Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
21.735 views

Ngawur! Label Halal dikatakan Mengekor Tradisi Yahudi

Jangan Batasi Badan Halal?

Oleh Lidus Yardi

Guru Pondok Pesantren KHA Dahlan Teluk Kuantan dan Sekretaris PD. Muhammadiyah Kuantan Singingi, Riau

VOA-ISLAM.COM - Langkah organisasi Islam Indonesia Nahdlatul Ulama (NU) yang meluncurkan badan sertifikasi halal sendiri -yaitu Badan Halal Nahdlatul Ulama (BHNU)- telah memunculkan pro-kontra di tengah umat Islam. Padahal selama 24 tahun Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan LPPOM-nya berkerja untuk kepentingan sertifikasi halal telah dianggap berhasil dan efektif dalam memberi rasa aman terhadap produk yang akan dikonsumsi umat Islam Indonesia.

Di antara pendapat yang mendukung kebijakan Pengurus Besar NU tersebut disampaikan oleh Zaim Saidi, Direktur Wakala Induk Nusantara, sebagaimana dikutip koran Republika terbitan Rabu (20/2/2013) halaman 12 dengan judul berita Badan Halal tak Perlu Dibatasi. Tulisan ini dibuat untuk mengkritisi opini Zaim Saidi tersebut, yang penulis anggap cukup mewakili wacana badan sertifikasi halal tak perlu dibatasi.

Zaim berpendapat: Pertama, setiap orang atau lembaga berhak mengeluarkan label halal. Bahkan bukan sebatas Ormas Islam, penghulu kampung pun boleh mengeluarkan label halal. Kedua, pembatasan lembaga sertifikasi halal hanya akan menjadikan fatwa halal sebagai ladang bisnis. Ketiga, label halal kata Zaim, tidak dikenal dalam tradisi Islam tetapi mengekor tradisi Yahudi. Keempat, yang perlu dibentuk justru label haram karena lebih spesifik.

Menurut penulis, komentar Zaim ini berbahaya, curiga kepada ulama, dan menggunakan logika berfikir yang salah kaprah. Mengapa? Pertama, jika setiap orang atau lembaga bisa mengeluarkan sertifikasi halal justru sesungguhnya rentan membingungkan umat dan menimbulkan kekacauan. Karena tidak ada patokan label halal siapa yang harus dipegang. Padahal, setiap orang dan lembaga pasti memiliki motivasi dan kepentingan tertentu dalam pemberian sertifikasi.

Komentar Zaim menunjukkan sikap diri yang curiga dan tak menghargai ulama. Ini terlihat dari opininya, bahwa pembatasan pemberian sertifikasi halal menjadikan fatwa halal sebagai ladang bisnis. Bukankah selama ini fatwa halal terbatas kepada MUI? Kalau begitu, apakah MUI selama ini telah membisniskan fatwa? Zaim nampaknya pura-pura tidak memahami, bahwa tidak sembarangan orang atau lembaga bisa mengeluarkan fatwa.

Kedua, justru dengan tidak dibatasinya fatwa halal akan membuka lebar jurang bisnis. Maka tidak heran, seperti yang ditulis Republika, pelaku usaha merespon positif munculnya beragam lembaga sertifikasi halal. Logikanya sederhana, karena pengusaha dan pemilik suatu produk punya kepentingan dan pilihan untuk mendapatkan sertifikasi halal. Tidak dapat dari satu lembaga bisa lobi lembaga atau orang lain.

Ketiga, menganggap label halal tidak dikenal dalam tradisi Islam. Dalam benak Zaim nampaknya label halal itu sebatas kertas atau merk MUI yang ada tulisan “halal” berbahasa Arab yang selama ini kita lihat di kulit suatu produk. Padahal label halal bisa dimaknai suatu hukum Islam. Ia oleh MUI selama ini dikeluarkan dan diberikan kepada suatu produk karena memang dinilai halal oleh MUI melalui proses ijtihad yang berdasarkan pengamatan dan penelitian para pakar yang bekerja sama dengan MUI.

Maka pemberian label halal kepada suatu produk yang akan dikonsumsi umat Islam sangat Islami karena berdasarkan istinbat dalil-dalil yang relevan. Jadi, sertifikasi halal bukan mengekor tradisi Yahudi. Berlimpah ayat Al-Qur'an dan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam mengingatkan betapa pentingnya persoalan halal, haram, atau subhat mengenai makanan yang akan dikonsumsi umat Islam. Apakah ini (label) tradisi Yahudi?

Kalau kembali kepada nash agama dan mau berpikir jernih, maka Yahudi sesungguhnya yang tidak peduli dan tidak memiliki konsep halal dalam hidup mereka, sebagaimana digambarkan dalam Alquran. Allah ta’ala telah memberikan nikmat yang banyak kepada kaum Yahudi seperti makanan manis sebagai madu (manna) dan burung sebangsa puyuh, salwa (lihat QS Albaqarah: 57). Lalu apa balasan kaum Yahudi terhadap nikmat Allah ta’ala tersebut? Allah ta’ala berfirman: Mereka sangat suka mendengar berita bohong, banyak memakan (makanan) haram (QS Al Maidah: 42).

Dalam ayat yang lain Allah ta’ala menggambarkan bagaimana watak kaum Yahudi dengan firman-Nya: Dan kamu akan melihat banyak di antara mereka (orang Yahudi) berlomba dalam berbuat dosa, permusuhan, dan memakan yang haram. Sungguh sangat buruk apa yang mereka perbuat (QS Al Maidah: 62). Perhatikan, Allah ta’ala mencela Yahudi dalam persoalan makanan sedangkan Zaim mengapresiasi dengan mengatakan label halal tradisi Yahudi.

Keempat, memberi label haram lebih baik dari pada label halal karena lebih spesifik. Demikian kata Zaim yang dikutip Republika. Maka, hanya pengusaha yang tak pandai berbisnis saja yang akan membuat suatu produk haram lalu dengan berani minta sertifikasi label haram kepada orang atau suatu lembaga di tengah masyarakat Indonesia—pengonsumsi--yang mayoritas Muslim ini. Tidak salah penulis katakan logika Zaim ini, siapa pun orangnya,  salah kaprah, berbahaya, dan secara tidak langsung mencela ulama dan agama.

Oleh sebab itu, penulis menilai apa yang dilakukan oleh Pengurus Besar NU dengan meluncurkan Badan Halal NU (BH-NU) yang terpisah dengan MUI suatu langkah mundur yang patut dikaji ulang. Bukankah MUI selama ini merupakan representatif berbagai tokoh agama lintas organisasi dan lembaga Islam di Indonesia? Bukankah jargon bersatu dan berjamaah selama ini selalu didengungkan oleh NU, lalu mengapa kali ini NU justru bersikap egois dan memisahkan diri dari MUI? Wallahu a’lam. [Widad]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
Ingin Raih Kemenangan Ramadhan? Ini Tips dari Ustaz Zaitun Rasmin dan Ustaz Abdul Somad

Ingin Raih Kemenangan Ramadhan? Ini Tips dari Ustaz Zaitun Rasmin dan Ustaz Abdul Somad

Jum'at, 07 May 2021 08:55

Kelompok Jihadis Terkait Al-Qaidah Culik Wartawan Prancis Di Mali Utara

Kelompok Jihadis Terkait Al-Qaidah Culik Wartawan Prancis Di Mali Utara

Kamis, 06 May 2021 21:00

Adian Husaini Dorong Media Islam Berkolaborasi Bangun Peradaban Bangsa

Adian Husaini Dorong Media Islam Berkolaborasi Bangun Peradaban Bangsa

Kamis, 06 May 2021 20:39

Malam Jum’at, 25 Ramadhan, Berpotensi Lailatul Qadar 1442 H

Malam Jum’at, 25 Ramadhan, Berpotensi Lailatul Qadar 1442 H

Kamis, 06 May 2021 20:36

Presiden Brazil Bolsonaro Sebut Krisis COVID-19 Terkait 'Perang Biologis' Cina

Presiden Brazil Bolsonaro Sebut Krisis COVID-19 Terkait 'Perang Biologis' Cina

Kamis, 06 May 2021 20:35

Otoritas Palestina Adukan Penggusuran Paksa Penduduk Arab Di Sheikh Jarrah Oleh Israel Ke ICC

Otoritas Palestina Adukan Penggusuran Paksa Penduduk Arab Di Sheikh Jarrah Oleh Israel Ke ICC

Kamis, 06 May 2021 20:15

Saudi Pertimbangkan Larang Jamaah Luar Negeri Untuk Menunaikan Ibadah Haji Tahun Ini

Saudi Pertimbangkan Larang Jamaah Luar Negeri Untuk Menunaikan Ibadah Haji Tahun Ini

Kamis, 06 May 2021 19:01

Telisik Larangan Mudik Versus Penerbangan Wuhan-Jakarta PP

Telisik Larangan Mudik Versus Penerbangan Wuhan-Jakarta PP

Kamis, 06 May 2021 16:01

Manusia Sekian Rupiah

Manusia Sekian Rupiah

Kamis, 06 May 2021 15:00

Jeritan Sopir Pejuang Nafkah Keluarga

Jeritan Sopir Pejuang Nafkah Keluarga

Kamis, 06 May 2021 13:59

Permakluman Tindak Kemungkaran, Ibliskah?

Permakluman Tindak Kemungkaran, Ibliskah?

Kamis, 06 May 2021 12:57

Larangan Mudik Jilid II dengan Problematikanya

Larangan Mudik Jilid II dengan Problematikanya

Kamis, 06 May 2021 11:06

Akhir Ramadhan, ASAR Humanity Berbagi Kebahagiaan dengan Yatim-Dhuafa

Akhir Ramadhan, ASAR Humanity Berbagi Kebahagiaan dengan Yatim-Dhuafa

Kamis, 06 May 2021 10:14

Seorang Wanita Mali Lahirkan 9 Bayi Sekaligus

Seorang Wanita Mali Lahirkan 9 Bayi Sekaligus

Rabu, 05 May 2021 20:27

Taliban Rebut Sebuah Distrik Di Baghlan Utara Afghanistan

Taliban Rebut Sebuah Distrik Di Baghlan Utara Afghanistan

Rabu, 05 May 2021 19:15

Sayap Militer Hamas Peringatkan Israel Atas Serangan Geng Zionis Di Yerusalem Timur

Sayap Militer Hamas Peringatkan Israel Atas Serangan Geng Zionis Di Yerusalem Timur

Rabu, 05 May 2021 18:54

Jangan Tinggalkan Doa Ini di Lailatul Qadar

Jangan Tinggalkan Doa Ini di Lailatul Qadar

Rabu, 05 May 2021 15:08

Tips Menghindari Tag Video Porno di Facebook

Tips Menghindari Tag Video Porno di Facebook

Rabu, 05 May 2021 14:59

Al Qur'an, Perempuan, dan Literasi

Al Qur'an, Perempuan, dan Literasi

Rabu, 05 May 2021 14:52

E-KTP untuk Transgender, dari Toleransi Hingga Mengasihi

E-KTP untuk Transgender, dari Toleransi Hingga Mengasihi

Rabu, 05 May 2021 14:31


MUI

Must Read!
X

Kamis, 06/05/2021 13:59

Jeritan Sopir Pejuang Nafkah Keluarga