Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.318 views

Demo Buruh dan Lambatnya Perubahan, Apa yang Salah?

 

Oleh: Lisia Faris, S.E.

Tanggal 1 Mei diperingati sebagai May day, hari buruh Internasional. Pada hari itu para buruh sepakat tidak bekerja seperti biasanya. Mereka menggelar hajatan akbar lain: demo. Dengan komando organisasi serikat pekerja yang menaunginya, mereka memobilisir para buruh di berbagai daerah dengan satu aspirasi sederhana, yakni peningkatan kesejahteraan buruh. Bisa dipastikan setiap tahun agendanya membaca tuntutan yang sama. Seputar kenaikan upah, kelayakan kondisi kerja, dan semacamnya. Mereka melakukannya dengan konsisten.

Tapi, meski sudah rajin demo, kondisi buruh tidak juga membaik. Padahal kali ini mereka tidak hanya demo di bulan Mei, tapi juga di bulan-bulan lain. Bulan Oktober kemarin misalnya, terjadi beberapa gelombang besar demonstrasi buruh di Indonesia. Di tengah pandemi covid-19 yang masih mengintai, mereka nekat demo. Menolak UU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja (UU Cilaka) yang disinyalir sangat merugikan buruh.

Anehnya, pergolakan panas yang digadang sebagian pihak mampu menggoyang rezim itu sekarang berhenti sama sekali. Menghilang secara misterius. Padahal demo berjilid itu sudah diberitakan oleh media asing sekelas New York Times. Headline-nya pun sengaja dipilih yang serem “Indonesia’s Parliament Approves Jobs Bill, Despite Labor and Environmental Fears”. Kabarnya saat ini malah muncul klaster baru penyebaran covid-19, hasil demo buruh waktu itu. Dinamai klaster demo.

Jika ditelusur, tradisi demo dan mogok kerja pertama kali terjadi di Amerika tahun 1806 oleh para pekerja di pabrik sepatu Cordwainer. Konon mereka dipaksa kerja 20 jam sehari dengan upah minim dan kondisi kerja yang tak layak. Ternyata, para buruh telah begitu konsisten memperjuangkan nasib mereka selama lebih dari 200 tahun. Mirisnya, meski sudah lebih dari dua abad berusaha, realitanya kesejahteraan buruh masih minim. Nyaris tanpa perubahan berarti.

Apa yang Salah dengan Demo Buruh?

“The fox knows many things, but the hedgehog knows one big thing “. Parabel dari Archilochus, penyair Yunani Kuno ini menggambarkan paradoks antara rubah (fox) dan landak (hedgehog). Rubah terkenal punya banyak ide acak untuk menyerang sedangkan landak hanya memiliki satu cara andalan untuk bertahan, yaitu menggulung tubuhnya yang dilindungi duri tajam. Apapun jenis ancaman yang datang, dia cukup menggulung tubuhnya. Strategi ini selalu berhasil. Konsisten sekali.

Menurut Jim Collins dalam buku Good to Great, untuk menjadi hebat, perusahaan perlu memiliki satu konsep sederhana yang terpadu. Konsep yang lahir dari filosofi perusahaan ini harus terus dilakukan secara konsisten, sehingga menjadi core competency yang menjadi kekuatan unggulannya (hedgehog). Sebaliknya, hindari perilaku acak dan inkonsisten di luar kompetensi intinya (fox).

Apakah tidak berubahnya nasib buruk buruh lebih dari dua ratus tahun itu karena secara tidak sadar mereka sudah mempraktikkan hedgehog concept dengan cara yang salah? Bisa jadi. Seharusnya, semua kondisi ini mampu membuat para buruh berhenti sejenak dan merefleksi diri. Apa yang salah dan bagian mana yang harus diperbaiki.

Setiap aturan dan kebijakan yang diterapkan di sebuah negara pasti merupakan derevasi, turunan dari satu konsep pemikiran induk, itulah ideologi. Tak terkecuali aturan sistem penggajian buruh. Standar gaji buruh saat ini dihitung berdasarkan total biaya kebutuhan hidup (living cost) terendah. Biasanya dihitung selama sebulan, tergantung wilayahnya.

Jadi, selama ini para buruh tidak menerima perhitungan gaji yang sesungguhnya, tapi hanya sekadar untuk mempertahankan hidup. Itupun pada level minimal. Inilah konsep khas ideologi kapitalisme dalam menggaji buruh. Dengan konsep ini, mungkinkan nasib buruh berubah sejahtera? Meski konsisten bekerja seumur hidup dan demo ratusan tahun?

Padahal, jika mereka mau sebentar saja mendengar dan memahami dengan seksama, ada solusi solutif untuk mengakhiri keterpurukan buruh. Inilah sistem ekonomi Islam, aturan yang tidak berasal dari akal manusia yang serba lemah dan terbatas. Tapi berasal dari Allah Maha Kaya Sang Pengatur Semesta. Sistem penggajian dalam Islam ditentukan oleh nilai atau manfaat jasa yang diberikan pekerja, bukan biaya hidup minimal. Pekerja dengan skill tinggi, yang mampu memberikan nilai jasa lebih besar, tidak akan disamakan gajinya dengan yang kurang kompeten. Maka, tidak akan terjadi ekspoitasi majikan (perusahaan) terhadap pekerja. Negara juga tidak perlu repot menentukan besaran upah minimum wilayah, baik itu UMR/UMP/UMK.

Selain itu, negara juga segera hadir jika terjadi kezaliman. Misalnya dalam kasus yang selama ini lazim terjadi, berupa perusahaan mengurangi hak buruh, ketidakadilan kontrak kerja, menunda-nunda pembayaran gaji, dll.

  مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ

Menunda penunaian kewajiban (bagi yang mampu) termasuk kezaliman (HR al-Bukhari dan Muslim).

Negara akan segera mengambil tindakan tegas, tidak akan takluk kepada para kapitalis. Seperti yang saat ini terjadi, penguasa justru berselingkuh dengan para pengusaha culas memuluskan berbagai aturan zalim yang merugikan rakyat.  Para pekerja juga tak perlu membayar berbagai iuran asuransi yang memberatkan. Karena semua fasilitas publik standard sudah disediakan negara sebagai bentuk riayah kepada warganya. Itulah sistem ekonomi Islam yang merupakan salah satu pilar negara yang menerapkan Islam kaffah. Tidak rindukah kita pada institusi yang menerapkan sistem pemerintahan yang adil dan menyejahterakan ini? (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Latest News
Dark Joke, Humor Gelap yang Berlagak Openminded?

Dark Joke, Humor Gelap yang Berlagak Openminded?

Ahad, 17 Jan 2021 14:30

Sejumlah Bencana Alam Terjadi, Anis Matta: Kita Butuh Kolaborasi Agar Indonesia Selalu Diberkahi

Sejumlah Bencana Alam Terjadi, Anis Matta: Kita Butuh Kolaborasi Agar Indonesia Selalu Diberkahi

Ahad, 17 Jan 2021 11:29

Pesan Syekh Ali Jaber yang Sangat Diingat Presiden PKS Ahmad Syaikhu

Pesan Syekh Ali Jaber yang Sangat Diingat Presiden PKS Ahmad Syaikhu

Sabtu, 16 Jan 2021 23:17

Penyusup Taliban Tewaskan 12 Milisi Pro-Pemerintah Afghanistan di Distrik Ghorian Herat

Penyusup Taliban Tewaskan 12 Milisi Pro-Pemerintah Afghanistan di Distrik Ghorian Herat

Sabtu, 16 Jan 2021 21:25

Pembalap Israel 'Diam-diam' Berpartisipasi Dalam Reli Dakar Yang Diselenggarakan Arab Saudi

Pembalap Israel 'Diam-diam' Berpartisipasi Dalam Reli Dakar Yang Diselenggarakan Arab Saudi

Sabtu, 16 Jan 2021 21:05

Pria Keturunan Libanon Jadi Pelatih Muslim Pertama Dalam Sejarah Sepak Bola Amerika NFL

Pria Keturunan Libanon Jadi Pelatih Muslim Pertama Dalam Sejarah Sepak Bola Amerika NFL

Sabtu, 16 Jan 2021 20:13

Whatsapp Tunda Perubahan Pembagian Data Setelah Banyak Pengguna Berpindah Ke Aplikasi Lain

Whatsapp Tunda Perubahan Pembagian Data Setelah Banyak Pengguna Berpindah Ke Aplikasi Lain

Sabtu, 16 Jan 2021 16:41

Syekh Ali Jaber Wafat, Menag: Saya Berduka, Jasa Almarhum Besar dalam Dakwah

Syekh Ali Jaber Wafat, Menag: Saya Berduka, Jasa Almarhum Besar dalam Dakwah

Sabtu, 16 Jan 2021 11:59

MUI Sampaikan Keberatan Kremasi Jenazah Muslim Covid-19 Sri Lanka

MUI Sampaikan Keberatan Kremasi Jenazah Muslim Covid-19 Sri Lanka

Sabtu, 16 Jan 2021 11:19

Semasa Muda, Syekh Ali Jaber Sempat Bela Klub Sepakbola Terkenal di NTB

Semasa Muda, Syekh Ali Jaber Sempat Bela Klub Sepakbola Terkenal di NTB

Sabtu, 16 Jan 2021 07:51

Pak Taufan Damanik, Komnas HAM Itu Bukan Organisasi Selebriti

Pak Taufan Damanik, Komnas HAM Itu Bukan Organisasi Selebriti

Sabtu, 16 Jan 2021 07:37

Pesan Syeikh Ali Jaber kepada Putranya: Jaga Shalat dan Ibu!

Pesan Syeikh Ali Jaber kepada Putranya: Jaga Shalat dan Ibu!

Sabtu, 16 Jan 2021 06:27

PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Wafatnya Syekh Ali Jaber

PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Wafatnya Syekh Ali Jaber

Sabtu, 16 Jan 2021 02:14

Memilih Pemimpin

Memilih Pemimpin

Jum'at, 15 Jan 2021 21:15

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Jum'at, 15 Jan 2021 19:45

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Jum'at, 15 Jan 2021 16:56

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Jum'at, 15 Jan 2021 12:59

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Jum'at, 15 Jan 2021 11:35

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Jum'at, 15 Jan 2021 11:10

Cegah Penyelewengan, DPR dan BPK Perlu Koordinasi Awasi APBN untuk Penanganan Covid-19

Cegah Penyelewengan, DPR dan BPK Perlu Koordinasi Awasi APBN untuk Penanganan Covid-19

Jum'at, 15 Jan 2021 10:59


MUI

Must Read!
X