Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
39.745 views

Ustadz Mudzakir Sebut Husein Al-Habsyi Bukan Syi'ah, Tapi Mazhab Syafi'i

SOLO (voa-islam.com) – Setelah dengan tegas menolak untuk mengkafirkan Syi’ah dan rezim Syi’ah Nushoiriyyah Bashar Assad yang teah membantai puluhan ribu kaum muslimin di Suriah, ustadz Mudzakkir juga membuat pernyataan kotroversial lainnya.

Selama ini, issue yang menyebar dan beredar di masyarakat, ustadz Mudzakkir merupakan salah satu pengajar di Yayasan Pesantren Islam (YAPI) Bangil yang terkenal sebagai lembaga pendidikan milik Syi’ah. Namun dengan tegas ia mengatakan bahwa dirinya bukan pengajar, tapi wakil kepala di YAPI.

“Soal YAPI, saya di YAPI itu bukan guru, tapi wakil kepala, jadi bukan guru biasa, saya wakil kepala,” kata sesi tanya jawab dalam kajian dengan tema “KEUNGGULAN SUNNI TERHADAP SYI’AH” di masjid Istiqlal Sumber Solo Jawa Tengah, pada Jum’at (12/7/2013) malam.

M Khalil Ali, jama’ah yang bertanya ini juga meminta pendapat ustadz Mudzakkir soal pimpinan YAPI Husein Al Habsyi yang terkenal sebagai tokoh Syi’ah.

...Soal YAPI, saya di YAPI itu bukan guru, tapi wakil kepala, jadi bukan guru biasa, saya wakil kepala...

Namun, jawaban ustadz Mudzakkir justru melawan arus dari fakta dan realita yang ada. Ustadz Mudzakkir mengatakan kalau Husein Al Habsyi bukan Syi’ah, tapi bermadzab Syafi’i.

“Saya sangat tau dengan beliau almarhum ustadz Husein Al Habsyi. Beliau membenarkan Syi’ah, maksudnya madzab Syi’ah itu benar. Tetapi beliau sendiri yang saya saksikan tetap berada di madzhab Syafi’i,” ungkapnya.

“Saya tidak berani ngomong bohong, khawatir kalau saya bohong, apalagi ngomong atas orang yang sudah meninggal dan disaksikan malaikat repot saya nanti di akhirat dalam mempertangungjawabkannya,” imbuhnya.

“Orang nuduh beliau Syi’ah, urusan mereka yang menuduh dengan yang dituduh nanti biar  dihitung di mahsyar saja. Saya tidak berani ikut menuduh beliau Syi’ah. Tapi nyatanya-nyatanya, yang tau nyatanya silahkan,” tandasnya.

...Saya sangat tau dengan beliau almarhum ustadz Husein Al Habsyi. Beliau membenarkan Syi’ah, maksudnya madzab Syi’ah itu benar. Tetapi beliau sendiri yang saya saksikan tetap berada di madzhab Syafi’i...

“Saya sama beliau sangat kenal karena saya orang kedua disitu, saya juga berkali-kali sewaktu belum punya istri di Bangil, kebetulan salah satu istri saya dari Bangil, di pondok Wahid Hasyim,"ujarnya.

"Saya biasa nginep ditempat beliau (Husein Al Habsyi -red), malem hari bangun, masing-masing sholat walaupun sendiri-sendiri saya saksikan, berkali-kali saya bertukar pikiran dengan beliau juga,” jelasnya.

“Dan dari bertukar pikiran itu saya meyakini beliau tetap berada di madzhab Syafi’i, saya kebutulan tidak bermadzhab Syafi’i, banyak amalan-amalan saya yang tidak mengikuti madzhab Syafi’i, seperti sholat Jum’at saya tidak sependapat dengan imam Syafi’i, dalam tawakuf diniyah tidak cocok dengan imam Syafi’i, dan masih banyak lagi, prinsipnya saya tidak bermadzhab Syafi’i, tetapi tidak memusuhi madzhab Syafi’i dan tidak mengkafirkan madzhab Syai’i sebagaimana juga madzhab-madzhab lainnya,” terangnya.

Tapi, pimpinan Ponpes Al Islam Gumuk Solo ini mengakui adanya murid-murid YAPI Bangil yang dikirim untuk belajar di Qum Iran, negeri yang mayoritas berpenduduk Syi’ah.

...Bahwa disana (YAPI -red) ada murid-murid yang dikirim ke Iran, belajar di Qum, yaa. Murid-murid saya dulunya, juga pernah belajar dengan saya, ya orang-orang itu mungkin saja diluar, mungkin saja mencaci maki sahabat, mungkin...

“Bahwa disana (YAPI -red) ada murid-murid yang dikirim ke Iran, belajar di Qum, yaa. Murid-murid saya dulunya, juga pernah belajar dengan saya, ya orang-orang itu mungkin saja diluar, mungkin saja mencaci maki sahabat, mungkin,” ujarnya.

“Sebab apa, nyatanya didepan saya, (mereka -red) tidak pernah berani mengatakan seperti itu. Karena apa, setiap ada orang, apalagi yang murid saya tidak pernah, yang orang lain pun, yang bukan murid saya, kadang-kadang agak kurang bener, saya katakan; kamu tau imam Ali? Itu imam Syi’ah atau bukan? Ya. Dia pemberani? Pemberani. Dia jujur? Omongannya bener? Omongannya bener. Lha wong dia ngomong khoirun-naas ba’da (sebaik-baik manusia setelah -red) Rasulullah Saw, Abu Bakar kemudian Umar Kok, wong mengatakan begitu, masalahnya seperti itu,” tambahnya.

Selain itu, ustadz Mudzakkir juga mengakui bahwa di YAPI ada orang-orang yang beraliran Syi’ah dan menyatakan dirinya sebagai seorang Syi’ah.

...Jadi kembali kepada persoalan tadi, di sana ada anak-anak yang jadi Syi’ah, (saya katakan –red) iya...

“Jadi kembali kepada persoalan tadi, di sana ada anak-anak yang jadi Syi’ah, (saya katakan –red) iya. Kepada saya tidak nyerang karena pekewuh saja, saya tau, pekewuh karena dia pernah belajar pada saya. Maaf-maaf masih punya adzab, untuk tidak memaki-maki saya, walaupun jengkel karena saya tidak mau mengikuti madzab mereka,” tegasnya.

“Saya juga pernah diajak mereka; ustadz, kalau gitu kenapa tidak masuk ke madzhab Syi’ah? Kalau kamu bisa memberikan kepada saya sesuatu, yang membandingi kemampuan saya dalam ilmu-ilmu ahlu sunnah, saya mungkin mempertimbangkan untuk pindah,” lanjutnya.

“Tapi kalau kamu ngasih saya kitab yang kecil-kecil begini, kitab haditsnya Kuniyah yang lebih dari 40 jilid itu saya punya. Tapi saya baca, lha piye tho nek aku kon ngikuti iki yo keliru now (lha gimana tho kalau saya disuruh ngikuti ini ya keliru -red), yo jauh dengan shohih bukhori, masalahnya begitu,” ucapnya.

Dia berkilah, bahwa secara lembaga, YAPI Bangil bukan lembaga pendidikan Syi’ah, namun jika ada murid-murid YAPI yang menjadi Syi’ah dibenarkan oleh ustadz Mudzakkir.

...Saya katakan mereka isi (Syi’ah -red) nya bukan lembaganya, sekarang ini cuma jadi SMA. Bahwa orangnya orang Syi’ah, iya. Wong kalau saya datang, mereka kalau bulan Sya’ban itu mereka mesti mengadakan Khol...

“Jadi, apakah disana itu yang Syi’ah, Syi’ah yang mana? Saya katakan mereka isi (Syi’ah -red) nya bukan lembaganya, sekarang ini cuma jadi SMA. Bahwa orangnya orang Syi’ah, iya. Wong kalau saya datang, mereka kalau bulan Sya’ban itu mereka mesti mengadakan Khol,” tuturnya.

“Saya diundang terus dan ndak pernah hadir, dan mereka tau kalau saya tidak akan pernah hadir kalau diundang, karena acara-acara seperti itu memang saya tidak pernah ikut. Itu yang terjadi sepeti itu, itu tentang YAPI,” jelasnya.

Mendengar jawaban tersebut alumni Persis Bangil ini merasa heran. Saat dimintai tanggapannya oleh voa-islam.com seusai acara, M Khalil Ali menyatakan, meskipun mendapat penjelasan seperti itu dari ustadz Mudzakkir, namun dia tidak percaya 100 %.

Pasalnya, yang terjadi di YAPI dan diketahui sendiri oleh Khalil Ali saat berada di Bangil, YAPI dan para pengurus maupun murid-muridnya getol menyampaikan ajaran Syi’ah. Husein Al Habsyi juga pernah berada di Husainiyah-nya Khomeini (lihat linknya: http://www.youtube.com/watch?v=SctkOk_PJHU ).

...Mendengar jawaban tersebut alumni Persis Bangil ini merasa heran. Pasalnya, yang terjadi di YAPI dan diketahui sendiri oleh Khalil Ali saat berada di Bangil, YAPI dan para pengurus maupun murid-muridnya getol menyampaikan ajaran Syi’ah...

Insiden bentrok di pesantren YAPI pada Bangil 15 Februari 2011 lalu, adalah akumulasi dari perselisihan yang telah mengakar sejak awal tahun sembilan puluhan. Kelompok Syi’ah di YAPI yang terus merongrong ahlu sunnah akhirnya marah dan terjadilah bentrokan.

Bermula dari ditemukannya surat rahasia Hussein Al Habsyi yang ditujukan kepada seseorang di Iran pada tahun 1993. Pihak YAPI tentunya kaget dengan terpublikasinya surat kepada seorang Syi’ah Iran itu (lihat linknya: http://aslibumiayu.wordpress.com/2012/08/30/fatwa-mui-tentang-syiah-di-indonesiadan-tindakan-kejahatan-yang-dilakukan-syiah-dari-dahulu-hingga-sekarang-di-indonesia/ ).

Sebab, surat itu berisi pernyataan Hussein Al Habsyi, bahwa ia membuat kedok menyembunyikan ke-Syi’ah-annya sebagai strategi dakwah. Padahal sebelumnya ia dikenal sebagai ulama Sunni yang masyhur di kota Bangil. [Khalid Khalifah]

BERITA TERKAIT:

  1. Pengamat Gerakan Jihad Global: Syiah Itu Tidak Sesat, Tapi Kafir
  2. Dr Amir Mahmud: Orang yang Membela Syi'ah Itu Punya Kesamaan Ideologi
  3. Ustadz Mudzakkir: Siapapun Kafir Bila Meyakini Ada yang Ma'sum Selain Nabi
  4. Ditanya Soal Kekafiran Bashar Assad, Ustadz Mudzakkir: Saya Tak Kenal
  5. Ustadz Mudzakir: Siapapun Kafir Bila Meyakini Al Qur'an Ada Perubahan
  6. Ustadz Mudzakkir: Syiah Ada yang Sesat, Cuma Saya Gak Bisa Nunjuk

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Hadiri Tablig Akbar Wahdah Islamiyah, Ini Pesan Menparekraf Sandiaga Uno

Hadiri Tablig Akbar Wahdah Islamiyah, Ini Pesan Menparekraf Sandiaga Uno

Ahad, 19 Sep 2021 15:35

Senin – Rabu, Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Shafar 1443 H

Senin – Rabu, Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Shafar 1443 H

Ahad, 19 Sep 2021 14:30

Over Kapasitas Lapas, Apa Solusinya?

Over Kapasitas Lapas, Apa Solusinya?

Ahad, 19 Sep 2021 11:46

Mengurai Akar Permasalahan Literasi Media dalam World View Islam

Mengurai Akar Permasalahan Literasi Media dalam World View Islam

Ahad, 19 Sep 2021 09:18

Ustaz di Tangerang Ditembak OTK Setelah Shalat Magrib Jamaah di Mushala

Ustaz di Tangerang Ditembak OTK Setelah Shalat Magrib Jamaah di Mushala

Ahad, 19 Sep 2021 08:20

Diet Pikiran & Perasaan adalah kunci 'SEHAT TANPA OBAT'

Diet Pikiran & Perasaan adalah kunci 'SEHAT TANPA OBAT'

Sabtu, 18 Sep 2021 21:31

Hamas: 6 Orang Yang Kabur Dari Penjara Israel Jadi Prioritas Dalam Setiap Pertukaran Tahanan

Hamas: 6 Orang Yang Kabur Dari Penjara Israel Jadi Prioritas Dalam Setiap Pertukaran Tahanan

Sabtu, 18 Sep 2021 20:45

Pejabat Menumpuk Harta, Disparitas Sosial Makin Nyata

Pejabat Menumpuk Harta, Disparitas Sosial Makin Nyata

Sabtu, 18 Sep 2021 20:45

801 Warga Suriah Tewas Dalam Serangan Yang Menargetkan 174 Toko Roti Sejak 2011

801 Warga Suriah Tewas Dalam Serangan Yang Menargetkan 174 Toko Roti Sejak 2011

Sabtu, 18 Sep 2021 20:25

Israel Telah Habiskan 427,5 Miliar Untuk Buru 6 Pejuang Palestina Yang Kabur Dari Penjara Gilboa

Israel Telah Habiskan 427,5 Miliar Untuk Buru 6 Pejuang Palestina Yang Kabur Dari Penjara Gilboa

Sabtu, 18 Sep 2021 19:48

 HNW Apresiasi Perpres Dana Abadi Pesantren dan Sampaikan 4 Catatan Kritis

HNW Apresiasi Perpres Dana Abadi Pesantren dan Sampaikan 4 Catatan Kritis

Sabtu, 18 Sep 2021 16:55

Arah Demokrasi Terpimpin

Arah Demokrasi Terpimpin

Sabtu, 18 Sep 2021 16:47

Ah Dudung, Memang Parah

Ah Dudung, Memang Parah

Sabtu, 18 Sep 2021 16:45

Studi: Indonesia Akan Miliki 165 Juta Konsumen Digital di Akhir 2021

Studi: Indonesia Akan Miliki 165 Juta Konsumen Digital di Akhir 2021

Sabtu, 18 Sep 2021 16:45

Konsep Musibah di dalam Al-Quran Tidak Selalu Bermakna Negatif

Konsep Musibah di dalam Al-Quran Tidak Selalu Bermakna Negatif

Sabtu, 18 Sep 2021 15:45

Istiqlal Destinasi Wisata Baru

Istiqlal Destinasi Wisata Baru

Sabtu, 18 Sep 2021 15:41

Aturan Baru Penyaluran Dana BOS, Menghambat Pendidikan Nasional?

Aturan Baru Penyaluran Dana BOS, Menghambat Pendidikan Nasional?

Sabtu, 18 Sep 2021 09:36

Pesta Miras Berujung Nahas, Islam Punya Solusi Tuntas!

Pesta Miras Berujung Nahas, Islam Punya Solusi Tuntas!

Sabtu, 18 Sep 2021 09:10

Cara Promosi 'A to Z' Bisnis Kuliner Agar Raih Puluhan Juta

Cara Promosi 'A to Z' Bisnis Kuliner Agar Raih Puluhan Juta

Sabtu, 18 Sep 2021 08:17

Jika Beradaptasi dengan Lincah dan Terbuka, PKS Bisa Menjadi Partai yang Dirindukan Masyarakat

Jika Beradaptasi dengan Lincah dan Terbuka, PKS Bisa Menjadi Partai yang Dirindukan Masyarakat

Jum'at, 17 Sep 2021 23:55


MUI

Must Read!
X