Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.742 views

Kenaikan BPJS: Bukti Solidaritas yang Tak Berbalas

 

IURAN BPJS kembali naik hingga dua kali lipat untuk golongan I dan II dan berlaku mulai 1 Juli 2020, sedang golongan III akan naik pada 2021. Iuran kelas I ditetapkan Rp 150.000 per orang per bulan untuk Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP). Iuran kelas II ditetapkan sebesar Rp 100.000 per orang per bulan. Sementara, kelas III ditetapkan Rp 25.500 dan akan menjadi Rp 35.000 pada tahun 2021 dan seterusnya detikFinance (15/5).

Sebagaimana dilansir oleh CNBC Indonesia (14/5), Pelaksana Tugas Deputi 2 Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Abetnego Tarigan menuturkan bahwa kenaikan BPJS ini merupakan bentuk solidaritas rakyat kepada negara, yang menjadi penting dalam kondisi seperti ini. "Jadi justru semangat solidaritas kita di dalam situasi ini. Yang menjadi penting itu perlu dimonitor oleh masyarakat, setelah ini dijalankan hal-hal buruk apalagi yang masih terjadi," ujarnya.

Melihat fakta yang kian miris di tengah kondisi krisis ini maka wajar jika Din Syamsuddin, sekretaris umum Majelis Ulama Indonesia periode 2000-2005, sampai mengeluarkan pernyataan bahwa penetapan kenaikan iuran BPJS ini adalah sebagai bentuk kezaliman yang nyata. "Keputusan itu merupakan bentuk kezaliman yang nyata, dan lahir dari pemimpin yang tidak merasakan penderitaan rakyat," tuturnya (VIVA.co.id 15/5).

Setidaknya ada dua poin yang bisa kita soroti dari peristiwa ini. Pertama, sejak awal kemunculannya BPJS memang banyak menuai kontradiksi. Menjadi wajar sebab negara sejatinya menyerahkan tanggungjawab atas jaminan kesehatan masyarakat kepada masing-masing pribadi. Kedua, tidaklah etis bagi negara “memalak” rakyat ditengah kondisi krisis seperti ini. Sudahlah untuk memenuhi kebutuhan hidup susah apalagi menanggung iuran BPJS yang kian meninggi.

Tidak dapat dipungkiri bahwa BPJS memang merupakan pengalihan tanggungjawab negara kepada setiap individu secara mandiri. Fasilitas kesehatan dikapitalisasi dan rakyat dituntut untuk memenuhi sendiri kebutuhan mendasarnya ini. Sungguh dalam pengaturan Islam hal yang demikian itu tidak akan pernah kita temui.

Aturan Islam menuntut negara bertanggungjawab penuh dalam menjamin kesehatan masyarakat. Hal ini nampak jelas pada pengadaan fasilitas-fasilitas kesehatan oleh negara yang disediakan secara gratis ketika Islam diterapkan secara komprehensif pada masanya. Sebut saja rumah sakit yang dibangun di Kairo oleh Khalifah Al-Mansyur pada tahun 1248 M yang mempunyai kapasitas hingga 8000 tempat tidur. Layanan berupa obat-obatan dan makanan diberikan secara gratis, disamping juga pakaian, bahkan uang saku yang cukup selama perawatan. Perawatan terhadap pasien juga tidak mengenal batas waktu. Perawatan terus dilakukan hingga pasien benar-benar sembuh dan sehat. Rumah sakit ini juga tidak pernah membedakan ras, warna kulit, dan  agama. Bahkan selain masjid juga disediakan kapel bagi yang beragama Kristen. Lantas darimana pembiayaannya? Dari pengelolaan secara mandiri sumber daya alam yang melimpah di setiap negeri kaum muslimin, yang kemudian dikumpulkan dan dikelola secara apik dalam pos-pos baitul maal.

Poin berikutnya, memaksa rakyat hadir untuk negara di saat negara sedang sulit adalah tindakan yang sangat tidak etis. Kondisi ini berbalik 180⁰ dari kewajiban negara yang sesungguhnya yang kini kian berusaha untuk ditepis. Negara yang pada hakikatnya berkewajiban menjadi penopang hidup rakyat, pengurus urusan mereka, penjamin kesejahterannya justru wajib hadir secara mutlak untuk meringankan beban rakyat di tengah kondisi krisis. Bukan malah berbantah dengan dalih keuangan negara yang semakin menipis.

Di sisi lain kita dapati proyek pemindahan ibu kota dan kartu prakerja dengan anggaran fantastis masih berjalan. Bukankah merupakan sebuah ketidaktepatan? Negara yang sedang minim pemasukan harusnya menggunakan anggaran dengan bijaksana dan penuh pertimbangan, bukan malah salah memprioritaskan. Selama ini yang senantiasa digaungkan adalah agar masyarakat menjaga kesehatan dan keselamatan dengan berbagai cara yang bisa mereka upayakan, namun jika negara memang menempatkannya sebagai sesuatu yang sangat penting lantas kenapa anggaran tidak dialokasikan? Dialokasikan pada kebutuhan yang lebih mendesak seperti penanganan Covid-19 dan penjaminan kesehatan masyarakat untuk menekan jumlah korban dan angka kematian.

Tiadalah sebanding pemindahan ibu kota dan kartu prakerja disandingkan dengan nyawa. Ditambah lagi fakta bahwa kebijakan kartu prakerja banyak menuai kontra. Bagaimana tidak, selain dari sejumlah uang yang masih harus dibayarkan oleh para peserta, materi yang didapatkan pun dirasa tiadalah setara, tersebab materi serupa banyak bersliweran di youtube yang bisa didapati secara gratis adanya.

Di tengah kondisi pandemi yang semkain runyam dan tak kunjung bisa dipastikan kapan akan berakhir, telah nyata dampaknya terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, utamanya ekonomi. Banyak di antara mereka yang sumber penghasilannya tak lagi didapati. Tiada lain sebab terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dan dirumahkan yang sejak lama telah disoroti. Sedang kebutuhan hidup tak pernah mengenal toleransi, maka “memalak” rakyat di kondisi seperti ini sungguh perbuatan yang keji.

Jika kita melihat pada pengaturan Islam, maka sepanjang sejarahnya tidak akan kita temui adanya “pemalakan” yang dilakukan oleh negara kepada rakyat sebagai bentuk solidaritas rakyat kepada negara. Dalam sistem Islam negara dalam wujud para pemimpinnya menyadari betul posisinya sebagai pelayan rakyat, bukan sebaliknya. Ketaqwaannya pada Allah ﷻadalah jaminan pelayannya terhadap rakyat. Ia sadar betul bahwa kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap kepala yang berada di bawah naungan kepemimpinannya. Dengan demikian maka negara akan hadir dengan sungguh di setiap pengurusan urusan rakyat.

Jika keseriusan pelayanan negara pada rakyat telah diwujudkan secara tuntas, maka kepuasan rakyat atas pelayanan negara akan berbuah pada kecintaan dan solidaritas. Solidaritas murni tanpa adanya pemaksaan negara yang bersifat culas. Sebab kita tahu betul jika terdapat pemaksaan di dalamnya, maka menjadi jelas ialah bukti solidaritas yang tak berbalas. Hadanallahu waiyyakum.*

Muntik A. Hidayah

Aktivis Dakwah Kampus dan Pegiat Literasi

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Mengulik Kehidupan Selebriti, untuk Apa?

Mengulik Kehidupan Selebriti, untuk Apa?

Senin, 29 Nov 2021 12:51

Jebakan Busuk Itu Bernama Terorisme

Jebakan Busuk Itu Bernama Terorisme

Senin, 29 Nov 2021 11:38

Pasca Putusan MK, Legislator Minta Proyek Food Estate di Lahan Hutan Dihentikan

Pasca Putusan MK, Legislator Minta Proyek Food Estate di Lahan Hutan Dihentikan

Senin, 29 Nov 2021 08:58

Urgen, Mari Support Dakwah Media Voa Islam

Urgen, Mari Support Dakwah Media Voa Islam

Senin, 29 Nov 2021 04:06

Masjid Dinasti Umayyah Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Irak

Masjid Dinasti Umayyah Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Irak

Ahad, 28 Nov 2021 22:04

Partai Gelora Mulai Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

Partai Gelora Mulai Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

Ahad, 28 Nov 2021 16:52

MK Putuskan UU Ciptaker Inkonsitusional, PKS: Bukti Pemerintah Gegabah

MK Putuskan UU Ciptaker Inkonsitusional, PKS: Bukti Pemerintah Gegabah

Ahad, 28 Nov 2021 16:28

Family Festival 3 Persembahan Adara Resmi Digelar

Family Festival 3 Persembahan Adara Resmi Digelar

Ahad, 28 Nov 2021 16:06

Ustaz Zaitun Rasmin: Manhaj Wasathiyah Menolak Terorisme

Ustaz Zaitun Rasmin: Manhaj Wasathiyah Menolak Terorisme

Ahad, 28 Nov 2021 15:07

Mengapa Sebutan Teror Inggris Untuk Hamas Kontraproduktif

Mengapa Sebutan Teror Inggris Untuk Hamas Kontraproduktif

Sabtu, 27 Nov 2021 21:33

Inggris Resmi Larang Hamas, Sebut Sebagai 'Kelompok Teroris Islam'

Inggris Resmi Larang Hamas, Sebut Sebagai 'Kelompok Teroris Islam'

Sabtu, 27 Nov 2021 20:22

Muhyidin Junaidi: Moderasi Islam dan Moderasi Beragama itu Tidak Sama

Muhyidin Junaidi: Moderasi Islam dan Moderasi Beragama itu Tidak Sama

Sabtu, 27 Nov 2021 19:54

Terkait Putusan MK soal UU Ciptaker, HNW: Sejak RUU, PKS Mengkritisi dan Menolaknya

Terkait Putusan MK soal UU Ciptaker, HNW: Sejak RUU, PKS Mengkritisi dan Menolaknya

Sabtu, 27 Nov 2021 12:42

Aksi Umat Islam di Solo Minta Pembebasan Tiga Ulama

Aksi Umat Islam di Solo Minta Pembebasan Tiga Ulama

Sabtu, 27 Nov 2021 11:32

MK Minta UU Cipta Kerja Diperbaiki, Fahira Idris: Buka Partisipasi Publik Seluas-luasnya dan Kedepan

MK Minta UU Cipta Kerja Diperbaiki, Fahira Idris: Buka Partisipasi Publik Seluas-luasnya dan Kedepan

Sabtu, 27 Nov 2021 11:27

MK Sebut Pembentukan UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Netty: Kenapa Tetap Berlaku?

MK Sebut Pembentukan UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Netty: Kenapa Tetap Berlaku?

Sabtu, 27 Nov 2021 10:19

Kader Muda MUI Kalimantan Deklarasi Siap Jadi Mujahid Digital

Kader Muda MUI Kalimantan Deklarasi Siap Jadi Mujahid Digital

Jum'at, 26 Nov 2021 22:28

Weleh, Prabowo Bertemu Itay Tagner

Weleh, Prabowo Bertemu Itay Tagner

Jum'at, 26 Nov 2021 21:25

Soal Permendikbud, Politisi: Tujuan Pendidikan Bukan untuk Merusak Moral

Soal Permendikbud, Politisi: Tujuan Pendidikan Bukan untuk Merusak Moral

Jum'at, 26 Nov 2021 17:20

Polisi Uzbekistan Paksa Pria Muslim Untuk Mencukur Jenggot

Polisi Uzbekistan Paksa Pria Muslim Untuk Mencukur Jenggot

Jum'at, 26 Nov 2021 17:15


MUI

Must Read!
X