Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.753 views

Demo Buruh dan Lambatnya Perubahan, Apa yang Salah?

 

Oleh: Lisia Faris, S.E.

Tanggal 1 Mei diperingati sebagai May day, hari buruh Internasional. Pada hari itu para buruh sepakat tidak bekerja seperti biasanya. Mereka menggelar hajatan akbar lain: demo. Dengan komando organisasi serikat pekerja yang menaunginya, mereka memobilisir para buruh di berbagai daerah dengan satu aspirasi sederhana, yakni peningkatan kesejahteraan buruh. Bisa dipastikan setiap tahun agendanya membaca tuntutan yang sama. Seputar kenaikan upah, kelayakan kondisi kerja, dan semacamnya. Mereka melakukannya dengan konsisten.

Tapi, meski sudah rajin demo, kondisi buruh tidak juga membaik. Padahal kali ini mereka tidak hanya demo di bulan Mei, tapi juga di bulan-bulan lain. Bulan Oktober kemarin misalnya, terjadi beberapa gelombang besar demonstrasi buruh di Indonesia. Di tengah pandemi covid-19 yang masih mengintai, mereka nekat demo. Menolak UU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja (UU Cilaka) yang disinyalir sangat merugikan buruh.

Anehnya, pergolakan panas yang digadang sebagian pihak mampu menggoyang rezim itu sekarang berhenti sama sekali. Menghilang secara misterius. Padahal demo berjilid itu sudah diberitakan oleh media asing sekelas New York Times. Headline-nya pun sengaja dipilih yang serem “Indonesia’s Parliament Approves Jobs Bill, Despite Labor and Environmental Fears”. Kabarnya saat ini malah muncul klaster baru penyebaran covid-19, hasil demo buruh waktu itu. Dinamai klaster demo.

Jika ditelusur, tradisi demo dan mogok kerja pertama kali terjadi di Amerika tahun 1806 oleh para pekerja di pabrik sepatu Cordwainer. Konon mereka dipaksa kerja 20 jam sehari dengan upah minim dan kondisi kerja yang tak layak. Ternyata, para buruh telah begitu konsisten memperjuangkan nasib mereka selama lebih dari 200 tahun. Mirisnya, meski sudah lebih dari dua abad berusaha, realitanya kesejahteraan buruh masih minim. Nyaris tanpa perubahan berarti.

Apa yang Salah dengan Demo Buruh?

“The fox knows many things, but the hedgehog knows one big thing “. Parabel dari Archilochus, penyair Yunani Kuno ini menggambarkan paradoks antara rubah (fox) dan landak (hedgehog). Rubah terkenal punya banyak ide acak untuk menyerang sedangkan landak hanya memiliki satu cara andalan untuk bertahan, yaitu menggulung tubuhnya yang dilindungi duri tajam. Apapun jenis ancaman yang datang, dia cukup menggulung tubuhnya. Strategi ini selalu berhasil. Konsisten sekali.

Menurut Jim Collins dalam buku Good to Great, untuk menjadi hebat, perusahaan perlu memiliki satu konsep sederhana yang terpadu. Konsep yang lahir dari filosofi perusahaan ini harus terus dilakukan secara konsisten, sehingga menjadi core competency yang menjadi kekuatan unggulannya (hedgehog). Sebaliknya, hindari perilaku acak dan inkonsisten di luar kompetensi intinya (fox).

Apakah tidak berubahnya nasib buruk buruh lebih dari dua ratus tahun itu karena secara tidak sadar mereka sudah mempraktikkan hedgehog concept dengan cara yang salah? Bisa jadi. Seharusnya, semua kondisi ini mampu membuat para buruh berhenti sejenak dan merefleksi diri. Apa yang salah dan bagian mana yang harus diperbaiki.

Setiap aturan dan kebijakan yang diterapkan di sebuah negara pasti merupakan derevasi, turunan dari satu konsep pemikiran induk, itulah ideologi. Tak terkecuali aturan sistem penggajian buruh. Standar gaji buruh saat ini dihitung berdasarkan total biaya kebutuhan hidup (living cost) terendah. Biasanya dihitung selama sebulan, tergantung wilayahnya.

Jadi, selama ini para buruh tidak menerima perhitungan gaji yang sesungguhnya, tapi hanya sekadar untuk mempertahankan hidup. Itupun pada level minimal. Inilah konsep khas ideologi kapitalisme dalam menggaji buruh. Dengan konsep ini, mungkinkan nasib buruh berubah sejahtera? Meski konsisten bekerja seumur hidup dan demo ratusan tahun?

Padahal, jika mereka mau sebentar saja mendengar dan memahami dengan seksama, ada solusi solutif untuk mengakhiri keterpurukan buruh. Inilah sistem ekonomi Islam, aturan yang tidak berasal dari akal manusia yang serba lemah dan terbatas. Tapi berasal dari Allah Maha Kaya Sang Pengatur Semesta. Sistem penggajian dalam Islam ditentukan oleh nilai atau manfaat jasa yang diberikan pekerja, bukan biaya hidup minimal. Pekerja dengan skill tinggi, yang mampu memberikan nilai jasa lebih besar, tidak akan disamakan gajinya dengan yang kurang kompeten. Maka, tidak akan terjadi ekspoitasi majikan (perusahaan) terhadap pekerja. Negara juga tidak perlu repot menentukan besaran upah minimum wilayah, baik itu UMR/UMP/UMK.

Selain itu, negara juga segera hadir jika terjadi kezaliman. Misalnya dalam kasus yang selama ini lazim terjadi, berupa perusahaan mengurangi hak buruh, ketidakadilan kontrak kerja, menunda-nunda pembayaran gaji, dll.

  مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ

Menunda penunaian kewajiban (bagi yang mampu) termasuk kezaliman (HR al-Bukhari dan Muslim).

Negara akan segera mengambil tindakan tegas, tidak akan takluk kepada para kapitalis. Seperti yang saat ini terjadi, penguasa justru berselingkuh dengan para pengusaha culas memuluskan berbagai aturan zalim yang merugikan rakyat.  Para pekerja juga tak perlu membayar berbagai iuran asuransi yang memberatkan. Karena semua fasilitas publik standard sudah disediakan negara sebagai bentuk riayah kepada warganya. Itulah sistem ekonomi Islam yang merupakan salah satu pilar negara yang menerapkan Islam kaffah. Tidak rindukah kita pada institusi yang menerapkan sistem pemerintahan yang adil dan menyejahterakan ini? (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
Larangan Mudik Jilid II dengan Problematikanya

Larangan Mudik Jilid II dengan Problematikanya

Kamis, 06 May 2021 11:06

Akhir Ramadhan, ASAR Humanity Berbagi Kebahagiaan dengan Yatim-Dhuafa

Akhir Ramadhan, ASAR Humanity Berbagi Kebahagiaan dengan Yatim-Dhuafa

Kamis, 06 May 2021 10:14

Seorang Wanita Mali Lahirkan 9 Bayi Sekaligus

Seorang Wanita Mali Lahirkan 9 Bayi Sekaligus

Rabu, 05 May 2021 20:27

Taliban Rebut Sebuah Distrik Di Baghlan Utara Afghanistan

Taliban Rebut Sebuah Distrik Di Baghlan Utara Afghanistan

Rabu, 05 May 2021 19:15

Sayap Militer Hamas Peringatkan Israel Atas Serangan Geng Zionis Di Yerusalem Timur

Sayap Militer Hamas Peringatkan Israel Atas Serangan Geng Zionis Di Yerusalem Timur

Rabu, 05 May 2021 18:54

Jangan Tinggalkan Doa Ini di Lailatul Qadar

Jangan Tinggalkan Doa Ini di Lailatul Qadar

Rabu, 05 May 2021 15:08

Tips Menghindari Tag Video Porno di Facebook

Tips Menghindari Tag Video Porno di Facebook

Rabu, 05 May 2021 14:59

Al Qur'an, Perempuan, dan Literasi

Al Qur'an, Perempuan, dan Literasi

Rabu, 05 May 2021 14:52

E-KTP untuk Transgender, dari Toleransi Hingga Mengasihi

E-KTP untuk Transgender, dari Toleransi Hingga Mengasihi

Rabu, 05 May 2021 14:31

Indonesiaku Hijau, Cara PKS Lawan Penghancuran Global

Indonesiaku Hijau, Cara PKS Lawan Penghancuran Global

Rabu, 05 May 2021 13:53

MUI: Pemberangkatan Haji Harus Pertimbangkan Keselamatan Jiwa Jamaah

MUI: Pemberangkatan Haji Harus Pertimbangkan Keselamatan Jiwa Jamaah

Rabu, 05 May 2021 12:50

Lemak Ini Lebih Berbahaya Dibandingkan Kolesterol Makanan

Lemak Ini Lebih Berbahaya Dibandingkan Kolesterol Makanan

Rabu, 05 May 2021 11:00

IMT-GT Tempatkan Produk Halal Bagian Program Pemulihan Ekonomi

IMT-GT Tempatkan Produk Halal Bagian Program Pemulihan Ekonomi

Rabu, 05 May 2021 10:55

Silaturahim Dengan MUI, PKS Jelaskan Kiprah Perempuan Dalam Politik dan Dukungan Terhadap RUU Ekonom

Silaturahim Dengan MUI, PKS Jelaskan Kiprah Perempuan Dalam Politik dan Dukungan Terhadap RUU Ekonom

Rabu, 05 May 2021 10:50

Maksimalkan Pengelolaan Emosi di Bulan Suci, PP Himi Persis Adakan Sinergi Ramadhan

Maksimalkan Pengelolaan Emosi di Bulan Suci, PP Himi Persis Adakan Sinergi Ramadhan

Rabu, 05 May 2021 10:45

Tragedi Nanggala 402, Hima PERSIS Desak Pemerintah Lakukan Percepatan Modernisasi Alutsista TNI

Tragedi Nanggala 402, Hima PERSIS Desak Pemerintah Lakukan Percepatan Modernisasi Alutsista TNI

Rabu, 05 May 2021 10:40

Kapal Selam KRI Bocah Jogokariyan-1442

Kapal Selam KRI Bocah Jogokariyan-1442

Rabu, 05 May 2021 10:35

Kajian Akbar Spesial Akhir Ramadhan Bersama Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Zaitun Rasmin

Kajian Akbar Spesial Akhir Ramadhan Bersama Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Zaitun Rasmin

Rabu, 05 May 2021 08:48

Utang Luar Negeri Indonesia Semakin Membengkak, Anis: Sinyal Kurang Baik

Utang Luar Negeri Indonesia Semakin Membengkak, Anis: Sinyal Kurang Baik

Rabu, 05 May 2021 08:09

Polisi Tembak Pria Bersenjata Yang Berusaha Menerobos Markas Besar CIA

Polisi Tembak Pria Bersenjata Yang Berusaha Menerobos Markas Besar CIA

Selasa, 04 May 2021 19:15


MUI

Must Read!
X