Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
36.633 views

Penembakan 6 Laskar Mulai Terbongkar

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Masyarakat gak sabar. Bagaimana cerita sebenarnya penembakan sampai mati enam anggota FPI. Penghadangankah? Adu tembakkah? Perebutan senjatakah? Penculikankah? Penganiayaankah?

Berbagai pertanyaan hilir mudik di benak publik seiring bergulirnya banyak informasi. Terpantau ada upaya menggiring opini dan mengaburkan persepsi publik di media sosial. Macam-macam cara dan strateginya. Bahkan ada yang mencoba bermain dengan menarik kasus ini ke isu terorisme. Terlalu jauh melompat dan tidak mendapat perhatian publik.

Puzzle-puzzle informasi mulai berserakan. Serpihan-serpihan data itu mulai memberi petunjuk. Sedikit demi sedikit akal publik tertuntun. Beragam informasi mulai terstruktur dalam memori masyarakat.

Lepas apa motif dan permainan dibalik penembakan mati enam anak-anak muda FPI itu, fokus publik tetap pada peristiwanya. Apakah perang bintang, perebutan posisi Kapolri, atau motif lain, semua itu terlalu elitis buat rakyat. Yang rakyat inginkan, kasus ini terbongkar kebenarannya. Setransparan mungkin. Dari kasus ini, rakyat ingin hukum ditegakkan dan keadilan diwujudkan. Titik!

Edy Mulyadi, wartawan senior FNN telah melakukan investigasi ke lokasi. Tepatnya di KM 50 Tol Kerawang-Cikampek yang jadi TKP. Menurut repostasinya, ia menemukan sejumlah saksi. Saksi-saksi itu mengungkap telah mendengar dua kali tembakan. Dengan mata telanjang si saksi melihat sebuah mobil dihadang mobil lain. Ada yang turun dari mobil yang menghadang. Pegang laras panjang dan dua kali menembakkan ke arah penumpang mobil yang dihadang.

Sekitar 30 menit kemudian ambulan datang dan mengangkut dua orang yang tertembak. Sepertinya sudah mati oleh dua tembakan tadi, kata saksi mata itu. Sementara ada empat penumpang lainnya digelandang keluar mobil, dan dimasukkan ke mobil yang lain. Lalu dibawa pergi, entah kemana. Gelap!

Besoknya, publik mendengar dari Kapolda Metro Jaya bahwa enam orang Laskar FPI ditembak mati. Alasannya, karena menyerang petugas.

Dari komperensi pers Kapolda Metro Jaya ini (7/12) publik baru paham kalau Orang Tak Dikenal (OTK) sebagaimana yang dikabarkan sebelumnya oleh pengurus FPI adalah polisi. Disebut OTK, karena mereka berpakaian preman dengan menggunakan mobil berplat hitam.

Hari berikutnya, tanggal 8 Desember beredar berita di medsos bahwa enam janazah masing-masing berlubang setidaknya empat tembakan. Lubang itu dua diantaranya mengarah ke jantung. Ada yang ditembak dari belakang, ada pula yang ditembak dari depan. Menurut berita itu, ada bekas penganiayaan di sekujur tubuh enam orang tersebut.

Keesokan harinya, tanggal 9 Desember jelang shalat janazah,  Habib Rizieq Shihab (HRS) mengkonfirmasi kebenaran berita tersebut. Dalam sambutan pidatonya di hadapan jenazah-jenazah itu, HRS menjelaskan kronologi peristiwa KM 50. Mulai dari upaya penghadangan dan kejar mengejar antara mobil anggota FPI vs mobil OTK, hingga komperensi pers Kapolda Metro Jaya, sampai penyerahan janazah yang dibawa ke Petamburan.

Hari berikutnya, sejumlah saksi yang dipanggil oleh Komisi III DPR juga menjelaskan bagaimana keadaan jenazah yang mereka lihat. Mereka membeberkan sejumlah luka tembak dan luka yang diduga bekas penganiayaan. Mengerikan, kata salah satu diantara saksi itu. Siapapun yang nonton video dan mendengar kesaksian sejumlah saksi yang dipanggil Komisi III DPR itu akan menggigil tubuhnya. Terutama bagi ibu-ibu, terbayang jika itu adalah anak-anak yang mereka lahirkan.

Tentu, semua informasi ini perlu dibuktikan di pengadilan dengan saksi-saksi. Karena itu, bukti dan saksi yang diyakini akan menjadi pembuka tabir kasus ini perlu dilindungi dan dijaga keamanannya. Termasuk para saksi yang diwawancarai oleh Edy Mulyadi di KM 50 tersebut. Harus dijauhkan dari intervensi dan intimidasi pihak-pihak yang merasa resah dengan kesaksian itu.

Detail informasi yang telah beredar ke publik, baik via tulisan maupun video mulai mempengaruhi alam bawah sadar publik. Bahwa ada masalah serius di peristiwa yang mengakibatkan kematian enam anggota FPI tersebut.

Publik tentu bertanya: mana video wawancara dengan para saksi yang melihat langsung penembakan di lapangan? Mana video atau minimal foto-foto janazah lengkap dengan luka tembak dan penganiayaan tersebut? Justru disini rasa penasaran publik muncul.

Berdasarkan informasi yang beredar, foto, video dan berbagai kesaksian saksi telah ada dan disimpan untuk bukti jika nanti diperlukan. Meski begitu, publik berhak tahu foto, video dan kesaksian saksi agar tidak salah dan mispersepsi terhadap peristiwa ini. Supaya semua berita dan informasi bisa diluruskan.

Cepat atau lambat, foto dan video akan segera beredar. Era digital membuat banyak orang tak tahan menyimpan foto dan video itu. Hanya soal waktu.

Gak sabar? Pasti! Sebab, peristiwa ini telah menyentuh perasaan dan berpengaruh pada emosi seluruh rakyat di negeri ini. Peristiwa ini juga berpotensi menimbulkan gejolak sosial jika tak tepat dan cepat dalam penanganan. Waspadalah! [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 11 Desember 2020

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Sepuluh Tips Agar Anak Terbiasa Hidup Bersih

Sepuluh Tips Agar Anak Terbiasa Hidup Bersih

Rabu, 22 Sep 2021 13:21

Pejabat Makin Makmur, Rakyat Gigit Jari

Pejabat Makin Makmur, Rakyat Gigit Jari

Rabu, 22 Sep 2021 12:48

Bantuan Kuota Internet Kemendikbud,  Harus Tepat Sasaran

Bantuan Kuota Internet Kemendikbud, Harus Tepat Sasaran

Rabu, 22 Sep 2021 10:36

Kekerasan kepada Dai Kembali Terulang, Dewan Da'wah: Seperti Ada Pola Sistemik

Kekerasan kepada Dai Kembali Terulang, Dewan Da'wah: Seperti Ada Pola Sistemik

Rabu, 22 Sep 2021 02:39

Luhut Kembali Didapuk Tugas Baru, Bukhori: Presiden Kurang Percaya dengan Menteri dari Parpol

Luhut Kembali Didapuk Tugas Baru, Bukhori: Presiden Kurang Percaya dengan Menteri dari Parpol

Selasa, 21 Sep 2021 23:51

Kapolri Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Islamic Center Persis

Kapolri Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Islamic Center Persis

Selasa, 21 Sep 2021 23:28

Stop Wasting Time, Berantas Separatisme Sekarang Juga!

Stop Wasting Time, Berantas Separatisme Sekarang Juga!

Selasa, 21 Sep 2021 23:17

Hampir 200 Organisasi HAM Desak Perlindungan Untuk 6 Pejuang Palestina Yang Ditangkap Kembali Israe

Hampir 200 Organisasi HAM Desak Perlindungan Untuk 6 Pejuang Palestina Yang Ditangkap Kembali Israe

Selasa, 21 Sep 2021 22:29

Napoleon Bonaparte

Napoleon Bonaparte

Selasa, 21 Sep 2021 22:18

PON XX Dihelat di Papua, Legislator Minta Pemerintah Jamin Keamanan

PON XX Dihelat di Papua, Legislator Minta Pemerintah Jamin Keamanan

Selasa, 21 Sep 2021 22:08

Persis Minta Polisi Ungkap Tuntas Tewasnya Ustaz Usai Ditembak di Tangerang

Persis Minta Polisi Ungkap Tuntas Tewasnya Ustaz Usai Ditembak di Tangerang

Senin, 20 Sep 2021 22:20

Anis Byarwati: Utang Pemerintah Akan Menjadi Beban Berat di Masa Mendatang

Anis Byarwati: Utang Pemerintah Akan Menjadi Beban Berat di Masa Mendatang

Senin, 20 Sep 2021 22:12

Israel Pukuli Dan Siksa 2 Pelarian Palestina Terakhir Selama Penangkapan

Israel Pukuli Dan Siksa 2 Pelarian Palestina Terakhir Selama Penangkapan

Senin, 20 Sep 2021 20:30

PBB Kecam Keras Pemberontak Syi'ah Houtsi Karena Eksekusi 9 Warga Sipil

PBB Kecam Keras Pemberontak Syi'ah Houtsi Karena Eksekusi 9 Warga Sipil

Senin, 20 Sep 2021 17:45

Tablig Akbar Wahdah Islamiyah Bahas Tema Bakti dan Setia untuk NKRI

Tablig Akbar Wahdah Islamiyah Bahas Tema Bakti dan Setia untuk NKRI

Senin, 20 Sep 2021 15:52

Jaminan Pangan Halal

Jaminan Pangan Halal

Senin, 20 Sep 2021 14:08

Politisi PKS: Pemerintah Jangan Gegabah Mengumbar Tuduhan Radikal

Politisi PKS: Pemerintah Jangan Gegabah Mengumbar Tuduhan Radikal

Senin, 20 Sep 2021 13:00

Taliban Sebut Anak Perempuan Dapat Kembali Bersekolah Setelah Lingkungan Aman

Taliban Sebut Anak Perempuan Dapat Kembali Bersekolah Setelah Lingkungan Aman

Senin, 20 Sep 2021 12:55

Kecam Penyerangan Tokoh Agama di Tangerang dan Makassar, Legislator Desak Polri Tangkap Pelaku

Kecam Penyerangan Tokoh Agama di Tangerang dan Makassar, Legislator Desak Polri Tangkap Pelaku

Senin, 20 Sep 2021 12:27

Fahira Idris Dukung Langkah Pemprov DKI Jalankan Putusan Pengadilan Soal Polusi Udara

Fahira Idris Dukung Langkah Pemprov DKI Jalankan Putusan Pengadilan Soal Polusi Udara

Senin, 20 Sep 2021 11:58


MUI

Must Read!
X

Selasa, 21/09/2021 22:18

Napoleon Bonaparte