Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.362 views

Rasulullah Dihina, Siapa yang Mampu Melindunginya?

 

Oleh: Khamsiyatil Fajriyah

Sepanjang bulan Rabiul Awal, umat Islam merayakan maulid Nabi sebagai bentuk kecintaan mereka kepada junjungannya. Sosok yang harus dan pantas dicintai, karena tidak ada kecintaan yang melebihi kecintaan beliau kepada umatnya.

Sebelum beliau wafat, yang terucap lirih di bibir mulia beliau adalah "ummati..ummati." Tidak hanya di  akhir hidup beliau, di akhirat nanti kecintaan beliau kepada umatnya masih berlanjut. Di Padang Mahsyar nanti, beliaulah manusia yang paling sibuk mencari umatnya, mengumpulkan, dan memberi minum mereka dari telaga Kautsar setelah kehausan di bawah terik panas matahari.

Maka sangat layak bila umat Islam se-dunia marah ketika Rasulullah dihina. Terlebih penghinaan ini terjadi di saat umat Islam merasakan kesyahduan dan kerinduan yang dalam kepada Baginda Nabi, di peringatan hari kelahiran beliau.

Sudah sepekan berlalu, sejak pernyataan Emmanuel Macron, Presiden Perancis yang menyatakan bahwa dirinya akan tetap memberikan izin penerbitan karikatur nabi Muhammad di majalah satire Charlie Hebdo. Alasannya, karena hendak mempertahankan kebebasan berekspresi di negaranya. Masalah seperti ini, jelas mengundang reaksi umat Islam di seluruh dunia.

Sepekan ini, umat Islam di seluruh negeri-negeri muslim memprotes pernyataan dan kebijakan Macron. Protes dan kecaman  dari kepala negara hingga rakyat jelata,  di dunia maya juga dunia nyata. Tetapi tetap saja si Macron pada pendiriannya. Yang dikhawatirkannya hanyalah berkurangnya penghasilan Perancis bila negeri-negeri muslim memboikot produk negaranya. Itu saja.

Benar-benar sikap semau gue, gaya khas bangsa Perancis sebagai cerminan sikap individualisme yang kuat. Dan sampai hari ini, tidak ada ucapan maaf kepada umat Islam karena telah menghina Islam dan junjungan mereka. Penyakit intoleran ini ada, karena sekularisme akut yang telah diidap lama oleh Perancis.

Memboikot dan mengecam  adalah langkah awal menolak pernyataan si Macron. Menghentikan si Macron, tentu tidak bisa berhenti sampai di langkah ini. Tahapan selanjutnya adalah jangan lagi berdiri di sisi yang sama dengan si Macron beserta segenap prinsip hidup bangsa Perancis. Apakah itu? Jangan ikut hidup dalam kehidupan sekular dan mempertahankan demokrasi yang menjadi sumber kebebasan berekspresi.

Untuk ketegasan bersikap, umat Islam bisa melihat bagaimana Sultan Abdul Hamid II menghentikan upaya penghinaan kepada Rasulullah SAW. Saat itu akan ada pementasan teater di Perancis, dengan judul "Muhammad dan Kefanatikan" yang disadur dari karya sastra Voltaire. Sultan Abdul Hamid II hanya memanggil duta besar Perancis dengan pesan yang menunjukkan kewibawaan beliau sebagai Khalifah, pemimpin umat Islam. Singkat saja pesan beliau kepada duta besar Perancis.

"Aku Sultan dari Balkan, Irak, Suriah, Lebanon, Hijaz, Kaukasus, Anatolia, dan Istambul. Aku, Khalifah Abdul Hamid Han. Jika Anda tidak menghentikan teater tersebut. Maka akan kuhancurkan negerimu."

Dan pementasan itu benar-benar dibatalkan. Padahal saat itu, kondisi kekhilafahan Turki sedang krisis, dengan julukan "The Old Sick Man" yang diberikan oleh negara-negara Eropa. Sedangkan Perancis saat itu, adalah salah satu dari negara besar di Eropa yang tengah berjaya. Tetap saja, Khilafah Turki sebagai sebuah negara adidaya yang melindungi umat Islam, agama, dan Rasulullah walaupun harus bertaruh nyawa, disegani oleh negara-negara di dunia.

Hari ini, kita belum memiliki kekuatan itu, kekuatan yang menjadi pelindung Islam dan Nabinya. Kekuatan yang akan membungkam musuh-musuh Allah. Maka, berjuang untuk memilikinya kembali, jelas bukanlah mimpi. Berjuang mewujudkannya kembali, adalah buah keyakinan akan janji Allah dan RasulNya. Insya Allah segera. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Fahri: Elit Politik di Indonesia tidak Tunjukkan Keseriusan Berdemokrasi

Fahri: Elit Politik di Indonesia tidak Tunjukkan Keseriusan Berdemokrasi

Senin, 08 Mar 2021 09:25

Perkuat Profesional Muslim, Forum Duta Amaliah Astra Gagas Syiar Kreatif

Perkuat Profesional Muslim, Forum Duta Amaliah Astra Gagas Syiar Kreatif

Senin, 08 Mar 2021 06:37

Mayoritas Siswa Prancis Menolak Sekularisme Kaku Negara Mereka

Mayoritas Siswa Prancis Menolak Sekularisme Kaku Negara Mereka

Ahad, 07 Mar 2021 20:30

Pasukan Saudi Hancurkan 10 Drone Bersenjata Yang Ditembakkan Oleh Syi'ah Houtsi Yaman

Pasukan Saudi Hancurkan 10 Drone Bersenjata Yang Ditembakkan Oleh Syi'ah Houtsi Yaman

Ahad, 07 Mar 2021 19:30

42 Dari 100 Orang Bermain Game Seluler Setidaknya Sekali Sehari

42 Dari 100 Orang Bermain Game Seluler Setidaknya Sekali Sehari

Ahad, 07 Mar 2021 17:08

Menuju Dilegalkannya Minol, Budaya atau Buah Kegagalan Sistem?

Menuju Dilegalkannya Minol, Budaya atau Buah Kegagalan Sistem?

Ahad, 07 Mar 2021 14:08

Al-Shabaab Bebaskan 400 Tahanan Dalam Pembobolan Penjara di Puntland Somalia Utara

Al-Shabaab Bebaskan 400 Tahanan Dalam Pembobolan Penjara di Puntland Somalia Utara

Sabtu, 06 Mar 2021 21:05

Laporan: Faksi FSA Dukungan Turki Bicarakan Masalah Keamanan Dengan HTS

Laporan: Faksi FSA Dukungan Turki Bicarakan Masalah Keamanan Dengan HTS

Sabtu, 06 Mar 2021 20:00

Kasus Suap Pajak di Tengah Pandemi, Anis: Rapor Merah Pemerintah

Kasus Suap Pajak di Tengah Pandemi, Anis: Rapor Merah Pemerintah

Sabtu, 06 Mar 2021 19:19

Palang Merah Internasional Desak Myanmar Lindungi Relawan dan Petugas Kesehatan

Palang Merah Internasional Desak Myanmar Lindungi Relawan dan Petugas Kesehatan

Sabtu, 06 Mar 2021 13:15

Kajian Ilmu FUUI:

Kajian Ilmu FUUI: "Mengharamkan yang Dihalalkan dan Menghalalkan yang Diharamkan oleh Allah SWT"

Sabtu, 06 Mar 2021 09:50

Jimly Asshiddiqy Salah Besar

Jimly Asshiddiqy Salah Besar

Sabtu, 06 Mar 2021 09:30

Bolehkah Berdoa Agar Disampaikan ke Ramadhan?

Bolehkah Berdoa Agar Disampaikan ke Ramadhan?

Jum'at, 05 Mar 2021 18:43

Organisasi HAM Sambut Baik Keputusan ICC Untuk Selidiki Kejahatan Perang Israel

Organisasi HAM Sambut Baik Keputusan ICC Untuk Selidiki Kejahatan Perang Israel

Jum'at, 05 Mar 2021 16:05

Melegislasi Miras, Melegislasi Kemaksiatan Pendatang Azab

Melegislasi Miras, Melegislasi Kemaksiatan Pendatang Azab

Jum'at, 05 Mar 2021 15:59

Bank Danamon Syariah Hadirkan Layanan Wakaf Uang

Bank Danamon Syariah Hadirkan Layanan Wakaf Uang

Jum'at, 05 Mar 2021 15:52

Rusia Telah Pulangkan 145 Anak Mantan Pejuang Islamic State Dari Irak dan Suriah

Rusia Telah Pulangkan 145 Anak Mantan Pejuang Islamic State Dari Irak dan Suriah

Jum'at, 05 Mar 2021 15:35

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lancarkan Serangan Baru Ke Badara Sipil Abha Saudi

Pemberontak Syi'ah Houtsi Lancarkan Serangan Baru Ke Badara Sipil Abha Saudi

Jum'at, 05 Mar 2021 14:40

Test The Water Investasi Miras

Test The Water Investasi Miras

Jum'at, 05 Mar 2021 11:26

Menjadi Ibu Tangguh di Era Pandemi

Menjadi Ibu Tangguh di Era Pandemi

Jum'at, 05 Mar 2021 09:09


MUI

Must Read!
X