Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.001 views

Ulama Harus Jadikan Al-Quran dan Sunnah Sebagai Dasar Pengambilan Kebijakan

Oleh Melia Anisa Sa'diyah

Kyai H. Ma'ruf Amin resmi digandeng Joko Widodo sebagai calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Pemilihan ini berlangsung sengit hingga menumbangkan Prof. Mahfud MD.

Menurut Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Adi Prayitno, pertarungan Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi jelas dimenangkan kubu Jokowi-Ma'ruf. Ia menilai pasangan ini akan mendapat poin lebih banyak yakni 1-0.  Alasannya karena ada sosok Islam tradisional dan memiliki banyak masa. (cnnindonesia.com).

Adi juga menambahkan bahwa Kyai Ma'ruf Amin adalah sosok ulama yang sangat dihormati terutama dikalangan Nahdlatul Ulama (NU). Juga sebagai Rais Aam yang fatwanya diikuti banyak orang. Dapat dipastikan seluruh NU memilih pasangan Jokowi-Ma'ruf dibanding Prabowo-Sandi yang sama-sama Nasionalis.

Dalam pemilu kali ini Jokowi lebih mementingkan isu agama dibanding isu ekonomi. Menurutnya permasalahan politik di negeri Timur terletak pada isu agama dan bukan ekonomi. Jokowi berkaca dari Syiria yang penuh konflik agama hingga menghancurkan perekonomian Syiria. Dianggap hadirnya Kyai Ma'ruf Amin mampu menjadi dongkrak dalam memperbaiki masalah fundamental negara.

 

Jerat Demokrasi Bagi Ulama

Terpilihnya Prof. Dr. K. H. Ma'ruf Amin sebagai cawapres yang notabene seorang ulama juga ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang disegani masyarakat, tentu ini merupakan jerat panas.

Pasalnya, aktivitas seorang ulama senantiasa berkutat pada standar Islam. Ia menjadi panutan masyarakat dalam perbuatan, lisan atau dalam hal lain seperti penyelesaian permasalahan masyarakat. Para ulama tentu menjadikan hukum syara' sebagai patokan utama dibanding dengan hukum-hukum yang lain. Senantiasa terikat kepada perintah dan larangan Allah.

Sayangnya, dunia Demokrasi tidak mengenal Islam sebagai standar hidup manusia. Sistem bobrok itu hanya mengenal materi sebagai landasan hidup. Menghalalkan segala cara demi raupan kekuasaan. Bahkan orang semula bersih menjadi munafik.

Teringat saat isu tolak pemimpin kafir, Jokowi beserta kubunya melarang mencampuradukkan politik dengan agama. Dianggap tidak relevan. Menjadikan arah Demokrasi mandeg karena aturan agama yang menentang ini dan itu. Faktanya kini Jokowi menggandeng ulama yang notabene berbackground agama. Tidak dapat dibantah bahwa kemunafikan lahir dari rusaknya sistem Demokrasi.

Lantas, bagaimana seorang ulama akan menanam benih Islam sementara media tanamnya menolak? Tentu sulit. Kalaupun mampu hanya parsial semata. Tidak totalitas.

 

Berkaca Pada Kepemimpinan Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin

Islam menyediakan media tanam yang subur bagi tumbuhnya keteraturan masyarakat. Hingga buahnya mampu dipetik setiap umat. Menjadi asupan nutrisi bagi terbentuknya masyarakat Islam. Menjadikan Aqidah satu-satunya dasar berpikir dan bertindak. Juga hukum syara' sebagai pengontrol perbuatan manusia. Semuanya menjadi seimbang.

Seorang pemimpin, wajib hukumnya menerapkan Islam secara Kaffah di tengah-tengah umat tanpa terkecuali. Seperti Rasulullah menjaga pandangan umat dengan menerapkan aturan wajibnya menutup aurat bagi laki-laki dan perempuan. Juga mengatur strategi perang agar muslim menang di setiap pertempuran. Mengatur distribusi ekonomi secara merata hingga tak ada lagi keluh kesah rakyat akibat kelaparan.

Juga kebijakan penetapan gaji pegawai negara sebatas kebutuhan saja. Sehingga tidak menimbulkan iming-iming kekayaan harta yang berdampak pada perebutan jabatan. Selain itu, Rasulullah menyebarkan Islam melalui dakwah dan jihad. Membebaskan negeri-negeri dari jerat kekufuran.

Kebijakan sesuai hukum syara' juga terlihat pada kepemimpinan setelah Rasulullah. Abu Bakar As Sidiq, Umar bin Khathab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan para Khalifah setelahnya.

Semua dilakukan atas dasar hukum syara'. Bukan menuruti keinginan sebagian dan mengabaikan yang lain seperti dalam sistem Demokrasi.

 

Ulama Pemimpin Umat

Ulama adalah warisan Rasulullah yang bertugas meneruskan estafet dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia. Membebaskan manusia dari segala bentuk kemungkaran dan kemunafikan. Juga dari penghambaan kepada selain Allah. Dalam dirinya tercermin pancaran ketaatan. Hanya mengajak manusia pada kebaikan yang diridhai Allah. Bukan kesesatan yang menimbulkan murka.

Ia berada di garda terdepan saat Islam dilecehkan. Tegas atas pengambilan kebijakan yang irrelevan dengan prinsip Islam. Ulama hanya mau Islam satu-satunya landasan lahirnya berbagai kebijakan. Menurutnya hukum Allah adalah hukum tertinggi atas segala hukum.

Juga berkaca dari kepemimpinan Rasulullah dan para sahabat diatas. Senantiasa menjadikan Islam sebagai poros utama sistem pemerintahan. Demi menjaga kesejahteraan umat. Tanpa melirik poros lain yang notabene tidak memahami Islam. Terlebih bahkan mereka berbeda Aqidah. Seperti itulah selayaknya jika ulama memimpin umat. Wallahu a'lam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Latest News
Indonesia, Ketersediaan Dokter dan Wabah Covid19

Indonesia, Ketersediaan Dokter dan Wabah Covid19

Kamis, 09 Jul 2020 22:13

HRW Minta Bangladesh Pindahkan 300 Lebih Pengungsi Rohingya dari Pulau Bashan Char

HRW Minta Bangladesh Pindahkan 300 Lebih Pengungsi Rohingya dari Pulau Bashan Char

Kamis, 09 Jul 2020 21:30

Satu Batalion Tentara Israel Dikarantina Setelah Ada Anggotanya Terinfeksi Virus Corona

Satu Batalion Tentara Israel Dikarantina Setelah Ada Anggotanya Terinfeksi Virus Corona

Kamis, 09 Jul 2020 21:05

Wacana TNI Dilibatkan untuk Kerukunan Umat Beragama, Bukhori: Menag Kembali Gagal Paham

Wacana TNI Dilibatkan untuk Kerukunan Umat Beragama, Bukhori: Menag Kembali Gagal Paham

Kamis, 09 Jul 2020 20:48

[VIDEO] Komunisme Ajaran Malu-malu

[VIDEO] Komunisme Ajaran Malu-malu

Kamis, 09 Jul 2020 19:44

Yvone Ridlye Berencana Pergi ke Suriah Untuk Upayakan Pembebasan Tauqir Sharif dari Penahanan HTS

Yvone Ridlye Berencana Pergi ke Suriah Untuk Upayakan Pembebasan Tauqir Sharif dari Penahanan HTS

Kamis, 09 Jul 2020 18:15

Pemberontak Syi'ah Houtsi Ancam Targetkan Istana Kerajaan Saudi

Pemberontak Syi'ah Houtsi Ancam Targetkan Istana Kerajaan Saudi

Kamis, 09 Jul 2020 17:00

Anis Matta: Pemerintah Perlu Siapkan Skenario Terburuk terhadap Fundamental Ekonomi

Anis Matta: Pemerintah Perlu Siapkan Skenario Terburuk terhadap Fundamental Ekonomi

Kamis, 09 Jul 2020 16:28

Afghanistan Tidak Akan Bebaskan 600 Tahanan Taliban yang Mereka Anggap 'Terlalu Berbahaya'

Afghanistan Tidak Akan Bebaskan 600 Tahanan Taliban yang Mereka Anggap 'Terlalu Berbahaya'

Kamis, 09 Jul 2020 15:00

Warga Kashmir Takut UU Domisili Baru India Jadikan Wilayah Mereka Palestina Lain

Warga Kashmir Takut UU Domisili Baru India Jadikan Wilayah Mereka Palestina Lain

Kamis, 09 Jul 2020 14:15

Daftar Lengkap Pemenang Indonesia Fundraising Award 2020

Daftar Lengkap Pemenang Indonesia Fundraising Award 2020

Kamis, 09 Jul 2020 12:59

Solusi Islam Mengatasi Quarter Life Crisis

Solusi Islam Mengatasi Quarter Life Crisis

Kamis, 09 Jul 2020 09:26

Cara Hindari Konflik Keuangan Keluarga di Tengah Pandemi

Cara Hindari Konflik Keuangan Keluarga di Tengah Pandemi

Kamis, 09 Jul 2020 08:18

[VIDEO] Haedar Nashir: Umat Islam Miliki Saham Besar Dirikan NKRI dan Pancasila

[VIDEO] Haedar Nashir: Umat Islam Miliki Saham Besar Dirikan NKRI dan Pancasila

Kamis, 09 Jul 2020 07:00

Boikot Produk Pendukung LGBT, Efektifkah?

Boikot Produk Pendukung LGBT, Efektifkah?

Rabu, 08 Jul 2020 23:55

Konsep

Konsep "Tangguh Semeru" di Jawa Timur, Solusi Tatanan Baru ?

Rabu, 08 Jul 2020 23:20

Menjaga Stamina Belajar Mahasiswa

Menjaga Stamina Belajar Mahasiswa

Rabu, 08 Jul 2020 23:06

Trending Bekal untuk Suami, Feminis Sakit Hati Bereaksi

Trending Bekal untuk Suami, Feminis Sakit Hati Bereaksi

Rabu, 08 Jul 2020 22:59

1721 Alumni ITB Dukung Din, RR: Ternyata yang Doyan Jilat Kekuasaan Hanya Minoritas

1721 Alumni ITB Dukung Din, RR: Ternyata yang Doyan Jilat Kekuasaan Hanya Minoritas

Rabu, 08 Jul 2020 21:52

Arab Saudi Berencana Sediakan 1 Juta Lapangan Pekerjaan Bagi Perempuan Pada 2030

Arab Saudi Berencana Sediakan 1 Juta Lapangan Pekerjaan Bagi Perempuan Pada 2030

Rabu, 08 Jul 2020 21:30


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X