Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
96.204 views

The GodMother (7): Prabowo Masuk Istana, Mega - Jokowi Menuju Penjara!

JAKARTA (voa-islam.com) - Demikian judul provokatif namun sarat makna. Menurut Progress 98 hal ini sejatinya tak sulit untuk di implementasikan.

Melalui ketuanya, Faizal Assegaf menyatakan "Untuk apa jutaan rakyat berpartisipasi menghadirkan pemimpin nasional melalui proses pemilu yang sangat sakral dan mahal, bila semua itu hanya berakhir demi pemuasan kekuasaan segelintir orang semata...?"

Pertanyaan itu adalah sebuah renungan bagi rakyat di negeri ini, dan semoga mengugah kesadaran para pejuang perubahan yang masih berjiwa idealis dan tercerahkan.

Dalam berbagai kesempatan, calon presiden "terpilih" Prabowo Subianto dengan gagah, berani dan cerdas berkali-kali menggulir pesan penuh makna. Yakni, keadilan dan kesejahteraan merupakan dua masalah penting yang harus konsisten untuk diperjuangkan bersama.

Keadilan dimaksud adalah upaya menegakan hukum guna memastikan penyelenggaraan negara dan pemerintahan terbebas dari kejahatan korupsi serta bertujuan memberi perlindungan atas hak asasi manusia.

Secara spesifik terkait upaya pemberantasan korupsi, Prabowo dengan suara lantang membongkar bahwa setiap tahun telah terjadi kebocoran anggaran lebih dari seribu triliun rupiah.

Penyebab kebocoran tersebut akibat dari "salah urus" pengelolaan sumber kekayaan alam, praktek kartel dan hegemoni atas penguasaan ekonomi nasional oleh segelintir konglomerat asing dan aseng, serta tata kelola keuangan negara yang amburadul dan tidak transparan.

Bila saja uang yang demikian banyak itu dapat diselamatkan, maka akan memberi dampak besar untuk kesejahteraan hidup rakyat banyak. Membangkitkan kamjuan yang signifikan bagi rakyat dan negara untuk bergerak maju ke masa depan dalam menghadapi tantangan globalisasi.

Atas pandangan dan tujuan luhur Prabowo, jelas membuat saya, anda dan seluruh rakyat di negeri ini tergerak untuk mendukungnya. Tapi jalan untuk membawa Prabowo ke kursi kekuasaan guna merealisasikan misi mulia tersebut, tak semudah yang dibayangkan.

Pada tahapan konsolidasi politik untuk memenangkan Prabowo dalam proses pemilu presiden, dua tantangan serius telah menghadang. (Pertama) bila Prabowo menang maka kubu Jokowi akan melakukan perlawanan berupa penciptaan kekacauan nasional melalui provokasi isu kecurangan pemilu. Dengan sasaran jangka pendek bertujuan mendelegitimasi hasil pemilu.

(Kedua) jika rencana memboikot hasil pemilu melalui kerusuhan nasional gagal dilakukan, maka pendekatan jangka panjang adalah memunculkan gerakan oposisi dengan menggandeng kepentingan asing dan aseng untuk melengserkan Prabowo dari kursi kekuasaan.

Cara yang biasa digunakan melalui pengarahan aksi massa secara masif dan sporadis untuk menggoyah stabilitas keamanan nasional yang berujung pada desakan melengserkan Prabowo dari tampuk kekuasaan.

Fakta atas kedua skenario itu dalam tiga pekan ini semakin merebak melalui serangkaian isu / opini yang gencar dilakukan oleh jaringan media massa pendukung Jokowi (Metro tv, kompas, detik dan mitra pers terkait). Betapa culasnya kejahatan tersebut dipertontonkan dihadapan rakyat banyak demi melanggengkan kepentingan segelintir orang yang haus akan kekuasaan.

Menyikapi konspirasi jahat dimaksud, menurut saya perlu dihadapi dengan pendekatan yang serius dan efektif. Melalui upaya penegakkan hukum, bukan sebaliknya justru terjebak pada kompromi politik yang bersifat pragmatis.

Tegasnya, di awal terbentuknya pemerintahan Prabowo, terobosan untuk membawa Megawati dan Jokowi ke jalur hukum harus menjadi perioritas utama. Dan semua itu sangat memerlukan dukungan dari seluruh elemen rakyat, guna mendorong rencana KPK untuk memeriksa dan menetapkan Megawati sebagai tersangka dalam skandal kasus BLBI.

Di pihak lain, penanganan kasus korupsi proyek pengadaan Bus Trans Jakarta, merupakan pintu masuk untuk menyeret keterlibatan Gubernur DKI Joko Widodo ke meja hijau

Di pihak lain, penanganan kasus korupsi proyek pengadaan Bus Trans Jakarta, merupakan pintu masuk untuk menyeret keterlibatan Gubernur DKI Joko Widodo ke meja hijau. Kasus ini tidak boleh berhenti apalagi hilang begitu saja.

Dengan membawa kedua politisi PDIP (Megawati dan Jokowi) ke ranah hukum, maka dapat dipastikan upaya untuk mengacaukan stabilitas nasional dapat ditangkal. Tegasnya memberi efek jera kepada mereka-mereka yang hendak menjadikan basis politik kepartaian sebagai tujuan untuk menghambat kelangsungan berbangsa dan bernegara dengan cara yang inkonstitusional.

Rakyat sudah muak dan energinya makin terkuras oleh permainan kotor politik para pendukung konglomerat hitam. Kini saatnya bangkit menggalang kebersamaan anak bangsa, mendukung sepenuhnya kehadiran kepemimpinan baru dari hasil pemilu yang sah, yakni Prabowo - Hatta untuk keadilan dan kesejahteraan.

Demikian rilis Progress 98 kepada Voa-Islam.com. [ahmed/faizal/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Aktivis Masjid Butuh Kaki Palsu dan Gerobak untuk Hidup Mandiri, Ayo Bantu..!!

Bermodal kaki palsu Abu Rahman keliling Kota Solo menjajakan minuman 'es kapal' untuk menafkahi keluarga. Kini ia tak bisa bekerja lagi karena kaki palsunya jebol tak bisa diperbaiki.Ayo Bantu.!!...

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Latest News
Anggota DPR Ingatkan Penanggungjawab Penanganan Covid-19 Ada Dipundak Presiden Jokowi

Anggota DPR Ingatkan Penanggungjawab Penanganan Covid-19 Ada Dipundak Presiden Jokowi

Jum'at, 22 Jan 2021 12:38

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Banjir Kalsel Akibat Kerusakan Lingkungan, Netty: Pemerintah Jangan Lepas Tangan!

Jum'at, 22 Jan 2021 08:43

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Perintah Halal dan Tayyib Tidak Hanya Untuk Makanan Saja

Kamis, 21 Jan 2021 23:55

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Studi: Penggunaan Masker Bantu Cegah Penularan Covid-19

Kamis, 21 Jan 2021 22:05

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Benyamin Netanyahu Desak Presiden Amerika Joe Biden Perkuat Aliansi AS-Israel

Kamis, 21 Jan 2021 21:51

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Serangan Bom Jibaku Kembar Di Baghdad Irak Tewaskan 28 Orang

Kamis, 21 Jan 2021 20:54

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, MP Persis Usulkan Muktamar Diundur Lagi

Kamis, 21 Jan 2021 19:00

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Menggantungkan Harapan dan Nasib

Kamis, 21 Jan 2021 16:26

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Perpres Berbahaya, Mau Dibawa ke mana Negara?

Kamis, 21 Jan 2021 16:20

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Seorang Tentara AS Ditangkap Karena Diduga Membantu Rencana Serangan Islamic State

Kamis, 21 Jan 2021 15:15

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Apakah Shalat Jum’at Wajib Bagi Wanita?

Kamis, 21 Jan 2021 14:03

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Legislator Berharap Komjen Listyo Sigit Bawa Perubahan di Tubuh Polri

Kamis, 21 Jan 2021 12:52

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Jadi Presiden AS Ke-46, Joe Biden Janjikan 'Hari Baru' Untuk Amerika Serikat

Kamis, 21 Jan 2021 12:42

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Inilah Harapan Partai Gelora kepada Listyo Sigit sebagai Kapolri Baru

Kamis, 21 Jan 2021 12:32

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

DKI Punya Sekda Baru, Fahira Idris: Bantu Gubernur Kuatkan Koordinasi dan Kolaborasi Hadapi Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 12:14

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Ketua MUI Bidang Fatwa Maudhuiyah Terima Doktor Honoris Causa dari UIN Semarang

Kamis, 21 Jan 2021 11:59

Wakil Ketua FPKS Pertanyakan Motif Presiden Terbitkan Perpres No. 7 Tahun 2021

Wakil Ketua FPKS Pertanyakan Motif Presiden Terbitkan Perpres No. 7 Tahun 2021

Kamis, 21 Jan 2021 11:46

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Upaya Cordova Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi

Kamis, 21 Jan 2021 11:34

Nasdem Bantu Korban Bencana Sulbar

Nasdem Bantu Korban Bencana Sulbar

Kamis, 21 Jan 2021 11:29

Anies Dikerjain Lagi!

Anies Dikerjain Lagi!

Kamis, 21 Jan 2021 11:01


MUI

Must Read!
X

Selasa, 19/01/2021 12:55

Dukun pun Dikriminalisasi