Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.124 views

Dua Wajah Freedom of Expression ala Demokrasi

 

Oleh: Iranti Mantasari, BA.IR, M.Si
Alumni Pascasarjana Kajian Timur Tengah dan Islam UI

 

“Kami tidak takut suara ambulans, kami lebih takut suara perut yang lapar”.

Begitulah kalimat yang dituliskan oleh anak bangsa untuk menunjukkan kondisi rakyat kecil di bawah sana. Pandemi Covid-19 yang belum tampak titik akhirnya dan keadaan masyarakat kelas bawah yang kian tercekik melahirkan satu kegelisahan sosial yang seharusnya menjadi pertimbangan besar bagi para pemangku kuasa dalam menetapkan kebijakan atas rakyat.

Carut-marut kondisi ini juga diekspresikan oleh warga melalui kritik-kritik yang dibalut dengan seni, berupa mural dan grafiti (CNN Indonesia, 15/8/2021). Beberapa mural yang disoroti adalah: “404: Not Found” (berlatar wajah dengan mata tertutup mirip Jokowi); “Tuhan, Aku Lapar”; “Dipaksa Sehat di Negeri yang Sakit”; “Kita hidup di kota dimana mural dan grafiti dianggap kriminal sedangkan korupsi dianggap budaya”.

Beberapa mural yang viral tersebut akhirnya dihapus oleh aparat karena dianggap menghina lambang negara. Padahal bila ditelaah, sama sekali tidak ada yang menunjukkan lambang negara yang disepakati, yakni Garuda Pancasila, hanya disinyalir mirip dengan presiden saja. Adapun bila dianggap menyinggung pemerintah, maka seharusnya hal itu menjadi refleksi pemangku kuasa, karena itulah yang dirasakan dan dipersepsikan oleh masyarakat, bukan malah ditanggapi dengan sikap yang represif.

Kejadian kriminalisasi kritik melalui medium seni ini tentu menjadi hal yang menarik di tengah negeri yang konon menerapkan demokrasi dan menjunjung tinggi HAM. Salah satu prinsip yang ada dalam sistem demokrasi adalah dijaminnya freedom of expression atau kebebasan berekspresi yang juga merupakan aspek penting yang disebutkan oleh DUHAM (Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia). Di Pasal 19 DUHAM yang juga diadopsi nilai-nilai dalam konstitusi Indonesia, dikatakan bahwa “Setiap orang berhak atas kebebasan berpendapat dan berekspresi, dalam hal ini mencakup kebebasan untuk berpegang teguh pada pendapat tertentu tanpa mendapatkan gangguan…”

Terbenturnya prinsip freedom of expression dengan berbagai realita yang pantas untuk diekspresikan memang sudah lama menjadi bahan kritik, baik dari para intelektual hingga pengamat politik-sosial masyarakat. Standar ganda kebebasan adalah hal yang niscaya di dalam demokrasi, mengingat sistem ini mengedepankan asas manfaat. Bila ekspresi dan kritik dianggap tidak bermanfaat atau justru menyinggung dan mengancam penguasa, maka balasan yang diberikan kepada mereka yang bersuara pun bisa berujung pada bui.

Bila memang Indonesia mengadopsi nilai-nilai DUHAM, maka fenomena ini justru menunjukkan inkonsistensi implementasinya. Selain itu, fakta ironisnya juga tentu menunjukkan beberapa hal:

pertama, betapa lemah dan terbatasnya akal manusia dalam memproduksi aturan yang diterapkan, karena bisa dilanggar sendiri dan tidak terkena konsekuensi hukum;

kedua, demokrasi hanya memberi ruang kebebasan berekspresi dan mengritik bila hal tersebut tidak mengancam kenyamanan tahta penguasa dan tidak mengancam eksistensi ideologi. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kritik atau bahkan opini yang dilancarkan oleh kubu yang dekat dengan penguasa seperti para buzzer, namun tidak dikriminalisasi oleh penegak hukum;

ketiga, standar kebenaran di iklim demokrasi ini sangat nisbi dan relatif, sehingga berpotensi membingungkan manusia, karena apa yang benar menurut seseorang, belum tentu benar di mata orang yang lain.

Kondisi status quo yang demikian, patutnya menjadi sorotan bahwa sistem hari ini, lengkap dengan pemikiran yang membangunnya bukanlah sistem yang ideal untuk diterapkan atas umat manusia, karena memungkinkan berbagai perpecahan, perbedaan dan perselisihan terjadi. Lantas sebagai muslim, selayaknya kita memandang setiap problematika dalam kehidupan dengan sudut pandang Islam, yang didasarkan pada penjelasan-penjelasan syar’i.

Standar kebenaran di sisi seorang muslim hanyalah apa yang dianggap benar oleh kitabullah, Sunnah, ijma’ para sahabat radhiyallahu ‘anhum, dan qiyas. Adapun sesuatu yang salah bagi seorang muslim adalah apa-apa yang ditetapkan salah oleh sumber syar’i tersebut. Bila rasio manusia yang dijadikan sebagai standar, maka sama saja dengan mengizinkan benih-benih kekacauan dan ketimpangan terjadi dimana-mana. Hal ini pun sudah terbukti oleh mata kepala rakyat hari ini.

Penguasa yang menempatkan Islam sebagai landasan pemikirannya akan tidak bersifat anti terhadap kritik yang ditujukan kepadanya, bila memang kritik tersebut merupakan cerminan keluhan yang dirasakan rakyatnya. Begitupun dengan rakyat, ia tidak akan takut untuk memuhasabah atau mengevaluasi penguasanya karena memandang itu sebagai tanggungjawabnya sebagai rakyat. Sikap yang terpancar dari pola pikir Islam ini akan melahirkan harmoni antara penguasa dengan rakyatnya. Wallahu a’lam bisshawwab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Mengulik Kehidupan Selebriti, untuk Apa?

Mengulik Kehidupan Selebriti, untuk Apa?

Senin, 29 Nov 2021 12:51

Jebakan Busuk Itu Bernama Terorisme

Jebakan Busuk Itu Bernama Terorisme

Senin, 29 Nov 2021 11:38

Pasca Putusan MK, Legislator Minta Proyek Food Estate di Lahan Hutan Dihentikan

Pasca Putusan MK, Legislator Minta Proyek Food Estate di Lahan Hutan Dihentikan

Senin, 29 Nov 2021 08:58

Urgen, Mari Support Dakwah Media Voa Islam

Urgen, Mari Support Dakwah Media Voa Islam

Senin, 29 Nov 2021 04:06

Masjid Dinasti Umayyah Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Irak

Masjid Dinasti Umayyah Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Irak

Ahad, 28 Nov 2021 22:04

Partai Gelora Mulai Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

Partai Gelora Mulai Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

Ahad, 28 Nov 2021 16:52

MK Putuskan UU Ciptaker Inkonsitusional, PKS: Bukti Pemerintah Gegabah

MK Putuskan UU Ciptaker Inkonsitusional, PKS: Bukti Pemerintah Gegabah

Ahad, 28 Nov 2021 16:28

Family Festival 3 Persembahan Adara Resmi Digelar

Family Festival 3 Persembahan Adara Resmi Digelar

Ahad, 28 Nov 2021 16:06

Ustaz Zaitun Rasmin: Manhaj Wasathiyah Menolak Terorisme

Ustaz Zaitun Rasmin: Manhaj Wasathiyah Menolak Terorisme

Ahad, 28 Nov 2021 15:07

Mengapa Sebutan Teror Inggris Untuk Hamas Kontraproduktif

Mengapa Sebutan Teror Inggris Untuk Hamas Kontraproduktif

Sabtu, 27 Nov 2021 21:33

Inggris Resmi Larang Hamas, Sebut Sebagai 'Kelompok Teroris Islam'

Inggris Resmi Larang Hamas, Sebut Sebagai 'Kelompok Teroris Islam'

Sabtu, 27 Nov 2021 20:22

Muhyidin Junaidi: Moderasi Islam dan Moderasi Beragama itu Tidak Sama

Muhyidin Junaidi: Moderasi Islam dan Moderasi Beragama itu Tidak Sama

Sabtu, 27 Nov 2021 19:54

Terkait Putusan MK soal UU Ciptaker, HNW: Sejak RUU, PKS Mengkritisi dan Menolaknya

Terkait Putusan MK soal UU Ciptaker, HNW: Sejak RUU, PKS Mengkritisi dan Menolaknya

Sabtu, 27 Nov 2021 12:42

Aksi Umat Islam di Solo Minta Pembebasan Tiga Ulama

Aksi Umat Islam di Solo Minta Pembebasan Tiga Ulama

Sabtu, 27 Nov 2021 11:32

MK Minta UU Cipta Kerja Diperbaiki, Fahira Idris: Buka Partisipasi Publik Seluas-luasnya dan Kedepan

MK Minta UU Cipta Kerja Diperbaiki, Fahira Idris: Buka Partisipasi Publik Seluas-luasnya dan Kedepan

Sabtu, 27 Nov 2021 11:27

MK Sebut Pembentukan UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Netty: Kenapa Tetap Berlaku?

MK Sebut Pembentukan UU Cipta Kerja Inkonstitusional, Netty: Kenapa Tetap Berlaku?

Sabtu, 27 Nov 2021 10:19

Kader Muda MUI Kalimantan Deklarasi Siap Jadi Mujahid Digital

Kader Muda MUI Kalimantan Deklarasi Siap Jadi Mujahid Digital

Jum'at, 26 Nov 2021 22:28

Weleh, Prabowo Bertemu Itay Tagner

Weleh, Prabowo Bertemu Itay Tagner

Jum'at, 26 Nov 2021 21:25

Soal Permendikbud, Politisi: Tujuan Pendidikan Bukan untuk Merusak Moral

Soal Permendikbud, Politisi: Tujuan Pendidikan Bukan untuk Merusak Moral

Jum'at, 26 Nov 2021 17:20

Polisi Uzbekistan Paksa Pria Muslim Untuk Mencukur Jenggot

Polisi Uzbekistan Paksa Pria Muslim Untuk Mencukur Jenggot

Jum'at, 26 Nov 2021 17:15


MUI

Must Read!
X