Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.866 views

Ulama Harus Jadikan Al-Quran dan Sunnah Sebagai Dasar Pengambilan Kebijakan

Oleh Melia Anisa Sa'diyah

Kyai H. Ma'ruf Amin resmi digandeng Joko Widodo sebagai calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Pemilihan ini berlangsung sengit hingga menumbangkan Prof. Mahfud MD.

Menurut Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Adi Prayitno, pertarungan Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi jelas dimenangkan kubu Jokowi-Ma'ruf. Ia menilai pasangan ini akan mendapat poin lebih banyak yakni 1-0.  Alasannya karena ada sosok Islam tradisional dan memiliki banyak masa. (cnnindonesia.com).

Adi juga menambahkan bahwa Kyai Ma'ruf Amin adalah sosok ulama yang sangat dihormati terutama dikalangan Nahdlatul Ulama (NU). Juga sebagai Rais Aam yang fatwanya diikuti banyak orang. Dapat dipastikan seluruh NU memilih pasangan Jokowi-Ma'ruf dibanding Prabowo-Sandi yang sama-sama Nasionalis.

Dalam pemilu kali ini Jokowi lebih mementingkan isu agama dibanding isu ekonomi. Menurutnya permasalahan politik di negeri Timur terletak pada isu agama dan bukan ekonomi. Jokowi berkaca dari Syiria yang penuh konflik agama hingga menghancurkan perekonomian Syiria. Dianggap hadirnya Kyai Ma'ruf Amin mampu menjadi dongkrak dalam memperbaiki masalah fundamental negara.

 

Jerat Demokrasi Bagi Ulama

Terpilihnya Prof. Dr. K. H. Ma'ruf Amin sebagai cawapres yang notabene seorang ulama juga ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang disegani masyarakat, tentu ini merupakan jerat panas.

Pasalnya, aktivitas seorang ulama senantiasa berkutat pada standar Islam. Ia menjadi panutan masyarakat dalam perbuatan, lisan atau dalam hal lain seperti penyelesaian permasalahan masyarakat. Para ulama tentu menjadikan hukum syara' sebagai patokan utama dibanding dengan hukum-hukum yang lain. Senantiasa terikat kepada perintah dan larangan Allah.

Sayangnya, dunia Demokrasi tidak mengenal Islam sebagai standar hidup manusia. Sistem bobrok itu hanya mengenal materi sebagai landasan hidup. Menghalalkan segala cara demi raupan kekuasaan. Bahkan orang semula bersih menjadi munafik.

Teringat saat isu tolak pemimpin kafir, Jokowi beserta kubunya melarang mencampuradukkan politik dengan agama. Dianggap tidak relevan. Menjadikan arah Demokrasi mandeg karena aturan agama yang menentang ini dan itu. Faktanya kini Jokowi menggandeng ulama yang notabene berbackground agama. Tidak dapat dibantah bahwa kemunafikan lahir dari rusaknya sistem Demokrasi.

Lantas, bagaimana seorang ulama akan menanam benih Islam sementara media tanamnya menolak? Tentu sulit. Kalaupun mampu hanya parsial semata. Tidak totalitas.

 

Berkaca Pada Kepemimpinan Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin

Islam menyediakan media tanam yang subur bagi tumbuhnya keteraturan masyarakat. Hingga buahnya mampu dipetik setiap umat. Menjadi asupan nutrisi bagi terbentuknya masyarakat Islam. Menjadikan Aqidah satu-satunya dasar berpikir dan bertindak. Juga hukum syara' sebagai pengontrol perbuatan manusia. Semuanya menjadi seimbang.

Seorang pemimpin, wajib hukumnya menerapkan Islam secara Kaffah di tengah-tengah umat tanpa terkecuali. Seperti Rasulullah menjaga pandangan umat dengan menerapkan aturan wajibnya menutup aurat bagi laki-laki dan perempuan. Juga mengatur strategi perang agar muslim menang di setiap pertempuran. Mengatur distribusi ekonomi secara merata hingga tak ada lagi keluh kesah rakyat akibat kelaparan.

Juga kebijakan penetapan gaji pegawai negara sebatas kebutuhan saja. Sehingga tidak menimbulkan iming-iming kekayaan harta yang berdampak pada perebutan jabatan. Selain itu, Rasulullah menyebarkan Islam melalui dakwah dan jihad. Membebaskan negeri-negeri dari jerat kekufuran.

Kebijakan sesuai hukum syara' juga terlihat pada kepemimpinan setelah Rasulullah. Abu Bakar As Sidiq, Umar bin Khathab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan para Khalifah setelahnya.

Semua dilakukan atas dasar hukum syara'. Bukan menuruti keinginan sebagian dan mengabaikan yang lain seperti dalam sistem Demokrasi.

 

Ulama Pemimpin Umat

Ulama adalah warisan Rasulullah yang bertugas meneruskan estafet dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia. Membebaskan manusia dari segala bentuk kemungkaran dan kemunafikan. Juga dari penghambaan kepada selain Allah. Dalam dirinya tercermin pancaran ketaatan. Hanya mengajak manusia pada kebaikan yang diridhai Allah. Bukan kesesatan yang menimbulkan murka.

Ia berada di garda terdepan saat Islam dilecehkan. Tegas atas pengambilan kebijakan yang irrelevan dengan prinsip Islam. Ulama hanya mau Islam satu-satunya landasan lahirnya berbagai kebijakan. Menurutnya hukum Allah adalah hukum tertinggi atas segala hukum.

Juga berkaca dari kepemimpinan Rasulullah dan para sahabat diatas. Senantiasa menjadikan Islam sebagai poros utama sistem pemerintahan. Demi menjaga kesejahteraan umat. Tanpa melirik poros lain yang notabene tidak memahami Islam. Terlebih bahkan mereka berbeda Aqidah. Seperti itulah selayaknya jika ulama memimpin umat. Wallahu a'lam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Latest News
Yusuf Deedat, Putra Kristolog Terkemuka Ahmad Deedat Kritis Setelah Ditembak di Kepala

Yusuf Deedat, Putra Kristolog Terkemuka Ahmad Deedat Kritis Setelah Ditembak di Kepala

Jum'at, 17 Jan 2020 18:45

Saudi Bayar Kompensasi 10 Warga Malaysia Korban Tragedi Jatuhnya Crane di Masjidil Haram

Saudi Bayar Kompensasi 10 Warga Malaysia Korban Tragedi Jatuhnya Crane di Masjidil Haram

Jum'at, 17 Jan 2020 18:15

11 Anggota Pasukan AS Alami Geger Otak Akibat Serangan Rudal Iran di Pangkalan Udara Al-Assad Irak

11 Anggota Pasukan AS Alami Geger Otak Akibat Serangan Rudal Iran di Pangkalan Udara Al-Assad Irak

Jum'at, 17 Jan 2020 17:45

Keluarga Korban Pesawat Penumpang Ukiraina yang Ditembak Jatuh Militer Iran Tuntut Kompensasi

Keluarga Korban Pesawat Penumpang Ukiraina yang Ditembak Jatuh Militer Iran Tuntut Kompensasi

Jum'at, 17 Jan 2020 17:19

Ketika KPK Sudah Jinak

Ketika KPK Sudah Jinak

Jum'at, 17 Jan 2020 15:25

LPPOM MUI: Uhamka Kampus Pertama di Indonesia Miliki Kantin Tersertifikasi Halal

LPPOM MUI: Uhamka Kampus Pertama di Indonesia Miliki Kantin Tersertifikasi Halal

Jum'at, 17 Jan 2020 08:55

Kunjungi PP Muhammadiyah, Menhub Bahas Kerjasama Pendidikan Kelautan dan Kemaritiman

Kunjungi PP Muhammadiyah, Menhub Bahas Kerjasama Pendidikan Kelautan dan Kemaritiman

Jum'at, 17 Jan 2020 08:36

Majelis Taklim Al Islah dan WMI Bagikan Paket Sekolah untuk Korban Bencana Bogor

Majelis Taklim Al Islah dan WMI Bagikan Paket Sekolah untuk Korban Bencana Bogor

Jum'at, 17 Jan 2020 08:24

PDIP Melecehkan KPK dan Hukum

PDIP Melecehkan KPK dan Hukum

Jum'at, 17 Jan 2020 07:18

Mampukah Jokowi Menjinakkan Banteng?

Mampukah Jokowi Menjinakkan Banteng?

Kamis, 16 Jan 2020 23:27

Korupsi Menggurita, Rakyat Sengsara

Korupsi Menggurita, Rakyat Sengsara

Kamis, 16 Jan 2020 22:42

Afiliasi Islamic State Bebaskan 5 Pekerja Bantuan Lokal yang Mereka Culik di Nigeria Timur

Afiliasi Islamic State Bebaskan 5 Pekerja Bantuan Lokal yang Mereka Culik di Nigeria Timur

Kamis, 16 Jan 2020 22:00

Israel Khawatir Akan Kemenangan Hamas Jika Mahmoud Abbas Meninggal

Israel Khawatir Akan Kemenangan Hamas Jika Mahmoud Abbas Meninggal

Kamis, 16 Jan 2020 21:35

AS Pertimbangkan Untuk Hentikan Bantuan Militer ke Irak Jika Pasukannya Diusir

AS Pertimbangkan Untuk Hentikan Bantuan Militer ke Irak Jika Pasukannya Diusir

Kamis, 16 Jan 2020 21:15

Fraksi PKS Resmi Usulkan Pansus Jiwasraya dan Hak Interpelasi BPJS

Fraksi PKS Resmi Usulkan Pansus Jiwasraya dan Hak Interpelasi BPJS

Kamis, 16 Jan 2020 21:06

Turki Bantah Beri Kewarganegaran untuk Warga Suriah yang Berperang di Libya

Turki Bantah Beri Kewarganegaran untuk Warga Suriah yang Berperang di Libya

Kamis, 16 Jan 2020 20:39

Mimpi Digauli Suami, Haruskah Mandi?

Mimpi Digauli Suami, Haruskah Mandi?

Kamis, 16 Jan 2020 20:34

Aktifis Kulluna Maryam dari Al Quds Sambangi Muslimah Wahdah Islamiyah

Aktifis Kulluna Maryam dari Al Quds Sambangi Muslimah Wahdah Islamiyah

Kamis, 16 Jan 2020 20:00

IPCN Gandeng WMI Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Kawasan Terisolir Jasinga dan Lebak

IPCN Gandeng WMI Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Kawasan Terisolir Jasinga dan Lebak

Kamis, 16 Jan 2020 19:38

Peluang Jokowi Jadi Ketum PDIP

Peluang Jokowi Jadi Ketum PDIP

Kamis, 16 Jan 2020 16:28


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X