Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
15.596 views

Benarkah PKS Memihak Kepada Rakyat?

Jakarta (voa-islam.com) Benarkah PKS memihak terhadap rakyat? Inilah pertanyaan penting yang harus dijawab. Karena, sekarang memposisikan dirinya sebagai partai yang berpihak kepada rakyat. Dengan secara terang menolak kebijakan pemerintah yang akan menaikan harga BBM.

DPTP adalah pimpinan tinggi yang terdiri dari Majelis Syuro dan DPP. Pada pertemuan kemarin, hadir juga Fraksi PKS DPR dan tiga menteri kabinet dari PKS. Pertemuan yang berlangsung di "Istana" Lembang yang menjadi rumah Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin itu, berlangsung guna memutuskan sikap terhadap kebijakan pemerintah terkait BBM, Rabu, 12/6/2013.

"Tadi malam kami diundang presiden partai untuk bisa menghadiri rapat DPTP terkait diskusi perkembangan pembahasan RAPBN-P 2013," jelas Sekretaris Fraksi PKS DPR Abdul Hakim, di gedung DPR Jakarta, Kamis (13/6/2013).

Dari pertemuan itu, ungkap Hakim, ada dua poin penting yang disepakati. Pertama, berdasarkan kajian di fraksi bahwa tidak tepat apabila pemerintah mengambil kebijakan penaikan harga BBM mengingat saat ini tahun ajaran baru, Ramadhan, Idul Fitri. Sehingga tingkat inflasi sangat dikhawatirkan tidak terkendali, sangat dipastikan pengangguran dan kemiskinan naik, dan juga berbagai usaha mengenah kecil akan kolaps.

Poin penting lainnya adalah partai dan fraksi sebagai perpanjangan tangan partai, tetap menolak kebijakan penaikan harga BBM. Hakim menegaskan, selama pemerintah tetap mempertahankan kebijakan menaikkan BBM, maka akan tetap bertentangan dengan PKS.

"Prinsip dasar, DPTP menggariskan bahwa partai harus tetap mengawal, bersama kepentingan dan aspirasi masyarakat. Sementara ini aspirasi yang kami terima hasil survei 81,6% rakyat tidak menginginkan penaikan harga BBM bersubsidi, karena waktunya tidak tepat," jelasnya.

Soal posisi tiga menteri dari PKS di kabinet juga dihasilkan keputusan. Mereka diizinkan berbeda sikap dengan partai. Sebab, menteri adalah pembantu presiden.

"Adapun para menteri dipersilahkan bekerja semaksimal mungkin untuk membantu presiden secara normal. Itulah rapat dengan menteri dan DPTP tadi malam. Secara profesional para menteri karena pembantunya presiden untuk membantu presiden secara profesional, sebagai pembantu presiden. Tapi sikap fraksi jelas memperjuangkan masyarakat," jelas Hakim.

Padahal, sejak kebijakan pemerintah SBY yang menaikan harga BBM di tahun 2005 dan 2008, PKS yang menjadi bagian koalisi pemerintahan SBY, tak pernah menolak, dan selalu mengatakan "ho'oh" (setuju). Jadi tak ada yang oposisi atas kebijakan kenaikan BBM yang dijalankan pemeritahan SBY selama ini. Dua keputusan kenaikan BBM di tahun 2005 dan 2008, tak kalah menyengsarakan bagi kehidupan rakyat.

Tetapi, langkah yang diambil para elite PKS yang ada di DPTP sepertinya anomali (berbeda) dengan keputusan sebelumnya yang selalu seia-sekata dengan SBY. Tak pernah berbeda dan menolak. PKS selama hampir satu dekade menjadi bagian rezim kapitalis yang dipimpin SBY. Tak pernah berpihak kepada rakyat.

Dibgian lain, Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera pernah setuju dengan kebijakan pemerintah untuk menaikan harga bahan bakar minyak. Hal ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi yang mengklaim turut hadir dalam pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin.

"Intinya ketika itu mereka (PKS) ingin mendukung kebijakan pemerintah. Hanya itu saja," kata Sudi Silalahi di Halim Perdanakusuma, Kamis, 13 Juni 2013.

Sudi menjelaskan,Hilmi datang didampingi salah satu menteri PKS, yaitu Menteri Sosial Salim Assegaf. Pertemuan Presiden SBY dengan Ketua Majelis Syuro PKS itu digelar sekitar sebulan yang lalu berlangsung di luar Istana. "Presiden tidak pernah gunakan Istana untuk kegiatan yang bukan kenegaraan," kata Sudi.

Dan, sekarang ketika PKS mengambil sikap menolak kebijakan dan keputusan pemerintah menaikan BBM, lucunya  sikap DPTP membolehkan para menterinya mempunyai sikap berbeda dengan keputusan atau kebijakan partai. Mendukung kebijakan pemerintah dalam kenaikan BBM. Ini menunjukkan sikap ambivalen (mendua) PKS, dan tidak bersikap tegas. Disatu sisi ingin bersikap menolak kenaikan BBM, tetapi disatu sisi membolehkan menterinya tetap mendukung kenaikan BBM.

Mestinya, kalau mau bersikap tegas, menolak kenaikan BBM, PKS sekaligus menarik para menterinya dari kabinetnya SBY. Tidak membiarkan para menterinya, yang hakekatnya kader PKS itu, tetap bercokol di kabinet dan menikmati fasilitas negara. Secara fatsoen (etika) politik, ini sangat tidak layak, bagiamanapun, kalau sudah menjadi bagian koalisi, maka seluruh kebijakan pemerintah harus didukungnya.

Kecuali kalau posisi PKS menjadi kekuatan oposisi seperti PDIP, dan sangat jelas tidak memberikan dukungan kepada kebijakan dan keputusan pemerintah yang sangat berbeda dengan kebijakan dan keputusan partai.Ini PKS berada di dalam koalisi, tetapi menolak pemerinahan yang didukungnya, sembari membiarkan para menteri tetap mendukung kebijakan yang menyengsarakan rakyat.

Alih-alih SBY sudah akan tamat dan tidak akan lagi manggung di tahun 2014, dan pemerintahan semakin tidak populer, mengapa harus terus memposisikan diri sebagai tukang stempelnya SBY. Maka momentum kenaikan BBM di tahun 23013, menjelang bubarnya pemerintahan SBY, dan semakin mendekatnya pemilu 2014, maka PKS hengkang  dan memilih membangun "image" (jaim) membela rakyat.

Sejatinya PKS sedang dirundung musibah dengan tokoh dan "icon" PKS, yaitu mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishak, tersandung kasus dugaan korupsi impor daging sapi sebentar lagi akan disidangkan di pengadilan Tipikor, dan akan membuktikan, apakah mantan Presisden PKS Luthfi Hasan Ishak salah atau tidak. Tetapi, wajah PKS sudah terlanjur babak belur.

Menjelang pemilu 2014 yang masih beberapa bulan lagi, berbagai manuver para elite PKS terus dilakukan. Menolak kenaikan BBM, konfrontasi total dengan KPK, dan menuduh KPK sebagai perpanjangan tangan Zionis, mengunjungi makam Gus Dur dan Kiai Hasyim Asy'ari di Jombang, menjadikan Presiden PKS Anis Matta sebagai "Soekarno Muda", saat berlangsung Mukernas di Semarang bersamaan dengan Pilkada, di mana PKS menjagokan Hadi Prabowo dan Don Murdono, tetapi  gagal.

Anis Matta ingin memecahkan mitos Jawa Tengah sebagai kandang "banteng", tetapi kemampuan PKS tak begitu hebat, menembus pertahanan "banteng", betapappun Anis Matta sudah mendapatkan julukan sebagai "Soekarno Muda"

Memang PKS terus melakukan aktualisasi terhadap dirinya di tengah-tengah pusaran politik yang sedang bergelombang. Namun, permainan politik para elite PKS, justeru akan kembali ke dirinya sendiri, kalau tidak mampu mengelola dengan baik.

Tentu, ada yang sangat mengkawatirkan, yaitu kalau ada yang menyusul Lutfhi Hasan Ishak, menjadi tersangka baru, terkait dengan kasus-kasus korupsi, yang sekarang tengah disidik KPK. Wallahu'alam.

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Jika Beradaptasi dengan Lincah dan Terbuka, PKS Bisa Menjadi Partai yang Dirindukan Masyarakat

Jika Beradaptasi dengan Lincah dan Terbuka, PKS Bisa Menjadi Partai yang Dirindukan Masyarakat

Jum'at, 17 Sep 2021 23:55

34 Persen Masyarakat Kesulitan Mendapatkan Perawatan di RS Saat Gelombang Kedua Pandemi

34 Persen Masyarakat Kesulitan Mendapatkan Perawatan di RS Saat Gelombang Kedua Pandemi

Jum'at, 17 Sep 2021 23:45

Konsep Persada 8 Dirilis, Fariz: Wujudkan Dakwah di Segala Ruang

Konsep Persada 8 Dirilis, Fariz: Wujudkan Dakwah di Segala Ruang

Jum'at, 17 Sep 2021 22:55

Tiga Ribu Positif Covid Berkeliaran di Mal, Legislator Kritik Prokes dan Aplikasi PeduliLindungi

Tiga Ribu Positif Covid Berkeliaran di Mal, Legislator Kritik Prokes dan Aplikasi PeduliLindungi

Jum'at, 17 Sep 2021 22:48

Berawal dari Penelitian, Dosen PGSD Universitas Muhammadiyah Ini Luncurkan Aplikasi Android

Berawal dari Penelitian, Dosen PGSD Universitas Muhammadiyah Ini Luncurkan Aplikasi Android

Jum'at, 17 Sep 2021 22:39

Survei: 30 Persen Masyarakat Kehilangan Kerabat Saat Gelombang Kedua Pandemi

Survei: 30 Persen Masyarakat Kehilangan Kerabat Saat Gelombang Kedua Pandemi

Jum'at, 17 Sep 2021 22:02

Semua Agama Benar?

Semua Agama Benar?

Jum'at, 17 Sep 2021 21:50

Bermain-Main dengan Rocky Gerung

Bermain-Main dengan Rocky Gerung

Jum'at, 17 Sep 2021 21:43

Untuk Ketahanan Pangan dan Kemandirian, Santri Ibadurrahman Mojokerto Tanam Bibit Jagung dan Pepaya

Untuk Ketahanan Pangan dan Kemandirian, Santri Ibadurrahman Mojokerto Tanam Bibit Jagung dan Pepaya

Jum'at, 17 Sep 2021 21:39

Militer Inggris 'Aktif Rekrut' Mata-mata Baru Untuk Dikerahkan Di Kawasan Asia Di Tengah

Militer Inggris 'Aktif Rekrut' Mata-mata Baru Untuk Dikerahkan Di Kawasan Asia Di Tengah

Jum'at, 17 Sep 2021 21:25

Ahmad Syaikhu: Modernisasi Alutsista Tidak Bisa Ditunda

Ahmad Syaikhu: Modernisasi Alutsista Tidak Bisa Ditunda

Jum'at, 17 Sep 2021 21:17

Bisnis Pasar Gelap Untuk Visa Asing Meroket Di Afghanistan Menyusul Masih Tutupnya Berbagai Kedutaan

Bisnis Pasar Gelap Untuk Visa Asing Meroket Di Afghanistan Menyusul Masih Tutupnya Berbagai Kedutaan

Jum'at, 17 Sep 2021 20:55

Perbandingan Keutamaan Antara Mujahid dan Ahli Dzikir

Perbandingan Keutamaan Antara Mujahid dan Ahli Dzikir

Jum'at, 17 Sep 2021 20:36

SMP Muhammadiyah PK Ajak Siswa Pilah Sampah dari Rumah

SMP Muhammadiyah PK Ajak Siswa Pilah Sampah dari Rumah

Jum'at, 17 Sep 2021 20:31

Fraksi PKS Minta Menteri Luhut Buang Ide Bangun Pabrik Vaksin China di Indonesia

Fraksi PKS Minta Menteri Luhut Buang Ide Bangun Pabrik Vaksin China di Indonesia

Jum'at, 17 Sep 2021 20:29

Faksi Perlawanan Palestina Bentuk Ruang Operasi Bersama Di Jenin Tanggapi Rencana Serangan Israel

Faksi Perlawanan Palestina Bentuk Ruang Operasi Bersama Di Jenin Tanggapi Rencana Serangan Israel

Jum'at, 17 Sep 2021 20:20

Ingatkan Pangkostrad soal Semua Agama Benar, Bukhori: Bukan Otoritas TNI

Ingatkan Pangkostrad soal Semua Agama Benar, Bukhori: Bukan Otoritas TNI

Jum'at, 17 Sep 2021 10:08

Unit Drone yang Membantu Taliban Memenangkan Perang

Unit Drone yang Membantu Taliban Memenangkan Perang

Jum'at, 17 Sep 2021 09:35

Akmal Sjafril: Aqidah Pintu Masuk Pemikiran Rasional

Akmal Sjafril: Aqidah Pintu Masuk Pemikiran Rasional

Jum'at, 17 Sep 2021 06:51

Pengacara: Israel Siksa Pejuang Pelestina Yang Ditangkap Kembali Setelah Kebur Dari Penjara Gilboa

Pengacara: Israel Siksa Pejuang Pelestina Yang Ditangkap Kembali Setelah Kebur Dari Penjara Gilboa

Kamis, 16 Sep 2021 22:16


MUI

Must Read!
X