Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.932 views

Guru ‘Impor’ untuk Guru

GURU adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Sebuah gelar yang tak biasa. Sebab, tugas dan tanggungjawabnya amatlah luar biasa. Ialah penentu kualitas generasi bangsa ini. Baik buruknya guru akan berdampak pada generasi yang dididiknya. Itulah mengapa guru itu digugu lan ditiru. Digugu ilmunya, ditiru perilakunya.

Begitu besar pengorbanan guru dalam mewujudkan generasi yang berkarakter dan berprestasi. Tanpa guru, tak ada ilmu yang diajarkan. Karena guru adalah penyampai ilmu laksana pelita di gelap gulita. Setingi-tingginya jabatan seseorang ia tak akan sampai pada jabatan tersebut tanpa seorang guru. Sepintar-pintarnya seseorang ia tetaplah membutuhkan guru untuk mengajarkannya ilmu.

Tuntutan beban dan tanggung jawab seorang guru begitu tinggi. Selain harus membentuk generasi cerdas dan beradab, mereka juga harus berjibaku melawan kerusakan moral akibat kehidupan sekular, liberal, dan kapital. Tak jarang kita jumpai kasus kekerasan, pelecehan hingga pembunuhan mewarnai kelamnya dunia pendidikan kita. Terlebih tantangan guru meghadapi era globalisasi. Guru dituntut bekerja profesional dan kekinian. Tak gagap teknologi dan ketinggalan zaman.

Hal itulah yang melatarbelakangi wacana impor pelatih asing untuk guru bangsa. Wacana itu mengemuka setelah Menteri PMK, Puan Maharani saat menghadiri diskusi Musrenbangnas di Jakarta, Kamis (9/5/2019). "Kita ajak guru dari luar negeri untuk mengajari ilmu-ilmu yang dibutuhkan di Indonesia," katanya.

Mendikbud, Muhadjir Effendy, mengatakan guru yang didatangkan dari luar negeri bertujuan untuk melatih guru-guru maupun instruktur yang ada di Tanah Air. Menanggapi wacana itu, respon pun bermunculan. Salah satunya dari Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rasidi. Ia menolak tegas rencana impor guru. Menurutnya, hal itu mengancam nasionalisme dan rasa keadilan terhadap guru honorer. Wacana itu memang menimbulkan polemik baru di tengah kemelut masalah yang menggelayuti Indonesia. Hal ini terjadi karena:

Pertama, sistem saat ini belum mampu memunculkan guru berkualitas dalam aspek Iptek (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) dan Imtak (Iman dan Takwa). Di alam sekularisme, menghasilkan sosok guru beriman dan bertakwa sangat sulit. Faktor agama tak menjadi ukuran seorang guru. Yang penting lulus ujian, memiliki gelar, dan sertifikat mengajar. Dalam lingkungan kapitalis, meraih gelar setinggi-tingginya di dunia pendidikan haruslah bermodal materi yang cukup. Meski, ada pula yang tanpa modalpun bisa meraih gelar tinggi. Itupun jarang.

Kedua, jumlah sarjana pendidikan di Indonesia cukup besar. Tak cukupkah memberdayakan SDM dalam negeri untuk meningkatkan kualitas guru bangsa disini? Sampai harus mendatangkan instruktur dan senior expert dari luar negeri. Indonesia  memiliki banyak instruktur pendidikan yang cakap dan mumpuni. Jadi, wacana itu nampaknya perlu dikaji lagi. Sebab, orang-orang cerdas di Indonesia masih banyak. Hanya saja negara belum memberdayakannya secara maksimal.

Ketiga, mendatangkan guru luar negeri tentu menambah beban biaya negara. Sementara, nasib guru honorer masih terkatung-katung. Alangkah baiknya biaya guru luar negeri itu dialokasikan untuk peningkatan kesejahteraan guru honorer yang gajinya jauh dibawah standar. Masih banyak guru honorer yang mendapat gaji jauh dari kelayakan.

Masalah pendidikan kita bukan sekadar soal profesionalisme guru saja, akan tetapi semua aspek juga harus menjadi perhatian. Revitalisasi seluruh komponen pendidikan adalah hal mendasar yang harus dilakukan. Utamanya asas dari sistem pendidikan itu sendiri. Mulai dari regulasi, manajemen, SDM, fasilitas, kesejahteraan, layanan pendidikan hingga pembentukan karakter peserta didik.

Dalam Islam, pendidikan menjadi tanggung jawab negara. Membentuk keshalihan personal dan komunal bagi para guru dan siswa. Melayani dan memfasilitasi generasi agar berilmu dan berakhlak mulia. Memberi kesejahteraan bagi para guru dengan gaji yang layak. Semuanya akan terwujud manakala Islam dijadikan sebagai sistem kehidupan berbangsa dan bernegara. Negara mandiri dan berdikari membangun peradaban gemilang. Tanpa ada ketergantungan terhadap asing dan peradabannya.**

Chusnatul Jannah

Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Latest News
Hak Anak dalam Islam

Hak Anak dalam Islam

Selasa, 19 Nov 2019 19:31

Tanah Airku Rusak karena Kemaksiatan

Tanah Airku Rusak karena Kemaksiatan

Selasa, 19 Nov 2019 18:43

Kapitalisme Menggerus Naluri  Keibuan

Kapitalisme Menggerus Naluri Keibuan

Selasa, 19 Nov 2019 17:45

Menyoal Sertifikasi Perkawinan

Menyoal Sertifikasi Perkawinan

Selasa, 19 Nov 2019 16:39

Menakar Substansi Sertifikat Nikah

Menakar Substansi Sertifikat Nikah

Selasa, 19 Nov 2019 15:53

Bershalawat Sebelum Adzan, Adakah Dalilnya?

Bershalawat Sebelum Adzan, Adakah Dalilnya?

Selasa, 19 Nov 2019 15:00

Kampung Isinya Cuma 20 Orang, Tapi Terima Dana Desa Rp 1 Miliar

Kampung Isinya Cuma 20 Orang, Tapi Terima Dana Desa Rp 1 Miliar

Selasa, 19 Nov 2019 14:42

Fenomena Generasi Z

Fenomena Generasi Z

Selasa, 19 Nov 2019 13:24

Mengukur Integritas dan Ketegasan Anies

Mengukur Integritas dan Ketegasan Anies

Selasa, 19 Nov 2019 13:06

GPII Minta PBB Beri Sanksi Israel

GPII Minta PBB Beri Sanksi Israel

Selasa, 19 Nov 2019 12:50

3 Pilot Rezim Assad Tewas Saat Bom Barel yang Dimuat di Helikopter Meledak

3 Pilot Rezim Assad Tewas Saat Bom Barel yang Dimuat di Helikopter Meledak

Selasa, 19 Nov 2019 11:45

Politisi PDIP Minta Kasus Sukmawati Tak Diperpanjang, Wasekjen MUI: Enak Saja

Politisi PDIP Minta Kasus Sukmawati Tak Diperpanjang, Wasekjen MUI: Enak Saja

Selasa, 19 Nov 2019 11:26

Heboh Maulid Nabi di Vihara, Tokoh Kristen Papua: Itu Bukan Toleransi

Heboh Maulid Nabi di Vihara, Tokoh Kristen Papua: Itu Bukan Toleransi

Selasa, 19 Nov 2019 10:42

Mevlut Cavusoglu: Turki Akan Luncurkan Serangan ke Suriah Jika YPG Tidak Dibersihkan

Mevlut Cavusoglu: Turki Akan Luncurkan Serangan ke Suriah Jika YPG Tidak Dibersihkan

Selasa, 19 Nov 2019 10:15

Kapolda Sumut: Latihan Berkuda dan Memanah untuk Apa?

Kapolda Sumut: Latihan Berkuda dan Memanah untuk Apa?

Selasa, 19 Nov 2019 09:28

AS Nyatakan Pemukiman Israel di Tepi Barat yang Diduduki Sekarang 'Legal'

AS Nyatakan Pemukiman Israel di Tepi Barat yang Diduduki Sekarang 'Legal'

Selasa, 19 Nov 2019 09:15

Al-Shabaab Rebut Sebuah Kota di Wilayah Somaliland Untuk Pertama Kali

Al-Shabaab Rebut Sebuah Kota di Wilayah Somaliland Untuk Pertama Kali

Selasa, 19 Nov 2019 08:46

DPR Setuju Regulasi Investasi Disederhanakan

DPR Setuju Regulasi Investasi Disederhanakan

Selasa, 19 Nov 2019 08:21

Adakah Manusia yang Mampu Menandingi Nabi Muhammad?

Adakah Manusia yang Mampu Menandingi Nabi Muhammad?

Selasa, 19 Nov 2019 07:40

Dukungan kepada MUI Jatim, Cukup Satu Salam

Dukungan kepada MUI Jatim, Cukup Satu Salam

Selasa, 19 Nov 2019 02:44


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X