diangkat. Dan semuanya juga sudah sepakat bahwa visi misinya di atas basis demokrasi sebagai sistem politik final. Sebuah sistem politik yang berjalan bermetamorfosa sejak jaman Soekarno hingga SBY. Sebuah sistem yang semakin membuat negeri ini terpuruk akibat problem multidimensional. Puncaknya adalah saat ini dimana gabungan sistem politik demokrasi dan sistem ekonomi neo liberal telah menimbulkan problem sistemik. Tidak adanya persoalan krusial yang diangkat sebagai bentuk tawaran solusi alternatif sistemik dalam visi misi kedua kubu capres cawapres berimplikasi lahirnya kampanye hitam terhadap sosok capres cawapres. Dengan kata lain kesamaan substansi konseptualisasi yang tertuang di dalam visi misi capres cawapres menyebabkan kedua capres cawapres tidak sibuk beradu konsep melainkan sibuk beradu black campaign terhadap sosok. Selain juga karena ketidak jelasan konsep yang diusung. Meski dilakukan upaya untuk merekontruksi regulasi kampanye sekalipun. Karena sudah menjadi jamak dan diakui oleh berbagai ahli dan praktisi hukum bahwa telah terjadinya tumpang tindih hukum di negeri ini.
 
Pada akhirnya kampanye hitam atas sosok capres cawapres bukan saja sebagaimana yang disampaikan oleh KH Hasyim Muzadi menunjukkan tidak pedenya capres cawapres melainkan bentuk ketidakberdayaan politik capres cawapres yang akan maju ke pilpres mendatang. Bukan tidak mungkin jika kampanye hitam ini berjalan secara sistematis maka kekhawatiran BIN yang diwakili oleh Marciano akan benar-benar terjadi. Yakni terjadinya krisis kepercayaan terhadap kedua capres cawapres yang berimplikasi ketidakpercayaan terhadap pilpres. Salah satu faktor ketidakberdayaan capres cawapres adalah bahwa capres cawapres hanyalah pioneer di dalam sebuah permainan politik yang melibatkan banyak pihak. Antara parpol yang berkoalisi dengan para elitnya, sponsor parpol, dan kekuatan-kekuatan intervensi asing. Ditambah dalam kondisi kran keterbukaan politik yang begitu luas saat ini maka sulit untuk tidak mengatakan bahwa permainan politik nasional bebas dari intervensi asing melalui para agennya di berbagai lembaga negara dan pemerintah. Apalagi fakta ketergantungan ekonomi yang besar lewat hutang luar negeri yang terus membumbung tinggi tidak bisa dibantah telah menjadi bukti. Dimana hutang itu senantiasa dihiasi oleh beragam prasyarat-prasyarat jika akan direschedulling apalagi dimoratoriumkan. Terlalu pagi berharap munculnya pemimpin yang memiliki keberanian politik untuk mengatakan STOP Intervensi Asing melalui hutang dan eksploitasi kekayaan sumber daya alam. Yang paling mungkin dilakukan oleh pemimpin mendatang hanyalah renegosiasi atas kontrak kerjasama investasi asing.
 
Dibutuhkan tidak saja dukungan sosok pemimpin yang berintegritas tinggi mengembalikan kedaulatan negeri ini bebas dari segala bentuk ketergantungan. Terutama ketergantungan ekonomi dan politik yang menjadi salah satu pilar penting pengelolaan negeri ini. Melainkan perlunya dukungan sistem politik dan sistem ekonomi termasuk sistem kehidupan yang lain untuk bisa melepaskan diri dari segala bentuk ketergantungan. Sudah cukup menjadi salah satu indikator adanya berita bahwa investor asing tidak terpengaruh kepada siapapun yang menjadi presiden dan wakil presiden di antara kedua pasangan kandidat ke depan. Selagi sistem politik demokrasi dan sistem ekonomi neo liberal yang berlaku maka tatanan kebijakan politik dan ekonomi tetap akan sama kondisinya seperti rezim sebelumnya -jaman SBY. Di dalam sistem seperti itu maka ruang gerak investasi asing masih bebas berkeliaran di negeri ini. Kita bisa memahami kemudian bahwa kampanye hitam adalah gambaran lemahnya integritas pemimpin dan minimnya konsep alternatif tawaran baru dengan mengusung sebuah sistem politik dan sistem ekonomi yang mampu memutus segala bentuk ketergantungan di negeri ini. Penting direnungkan kemudian untuk kembali meyakini sekaligus menerapkan sistem alternatif yang telah diturunkan oleh Tuhan Yang Menciptakan manusia yakni Al Islam yang memuat kesatuan tidak terpisah Syariah, Khilafah dan Jihad sebagai solusi pemecahan kehidupan manusia. Wallahu a’lam bis shawab.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Milad ke-14, Ini Capaian AQL Islamic Center

Milad ke-14, Ini Capaian AQL Islamic Center

Selasa, 05 Jul 2022 11:50

Menatap Idul Qurban dengan Taqwa

Menatap Idul Qurban dengan Taqwa

Senin, 04 Jul 2022 22:44

Pasukan Pemerintah Yaman Bersiap Lancarkan Operasi Militer Terhadap Al-Qaidah Di Selatan

Pasukan Pemerintah Yaman Bersiap Lancarkan Operasi Militer Terhadap Al-Qaidah Di Selatan

Senin, 04 Jul 2022 22:35

Pasukan Keamanan Saudi Lakukan Parade Di Mekah Dalam Persiapan Untuk Pengamanan Haji

Pasukan Keamanan Saudi Lakukan Parade Di Mekah Dalam Persiapan Untuk Pengamanan Haji

Senin, 04 Jul 2022 22:05

Effendi Simbolon Omong Besar

Effendi Simbolon Omong Besar

Senin, 04 Jul 2022 19:36

Jokowi Akan Menjadi Sekjen PBB?

Jokowi Akan Menjadi Sekjen PBB?

Senin, 04 Jul 2022 16:10

Potensi Diskriminasi dibalik RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA)

Potensi Diskriminasi dibalik RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA)

Senin, 04 Jul 2022 15:52

Miras Holywings di Negeri Muslim Mayoritas

Miras Holywings di Negeri Muslim Mayoritas

Senin, 04 Jul 2022 15:39

Jumlah Warga Jerman Yang Keluar Dari Dinas Militer Meningkat 2 Kali Lipat Karena Perang Rusia-Ukrain

Jumlah Warga Jerman Yang Keluar Dari Dinas Militer Meningkat 2 Kali Lipat Karena Perang Rusia-Ukrain

Senin, 04 Jul 2022 15:32

IHATEC dan Lembaga Riset Jepang Jalin Kerjasama Strategis di Bidang Halal

IHATEC dan Lembaga Riset Jepang Jalin Kerjasama Strategis di Bidang Halal

Senin, 04 Jul 2022 14:35

Bermitra dengan BPJPH, IHATEC Siap Dukung Tercipta SDM Bidang Halal

Bermitra dengan BPJPH, IHATEC Siap Dukung Tercipta SDM Bidang Halal

Senin, 04 Jul 2022 14:24

DPRD: Kasus Holywings Jadi Momentum Evaluasi Perda Miras di Kota Bekasi

DPRD: Kasus Holywings Jadi Momentum Evaluasi Perda Miras di Kota Bekasi

Ahad, 03 Jul 2022 22:07

Anis Byarwati Dinobatkan sebagai Bunda UMKM

Anis Byarwati Dinobatkan sebagai Bunda UMKM

Ahad, 03 Jul 2022 22:02

Laporan: FBI Sewa Vila Di Istanbul Untuk Tersangka Islamic State Sebelum Beri Tahu Otoritas Turki

Laporan: FBI Sewa Vila Di Istanbul Untuk Tersangka Islamic State Sebelum Beri Tahu Otoritas Turki

Ahad, 03 Jul 2022 21:05

Demonstrasi Anti-Militer Berlanjut Di Sudan Untuk Menuntut Pemerintahan Sipil

Demonstrasi Anti-Militer Berlanjut Di Sudan Untuk Menuntut Pemerintahan Sipil

Ahad, 03 Jul 2022 20:45

Otoritas Palestina Serahkan Peluru Yang Menewaskan Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh Ke AS

Otoritas Palestina Serahkan Peluru Yang Menewaskan Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh Ke AS

Ahad, 03 Jul 2022 20:13

Sebanyak 78.339 Jemaah Haji Indonesia sudah Diberangkatkan ke Tanah Suci

Sebanyak 78.339 Jemaah Haji Indonesia sudah Diberangkatkan ke Tanah Suci

Sabtu, 02 Jul 2022 22:05

Pasukan Pendudukan Israel Serang Pemakaman Seorang Wanita Palestina Di Tepi Barat

Pasukan Pendudukan Israel Serang Pemakaman Seorang Wanita Palestina Di Tepi Barat

Sabtu, 02 Jul 2022 20:38

Jelang Puncak Haji, Pemerintah Intensifkan Screening Kesehatan Jemaah

Jelang Puncak Haji, Pemerintah Intensifkan Screening Kesehatan Jemaah

Sabtu, 02 Jul 2022 20:03

Holywings Nistai Kesucian Agama, Sangat Patut Diadili Hukum dan Dicabut Izin Usahanya

Holywings Nistai Kesucian Agama, Sangat Patut Diadili Hukum dan Dicabut Izin Usahanya

Sabtu, 02 Jul 2022 18:54


MUI

Must Read!
X