Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.229 views

Guru ‘Impor’ untuk Guru

GURU adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Sebuah gelar yang tak biasa. Sebab, tugas dan tanggungjawabnya amatlah luar biasa. Ialah penentu kualitas generasi bangsa ini. Baik buruknya guru akan berdampak pada generasi yang dididiknya. Itulah mengapa guru itu digugu lan ditiru. Digugu ilmunya, ditiru perilakunya.

Begitu besar pengorbanan guru dalam mewujudkan generasi yang berkarakter dan berprestasi. Tanpa guru, tak ada ilmu yang diajarkan. Karena guru adalah penyampai ilmu laksana pelita di gelap gulita. Setingi-tingginya jabatan seseorang ia tak akan sampai pada jabatan tersebut tanpa seorang guru. Sepintar-pintarnya seseorang ia tetaplah membutuhkan guru untuk mengajarkannya ilmu.

Tuntutan beban dan tanggung jawab seorang guru begitu tinggi. Selain harus membentuk generasi cerdas dan beradab, mereka juga harus berjibaku melawan kerusakan moral akibat kehidupan sekular, liberal, dan kapital. Tak jarang kita jumpai kasus kekerasan, pelecehan hingga pembunuhan mewarnai kelamnya dunia pendidikan kita. Terlebih tantangan guru meghadapi era globalisasi. Guru dituntut bekerja profesional dan kekinian. Tak gagap teknologi dan ketinggalan zaman.

Hal itulah yang melatarbelakangi wacana impor pelatih asing untuk guru bangsa. Wacana itu mengemuka setelah Menteri PMK, Puan Maharani saat menghadiri diskusi Musrenbangnas di Jakarta, Kamis (9/5/2019). "Kita ajak guru dari luar negeri untuk mengajari ilmu-ilmu yang dibutuhkan di Indonesia," katanya.

Mendikbud, Muhadjir Effendy, mengatakan guru yang didatangkan dari luar negeri bertujuan untuk melatih guru-guru maupun instruktur yang ada di Tanah Air. Menanggapi wacana itu, respon pun bermunculan. Salah satunya dari Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rasidi. Ia menolak tegas rencana impor guru. Menurutnya, hal itu mengancam nasionalisme dan rasa keadilan terhadap guru honorer. Wacana itu memang menimbulkan polemik baru di tengah kemelut masalah yang menggelayuti Indonesia. Hal ini terjadi karena:

Pertama, sistem saat ini belum mampu memunculkan guru berkualitas dalam aspek Iptek (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) dan Imtak (Iman dan Takwa). Di alam sekularisme, menghasilkan sosok guru beriman dan bertakwa sangat sulit. Faktor agama tak menjadi ukuran seorang guru. Yang penting lulus ujian, memiliki gelar, dan sertifikat mengajar. Dalam lingkungan kapitalis, meraih gelar setinggi-tingginya di dunia pendidikan haruslah bermodal materi yang cukup. Meski, ada pula yang tanpa modalpun bisa meraih gelar tinggi. Itupun jarang.

Kedua, jumlah sarjana pendidikan di Indonesia cukup besar. Tak cukupkah memberdayakan SDM dalam negeri untuk meningkatkan kualitas guru bangsa disini? Sampai harus mendatangkan instruktur dan senior expert dari luar negeri. Indonesia  memiliki banyak instruktur pendidikan yang cakap dan mumpuni. Jadi, wacana itu nampaknya perlu dikaji lagi. Sebab, orang-orang cerdas di Indonesia masih banyak. Hanya saja negara belum memberdayakannya secara maksimal.

Ketiga, mendatangkan guru luar negeri tentu menambah beban biaya negara. Sementara, nasib guru honorer masih terkatung-katung. Alangkah baiknya biaya guru luar negeri itu dialokasikan untuk peningkatan kesejahteraan guru honorer yang gajinya jauh dibawah standar. Masih banyak guru honorer yang mendapat gaji jauh dari kelayakan.

Masalah pendidikan kita bukan sekadar soal profesionalisme guru saja, akan tetapi semua aspek juga harus menjadi perhatian. Revitalisasi seluruh komponen pendidikan adalah hal mendasar yang harus dilakukan. Utamanya asas dari sistem pendidikan itu sendiri. Mulai dari regulasi, manajemen, SDM, fasilitas, kesejahteraan, layanan pendidikan hingga pembentukan karakter peserta didik.

Dalam Islam, pendidikan menjadi tanggung jawab negara. Membentuk keshalihan personal dan komunal bagi para guru dan siswa. Melayani dan memfasilitasi generasi agar berilmu dan berakhlak mulia. Memberi kesejahteraan bagi para guru dengan gaji yang layak. Semuanya akan terwujud manakala Islam dijadikan sebagai sistem kehidupan berbangsa dan bernegara. Negara mandiri dan berdikari membangun peradaban gemilang. Tanpa ada ketergantungan terhadap asing dan peradabannya.**

Chusnatul Jannah

Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Kemenkes: 88 dari 100 ribu Orang Meninggal Akibat Rokok

Kemenkes: 88 dari 100 ribu Orang Meninggal Akibat Rokok

Kamis, 01 Oct 2020 22:18

Bangkitnya Komunis Satukan Umat

Bangkitnya Komunis Satukan Umat

Kamis, 01 Oct 2020 22:07

Iran Seludupkan Senjata Ke Pemberontak Syi'ah Houtsi di Yaman Melalui Pangkalan di Somalia

Iran Seludupkan Senjata Ke Pemberontak Syi'ah Houtsi di Yaman Melalui Pangkalan di Somalia

Kamis, 01 Oct 2020 21:45

Islamic State Perintahkan Anggotanya Lancarkan Serangan di Turki Setiap Bulan

Islamic State Perintahkan Anggotanya Lancarkan Serangan di Turki Setiap Bulan

Kamis, 01 Oct 2020 20:45

Mesir Hukum 2 Influencer TikTok Wanita Enam Tahun Penjara Karena 'Mendorong Prostitusi'

Mesir Hukum 2 Influencer TikTok Wanita Enam Tahun Penjara Karena 'Mendorong Prostitusi'

Kamis, 01 Oct 2020 20:30

Jajak Pendapat: Hampir Setengah Anggota Partai Konservatif Inggris Percaya Islam Adalah Ancaman

Jajak Pendapat: Hampir Setengah Anggota Partai Konservatif Inggris Percaya Islam Adalah Ancaman

Kamis, 01 Oct 2020 20:05

Turki Akan Kirim Dukungan Militer ke Azerbaijan Jika Diminta

Turki Akan Kirim Dukungan Militer ke Azerbaijan Jika Diminta

Kamis, 01 Oct 2020 19:47

Menjaga Pelita Kehidupan

Menjaga Pelita Kehidupan

Kamis, 01 Oct 2020 16:37

Hati-hati, Hallyu Cuma Bikin Halu

Hati-hati, Hallyu Cuma Bikin Halu

Kamis, 01 Oct 2020 16:14

Film G30S/PKI, Jejak Sejarah ideologi

Film G30S/PKI, Jejak Sejarah ideologi

Kamis, 01 Oct 2020 16:10

Indonesia Darurat Keamanan Ulama?

Indonesia Darurat Keamanan Ulama?

Kamis, 01 Oct 2020 16:06

IDEAS: Penciptaan Lapangan Kerja Jangan Korbankan Kesejahteraan Pekerja

IDEAS: Penciptaan Lapangan Kerja Jangan Korbankan Kesejahteraan Pekerja

Kamis, 01 Oct 2020 16:03

PKI Subur Bersama Rezim Otoriter

PKI Subur Bersama Rezim Otoriter

Kamis, 01 Oct 2020 15:59

BWA Ubah Lahan Tidur di Cireunghas Jadi Wakaf Produktif

BWA Ubah Lahan Tidur di Cireunghas Jadi Wakaf Produktif

Kamis, 01 Oct 2020 15:56

Satu Pekan Diberlakukan PSBB, Kasus COVID-19 Klaster Perkantoran di DKI Menurun

Satu Pekan Diberlakukan PSBB, Kasus COVID-19 Klaster Perkantoran di DKI Menurun

Kamis, 01 Oct 2020 11:47

Tak Terbayangkan Kalau Dulu PKI Menang dan Berkuasa

Tak Terbayangkan Kalau Dulu PKI Menang dan Berkuasa

Kamis, 01 Oct 2020 11:21

 Orang dengan Obesitas Lebih Mudah Terpapar Virus

Orang dengan Obesitas Lebih Mudah Terpapar Virus

Kamis, 01 Oct 2020 11:16

Mushola Jadi Sasaran Vandalisme, Kearifan Warga Sekitar Patut Diapresiasi

Mushola Jadi Sasaran Vandalisme, Kearifan Warga Sekitar Patut Diapresiasi

Kamis, 01 Oct 2020 11:08

Muslim India Kecewa Pengadilan Vonis Bebas Terdakwa Konspirator Penghancuran Masjid Babri

Muslim India Kecewa Pengadilan Vonis Bebas Terdakwa Konspirator Penghancuran Masjid Babri

Rabu, 30 Sep 2020 22:40

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lakukan 65.971 Pelanggaran Terhadap Anak-anak Yaman

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lakukan 65.971 Pelanggaran Terhadap Anak-anak Yaman

Rabu, 30 Sep 2020 20:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X