Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.239 views

Keluarga Berencana, Keluarga Sejahtera?

Oleh:

Ifa Mufida, Praktisi Kesehatan dan Pemerhati Masalah Sosial

 

KELUARGA adalah ujung tombak pencetak generasi pengisi peradaban.  Selain itu, keluarga adalah institusi terakhir yang diharapkan menjadi benteng bagi setiap anggota keluarga dari kerusakan moral yang ada di masyarakat. Dalam membangun keluarga, pastinya membutuhkan perencanaan agar tujuan mulia keluarga bisa terwujud. Saat ini, program Keluarga Berencana (KB) telah menjadi program unggulan demi mewujudkan kesejahteraan keluarga. Pertanyaannya, benarkah demikian?

Tema "Hari Keluarga, Hari Kita Semua" dan slogan " Cinta Keluarga, Cinta Terencana" telah terpilih menjadi tema dan slogan yang diusung tahun ini dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) pada tanggal 29 Juni. Peringatan Harganas kali ini dilaksanakan di Kalsel dengan menghadirkan tamu dari 33 propinsi dengan puncak seremoni pada tanggal 3 sampai 6 Juli.

Dalam web BKKBN (keluargaindonesia.id), dijelaskan bahwa tanggal 29 Juni dinyatakan sebagai tanggal dimulainya Gerakan KB Nasional. Kemudian, hari itu dinyatakan sebagai hari kebangkitan keluarga Indonesia. Artinya, Harganas adalah tindak lanjut program KB yang tidak lain adalah upaya pembatasan angka kelahiran. Hal ini ditegaskan kembali oleh Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) jelang peringatan Harganas ke 26 ini.

"Ingat bumi kita ini stagnan, dia tidak berubah, tidak akan bertambah luas. Tanah yang ada dimanfaatkan oleh warga bumi dan semakin berkurang karena populasi manusia yang selalu bertambah. Salah satu upaya untuk meminimalkannya, dengan melaksanakan program Keluarga Berencana," Demikian keterangan gubernur Kalsel dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Senin (4/2).

Dari pernyataan beliau, dapat ditarik sebuah premi bahwa sumber daya alam yang ada di bumi dianggap terbatas. Sedang pertambahan penduduk jika tidak ditekan berakibat tidak akan terpenuhi kebutuhan hidupnya, atau dengan kata lain tidak sejahtera. Pada faktanya sebagian besar kekayaan di bumi ini, justru dikuasai hanya oleh segelintir orang. Inilah ketimpangan yang terjadi, tidak meratanya pemanfaatan sumber daya alam menjadikan sebagian besar penduduk dunia berada di dalam ketidaksejahteraan.

Bermodal fakta banyaknya keluarga yang tidak sejahtera, sistem kapitalis justru menyodorkan pembatasan kelahiran sebagai solusi andalan. Tak sebatas dipromosikan bahkan cenderung dipaksakan. Hingga akhirnya, solusi ini tampak logis untuk diterima. Bahwa masalah ekonomi itu muncul akibat kelangkaan yang disebabkan ketidakseimbangan laju pertambahan manusia dan alat pemuas kebutuhannya. Karenanya pertumbuhan manusia harus dihambat sedemikian rupa, program KB-lah realisasinya.

Solusi lain yang ditawarkan adalah mendorong peningkatan produksi barang dan jasa agar bisa memenuhi kebutuhan manusia. Dan berdasarkan prinsip ekonomi maka agar produksi bisa tercapai dengan modal yang paling rendah adalah dengan memanfaatkan tenaga perempuan yang sejatinya dikenal sebagai pekerja murah. Maka dengan segala iming-iming yang cantik perempuan terus didorong untuk bisa memenuhi market produksi dengan promo kesetaraan gender. Inilah lingkaran setan yang dibuat sistem global saat ini untuk menekan penambahan penduduk dengan mengatasnamakan keluarga berencana, untuk meraih kesejahteraan.

Jika kita mau mengamati lebih  dalam faktanya justru tidak demikian. Dengan semakin banyaknya perempuan yang bekerja untuk mendorong roda perekonomian, justru melahirkan masalah baru yang tak ada habisnya. Bagaimana kita melihat banyak sekali anak yang tidak terurus bahkan tidak mendapatkan didikan yang optimal sehingga kerusakan remaja begitu luar biasa merebak. Angka perceraian juga sangat besar akibat jargon yang mengatasnamakan emansipasi hingga perempuan melupakan batas-batas hak dan kewajiban nya di dalam keluarga.

Dari sini bisa saya katakan bahwa kesejahteraan masyarakat tidak akan terwujud dengan adanya program KB ataupun program emansipasi wanita. Justru ini menimbulkan banyak permasalahan baru yang merusak tatanan masyarakat. Sebaliknya, kita harusnya bisa memetik bahwa adanya kesejahteraan yang tidak merata jutru karena penerapan sistem kapitalisme-sekuler yang memfasilitasi orang-orang yang rakus dan membenci Islam.

Adapun Islam, sejak 14 abad silam pun telah memiliki perencanaan dalam membangun keluarga. Bahkan, dimulai sejak pencarian pasangan hingga masa depan keluarga di dunia ini. Sebagaimana firman Allah dalam surah Ath-Tahrim ayat 6, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu."

Namun, syariat Islam justru menganjurkan untuk mengawali perencanaan sebuah keluarga dengan memilih calon pasangan yang subur. Sebab, kelak Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam akan membanggakan jumlah umatnya di sisi Rabb-Nya (HR. An-Nasa'i). Sebab, Islam memandang masalah kesejahteraan keluarga sama sekali tidak ada hubungannya dengan banyak dan sedikitnya jumlah anak. Sesuai firman Allah, “Dan tidak ada satupun makhluk yang berjalan di muka bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya” (TQS. Huud: 6).

Dalam Islam, kemiskinan tidak disebabkan oleh kelangkaan melainkan akibat distribusi kekayaan yang tidak berjalan. Menumpuk pada segelintir orang. Fakta ini tak dapat diingkari. Liputan6.com tahun 2018 pernah merilis sebuah artikel yang memperkirakan tahun 2030 nanti, satu persen orang terkaya di dunia akan menguasai 64% kekayaan dunia.

Maka saat terjadi masalah ekonomi pada keluarga (tidak sejahtera), Islam tidak menyelesaikan dengan mengurangi kelahiran. Selain juga, tidak menyerahkan penyelesaiannya pada keluarga semata. Apalagi sampai memberdayakan perempuan. Masalah ekonomi dibebankan pada laki-laki sebagai kepala keluarga dan kepada penguasa sebagai kepala negara.

Negara akan membuka lapangan kerja dan usaha untuk para laki-laki. Juga, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk kelancaran setiap usaha warga negaranya. Maka di dalam Islam, laki-laki yang wajib bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sedang wanita, boleh berkiprah di dalam masyarakat dengan tanpa melupakan tugas utama di dalam rumah dan bukan mengatasnamakan tujuan ekonomi.

Syariat Islam juga akan mengembalikan pengelolaan sumber daya alam untuk kepentingan masyarakat semua, dan tidak boleh dikuasi oleh segelintir orang saja. Sebagaimana hadist nabi, "Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air dan api" (HR. Abu Dawud dan Ahmad).

Demikianlah gambaran singkat bagaimana Islam mensejahterakan keluarga. Dalam catatan sejarah, peradaban Islam juga melahirkan pada ilmuwan muslim tangguh yang lahir dari keluarga muslim. Hanya saja, keluarga berencana versi Islam ini hanya akan terwujud dengan penerapan syariat Islam secara totalitas. Wallahu A'lam bi shawab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
Dalil-dalil Lailatul Qadar di Malam 27 Ramadhan

Dalil-dalil Lailatul Qadar di Malam 27 Ramadhan

Sabtu, 08 May 2021 14:02

Hampir 1.600 Anak-anak Di Afghanistan Tewas  Selama 5 Tahun Terakhir Akibat Serangan Udara

Hampir 1.600 Anak-anak Di Afghanistan Tewas Selama 5 Tahun Terakhir Akibat Serangan Udara

Jum'at, 07 May 2021 22:00

PM Irak Perintakan Pencopotan Poster Tokoh Politik Syi'ah Iran Di Lingkungan Sunni Baghdad

PM Irak Perintakan Pencopotan Poster Tokoh Politik Syi'ah Iran Di Lingkungan Sunni Baghdad

Jum'at, 07 May 2021 21:30

Infeksi Virus Corona Harian Di India Capai 400.000 Lebih Kasus Selama 2 Hari Berturut-turut

Infeksi Virus Corona Harian Di India Capai 400.000 Lebih Kasus Selama 2 Hari Berturut-turut

Jum'at, 07 May 2021 20:56

Puasa Ramadan di Bawah Penjagaan Khilafah Islamiyah

Puasa Ramadan di Bawah Penjagaan Khilafah Islamiyah

Jum'at, 07 May 2021 15:10

Persis Apresiasi Aparat Keamanan yang Langsung Menangkap Pelaku Penganiayaan Imam Masjid

Persis Apresiasi Aparat Keamanan yang Langsung Menangkap Pelaku Penganiayaan Imam Masjid

Jum'at, 07 May 2021 15:09

Pemuda, Bangkitlah!

Pemuda, Bangkitlah!

Jum'at, 07 May 2021 14:49

Ingin Raih Kemenangan Ramadhan? Ini Tips dari Ustaz Zaitun Rasmin dan Ustaz Abdul Somad

Ingin Raih Kemenangan Ramadhan? Ini Tips dari Ustaz Zaitun Rasmin dan Ustaz Abdul Somad

Jum'at, 07 May 2021 08:55

Kelompok Jihadis Terkait Al-Qaidah Culik Wartawan Prancis Di Mali Utara

Kelompok Jihadis Terkait Al-Qaidah Culik Wartawan Prancis Di Mali Utara

Kamis, 06 May 2021 21:00

Adian Husaini Dorong Media Islam Berkolaborasi Bangun Peradaban Bangsa

Adian Husaini Dorong Media Islam Berkolaborasi Bangun Peradaban Bangsa

Kamis, 06 May 2021 20:39

Malam Jum’at, 25 Ramadhan, Berpotensi Lailatul Qadar 1442 H

Malam Jum’at, 25 Ramadhan, Berpotensi Lailatul Qadar 1442 H

Kamis, 06 May 2021 20:36

Presiden Brazil Bolsonaro Sebut Krisis COVID-19 Terkait 'Perang Biologis' Cina

Presiden Brazil Bolsonaro Sebut Krisis COVID-19 Terkait 'Perang Biologis' Cina

Kamis, 06 May 2021 20:35

Otoritas Palestina Adukan Penggusuran Paksa Penduduk Arab Di Sheikh Jarrah Oleh Israel Ke ICC

Otoritas Palestina Adukan Penggusuran Paksa Penduduk Arab Di Sheikh Jarrah Oleh Israel Ke ICC

Kamis, 06 May 2021 20:15

Saudi Pertimbangkan Larang Jamaah Luar Negeri Untuk Menunaikan Ibadah Haji Tahun Ini

Saudi Pertimbangkan Larang Jamaah Luar Negeri Untuk Menunaikan Ibadah Haji Tahun Ini

Kamis, 06 May 2021 19:01

Telisik Larangan Mudik Versus Penerbangan Wuhan-Jakarta PP

Telisik Larangan Mudik Versus Penerbangan Wuhan-Jakarta PP

Kamis, 06 May 2021 16:01

Manusia Sekian Rupiah

Manusia Sekian Rupiah

Kamis, 06 May 2021 15:00

Jeritan Sopir Pejuang Nafkah Keluarga

Jeritan Sopir Pejuang Nafkah Keluarga

Kamis, 06 May 2021 13:59

Permakluman Tindak Kemungkaran, Ibliskah?

Permakluman Tindak Kemungkaran, Ibliskah?

Kamis, 06 May 2021 12:57

Larangan Mudik Jilid II dengan Problematikanya

Larangan Mudik Jilid II dengan Problematikanya

Kamis, 06 May 2021 11:06

Akhir Ramadhan, ASAR Humanity Berbagi Kebahagiaan dengan Yatim-Dhuafa

Akhir Ramadhan, ASAR Humanity Berbagi Kebahagiaan dengan Yatim-Dhuafa

Kamis, 06 May 2021 10:14


MUI

Must Read!
X