Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.301 views

Mengais Recehan Membiarkan yang Triliunan

INDONESIA negeri yang kaya dengan beragam kuliner nikmat. Salah satunya yaitu pempek (empek-empek). Kuliner khas dari Sumatera Selatan ini hampir bisa ditemukan dengan sangat mudah di kota Palembang. Mulai di pinggir-pinggir jalan hingga restoran berkelas.

Namun ironis, ditengah geliat  penjual pempek mencari kepingan rupiah, pemerintah dengan zalimnya memberlakukan pajak untuk pempek. Usai menerapkan pajak untuk nasi bungkus pada beberapa rumah makan yang sudah dipasangi e-tax, kini Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang mengawasi warung-warung pempek. Tiap pembelian pempek, baik makan ditempat maupun bungkus akan dikenakan pajak 10 persen. Dikutip dari Gelora.co (7/7).

“Pendapatan mereka setiap hari kita tahu data kongkritnya, jadi nominal pajak yang kita terima valid”, kata Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang, Sulaiman Amin usai memantau pemasangan e-tax di Rumah Makan Pindang Simpang Bandara Palembang. (Minggu, 7/7/2019). Menurut Sulaiman, untuk pembelian pempek yang dipaket atau dibungkus akan dikenakan pajak. Sebab pajak dari sektor pempek sangat besar. Hanya saja selama ini belum digarap secara maksimal.

Tak cukup memalak penjual pempek, sasaran rezim selanjutnya adalah tarif cukai plastik dan bea materai. Menteri Keuangan Sri Mulyani telah mengusulkan rencana pengenaan cukai plastik kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI). Ia pun optimis penerapan cukai kantong plastik bisa dilakukan tahun ini. Dikutip dari cnbcindonesia.com (2/7)

Sebenarnya, Indonesia mempunyai sumber pendapatan lain yang jauh lebih besar dibandingkan menarik  pajak dari para penjual. Dan sektor ini belum digarap dengan optimal. Misalkan saja, Indonesia memiliki emas kualitas terbaik di dunia. Secara kuantitas, emas di Papua merupakan tambang emas terluas dengan produksi terbanyak per tahunnya. Namun sayangnya, produksi emas di Papua masih dikuasai Freeport Mc Moran asal Amerika.

Dikutip dari detikfinance, 14/7/2018. Nilai kekayaan yang dikeruk Freeport sangat besar. Pajak Freeport sekitar Rp.103 trilyun. Menurut Menkeu, penerimaan ini masih bisa lebih besar.

Bagaimana dengan migas?. Di Indonesia ada sekitar 276 blok migas yang dikuasai pihak asing. Ini menunjukkan bahwa negeri ini masih dijajah oleh pihak asing. Walaupun penjajahannya tidak dalam bentuk fisik (peperangan). Namun penjajahannya dalam bentuk menguasai SDA.

Inilah bukti nyata, betapa rezim yang berkuasa sudah mendzalimi rakyatnya. SDA yang melimpah ruah tidak dikelola untuk mensejahterakan rakyat. Namun, rezim justru memilih menarik pajak dari para penjual yang tidak seberapa. Dibuatlah sejumlah kebijakan untuk melegitimasi aksi penguasa. Seakan-akan tindakan penguasa adalah tindakan yang sah-sah saja dilakukan. Rezim dengan mudahnya merampas hak masyarakat, dan mendadak amnesia dengan amanahnya mengurus urusan masyarakat.

Mengapa kekayaan alam Indonesia bisa dengan mudah dikelola pihak asing?. Ini terjadi karena sistem  kapitalis yang mencengkram negeri ini. Sistem ekonomi kapitalis  memberikan peluang pada perusahaan swasta dan asing  untuk mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya dari SDA yang dimiliki suatu negara, melalui pemberian izin konsesi pertambangan dan hak istimewa lainnya. Akibatnya keuntungannya tentu lebih banyak dinikmati pihak asing dibanding rakyat Indonesia sebagai pemilik SDA.

Padahal, Islam sebagai agama yang sempurna sudah mengatur terkait pengelolaan SDA. Rasulullah saw bersabda  “Umat Islam berserikat (memiliki hak yang sama) dalam tiga perkara : air, padang rumput, dan api”. (HR.Abu Dawud).

Sebagai pemilik, maka seluruh rakyat seharusnya bisa menikmati hasil dari SDA tersebut. Karena itu, negara wajib mengelola SDA sebaik-baiknya dan hasilnya dikembalikan pada rakyat. Bisa dalam bentuk berbagai fasilitas yang dinikmati dengan gratis atau harga yang terjangkau untuk seluruh lapisan masyarakat.

Bagaimana dengan pajak?. Dalam sistem kapitalis, pajak menjadi pendapatan utama negara. Ini berbeda dengan Islam yang mempunyai syariat yang khas untuk mengatur pendapatan negara. Dalam Islam, ada Baitul Mal yang merupakan pos yang dikhususkan untuk semua pemasukan atau pengeluaran harta yang menjadi hak kaum Muslim. Sumber pemasukan Baitul Mal diantaranya adalah fa’i, ghanimah, kharaj, jizyah, khumus, rikaz, tambang, serta zakat. Hanya saja harta zakat khusus untuk delapan kelompok (ashnaf) yang telah disebutkan di dalam Al-Qur’an.

Adapun pajak, maka Islam  tidak membolehkan pajak yang dipungut secara dzalim. Kalaupun ada pajak, maka hanya dipungut dari orang yang masuk kategori kaya dan sifatnya hanya sementara sampai kebutuhan dana terpenuhi.

Sudah saatnya kita kembali pada syariat Islam secara kaffah. Dengan Islam, maka negara bisa optimal dan mandiri mengelola SDA yang dimiliki. InsyaAllah negarapun bisa memperoleh pendapatan dalam jumlah yang besar. Sehingga tidak perlu lagi mengais-ngais recehan dari rakyatnya. Karena dengan syariat Islam kaffah, akan terwujud negara yang sejahtera, mandiri dan berpengaruh, InsyaAllah.*

Dahlia Kumalasari S.E.

Tinggal di Sidoarjo, Jawa Timur

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Anak yatim ini kritis tak sadarkan diri dibacok preman tak dikenal saat bekerja sebagai penjaga warnet. Tubuhnya terkapar tak sadarkan diri, bersimbah darah terluka parah di bagian leher, punggung,...

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Latest News
PBB Peringatkan 3 Juta Orang Berisiko Terkena Serangan di Barat Laut Suriah

PBB Peringatkan 3 Juta Orang Berisiko Terkena Serangan di Barat Laut Suriah

Kamis, 22 Aug 2019 16:37

Ekonom Abdalla Hamdok Jadi PM Sudan yang Baru dari Warga Sipil

Ekonom Abdalla Hamdok Jadi PM Sudan yang Baru dari Warga Sipil

Kamis, 22 Aug 2019 16:29

Soal UAS dan FPI, HNW Tegur Media Ini Berkali-kali

Soal UAS dan FPI, HNW Tegur Media Ini Berkali-kali

Kamis, 22 Aug 2019 15:15

Memperbaiki Negara Kita Agar Lebih Baik

Memperbaiki Negara Kita Agar Lebih Baik

Kamis, 22 Aug 2019 15:00

Pidato Jokowi Dikritik karena Tak Singgung Perdagangan Orang

Pidato Jokowi Dikritik karena Tak Singgung Perdagangan Orang

Kamis, 22 Aug 2019 14:15

Ekonomi Kembali Terancam Nyungsep

Ekonomi Kembali Terancam Nyungsep

Kamis, 22 Aug 2019 13:15

Ketika #IndonesiaTanpaJIL Menjawab Cuitan Abu Janda

Ketika #IndonesiaTanpaJIL Menjawab Cuitan Abu Janda

Kamis, 22 Aug 2019 12:26

Pertanggungjawaban APBN Gagal Penuhi Target Ekonomi

Pertanggungjawaban APBN Gagal Penuhi Target Ekonomi

Kamis, 22 Aug 2019 12:15

Masalah Bendera

Masalah Bendera

Kamis, 22 Aug 2019 11:39

Muhammadiyah Sampaikan Strategi Kebijakan Penanggulangan Bencana di Forum ASEAN

Muhammadiyah Sampaikan Strategi Kebijakan Penanggulangan Bencana di Forum ASEAN

Kamis, 22 Aug 2019 11:23

Musuh Abadi Rakyat: Pemimpin Berjiwa Feodal

Musuh Abadi Rakyat: Pemimpin Berjiwa Feodal

Kamis, 22 Aug 2019 11:15

Pemerintah Yaman Ancam Ambil Langkah Hukum untuk Hentikan Dukungan UEA pada Separatis

Pemerintah Yaman Ancam Ambil Langkah Hukum untuk Hentikan Dukungan UEA pada Separatis

Kamis, 22 Aug 2019 10:35

#IndonesiaTanpaJIL, Komunitas Santai yang Ngegas Saat Bela Agama

#IndonesiaTanpaJIL, Komunitas Santai yang Ngegas Saat Bela Agama

Kamis, 22 Aug 2019 10:15

Menteri Israel Ancam Serangan Berikutnya ke Gaza Akan Lebih Parah dari 2014

Menteri Israel Ancam Serangan Berikutnya ke Gaza Akan Lebih Parah dari 2014

Kamis, 22 Aug 2019 09:34

AS Tawarkan Hadiah 5 Juta USD untuk Informasi Keberadaan 3 Pimpinan Islamic State

AS Tawarkan Hadiah 5 Juta USD untuk Informasi Keberadaan 3 Pimpinan Islamic State

Kamis, 22 Aug 2019 08:33

Bekasi dan Depok Ingin Gabung Jakarta, Fahira: Ide yang Menarik

Bekasi dan Depok Ingin Gabung Jakarta, Fahira: Ide yang Menarik

Kamis, 22 Aug 2019 01:13

Mendadak Ajal, 'Cuma' Begini Saja?

Mendadak Ajal, 'Cuma' Begini Saja?

Rabu, 21 Aug 2019 23:53

Infrastruktur Ibu Kota Baru Dibiayai Swasta, Mardani: Dapat Ancam Kedaulatan Nasional

Infrastruktur Ibu Kota Baru Dibiayai Swasta, Mardani: Dapat Ancam Kedaulatan Nasional

Rabu, 21 Aug 2019 23:26

Demokrasi bukan Habitat Umat Islam

Demokrasi bukan Habitat Umat Islam

Rabu, 21 Aug 2019 22:47

FDP dan Dewan Dakwah Aceh Biayai Kuliah 35 Mahasiswa Kurang Mampu

FDP dan Dewan Dakwah Aceh Biayai Kuliah 35 Mahasiswa Kurang Mampu

Rabu, 21 Aug 2019 22:16


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X