Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.054 views

Pojok Dilan, Simbol Kebebasan?

 

Oleh:

Ifa Mufida (Pemerhati Masalah Sosial)

 

CORNER Film Dilan diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat yakni Ridwan kamil bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya dan para pemain film 'Dilan 1991' secara simbolis pada Minggu (24/2/2019). Lokasinya berada di salah satu sudut area Taman Gor Saparua, Kota Bandung. Tepatnya di titik yang mengarah ke Jalan Saparua.

Ridwan kamil  menilai jika fenomena Dilan dan Milea telah memberikan sumbangsih besar bagi Jawa Barat, terutama dalam bidang pariwisata (cnnindonesia.com/24/02/2019). Corner Film Dilan diprediksikan rampung pada akhir tahun 2019. Corner Film Dilan yang sering disebut juga Taman Sudut Dilan diproyeksikan akan menjadi ajang interaksi dan literasi anak muda. Designya akan banyak dihiasi mural, foto sepasang muda mudi dimabuk cinta ala Dilan dan Milea, juga kalimat-kalimat puitis penuh gombal rayu ala Pidi Baiq sebagai penulis Novel Dilan.

Lebih dari itu, tanggal 24 Februari 2019 akhirnya diperingati sebagai perayaan Hari Dilan. Ini sebagai anniversary film Dilan yang disakralkan dengan peletakan batu pertama untuk Taman Sudut Dilan oleh Gubernur Jawa Barat, ditambah lagi promo film Dilan 1991 yang ditayangkan pada 28 Februari kemaren. Sungguh, pengaruh dagangan film ini yang setahun lalu booming ternyata berefek hingga setahun kemudian, bahkan hiperbolis dengan membuat suatu tanggal sebagai hari peringatan. Sebegitu berharga kah peristiwa film dilan dan Milea ini?

Sebagaimana Ridwan Kamil menjelaskan, Taman Dilan bukan sekadar urusan estetika. Namun, taman itu didedikasikan untuk film Dilan yang telah membuat Bandung semakin dikenal dan meningkatkan potensi pariwisatanya. "Jadi visinya pariwisata. Kenapa wisatawan datang, ada yang lihat budayanya, arsitektur, dan sebagainya. Jadi Taman Dilan itu didedikasikan pada cerita yang membuat Bandung luar biasa sebagai obyek wisata. Jadi ini lebih pada pariwisata memanfaatkan budaya kontemporer," ucap Emil.

Jika kita mengamati lebih jauh lagi, film Dilan ini hanya menonjolkan dari sisi percintaan kaula muda, dimana tokoh utama nya adalah Dilan dan Melia. Dan ternyata, fenomena Dilan memang dirasakan sangat membuai kaula muda. Kisah cinta yang sarat ide kebebasan telah membius muda mudi untuk mengikuti jejaknya. Jika gubernur mengapresiasi film Dilan karena diangkat dari literasi berupa Novel karya Pidi Baiq, serta dinilai memotivasi kaula muda untuk membaca, menulis juga berkarya, mengapa tidak lebih menyoroti dari segi isi dan pesan moral yang tertuang di dalamnya.

Pengamat dan Peneliti Komunikasi Politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Profesor Karim Suryadi menilai Dilan Corner atau Pojok Dilan yang dibuat Gubernur Jabar Ridwan Kamil justru berdampak secara komersil terhadap film Dilan 1991. "Dampaknya ke arus menonton ya, mungkin satu-satunya dampak dibentuk Dilan corner, menambah ke penasaran publik, dan bertanya ada apa dengan film Dilan dengan dibentuk corner, spesial banget," katanya. Jadi menurut beliau, dampaknya jadi alih-alih membangkitkan semangat bagi publik, dan apresiasi, justru menambah membangkitkan minat ingin menonton film itu. Jadi dampaknya justru ke arah komersil (kompas.com).

Memang jika ditelaah lebih jauh, film Dilan 1991 yang memang sudah menuai pro dan kontra sejak setahun yang lalu, justru mendorong remaja untuk menjadi generasi milenial yang kurang produktif. Kita ketahui remaja saat ini telah dirundung berbagai macam problematika, terutama dalam hal kerusakan remaja dalam pergaulan. Seharusnya, Pemerintah berupaya menghadirkan program yang memicu remaja lebih mandiri dan produktif bukan justru terbuai dengan gaya hidup yang bebas dan sia-sia seperti pacaran dan gaya hidup permissif lainnya.

Jika kita berkaca pada Islam, ini juga sangat bertentangan.  Sosok Dilan yang flamboyan penuh kegombalan bukanlah sosok idaman. Bukan potret pemuda yang mampu menginspirasi pada kebaikan bahkan pada kebangkitan generasi.

Pembangunan Dilan Corner tentu saja dibangun atas fondasi ide kebebasan. Bisa dipastikan, di sana akan menjadi tempat kumpul kaula muda dan interaksinya yang leluasa difasilitasi untuk bercampur baur, bahkan berpacaran di sana. Mereka akan bebas berfoto bersama, menikmati kalimat-kalimat yang sarat nilai liberalis-permissif yang dikemas dengan balutan sastra yang sarat mantra. Ini sama halnya dengan membiarkan generasi muda terbuai dengan kemaksiatan. Na’udzubillahi min dzalik.

Bahkan mirisnya lagi, Taman Sudut Dilan diharapkan menjadi destinasi baru untuk menyedot wisatawan agar berbondong-bondong ke sana. Ide kebebasan dan orientasi keuntungan seolah telah mengaburkan pandangan para penguasa setempat. Adanya fasilitas umum justru diadakan untuk memfasilitasi kemaksiatan, bukan kemaslatahan umat. Di manakah faedah yang hendak diraih jika dibidik dari sudut peradaban? Tentu saja nol besar.

Inilah potret negara yang mengadopsi demokrasi. Di dalam demokrasi, mereka bebas berekspresi dan tidak lagi menghiraukan aturan dari Tuhan Mereka. Hak Asasi Manusia adalah hak yang harus didewakan. Termasuk hak asasi untuk mengekspresikan sesuatu yang jelas-jelas melanggar syariat Islam. Bandung termasuk kota yang memiliki remaja dengan prosentase “remaja dengan status tidak perawan” tertinggi di Indonesia.

Apakah dengan mengadakan program unfaedah ini justru ingin merayakan prestasi miris ini? Demokrasi juga telah menjadikan pejabat tidak memiliki pandangan untuk menjadikan kehidupan masyarakat sebagai kehidupan yang mulia. Kebijakan didasarkan atas keuntungan materi semata. Sungguh ini adalah kerusakan yang tidak  boleh terus dibiarkan.

Karena jika terus dibiarkan, paham kebebasan lambat laun akan menghancurkan generasi bangsa. Sudah seharusnya paham ini digantikan dengan paham sahih yang mencerahkan. Paham yang datang dari Sang Pencipta Kehidupan, Allah Swt. Paham yang senantiasa menghadirkan Allah sebagai Sang Pengatur dalam setiap aspek kehidupan. Islam adalah agama yang sempurna yang terpancar dari aqidahnya seperangkat aturan bagi manusia. Hanya dengan keimanan kepada Allah SWT dan menerapkan  syariat Islam secara sempurna, negeri ini akan dilimpahkan keberkahan, Insya Allah. Walahu’alam bish shawab.

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Lonjakan Covid meningkat tajam, Indonesia menempati nomor 1 di dunia dalam kasus harian dan kematian. Para penyintas Corona yang jalani isolasi butuh uluran tangan. Mari berbagi makanan siap...

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Latest News
Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-4)

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-4)

Kamis, 29 Jul 2021 11:14

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-3)

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-3)

Kamis, 29 Jul 2021 11:11

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayorandi Surabaya (Bagian-2)

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayorandi Surabaya (Bagian-2)

Kamis, 29 Jul 2021 11:02

Kritik ''Cuitan'' Komunikasi Publik Mahfud MD

Kritik ''Cuitan'' Komunikasi Publik Mahfud MD

Kamis, 29 Jul 2021 11:02

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-1)

Napak Tilas Perjuangan ke Penjara Kalisosok dan Masjid Kemayoran di Surabaya (Bagian-1)

Kamis, 29 Jul 2021 10:54

Pemuda Muhammadiyah Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19

Pemuda Muhammadiyah Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19

Kamis, 29 Jul 2021 06:58

Ketua FPKS: Isoman Anggota Tak Perlu di Hotel, Cukup Manfaatkan Fasilitas Milik DPR

Ketua FPKS: Isoman Anggota Tak Perlu di Hotel, Cukup Manfaatkan Fasilitas Milik DPR

Rabu, 28 Jul 2021 23:56

Alumni IPB Kumpulkan Donasi 1,3 M untuk Pengadaan Tabung Oksigen Medis

Alumni IPB Kumpulkan Donasi 1,3 M untuk Pengadaan Tabung Oksigen Medis

Rabu, 28 Jul 2021 22:45

Peningkatan Kompetensi SDM Bank Syariah Harus Menjadi Perhatian

Peningkatan Kompetensi SDM Bank Syariah Harus Menjadi Perhatian

Rabu, 28 Jul 2021 22:27

Indonesia Juara Angka Kematian Covid, Anggota DPR: Pantau Pasien Isoman!

Indonesia Juara Angka Kematian Covid, Anggota DPR: Pantau Pasien Isoman!

Rabu, 28 Jul 2021 22:09

Bertemu Menlu Cina, Delegasi Taliban Bahas Proses Perdamaian Dan Masalah Keamanan Di Afghanistan

Bertemu Menlu Cina, Delegasi Taliban Bahas Proses Perdamaian Dan Masalah Keamanan Di Afghanistan

Rabu, 28 Jul 2021 22:00

Ketua MUI Labura Wafat Dibunuh, MUI Percayakan kepada Aparat Hukum

Ketua MUI Labura Wafat Dibunuh, MUI Percayakan kepada Aparat Hukum

Rabu, 28 Jul 2021 21:47

Optimis Takwa dan Dakwah di Tengah Wabah

Optimis Takwa dan Dakwah di Tengah Wabah

Rabu, 28 Jul 2021 21:36

Kais Saied Pecat Lebih Banyak Pejabat Senior Tunisia Beberapa Hari Setelah Lakukan 'Kudeta'

Kais Saied Pecat Lebih Banyak Pejabat Senior Tunisia Beberapa Hari Setelah Lakukan 'Kudeta'

Rabu, 28 Jul 2021 21:19

Saudi Akan Larang Warganya Bepergian Ke Luar Negeri Selama 3 Tahun Jika Kunjungi Negara Terlarang

Saudi Akan Larang Warganya Bepergian Ke Luar Negeri Selama 3 Tahun Jika Kunjungi Negara Terlarang

Rabu, 28 Jul 2021 18:00

160 Akademisi Dari 21 Negara Desak Komisi Eropa Untuk Stop Danai Universitas Israel

160 Akademisi Dari 21 Negara Desak Komisi Eropa Untuk Stop Danai Universitas Israel

Rabu, 28 Jul 2021 17:17

Kemenag Akan Alihkan Bantuan Masjid ke Penanggulangan Covid-19

Kemenag Akan Alihkan Bantuan Masjid ke Penanggulangan Covid-19

Rabu, 28 Jul 2021 09:58

Benarkah Indonesia Merdeka?

Benarkah Indonesia Merdeka?

Rabu, 28 Jul 2021 08:31

Calon Jemaah Umrah Indonesia Wajib Karantina di Negara Ketiga, Bukhori: Cambuk bagi Pemerintah

Calon Jemaah Umrah Indonesia Wajib Karantina di Negara Ketiga, Bukhori: Cambuk bagi Pemerintah

Rabu, 28 Jul 2021 08:06

Risiko Ekonomi Saat Pelaksanaan PPKM Darurat

Risiko Ekonomi Saat Pelaksanaan PPKM Darurat

Rabu, 28 Jul 2021 07:19


MUI

Must Read!
X