Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.243 views

Menuju Era New Normal, Sudah Siapkah Kita?

 

Oleh: Dini Azra

Pemerintah saat ini giat mewacanakan dan mempersiapkan penerapan 'new normal' atau tatanan kehidupan baru. Pernyataan ini menjadi perwujudan dari opsi berdamai dengan Covid-19 yang baru-baru ini disampaikan presiden Jokowi. Media pun gencar memberitakan wacana ini sehingga informasinya segera menyebar di tengah masyarakat. Rencana tersebut didasari teori WHO yang menyebutkan bahwa virus penyebab Covid-19 kemungkinan tidak akan bisa hilang. Beberapa negara pun mengubah arah perlawanan, menjadi langkah untuk beradaptasi dengan virus corona dengan narasi 'new normal'.

Indonesia pun tak mau ketinggalan ingin menerapkan new normal yang berarti membuka kembali aktivitas masyarakat dengan tetap menerapkan protokol Covid-19. Tujuan utamanya adalah untuk menggerakkan kembali sendi-sendi ekonomi yang terpaksa berhenti selama PSBB. Sebab tak dipungkiri, sejak wabah merebak dan masyarakat menjalankan anjuran stay at home, kondisi perekonomian menjadi runyam. Perusahaan ada yang gulung tikar, karyawan banyak dirumahkan, buruh harian hilang penghasilan. Pemerintah pun tidak mampu mengcover seluruh kebutuhan rakyatnya, karena sebagian pendapatan negara berasal dari iuran pajak masyarakat. Karena itu diupayakan agar masyarakat kembali produktif, meskipun pandemi masih terus aktif.

Memang pemerintah sepertinya terkesan buru-buru mengajukan penerapan new normal ini, padahal masyarakat masih dicekam ketakutan akan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali. Seharusnya pemerintah lebih fokus pada penanganan virus, hingga kurvanya melandai dan terkendali. Jika kurva sudah berkurang tidak terjadi penambahan secara berkala, mungkin fase new normal bisa dilakukan. Itu pun perlu persiapan yang matang dalam penguatan fasilitas kesehatan, sosialisasi kepada masyarakat juga mengawal pelaksanaan protokol kesehatan di lapangan. Selama ini dengan diberlakukannya PSBB saja masih banyak masyarakat yang melanggar aturan disiplin, apalagi dengan new normal yang masih menjadi wacana baru bagi masyarakat awam. Tanpa persiapan sarana kesehatan yang memadahi, juga kondisi kurva Covid-19 yang belum melandai, new normal menjadi beresiko tinggi.

Pemberlakuan new normal juga tidak bisa dilakukan dengan dalih semua negara di dunia juga melakukan, sehingga kita pun harus ikut-ikutan. Karena kondisi negara-negara itu bisa jadi berbeda dengan negara kita, sehingga lebih memungkinkan menuju fase new normal. Hal ini tidak bisa dipaksakan dalam kondisi yang masih riskan. Atau negara hendak berlepas tangan dari kepengurusan terhadap rakyat, sehingga mendorong rakyat bekerja menyambung nyawa demi meringankan beban negara? Sebab negara tidak mampu memberikan jaminan kepada rakyat, jadi apapun resikonya rakyat harus berhadapan dengan virus yang berbahaya. Inilah bukti jika aspek ekonomi lebih diprioritaskan dibandingkan keselamatan jiwa manusia.

Pada akhirnya terkuak juga kebobrokan sistem kapitalis yang menguasai dunia selama ini. Mereka tidak berdaya saat berhadapan dengan wabah pandemik. Ketika usaha-usaha yang dilakukan menjadi buntu, dan harus memilih antara keselamatan rakyat atau ekonomi negara, mereka lebih rela menjadikan rakyat sebagai bahan uji coba. Narasi new normal dipropagandakan seolah sebagai satu-satunya solusi. Masyarakat pun tak bisa mengelak, ketika dihadapkan sistuasi jika tak bekerja trus mau makan apa? Padahal di situlah seharusnya negara menunjukkan peranannya.

Hal ini telah dicontohkan oleh pemimpin dalam sistem pemerintahan Islam, yang selalu mengutamakan keselamatan jiwa rakyat di atas hal lainnya. Karena sistem ini lahir dari aqidah Islam, dengan menerapkan aturan dari Sang Maha Pencipta dan Pengatur kehidupan, maka keberkahan dan kebaikannya akan menyebar ke seluruh alam. Sudah terbukti bahwa ketika Islam diterapkan, telah mampu menghadapi berbagai bencana termasuk wabah dan peperangan. Bahkan kekhilafan Islam juga membantu negara-negara lain yang ditimpa musibah dan kelaparan. Mereka tak memandang perbedaan agama dan wilayah untuk menebar kebaikan. Maka sungguh layak jika penerapan sistem berbasis akidah dan iman ini dirindukan umat untuk tegak kembali. Sebab inilah new normal yang sesungguhnya, satu-satunya harapan bagi umat manusia. Wallahu a'lam bishawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Latest News
Anggota Komisi IV Desak Pemerintah Batasi Kepemilikan Lahan

Anggota Komisi IV Desak Pemerintah Batasi Kepemilikan Lahan

Senin, 18 Jan 2021 09:52

Fraksi PKS Kembali Potong Gaji untuk Bantu Korban Bencana

Fraksi PKS Kembali Potong Gaji untuk Bantu Korban Bencana

Senin, 18 Jan 2021 09:15

Cintai Ibumu Tanpa Tapi, Tanpa Nanti

Cintai Ibumu Tanpa Tapi, Tanpa Nanti

Senin, 18 Jan 2021 08:57

Ibu Risma, Ngono Yo Ngono tapi Ojo Ngono

Ibu Risma, Ngono Yo Ngono tapi Ojo Ngono

Senin, 18 Jan 2021 08:31

5 Anggota Milisi Pro-Assad Tewas dalam Bentrokan dengan Islamic State di Homs

5 Anggota Milisi Pro-Assad Tewas dalam Bentrokan dengan Islamic State di Homs

Ahad, 17 Jan 2021 21:00

Kemenag Dorong Distribusi Zakat, Infaq dan Sedekah untuk Bantu Korban Bencana

Kemenag Dorong Distribusi Zakat, Infaq dan Sedekah untuk Bantu Korban Bencana

Ahad, 17 Jan 2021 20:45

Biden Akan Batalkan 'Larangan Muslim' Masuk AS di Hari Pertama Menjabat Presiden

Biden Akan Batalkan 'Larangan Muslim' Masuk AS di Hari Pertama Menjabat Presiden

Ahad, 17 Jan 2021 20:22

Mobil Logistik Wahdah Islamiyah Dijarah Warga di Kecamatan Mamuju

Mobil Logistik Wahdah Islamiyah Dijarah Warga di Kecamatan Mamuju

Ahad, 17 Jan 2021 20:14

Percayalah, Kasus Pembunuhan 6 Pemuda Itu Bakal Lenyap Juga

Percayalah, Kasus Pembunuhan 6 Pemuda Itu Bakal Lenyap Juga

Ahad, 17 Jan 2021 19:54

Kapal Berbendera China Masuk Selat Sunda, Legislator: Menlu RI Harus Tegur Dubes China

Kapal Berbendera China Masuk Selat Sunda, Legislator: Menlu RI Harus Tegur Dubes China

Ahad, 17 Jan 2021 19:43

Prancis Tutup Kembali 9 Masjid Menjelang Pembahasan RUU Baru Kontroversial

Prancis Tutup Kembali 9 Masjid Menjelang Pembahasan RUU Baru Kontroversial

Ahad, 17 Jan 2021 19:42

Pro Kontra Vaksin

Pro Kontra Vaksin

Ahad, 17 Jan 2021 19:19

Dark Joke, Humor Gelap yang Berlagak Openminded?

Dark Joke, Humor Gelap yang Berlagak Openminded?

Ahad, 17 Jan 2021 14:30

Sejumlah Bencana Alam Terjadi, Anis Matta: Kita Butuh Kolaborasi Agar Indonesia Selalu Diberkahi

Sejumlah Bencana Alam Terjadi, Anis Matta: Kita Butuh Kolaborasi Agar Indonesia Selalu Diberkahi

Ahad, 17 Jan 2021 11:29

Pesan Syekh Ali Jaber yang Sangat Diingat Presiden PKS Ahmad Syaikhu

Pesan Syekh Ali Jaber yang Sangat Diingat Presiden PKS Ahmad Syaikhu

Sabtu, 16 Jan 2021 23:17

Penyusup Taliban Tewaskan 12 Milisi Pro-Pemerintah Afghanistan di Distrik Ghorian Herat

Penyusup Taliban Tewaskan 12 Milisi Pro-Pemerintah Afghanistan di Distrik Ghorian Herat

Sabtu, 16 Jan 2021 21:25

Pembalap Israel 'Diam-diam' Berpartisipasi Dalam Reli Dakar Yang Diselenggarakan Arab Saudi

Pembalap Israel 'Diam-diam' Berpartisipasi Dalam Reli Dakar Yang Diselenggarakan Arab Saudi

Sabtu, 16 Jan 2021 21:05

Pria Keturunan Libanon Jadi Pelatih Muslim Pertama Dalam Sejarah Sepak Bola Amerika NFL

Pria Keturunan Libanon Jadi Pelatih Muslim Pertama Dalam Sejarah Sepak Bola Amerika NFL

Sabtu, 16 Jan 2021 20:13

Whatsapp Tunda Perubahan Pembagian Data Setelah Banyak Pengguna Berpindah Ke Aplikasi Lain

Whatsapp Tunda Perubahan Pembagian Data Setelah Banyak Pengguna Berpindah Ke Aplikasi Lain

Sabtu, 16 Jan 2021 16:41

Syekh Ali Jaber Wafat, Menag: Saya Berduka, Jasa Almarhum Besar dalam Dakwah

Syekh Ali Jaber Wafat, Menag: Saya Berduka, Jasa Almarhum Besar dalam Dakwah

Sabtu, 16 Jan 2021 11:59


MUI

Must Read!
X