Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.079 views

Era Digital, Benarkah Zaman Terpasungnya Kepakaran?

 

Oleh: Shita Ummu Bisyarah

Hari ini dunia memasuki era baru kehidupannya, yakni era digital. Era digital merupakan era informasi yang disokong perkembangan teknologi berbasis digital, artinya penggunaan teknologi digital mendominasi dalam keseharian. Dapat kita lihat hari ini ada 4,5 milyar orang di dunia yang menggunakan internet untuk mengakses informasi. Hanya dalam beberapa detik informasi apapun yang kita inginkan bisa kita ketahui menggunakan HP di genggaman. Tak perlu lagi ke perpustakaan di tengah kota atau bertanya langsung kepada pakar untuk mengakses informasi.

Namun era digital ini memunculkan tantangan tersendiri. Esensi dari informasi bergeser dari akurat menjadi aktual. Informasi lebih difokuskan pada kecepatan dalam penyajiannya, bukan lagi keakuratan informasi tersebut. Padahal untuk memperoleh informasi yang terverifikasi dapat dibuktikan kebenarannya tidak bisa instan. Pada akhirnya demi menyajikan berita atau opini dengan cepat banyak media atau orang dengan menggunakan sosial medianya memunculkan opini yang sarat akan data tidak valid bahkan hoaks. Padahal berita hoaks sangatlah berbahaya bagi masyarakat, karena akan menggiring mereka kepada isu kebencian atau tindakan lain yang membahayakan secara global.

Sebagai contoh hoaks yang terjadi di masa pandemi ini. Sejak kasus virus corona menyebar pada akhir Januari 2020 sampai pertengahan Maret 2020, di Indonesia menyebar 187 hoax yang menunggangi isu virus corona. Sedangkan malware yang menunggangi isu virus corona di dunia dapat dihitung dengan jari. Balum lagi isu konspirasi tentang virus ini yang akhirnya menggiring masyarakat kepada tak patuh pada protokol kesehatan ( www.detik.net )

Ironisnya masyarakat Indonesia sangat mudah tergiring hoaks hingga konspirasi. Hal ini disebabkan kemampuan literasi masyarakat yang sangat rendah diirjngi dengan pelaku hoaks yang meningkat. Menurut hasil survei Programme for International Student Assesment (PISA), kemampuan membaca atau literasi siswa Indonesia tidak berkembang salama 18 tahun. Hal ini membuat masyarakat kita percaya pada berita yang mereka suka bukan berita berdasarkan fakta. Disinilah terjadi "bias konfirmasi".

Posisi pakar tak lagi berada di puncak piramida keahlian, akan tetapi sama dengan orang awam yang bahkan tak memiliki keahlian. Kita lihat saja ketika vaksin corona Sinovac memasuki uji klinis tahal 3. Orang yang paling reaksioner terhadap hal ini bukanlah para pakar, tetapi orang yang tak memiliki keahlian. Sebut saja berita yang sempat viral yakni wawancara Anji dengan Hadi Pranoto yang mengklaim memiliki obat penyembuh Covid-19. Bahkan dalam youtube yang sempat Tranding tersebut, Hadi mengklaim bahwa obat antibodi COVID-19 sudah menyembuhkan ribuan pasien COVID-19 dalam waktu 10 sampai 20 jam tanpa dasar ilmiah.

Video ini pun menuai berbagai respon dari masyarakat, terutama kelompok anti vaksin yang menyebarkan opini menentang uji klinis 3 vaksin Sinovac dengan narasi "Jangan jadikan kami kelinci percobaan!" Seolah - olah uji klinis ini disamakan dengan animal testing. Padahal sebelum uji klinis 3 vaksin melalui proses panjang, mulai dari uji komputer, animal tasting, uji klinis 1 dan 2 dll. Ketidak tahuan masyarakat terhadap hal ini ditambah menyebarnya berita hoaks bisa dipastikan akan menimbulkan bahaya global. Padahal para pakar atau ahli kesehatan tidak begitu bereaksi karena mereka masih meneliti dan memahami agar informasi yang mereka sampaikan berdasarkan data valid dan bisa dipertanggungjawabkan.

Kemudahan informasi memang tak diselingi dengan kemampuan literasi yang sepadan. Sehingga hal seperti ini sangat memungkinkan terjadi. Namun pertanyaan selanjutnya adalah, mengapa hal semacam ini menjamur dan sangat sering? Pertama mari kita telaah beberapa modus dari pelaku. Dilansir dari www.sindonews.com Karo Penmas Div Humas Polri Brigjen Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Sabtu (28/3/2020) mengatakan bahwa modus yang digunakan para pelaku umumnya karena iseng, bercandaan, dan ketidakpuasan terhadap pemerintah.

Jika kita analisis kebanyakan modus para pelaku adalah iseng hingga becandaan yang kemudian bisa mereka gunakan sebagai konten bombastis media sosial agar konten mereka bisa viral. Dengan viralnya mereka jelas mereka bisa terkenal dan kemudian memperoleh rupiah dari keviralan mereka. Maka modus utamanya adalah soal materi belaka.

Modus selanjutnya adalah ketidak percayaan terhadap pemerintah. Jujur tidak dipungkiri memang kebijakan Indonesia dalam menangani pandemi menuai banyak kritik dari para ahli, karena kesembronoannya dan tidak tegas dlaam mengeluarkan kebijakan. Kebijakan yang paling bombastis adalah memasukkan TKA China dan kebijakan New Normal ketika pandemi sedang puncak - puncaknya. Maka tak heran jika masyarakat kebingungan mencari solusi walau solusi itu solusi semu asal bisa menenangkan masyarakat seperti wawancara Anji diatas. Sehingga efek selanjutnya adalah masyarakat lebih percaya pada klaim - klaim bombastis di medsos, ketimbang perkataan para pakar. Karena para pakar tak difasilitasi untuk cepat melakukan penelitian, bahkan usulnya saja ditolak oleh negara.

Hal ini tak hanya terjadi pada individu, tapi juga negara. Masih hangat diingatan bagaimana negara mengimpor 2 juta obat Avigan dari India dan China ( news.ddtc.co.id 22/03/2020 ) padahal obat ini belum teruji bisa menyembuhkan pasien virus corona. Negara lebih percaya pada klaim bombastis tanpa penelitian ketimbang para pakar. Jelas karena hak ini sangat menguntungkan pihak - pihak yang andil dalam impor. Lagi - lagi ini soal materi.

Jelas ini bukanlah masalah individu belaka, namun ini adalah masalah sistemis. Kita bersama tau negara ini menganut sistem demokrasi kapitalisme. Asas dari sistem ini adalah materi. Maka jika kita lihat modus - modus pelaku semuanya demi mencari materi belaka, mencari keuntungan sebesar - besarnya. Maka jelas dalam sistem ini para pakar sejajar dengan orang awam yang tak punya dasar. Asal klaim berlebihan asal bombastis lebih dipercaya ketimbang para pakar yang susah payah meneliti dengan sangat hati - hati. Inilah yang disebut era terpasungnya kepakaran. Kapitalismelah yang telah memasungnya.

Hal ini sangat berbeda dengan Islam. Dalam Islam posisi pakar sangatlah dimuliakan. Bahkan jika mereka menelurkan sebuah karya yang kemudian mereka bukukan, maka imbalan bagi mereka adalah emas seberat buku tersebut, masyaAllah. Selain itu Islam mendorong masyarakatnya menjadi seorang pakar, tidak hanya dalam 1 bidang bahkan banyak bidang. Karena Rasulullah bersabda “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad)

Maka tak heran jika dalam daulah Islam saat itu terlahir banyak Pholymath ( orang yang pakar dalam banyak bidang) seperti Ibnu Sina, Al-Hytham, Maryam Al-Asturlabi dkk.  Bahkan ketika Baghdad dibangun penduduknya mayoritas adalah para Pholymath sekaligus ulama. MasyaAllah.

Maka tak layak lagi ideologi ini dipertahankan, karena ideologi ini merupakan media kultur yang sangat baik untuk menyuburkan kemungkaran. Mulai dari LGBT, kekerasan, pezinaan, pencurian, pembunuhan dan tindak kriminal lainnya. Sudah saatnya Islam kembali memimpin dunia dengan aturannya yang sempurna dan memuliakan. Wallahualambissawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Sampaikan Informasi BIN, Mahfud MD: Wahdah Islamiyah Ormas yang Setia kepada NKRI

Sampaikan Informasi BIN, Mahfud MD: Wahdah Islamiyah Ormas yang Setia kepada NKRI

Sabtu, 20 Aug 2022 10:06

Australia Kecewa Indonesia Kurangi Hukuman Pelaku Bom Bali

Australia Kecewa Indonesia Kurangi Hukuman Pelaku Bom Bali

Jum'at, 19 Aug 2022 18:00

Supermodel Bella Hadid Sering Kehilangan Pekerjaan Karena Dukungannya Terhadap Palestina

Supermodel Bella Hadid Sering Kehilangan Pekerjaan Karena Dukungannya Terhadap Palestina

Jum'at, 19 Aug 2022 17:00

Seorang Remaja Israel Terancam Dipenjara Karena Menolak Ikut Wajib Militer

Seorang Remaja Israel Terancam Dipenjara Karena Menolak Ikut Wajib Militer

Jum'at, 19 Aug 2022 10:07

Legislator: Reformasi Fiskal Belum Terlihat Hasil

Legislator: Reformasi Fiskal Belum Terlihat Hasil

Jum'at, 19 Aug 2022 08:16

 Partai Gelora Ingatkan Pentingnya Tegak Negara Hukum dan Supremasi Hukum

Partai Gelora Ingatkan Pentingnya Tegak Negara Hukum dan Supremasi Hukum

Jum'at, 19 Aug 2022 07:50

Khotbah Jumat: Kemenangan Hanya Milik Allah SWT

Khotbah Jumat: Kemenangan Hanya Milik Allah SWT

Jum'at, 19 Aug 2022 07:04

Kado Istimewa di Hari Kemerdekaan, Anies Gratiskan PBB Rumah NJOP Dibawah Rp2 Miliar

Kado Istimewa di Hari Kemerdekaan, Anies Gratiskan PBB Rumah NJOP Dibawah Rp2 Miliar

Jum'at, 19 Aug 2022 06:55

Kepala HAM PBB Sebut Pengungsi Rohingya Tidak Aman Kembali Ke Myanmar

Kepala HAM PBB Sebut Pengungsi Rohingya Tidak Aman Kembali Ke Myanmar

Kamis, 18 Aug 2022 19:26

Sedikitnya 21 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Sebuah Masjid Di Kabul Afghanistan

Sedikitnya 21 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri Di Sebuah Masjid Di Kabul Afghanistan

Kamis, 18 Aug 2022 18:57

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Bersihkan Dulu Tubuh Polri, Baru Bicara Isu Radikalisme di Dunia Pendidikan

Kamis, 18 Aug 2022 15:03

UBN Pimpin Upacara Kemerdekaan di Purwakarta

UBN Pimpin Upacara Kemerdekaan di Purwakarta

Kamis, 18 Aug 2022 14:14

Apa itu Puasa Mutlak dan Bagaimana Niatnya?

Apa itu Puasa Mutlak dan Bagaimana Niatnya?

Kamis, 18 Aug 2022 14:03

Anis: Pemerintah Harus Fokus Benahi Inflasi dan Kesejahteraan Rakyat

Anis: Pemerintah Harus Fokus Benahi Inflasi dan Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 17 Aug 2022 20:47

Mengawal Generasi Muslim

Mengawal Generasi Muslim

Rabu, 17 Aug 2022 20:39

Pelajar SMP Luqman al Hakim Surabaya Tulis Surat Perdamaian untuk Kepala Negara di Dunia

Pelajar SMP Luqman al Hakim Surabaya Tulis Surat Perdamaian untuk Kepala Negara di Dunia

Rabu, 17 Aug 2022 20:31

Tanggapi Pidato Jokowi, Fahira Idris: Masih Banyak UMKM Jalan di Tempat

Tanggapi Pidato Jokowi, Fahira Idris: Masih Banyak UMKM Jalan di Tempat

Rabu, 17 Aug 2022 20:25

Oposisi Afghanistan 'Sangat Lemah' Meskipun Kemarahan Meningkat Terhadap Taliban

Oposisi Afghanistan 'Sangat Lemah' Meskipun Kemarahan Meningkat Terhadap Taliban

Rabu, 17 Aug 2022 13:30


MUI

Must Read!
X