Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
93.933 views

Faizal Assegaf: Prabowo Tak Ingin Kalahkan Jokowi, Tapi Menangkan 10 Alasan! Apa Saja?

JAKARTA (voa-islam.com) - Dalam pembicaraan singkat dengan Faizal Assegaf, Ketua Progress 98 Sabtu malam (5/7), ia menyatakan "Prabowo Subianto itu kalo menang pemilu Presiden bisa menyeret kasus korupsi Jokowi pada skandal Busway Tranjakarta ke penjara" ujarnya.

Ia menilai cukup 'dorong' kasus terkuaknya transkrip rekaman suara antara The Godmother Megawati dengan Jaksa Agung Basrief Arief sudah cukup untuk memenjarakan Jokowi.

Bahkan ada laporan dan kejanggalan dari balik kasus transkrip Mega_Basrief ini, narasumber VOA Islam memaparkan, "Trimedya yang sebelumnya melaporkan kasus pencemaran nama baik Megawati dalam kasus transkrip Megawati dengan Jaksa Agung Basrief Arief tiba mencabut gugatannya. Pasalnya Polri hendak memerika HP milik Megawati. Tiba-tiba saja Trimedya mencabut gugatannya."

Ia juga menyatakan, sejatinya Prabowo bukan ingin kalahkan Jokowi yang ia ciptakan dan ia siapkan selama 10 tahun terakhir ini, Faizal mengungkap bahwa Prabowo ini ingin mengalahkan konglomerat hitam, barisan jenderal merah pelanggar HAM, membongkar pelaku adu domba TNI dan KPK, memberantas aliran sesat dan koruptor yang berkolaborasi dengan media-media seperti Kompas, Tempo, Tribunnews.

Jadi menurutnya pilih Prabowo Subianto setidaknya dapat 10 keuntungan, karena ia tak ingin kalahkan Jokowi, tapi ia ingin kalahkan dalangnya Jokowi.

1. Prabowo presiden

2. Jokowi kembali jadi Gubernur DKI

3. Ahok yang non muslim tak lagi memimpin warga Jakarta

4. Jusuf Kalla kembali urus masjid

5. Membongkar mafia dan konglomerat hitam BLBI

6. Mengalahkan para jenderal merah para pelanggar HAM

7. Menutup aliran sesat seperti syiah, JIL,dll memimpin negara Indonesia

8. Membangun nasionalisme dan ekonomi pro rakyat

9. Membungkan jaringan CSIS, katholik serta jaringan protestan James Riady

10. Menjegal black campaign media-media Kompas, Tempo, beritasatu, MetroTV dan Tribunnews.

Skandal ini kenapa tak juga didukung Megawati? Dalam sikapnya ini, Faizal Assegaf menulis materi gugatan sebagai berikut.

PROGRES 98 MENGGUGAT:

MENGAPA MEGAWATI TIDAK MENDUKUNG KPK dan KEJAGUNG untuk MEMERIKSA JOKOWI soal KASUS KORUPSI TRANSJAKARTA...?

Jutaan rakyat di negeri ini sangat gusar dan mempertanyakan sikap bungkamnya Ketua Umum PDIP Megawati tentang fakta kejahatan korupsi Jokowi dalam kasus TransJakarta.

Pertanyaan itu mesti dijawab secara jujur dan terbuka oleh Megawati dan para loyalisnya, agar rasa keadilan rakyat tidak dipermainkan secara sewenang-wenangan.

Terkait dengan kejahatan korupsi Jokowi dalam kasus TransJakarta, dalam dua pekan ini menjadi sorotan serius publik di dalam dan luar negeri. Kasus tersebut bahkan telah membuka mata rakyat bahwa Jokowi yang diklaim bersih dan jujur, ternyata adalah seorang pembohong dan berwatak korup. Itu fakta !

Lebih memprihatinkan, lemahnya sikap lembaga penegak hukum untuk memeriksa dan menyeret Jokowi ke jalur hukum, telah menimbulkan tanda tanya besar dan menuai kecaman dari berbagai kalangan. Jokowi dianggap sangat kebal hukum lantaran mendapat perlindungan berupa intervensi kepentingan politik PDIP.

Bayangkan lembaga-lembaga strategis negara (Kejaksaan dan KPK), secara mencolok menjadi mandul dan tak berdaya menghadapi perilaku mafia peradilan yang berkedok partai oposisi (PDIP). Jelas hal tidak boleh dibiarkan begitu saja. Rakyat harus bangkit dan bersatu untuk melawan.

Melalui kesempatan ini, Progres 98 mendesak Ketum PDIP Megawati untuk dapat menunjukan sikap kejujuran dengan menegaskan sebagai berikut:

"Saya Megawati Soekarnoputri Ketua Umum PDIP dengan ini mempersilahkan Kejaksaan Agung dan KPK untuk memeriksa Jokowi dalam kasus korupsi TransJakarta sebelum tanggal 9 Juli 2014..."

Bila Megawati enggan untuk menyampaikan pernyataan tersebut di atas secara terbuka, maka seluruh rakyat di negeri ini layak percaya bahwa Jokowi adalah Capres Boneka yang kebal hukum dan hadir untuk menipu rakyat banyak.

salam Faizal Assegaf
Ketua Progres 98

NB: berkenan disebarkan sebagai upaya gerakan perlawanan terhadap kejahatan mafia peradilan berkedok oposisi.

---------------------------------

Watak Politik Transaksional Megawati Permalukan Puan Maharani dan Senior PDIP

Strategi menipu publik ala Jokowi dengan aneka pencitraan, terbongkar sudah. Sejumlah media massa yang sebelumnya gencar mempromosikan mantan Walikota Solo itu dengan berbagai rekayasa opini, kini justru berbalik membongkar kebusukannya.

Satu per satu; mulai dari kasus korupsi, pemalsuan identitas hingga penyelewengan anggaran APBD miliaran rupiah untuk operasional blusukan politik Jokowi dibeberkan ke ruang publik. Perlahan topeng pencitran CAPRES BONEKA produk konglomerat hitam itu terungkap dan menggugurkan rasa simpatik jutaan rakyat di negeri ini.

Sebelumnya banyak orang dibuat tersihir dan kagum dengan rekayasa penampilan Jokowi yang diklaim bersih, jujur dan merakyat. Namun semua itu lantaran dibangun atas dasar kebohongan dan penipuan, hasilnya barang busuk tersebut tercium juga.

Tentang siapa sesungguhnya Jokowi, jutaan rakyat yang cerdas dan masih memiliki nurani telah mengenalnya sebagai CAPRES BONEKA yang dihadirkan melalui politik traksaksional. Para pihak dan dalang di balik Jokowi adalah Megawati, Tjahjo Kumolo, misionaris CSIS, jaringan Kompas, Sofjan Wanandi serta kelompok konglomerasi hitam.

Para pihak dan dalang di balik Jokowi adalah Megawati, Tjahjo Kumolo, misionaris CSIS, jaringan Kompas, Sofjan Wanandi serta kelompok konglomerasi hitam.

Celakanya, POLITIK TRANSAKSIONAL dari aliran uang haram, kini telah menimbulkan pertentangan serius di tubuh PDIP. Pasalnya, bagi-bagi mahar politik bernilai triliuan rupiah itu telah memposisikan Megawati sebagai sosok politisi yang kian kehilangan nurani dan harga diri. Lebih jauh, sikap tak elok itu telah mempermalukan Puan Maharani (putri Megawati) dan para senior PDIP serta massa pendukungnya.

Wajar kemudian Puan Maharani sang putri Ketum PDIP dan para senior PDIP sejak awal Pilpres dengan secara terang-terangan menunjukan sikap pasif untuk mengusung dan memenangkan Jokowi. Mereka sadar bahwa "pelacuran politik" Megawati telah memperjual-belikan mandat partai kepada Jokowi merupakan tindakan pengkhianatan kepada rakyat.

Kekisruhan di internal PDIP tersebut selaras dengan sikap publik yang bertanya-tanya: Kemana sejumlah elite senior PDIP, mengapa mereka tidak tampil dan bersatu mendukung ambisi Megawati yang mengusung Jokowi...?

Sikap pasif Puan Maharani dan para senior PDIP menyebabkan konsolidasi dan gerakan partai moncong putih itu berjalan di tempat, kacau balau. Bahkan kondisi tersebut berdampak serius di mana sebagian besar massa PDIP kecewa dan hengkang, berbalik mendukung Capres Prabowo Subianto.

Walhasil, Jokowi - Jusuf Kalla yang menyadari tidak mendapatkan dukungan yang maksimal dan solid dari PDIP, kemudian berupaya melakukan politik dengan menghalalkan segala cara. Yakni, memanfaatkan sejumlah media terkait untuk memunculkan ragam isu dan opini dari manipulasi pernyataan dukungan sejumlah tokoh publik yang dilatari modus transaksi di balik layar.

Tak heran bermunculan politisi dan intelektual instan yang telah dibayar oleh Timses Jokowi bersuara melakukan kampanye hitam guna mendongkrak elektabiltas Jokowi - JK. Tapi segalanya adalah rekayasa dan kebohongan, upaya busuk tersebut justru membuat publik semakin tidak percaya kepada Jokowi - JK.

Fakta menunjukan dengan jelas, semakin mendekat pada hari pencoblosan, popularitas dan elektabiltas Jokowi - JK makin merosot tajam. Rakyat tampak makin cerdas dan menegaskan sikap bersatu untuk melawan kebohongan politik Jokowi - JK. Kita semua menyadari bahwa, negeri ini membutuhkan perubahan dengan upaya memperjuangkan lahirnya pemimpin yang orisinil yakni Prabowo Subianto untuk menyongsong hari depan kehidupan bangsa yang lebih baik dan bermartabat.

Demikian tulis Faizal Assegaf, Ketua Progres 98. [wahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Lebih dari 20 Ribu Produk Didaftarkan Sertifikasi Halal di BPJPH

Lebih dari 20 Ribu Produk Didaftarkan Sertifikasi Halal di BPJPH

Senin, 30 Nov 2020 21:51

Dukung Perjuangan Palestina, Adara Gelar Acara ‘Solidarity for Peace’

Dukung Perjuangan Palestina, Adara Gelar Acara ‘Solidarity for Peace’

Senin, 30 Nov 2020 21:44

Pasukan Afghanistan Klaim Tewaskan Dalang Serangan Bom Mobil Jibaku di Markas Militer Ghazni

Pasukan Afghanistan Klaim Tewaskan Dalang Serangan Bom Mobil Jibaku di Markas Militer Ghazni

Senin, 30 Nov 2020 21:00

Israel Tingkatkan Keamanan Seluruh Misi Diplomatiknya Setelah Pembunuhan Ahli Nuklir Iran

Israel Tingkatkan Keamanan Seluruh Misi Diplomatiknya Setelah Pembunuhan Ahli Nuklir Iran

Senin, 30 Nov 2020 20:00

Persatuan Ulama Muslim Internasional Kecam Fatwa Anti-Ikwahnul Muslimin Saudi

Persatuan Ulama Muslim Internasional Kecam Fatwa Anti-Ikwahnul Muslimin Saudi

Senin, 30 Nov 2020 19:30

Raja Salman Tidak Tahu Pertemuan Rahasia Antara Putra Mahkota MbS dan PM Israel Netanyahu

Raja Salman Tidak Tahu Pertemuan Rahasia Antara Putra Mahkota MbS dan PM Israel Netanyahu

Senin, 30 Nov 2020 17:45

Seperti Apa Bumi 4,5 Tahun Lalu? Ilmuwan Beri Gambarannya

Seperti Apa Bumi 4,5 Tahun Lalu? Ilmuwan Beri Gambarannya

Senin, 30 Nov 2020 15:55

Kekuatan Figur Ayah dan Ibu dalam Membentuk Kepribadian Anak

Kekuatan Figur Ayah dan Ibu dalam Membentuk Kepribadian Anak

Senin, 30 Nov 2020 15:51

Bagikan Info Pengguna, Facebook Didenda di Korsel

Bagikan Info Pengguna, Facebook Didenda di Korsel

Senin, 30 Nov 2020 15:50

Nyeri Haid Tanda Masalah Kesuburan, Benarkah?

Nyeri Haid Tanda Masalah Kesuburan, Benarkah?

Senin, 30 Nov 2020 15:45

Seragam Khutbah Racun Agama

Seragam Khutbah Racun Agama

Senin, 30 Nov 2020 15:42

Terpilih Ketua MUI Pusat, Ustaz Jeje: Bukan Anugerah tapi Amanah dan Ujian Berat

Terpilih Ketua MUI Pusat, Ustaz Jeje: Bukan Anugerah tapi Amanah dan Ujian Berat

Senin, 30 Nov 2020 15:31

Dewan Da'wah Resmikan Akademi Da'wah Bengkulu

Dewan Da'wah Resmikan Akademi Da'wah Bengkulu

Senin, 30 Nov 2020 15:02

Jangkau Pulau Terpencil, Kimia Farma dan BWA Luncurkan Klinik Apung

Jangkau Pulau Terpencil, Kimia Farma dan BWA Luncurkan Klinik Apung

Senin, 30 Nov 2020 14:56

Fahri: UMKM Jadi Roda Penggerak Ekonomi dan Mampu Bertahan dari Krisis Saat Ini

Fahri: UMKM Jadi Roda Penggerak Ekonomi dan Mampu Bertahan dari Krisis Saat Ini

Senin, 30 Nov 2020 12:41

Nguber HRS, Ada Apa dengan Bima Arya?

Nguber HRS, Ada Apa dengan Bima Arya?

Senin, 30 Nov 2020 11:32

Edhy Prabowo Terlibat Suap, Usamah Hisyam: Presiden Gagal Memilih Menteri

Edhy Prabowo Terlibat Suap, Usamah Hisyam: Presiden Gagal Memilih Menteri

Senin, 30 Nov 2020 10:11

PKS Luncurkan Lambang Baru, Ini Makna dan Filosofinya

PKS Luncurkan Lambang Baru, Ini Makna dan Filosofinya

Senin, 30 Nov 2020 09:14

Menyambut Pengurus Baru MUI, Pesan Buya HAMKA: Ulama Tidak Bisa Dibeli

Menyambut Pengurus Baru MUI, Pesan Buya HAMKA: Ulama Tidak Bisa Dibeli

Senin, 30 Nov 2020 07:46

PD PII Kabupaten Bekasi Adakan Latihan Manajemen Strategis

PD PII Kabupaten Bekasi Adakan Latihan Manajemen Strategis

Senin, 30 Nov 2020 06:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X