Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
20.668 views

Bagaimana Kalau Tahanan di Cebongan Itu Aktivis Islam?

Jakarta (voa-islam.com) Akan selalu menggelitik perasaan dan hati nurani. Akan selalu melahirkan pertanyaan-pertanyaan bathin. Tentang kematian empat tahanan di Lapas Cebongan. Mengapa keempat tahanan itu harus dibunuh dengan tembakan senjata laras panjang?

Begitu berharganya nyawa empat tahanan itu, sampai-sampai media sekaliber Kompas, Tempo, dan sejumlah media di Jakarta lainnya, terur-menerus menjadikan peristiwa itu, sebagai berita utama.

Menggalang opini tanpa lelah. Media kristen dan sekuler itu, terus mengarahkan pelakunya kepada satu titik tertentu, yang mengarah  kepada pasukan elite Angkatan Darah Kopassus.

Memang,  peristiwa penembakan keempat tahanan itu, bermula dengan kematian Sersan Santoso, anggota pasukan elite Kopassus, Karangmenjangan, Kartosuro yang tewas dengan sangat menyedihkan dikeroyok oleh sepuluh orang yang berasal  dari NTT, di Cafe Hugo's, Yogyakarta.

Sersan Santoso diperlakukan dengan sadis dan kejam, dipukuli dengan botol, dan ditusuk dengan pisau. Sampai tewas. Sersan Santoso meninggalkan isteri dan keluarganya.

Mengapa media seperti Kompas dan Tempo dan lainnya, begitu obsessif mengangkat peristiwa Cebongan itu, begitu luar biasa, dan bahkan mengiring opini sampai ke tingkat yang maksimum, dan memberikan opini : "Negara Dalam Bahaya" (State Emergency). Karena menurut media-media itu,  kaidah-kaidah hukum yang normal telah dilanggar. Hukum sudah tidak berlaku lagi.

Tetapi, sejatinya pesan apa yang hendak disampaikan media seperti Kompas, Tempo,dan sejumlah media lainnya, tentang kematian empat orang yang berasal dari NTT, yang merupakan wilayah penduduknya beragama Katolik itu? Mengapa media-media itu harus membela dengan habis-habisan. Apa tujuan sesungguhnya yang dibalik pembelaan mereka yang begitu luar biasa itu?

Empat orang itu, Hendrik Angel Sahetapy, Adrianus Candra Galaja, Yohanis Juan Manbait, dan Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu. Konon mereka desertir dari kepolisian, yang terlibat dalam kasus narkoba.

Mereka bukan pahlawan. Mereka bukan pejuang. Mereka bukan orang yang memiliki kepedulian dengan sesama. Justeru mereka diduga membunuh Sersan Santoso, anggota Kopassus dengn sadis.

Apakah memang  mereka harus mendapatkan pembelaan yang sangat luar biasa dari media-media yang ada? Secara all out dan habis-habisan. Mengalahkan peristiwa lainnya yang lebih besar? Ini menjadi titik pertanyaan yang harus perhatian publik secara seksama.

Apakah dengan kematian empat orang NTT itu, harus dilakukan tindakan hukum atau lainnya, terhadap pelakunya, jika memang sekarang  oleh media-media, seperti Kompas, Tempo dan lainnya, yaitu diarahkan kepada pasukan Kopassus.

Kemudian, pertanyaan yang kunci bagi media-media seperti Kompas, Tempo, dan lainnya, apakah media-media akan bertindak adil, dan akan melakukan pembelaan dan mengangkat menjadi berita utama dalam halaman media mereka, seandainya yang tewas di Lapas Cebongan itu, adalah aktivis Islam?

Apakah media seperti Kompas, Tempo, dan lainnya, akan menggalang opini yang begitu hebat,dan mendorong pemerintah dan Presiden SBY bertindak, seandainya yang tewas ditembak itu, adalah misalnya : Mohammad Kholid, Mohammad Akil, Mohammad Shauqi, Abu Khanza?

Apakah media-media seperti Kompas,Tempo dan lainnya akan sangat detil melakukan investagasi di lapangan, guna mendapatkan sumber informasi, tentang kematian keempat orang itu, dan mengetahui siapa pelakunya yang sejati.

Berapa banyak kasus-kasus kekerasan yang sangat eksessif atau berlebihan  yang dilakukan oleh aparat keamanan termasuk Densus 88, tetapi tidak ada perhatian yang begitu luar biasa dan serius. Semua dianggap sebagai peristiwa biasa. Berapa banyak aktivis Islam dan para terduga teroris yang dengan sangat gampang tewas ditembak oleh aparat Densus 88.

Sudah 83 yang para terduga teroris, dan belum lagi mereka yang ditangkap dan ditahan, disiksa, dan penjarakan.  Mereka yang tewas 83  orang itu, mempunyai anak dan isteri, dan keluargga.

Tetapi, adakah media seperti Kompas, Tempo, dan lainnya, kalau aktivis Islam yang tewas ditembak dan dibunuh, sebagai sesuatu yang wajib, dan tidak perlu dibela. Bahkan,mereka yang sudah tewas itupun masih dipojokkan.

Di Jakarta, Solo, Makassar, Lombok, dan Poso, berapa banyak yang sudah tewas aktivis Islam yang ditembak oleh Densus 88, dan Ketua Komnas HAM, Siti Noor Laila, sudah dengan sangat tegas mengatakan, bahwa Densus 88 telah melakukan tindakan penghilangan nyawa, ungkapnya.

Tidak ada satu pun media yang memberikan dukungan terhadap kasus yang dihadapi para aktivis Islam itu. Apalagi, koran seperti Kompas atau Tempo, dan lainnya. Kalau ada berita mungkin hanya kecil dan tidak menjadi berita utama.

Bahkan, peristiwa yang sangat menyesakkan dada umat Islam, seperti penghancuran umat Islam di Ambon, saat menjelang Idul Fitri oleh orang-orangt Kristen, di tahun  l999, tak  mendapatkan perhatian.

Pembantaian ratusan Muslim di Poso, yang berada di Pesantren Walisongo,  khususnya yang dilakukan oleh milisi kristen "kelalawar" yang dipimpin Tibo Cs, yang berasal dari NTT itu, tak pernah mendapatkan perhatian sama sekali oleh media. Justeru peristiwa pembantaian Muslim di Poso itu, kemudian diubah menjadi umat  Islam sebagai teroris, dan dihancurkan oleh aparat keamanan.

Pembantaian Muslim Madura di Sanggoledo, dan Singkawang (Kalimantan Barat), dan Kalimantan Tengah, tak pernah jelas.

Tidak ada media yang memblow up kasus itu, dan Muslim Madura, hanya menjadi korban kekejaman yang dilakukan oleh suku Dayak. Tetapi, lagi-lagi tak ada perhatian dari media.

Tidak ada penggalang opini. Apalagi, sampai mendorong pemerintah, dan kepala negara bertindak. Seakan kalau pembantaian itu menimpa Muslim sebagai sesuatu yang wajar belaka.

Sekarang dengan kematian orang NTT itu, seakan-akan jagat Indonesia sudah akan runtuh. Seakan Indonesia sudah akan tamat. Seakan Indonesia ini sudah akan kiamat. Begitu luar biasanya media-media itu,  khususnya dalam memberikan perhatian dan porsi pemberitaan. Seperti tidak masuk akal.

Pelakunya harus dikutuk, dihukum, dan kenai sanksi yang berat, karena sudah meruntuhkan sendi-sendi negara, dan kewibawaan negara. Begitu luar biasanya martabat dan kehormatan empat orang yang sudah membunuh Sersan Santoso.

Keempat orang NTT itu sudah seperti pahlawan yang harus dibela habis. Giliran peristiwa itu  menimpa aktivis Islam, mereka membiarkannya. Sungguh sangat tidak adil. Wallahu'alam.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
Israel Bombardir Kantor Media, Forjim: Langgar Konvensi Jenewa 1949

Israel Bombardir Kantor Media, Forjim: Langgar Konvensi Jenewa 1949

Ahad, 16 May 2021 10:27

Legislator Mengharapkan Pemerintah RI Terjunkan Pasukan Perdamaian di Palestina

Legislator Mengharapkan Pemerintah RI Terjunkan Pasukan Perdamaian di Palestina

Ahad, 16 May 2021 06:55

Sampah Hari Pertama Lebaran di Jakarta Menurun Dibandingkan Tahun Lalu

Sampah Hari Pertama Lebaran di Jakarta Menurun Dibandingkan Tahun Lalu

Ahad, 16 May 2021 06:28

Innalillahi, Ketua Umum MUI Sulsel Berpulang

Innalillahi, Ketua Umum MUI Sulsel Berpulang

Ahad, 16 May 2021 06:18

Studi Buktikan Vegetarian Punya Biomarker Lebih Sehat

Studi Buktikan Vegetarian Punya Biomarker Lebih Sehat

Sabtu, 15 May 2021 23:33

WhatsApp Mulai Pakai Kebijakan Privasi Baru Mulai 15 Mei

WhatsApp Mulai Pakai Kebijakan Privasi Baru Mulai 15 Mei

Sabtu, 15 May 2021 23:22

HNW Desak Kemendikbud Segera Koreksi Seluruh Aturan yang Ditolak MA tentang SKB Seragam

HNW Desak Kemendikbud Segera Koreksi Seluruh Aturan yang Ditolak MA tentang SKB Seragam

Sabtu, 15 May 2021 23:20

Venezuela Minta Komunitas Internasional Hentikan Serangan Israel Di Jalut Gaza

Venezuela Minta Komunitas Internasional Hentikan Serangan Israel Di Jalut Gaza

Sabtu, 15 May 2021 22:06

Roket Hamas hantam Pangkalan Udara Hatzerim Israel

Roket Hamas hantam Pangkalan Udara Hatzerim Israel

Sabtu, 15 May 2021 21:05

Serangan Udara Israel Di Kamp Pengungsi Gaza Tewaskan 8 Anak dan 2 Wanita Dari Keluarga Yang Sama

Serangan Udara Israel Di Kamp Pengungsi Gaza Tewaskan 8 Anak dan 2 Wanita Dari Keluarga Yang Sama

Sabtu, 15 May 2021 20:48

Fraksi PKS: Dunia Harus Segera Menghentikan Kebiadaban Israel!

Fraksi PKS: Dunia Harus Segera Menghentikan Kebiadaban Israel!

Sabtu, 15 May 2021 15:55

Buya Anwar Abbas Serukan Boikot Produk Berafiliasi Israel

Buya Anwar Abbas Serukan Boikot Produk Berafiliasi Israel

Sabtu, 15 May 2021 08:54

Istiqamah Setelah Ramadhan

Istiqamah Setelah Ramadhan

Sabtu, 15 May 2021 08:46

Warga Bekasi Sumbangkan Donasi untuk Rakyat Palestina

Warga Bekasi Sumbangkan Donasi untuk Rakyat Palestina

Sabtu, 15 May 2021 08:27

Band Rock Amerika Rage Against The Machine Kutuk Kekerasan Israel Di Yerusalem Dan Gaza

Band Rock Amerika Rage Against The Machine Kutuk Kekerasan Israel Di Yerusalem Dan Gaza

Jum'at, 14 May 2021 20:35

Cina Tahan 1000 Lebih Imam Dan Pemimpin Agama Islam Di Xinjiang Sejak Penumpasan 2014

Cina Tahan 1000 Lebih Imam Dan Pemimpin Agama Islam Di Xinjiang Sejak Penumpasan 2014

Jum'at, 14 May 2021 19:05

AS Tarik Personil Militer Dan Sipil Dari Israel Karena Meningkatnya Ketegangan Di Wilayah Pendudukan

AS Tarik Personil Militer Dan Sipil Dari Israel Karena Meningkatnya Ketegangan Di Wilayah Pendudukan

Jum'at, 14 May 2021 18:35

Zionis Israel Lanjutkan Kampanye Kematian Dan Penghancuran Di Gaza

Zionis Israel Lanjutkan Kampanye Kematian Dan Penghancuran Di Gaza

Jum'at, 14 May 2021 17:55

Hamas Sebut Targetkan Stasiun Irone Dome Dan Pangkalan Udara Israel Dengan Peluru Kendali

Hamas Sebut Targetkan Stasiun Irone Dome Dan Pangkalan Udara Israel Dengan Peluru Kendali

Jum'at, 14 May 2021 17:25

PAN Minta KPK Pertahankan Novel Baswedan Cs

PAN Minta KPK Pertahankan Novel Baswedan Cs

Jum'at, 14 May 2021 10:19


MUI

Must Read!
X