Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
11.313 views

Ada Apa di Balik Pembelaan Agama Baha'i?

 

Oleh: Ema Darmawaty

Kembali, sang menteri membuat keresahan di tengah umat. Viralnya video Menteri agama memberikan ucapan selamat hari raya pada umat Baha'i menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Banyak pro kontra terkait hal ini. Bagi aktivis kebebasan beragama, kejadian ini merupakan momen untuk menggaungkan kembali kebebasan memeluk agama tertentu tanpa melihat apakah ajaran suatu agama itu sesat atau tidak. Sedangkan yang kontra merasa bahwa yang dilakukan pejabat publik tersebut adalah suatu keanehan karena agama Baha'i sendiri tidak diakui dalam UU Indonesia.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis pun meminta pemerintah tidak salah menyikapi keberadaan agama Baha'i. Senada dengan itu, Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) mengusulkan untuk membawa masalah Baha’i ini ke jalur hukum. Pasalnya, terdapat cukup banyak bukti yang mengindikasikan adanya unsur penodaan agama Islam yang dilakukan oleh pendiri dan para pengikut Baha’i.

Usulan ini dikemukakan Ketua Tim Peneliti Baha’I Dewan Da’wah, Dr. Taufik Hidayat, setelah timnya melakukan penelitian seputar Baha’i.

“Kepada Pimpinan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia dan Ormas-ormas Islam lainnya, agar membentuk Tim Hukum untuk membawa masalah Baha’i ini ke jalur hukum, dengan tetap dibantu oleh anggota-anggota Tim Peneliti Baha’i,” ujar Taufik dalam rilis Hasil Penelitian yang ditandatanganinya, Selasa (3/7/2021).

Pakar Fikih Islam KH Muhammad Shiddiq Al-Jawi juga memaparkan aliran sesat  Baha'i  dan ajarannya yang menyerang Islam.

"Mereka akan melihat ini mirip dengan ajaran Islam tapi isinya doktrinnya menyerang Islam," dia melanjutkan dalam kajian dengan tema Baha'i Aliran Sesat Mengapa Diberi Selamat? di kanal YouTube Khilafah Channel Reborn, Jumat (30/07/2021).

Menurut Ustaz Shiddiq, ajaran ini tidak sesuai dengan ajaran Islam. Shalatnya ada, haji, dan puasanya ada, namun mereka ubah sedemikian rupa. Ini yang luput dari perhatian para pemimpin, sah-sah saja ada agama lain, itu hak asasi manusia bahwa setiap orang punya hak untuk beragama.

"Persoalannya, agama  Baha'i ini melakukan penyebaran dan propaganda ajaran-ajarannya kepada orang Islam terutama yang awam, maka menyesatkan dan memurtadkan," terangnya.

Seperti apa agama Baha'i ?

Dilansir dari idntimes.com (13/8/2021), agama Baha'i muncul pada 1844, ketika Iran dilanda dekadensi moral, Sayyid Ali Muhammad, dikenal sebagai 'Sang Bab', hadir dengan pesan-pesan perdamaian. Pemuda asal Shiraz itu mengaku sebagai rasul yang membawa misi mempersiapkan jalan bagi kehadiran 'Perwujudan Tuhan'. Sosok itulah yang nantinya membawa perdamaian dan menyerukan nilai-nilai keadilan universal.

Ajaran Sang Bab menuai kontroversi. Banyak masyarakat yang mengikuti Sang Bab. Sang Bab selain menyebarkan ajarannya yang sesat juga menyerukan diskriminasi. Wajar saja, banyak yang mengikuti ajarannya. Tetapi, dengan tegas pemerintah Iran menganggap ajaran Baha'i adalah ajaran sesat. Agama itu masuk ke Indonesia pada 1878. Kemenag menyebut penganut Baha'i di Indonesia mencapai sekitar 5.000 orang.

Agama ini pun pernah dicap sesat oleh MUI Jawa Barat pada 2014. Agama itu dipermasalahkan karena memiliki ritual yang mirip dengan ajaran Islam, seperti salat dan puasa. Dan kesesatan juga ada pada  ajaran Baha'i yang mengingkari Rasulullah Muhammad SAW adalah penutup para nabi, penutup para rasul dan meyakini bahwa buku-buku yang ditulis oleh para pendiri Baha'i  itu menghapus atau me nasakh   Al-Qur'an.

Meskipun telah di nyatakan sesat oleh MUI namun masih ada pembelaan dari pemerintah, misalnya saja Staf Khusus Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz menyebut bahwa langkah Menag Yaqut Cholil Qoumas yang mengucapkan selamat Hari Raya Naw Ruz kepada masyarakat Baha'i sudah berdasarkan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Pada era Presiden Soekarno, Baha'i sempat dilarang melalui Keppres Nomor 264/1962, karena dianggap bertentangan dengan revolusi, dan juga cita-cita Sosialisme Indonesia. Namun, pada zaman Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Keppres No 264/1962 dicabut dan diganti dengan Keppres No 69/2000 yang menyatakan bahwa penganut Baha'i bebas menjalankan aktivitas keagamaannya.

Pembelaan pun datang dari pihak peneliti puslitbang Kemenag. Mereka mengatakan, Baha'i adalah agama yang berdiri sendiri dan tidak ada kaitannya dengan Islam. Dari situlah mereka memberikan legitimasi kepada penganut Baha'i, bahkan memberikan ucapan selamat hari raya kepada mereka.

Kebebasan beragama buah demokrasi

Salah satu pilar dari demokrasi adalah kebebasan beragama. Maka tak heran jika Indonesia pun tak memberikan rambu-rambu  tentang penyebaran suatu agama. Meski di dalam Undang-Undang di nyatakan bahwa hanya ada 5 agama yang di akui di Indonesia namun pada faktanya banyak agama atau aliran kepercayaan yang bebas menyebarkan ajarannya meski masuk dalam kategori sesat. Salah satu contohnya yaitu Ahmadiyah yang masih eksis sampai saat ini bahkan secara halus dan perlahan mulai mendapatkan pengakuan dari negara.

Liberalisme berbalut moderasi agama pun makin keras di gaungkan, dengan dalih toleransi, aliran sesat pun di beri tempat dan pengakuan. Dari video tersebut juga menunjukkan ketidakadilan bagi Umat Islam. Di sisi lain aliran sesat di apresiasi namun di sisi lain kaum muslim yang berdakwah menyampaikan syiar Islam di tuduh radikal dan intoleran bahkan di persekusi hingga ada yang sampai masuk bui.

Kuatnya cengkeraman sekularisme pada negeri ini memang sangat berdampak pada kehidupan beragama khususnya bagi umat muslim. Proyek-proyek barat memisahkan umat muslim dari Islam semisal moderasi beragama makin tampak. Pemahaman toleransi yang salah tempat, begitu juga dengan pluralisme agama yang menyatakan semua agama benar adalah narasi -narasi yang  secara perlahan makin menyesatkan pemikiran kaum muslimin.  Hal semacam itu bisa mendangkalkan akidah mereka. Bukan tidak mungkin bila hal ini di biarkan maka banyak dari umat Islam yang rentan terhadap pemurtadan apalagi dengan kondisi makin dipersulitnya dakwah Islam kaffah di tengah umat.

Syariat Islam menjaga akidah umat

Allah SWT berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 256 ;

آ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِۗ قَدْ تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَّكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗوَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

Tidak ada paksaan bagi seseorang untuk memeluk Islam namun ketika seseorang memilih Islam sebagai jalan hidupnya maka haram baginya untuk murtad. Islam betul-betul menjaga akidah seorang muslim. Bagaimana bentuk penjagaan itu?

Dalam sistem pemerintahan  Islam, negara memiliki tanggung jawab terbesar dalam menjaga akidah umat. Ini karena Daulah Islam adalah junnah (perisai) akidah umat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّمَاالْإِمَامُجُنَّةٌيُقَاتَلُمِنْوَرَائِهِوَيُتَّقَىبِهِ،

Sesungguhnya al-imam (khalifah) itu (laksana) perisai, di mana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)nya.” (HR Al-Bukhari, Muslim, An-Nasa’i, Abu Dawud, Ahmad)

Makna ungkapan kalimat “al-imamu junnah” adalah perumpamaan sebagai bentuk pujian terhadap imam yang memiliki tugas mulia untuk melindungi orang-orang yang ada di bawah kekuasaannya, termasuk melindungi iman mereka.

Mekanisme penjagaan akidah pada Daulah Islam adalah :

Pertama, negara memastikan setiap umat muslim memiliki landasan akidah yang kuat, tentunya dengan kurikulum pendidikan bagi anak sekolah dan pembinaan umum di masyarakat. Pendidikan dan pembinaan ini akan membangun iman yang benar dan kokoh, yang didapat dari proses berpikir yang benar. Pembinaan umum di lakukan dengan dakwah ke tengah masyarakat bahkan hingga ke pelosok yang menjadi wilayah Daulah.

Kedua, negara juga akan melarang segala bentuk dakwah atau penyebaran ajaran agama lain selain Islam, baik yang dilakukan secara langsung maupun melalui media massa. Apalagi ajaran yang melenceng jauh dari Islam.

Ketiga, memberikan sanksi tegas bagi umat muslim yang mengikuti ajaran sesat. Di awal akan di beri nasehat dan pembinaan, namun jika tidak bertaubat maka akan di kenai hukum mati. Ketegasan hukum Islam adalah salah satu sarana untuk menjaga kesucian dan kemurnian akidah Islam.

Dengan demikian, rakyat tenang menjalankan kehidupan beragamanya. Tidak seperti yang di alami umat dalam negara demokrasi yang hampir setiap saat di buat bingung dan resah oleh pernyataan dan sikap pejabat publiknya. Wallahualam bishawwab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Bayi Lahir Keguguran Diusia 7 Bulan; Masih Diberi Nama dan Diaqiqahi?

Bayi Lahir Keguguran Diusia 7 Bulan; Masih Diberi Nama dan Diaqiqahi?

Rabu, 08 Dec 2021 17:00

Erupsi Semeru dan Evaluasi Sistem Mitigasi

Erupsi Semeru dan Evaluasi Sistem Mitigasi

Rabu, 08 Dec 2021 15:39

Kekerasan Seksual Merajalela, Apa yang Salah?

Kekerasan Seksual Merajalela, Apa yang Salah?

Rabu, 08 Dec 2021 15:23

Cacat Logika Kaum Amoral-Liberal dalam Kasus Randi-Novia

Cacat Logika Kaum Amoral-Liberal dalam Kasus Randi-Novia

Rabu, 08 Dec 2021 14:37

Seorang Tersangka Pembunuh Jurnalis Saudi Jamal Khashoggi Ditangkap Di Prancis

Seorang Tersangka Pembunuh Jurnalis Saudi Jamal Khashoggi Ditangkap Di Prancis

Rabu, 08 Dec 2021 09:40

Wujudkan Organisasi Profesional dan Akuntabel, MUI Kembali Raih Sertifikat ISO

Wujudkan Organisasi Profesional dan Akuntabel, MUI Kembali Raih Sertifikat ISO

Rabu, 08 Dec 2021 08:46

Prancis Akan Tutup Klub Malam dan Diskotek Selama Sebulan untuk Cegah Lonjakan Kasus Virus Corona

Prancis Akan Tutup Klub Malam dan Diskotek Selama Sebulan untuk Cegah Lonjakan Kasus Virus Corona

Selasa, 07 Dec 2021 20:40

Pengungsi Rohingya Gugat Facebook 150 Miliar USD Terkait Genosida Myanmar

Pengungsi Rohingya Gugat Facebook 150 Miliar USD Terkait Genosida Myanmar

Selasa, 07 Dec 2021 20:08

Waspada Varian Omicron, Pemerintah Dorong Vaksinasi bagi Kelompok Rentan dan Anak-Anak

Waspada Varian Omicron, Pemerintah Dorong Vaksinasi bagi Kelompok Rentan dan Anak-Anak

Selasa, 07 Dec 2021 19:51

Bukhori Usulkan RUU Bank Makanan dan RUU Tindak Pidana Kesusilaan Masuk Prolegnas Prioritas 2022

Bukhori Usulkan RUU Bank Makanan dan RUU Tindak Pidana Kesusilaan Masuk Prolegnas Prioritas 2022

Selasa, 07 Dec 2021 19:35

Tuhan Kita Bukan Orang Arab

Tuhan Kita Bukan Orang Arab

Selasa, 07 Dec 2021 17:35

Bantahan untuk Zindiq yang Mengingkari Barokah ''Barokah Hanya Mitos''

Bantahan untuk Zindiq yang Mengingkari Barokah ''Barokah Hanya Mitos''

Selasa, 07 Dec 2021 15:05

Pemilu 2019 Banyak KPPS Jadi Korban, Fahri Hamzah Ingatkan Agar Pemilu 2024 Zero Accident

Pemilu 2019 Banyak KPPS Jadi Korban, Fahri Hamzah Ingatkan Agar Pemilu 2024 Zero Accident

Selasa, 07 Dec 2021 12:50

Jazuli Juwaini Instruksikan Anggota Fraksi PKS Potong Gaji untuk Korban Letusan Semeru

Jazuli Juwaini Instruksikan Anggota Fraksi PKS Potong Gaji untuk Korban Letusan Semeru

Senin, 06 Dec 2021 22:19

Pengungsi Banyak yang Bunuh Diri, Solidarity Indonesia for Refugee Minta UNHCR Peduli

Pengungsi Banyak yang Bunuh Diri, Solidarity Indonesia for Refugee Minta UNHCR Peduli

Senin, 06 Dec 2021 21:31

Pejabat Tinggi Isrel Beri 'Dukungan Penuh' Polisi Yang Menembak Mati Warga Palestina Yang Terluka

Pejabat Tinggi Isrel Beri 'Dukungan Penuh' Polisi Yang Menembak Mati Warga Palestina Yang Terluka

Senin, 06 Dec 2021 20:13

Varian Omicron, Dokter Corona Ungkap Pentingnya Percepatan Vaksinasi

Varian Omicron, Dokter Corona Ungkap Pentingnya Percepatan Vaksinasi

Senin, 06 Dec 2021 20:10

Macron: Prancis Dan Beberapa Negara Eropa Pertimbangkan Buka Perwakilan Diplomatik Di Afghanistan

Macron: Prancis Dan Beberapa Negara Eropa Pertimbangkan Buka Perwakilan Diplomatik Di Afghanistan

Senin, 06 Dec 2021 19:15

Bukhori Beberkan Perjuangan Fraksi PKS Wujudkan Kesetaraan bagi Penyandang Disabilitas

Bukhori Beberkan Perjuangan Fraksi PKS Wujudkan Kesetaraan bagi Penyandang Disabilitas

Senin, 06 Dec 2021 16:59

Sering Bicara Soal Agama, KH Cholil Nafis Tawarkan KSAD Dudung Ikut Standarisasi Dai MUI

Sering Bicara Soal Agama, KH Cholil Nafis Tawarkan KSAD Dudung Ikut Standarisasi Dai MUI

Senin, 06 Dec 2021 14:49


MUI

Must Read!
X