Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.630 views

Jepang Lebih Islami daripada Muslim Sendiri, Benarkah?

 

Oleh: Erika Kartini*

 

“Jepang itu lebih Islami lho, daripada kita”.

Ucapan tersebut sering kita dengar, bukan? Wajar karena Jepang memang sebuah negara yang maju dan teratur. Tingkat kedisplinan masyarakatnya sangat tinggi. Bersih dan rapi. Selain itu mereka tepat waktu dan jujur. Meski tidak semua tapi mayoritas begitu.

Warga jepang juga sangat teliti dalam berbagai hal. Semua pekerjaan mereka detil dan terstruktur. Semua sebab-sebab yang menghantarkan kepada hasil terbaik akan dilakukan. Segala hal yang bisa meminimalisir kegagalan akan ditempuh. Mereka juga sangat bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan dan berusaha sekuat tenaga mempersembahkan yang terbaik.

Kejujurannya juga patut diacungi jempol. Beberapa kali penulis sempat mendengar cerita dari teman tentang HP atau dompet yang tertinggal, selalu barang tersebut masih ada. Tidak hilang atau diambil orang. Pengurusan birokrasi pun simple dan mudah. Petugas melayani dengan sangat ramah dan cekatan. Memberi kemudahan serta tidak pernah menyulitkan.

Untuk urusan mengantri, mereka lebih hebat lagi. Seperti sudah ter-install dalam diri orang Jepang bahwa dimana pun berada selalu rapi dan sabar dalam mengantri. Tua, muda bahkan anak-anak sudah biasa. Sepanjang apapun antrian itu. Dalam segala hal. Antrian tiket, antrian di halte, di kafe atau restoran dan di toilet. Tidak ada yang memotong antrian. Mereka malu jika tidak tertib.

Orang Jepang juga sangat suka kebersihan. Jalanannya bersih dan rapi. Toilet umum juga bersih dan tersedia banyak. Alat-alat kebersihan dengan berbagai macam model dan ukuran tersedia di toko-toko. Rumah-rumah, halaman, taman serta sekolah senantiasa dibersihkan. Bahkan anak-anak sekolah dasar setiap hari kerja bakti untuk membersihkan sekolah. Mulai dari menyapu, mengepel, mengelap kaca dan membersihkan toilet. Tidak ada cleaning service. Guru dan murid wajib bersama-sama menjaga kebersihan.

Namun apakah benar bahwa Jepang lebih Islami dari kita yang asli beragama Islam? Lalu kemudian ada yang menyimpulkan bahwa kita tidak perlu Islam untuk menjadi baik. Atau menjadi orang Jepang saja sudah cukup. Tidak perlu susah-susah taat beragama saja mereka sudah bagus dan displin. Benarkah begitu?

Jepang adalah negara maju yang sudah bangkit puluhan tahun lalu. Mereka sudah lebih dulu berbenah dan membangun negaranya daripada negara kita. Mereka bangkit dengan ideologi kapitalisme yang diadopsi dari Barat. Kedisiplinan, tepat waktu, kebersihan serta kejujuran sangat dibutuhkan jika ingin menjadi negara maju. Di negara mana pun itu, baik beragama atau tidak. Karena masyarakat yang malas tidak akan pernah bisa mengubah kehidupannya.

Sebenarnya,  jika kaum muslim melaksanakan Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah pasti akan displin seperti warga Jepang. Bahkan lebih lagi. Ketika Islam diterapkan sebagai aturan kehidupan dalam sebuah institusi maka kehebatannya akan melebihi Jepang atau negara manapun. Fakta sejarah sudah banyak membuktikan. Bagaimana Khilafah Islam berhasil membebaskan manusia dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang. Melahirkan ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan. Juga ilmuwan-ilmuwan yang menginspirasi warga dunia.

Islam telah mengajarkan kejujuran, bahkan lebih hebat dari orang Jepang. Karena yang mengawasi bukan kamera CCTV atau atasan tetapi malaikat serta Allah Swt. Umat Muslim seharusnya senantiasa jujur meski godaan datang karena ada malaikat yang mencatat. Hisabnya amat pedih jika berlaku curang. Api neraka yang menyala-nyala siap menyambar siapa saja yang melakukan dosa.

Dalam hal kebersihan, Islam juga tidak kalah hebat. Sesuatu yang kelihatan bersih namun ternyata najis maka tidak boleh kita sentuh atau pakai. Bahkan ada yang harus dicuci tujuh kali dimana salah satunya dengan tanah jika terkena najis mugholadzoh. Sangat bersih bukan? Sementara kebiasaan orang Jepang adalah tanpa air. Mereka terbiasa dengan toilet kering. Setelah buang air kecil atau besar dibersihkan dengan tisu saja. Mandi pun hanya sekali sehari.

Kedisiplinan juga dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Bagaimana Beliau Saw mengatur aktivitas keseharian sehingga terbentuk pola. Rasulullah Saw tidur setelah Isya dan tidak begadang. Sehingga bisa bangun sebelum subuh. Mandi kemudian shalat tahajud dan dilanjutkan shalat subuh. Setelah subuh disarankan untuk tidak tidur lagi tetapi diisi dengan kegiatan yang bermanfaat seperti belajar atau menghafal Al Quran. Selepas waktu duha, baru kemudian keluar untuk bekerja atau menuntut ilmu.

Rasulullah Saw. juga mengajarkan untuk shalat wajib tepat waktu lima kali sehari. Kemudian ketika membuat akad jam pertemuan, beliau selalu menepati. Bahkan Beliau Saw. datang lebih awal dari waktu yang disepakati. Seorang muslim yang sering terlambat dan tidak menepati janji bisa terjatuh kepada kemunafikan. Karena salah satu ciri orang munafik adalah jika berjanji ia tidak menepati. Tepat waktu bukan karena materi sehingga jika terlambat akan mengalami kerugiaan atau merugikan orang lain tetapi karena perintah Allah semata.

Seorang muslim punya alarm sendiri yaitu alarm keimanan. Alarm tersebut juga akan terinstall dengan alami ketika menjadikan aqidah islam sebagai pondasi kehidupan. Aqidah ini ketika dijadikan sebagai landasan ideologi, kemudian diterapkan dalam institusi akan mewujudkan sebuah negara islam yang luar biasa. Negara tersebut adalah Daulah Khilafah Islamiyyah.

Sejarah telah menggambarkan bagaimana Khilafah selama lebih dari 100 abad telah menjadi negara adi daya. Kemajuan ilmu pengetahuan juga terjadi. Khilafah telah membebaskan bangsa-bangsa dari belenggu kafir penjajah. Memanusiakan manusia. Pada saat itu terciptalah kehidupan yang penuh rahmat. Umat Islam sebagai ummat yang terbaik muncul menjadi cahaya bagi dunia. Menyinari kehidupan dengan keluhuran kepribadiannya.

Ummat Islam hanya butuh penerapan hukum syara secara kaffah dalam bingkai khilafah. Ummat tidak butuh kemajuan negara maju yang sebenarnya semu. Ummat Islam butuh Khilafah untuk menjadi ummat yang hebat. Dengan adanya Khalifah, ummat Islam akan memiliki pelindung. Tidak akan menjadi hina atau diperalat bangsa lain. Ummat Islam akan bangkit dengan kebangkitan yang sebenarnya. Ummat akan maju dengan kemajuan hakiki bukan kemajuan yang semu. Setelah semua pemaparan ini, masihkah kita menganggap Jepang lebih islami daripada Muslim sendiri? Waallahu a’lam bisshowwab. (rf/voa-islam.com)

*Penulis saat ini tinggal di Gifu, Japan

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Hanya dalam Sepekan Rusia telah Luncurkan 120 Serangan Udara ke Aleppo

Hanya dalam Sepekan Rusia telah Luncurkan 120 Serangan Udara ke Aleppo

Rabu, 19 Feb 2020 22:35

Faksi-faksi Palestina Bentuk Komite Nasional untuk Melawan Rencana Perdamaian Trump

Faksi-faksi Palestina Bentuk Komite Nasional untuk Melawan Rencana Perdamaian Trump

Rabu, 19 Feb 2020 22:17

Ketum DMI: Bedakan Amar Ma'ruf Nahi Munkar dengan Radikalisme

Ketum DMI: Bedakan Amar Ma'ruf Nahi Munkar dengan Radikalisme

Rabu, 19 Feb 2020 10:32

Iya Sih, Tapi...

Iya Sih, Tapi...

Rabu, 19 Feb 2020 09:30

Menghadapi Virus Corona

Menghadapi Virus Corona

Rabu, 19 Feb 2020 08:24

Bayar SPP Bisa Pakai GoPay, Natalius Pigai Minta Ombudsman dan KPK Periksa Mendikbud

Bayar SPP Bisa Pakai GoPay, Natalius Pigai Minta Ombudsman dan KPK Periksa Mendikbud

Rabu, 19 Feb 2020 07:39

Legislator: Selesaikan Skandal Jiwaraya Secara Menyeluruh, Jangan Sepotong-Sepotong

Legislator: Selesaikan Skandal Jiwaraya Secara Menyeluruh, Jangan Sepotong-Sepotong

Rabu, 19 Feb 2020 06:54

Muhammadiyah Gelar Anugerah Jurnalistik Fachrodin Award 2020

Muhammadiyah Gelar Anugerah Jurnalistik Fachrodin Award 2020

Rabu, 19 Feb 2020 04:58

Kerudungin Kepala Dulu atau Hati Dulu?

Kerudungin Kepala Dulu atau Hati Dulu?

Rabu, 19 Feb 2020 03:21

Fahira Nilai Omnibus Law Bentuk Frustasi Pemerintah atas Mandeknya Ekonomi

Fahira Nilai Omnibus Law Bentuk Frustasi Pemerintah atas Mandeknya Ekonomi

Rabu, 19 Feb 2020 02:44

Kemuliaan Seorang Ibu

Kemuliaan Seorang Ibu

Rabu, 19 Feb 2020 01:53

PKS Minta Peran Kelembagaan Batan Diperkuat

PKS Minta Peran Kelembagaan Batan Diperkuat

Rabu, 19 Feb 2020 00:53

Tak Dilibatkan Bahas RUU Ciptaker, AJI: Mau Buat UU Apa Konspirasi Kejahatan?

Tak Dilibatkan Bahas RUU Ciptaker, AJI: Mau Buat UU Apa Konspirasi Kejahatan?

Selasa, 18 Feb 2020 23:58

Hadits

Hadits "Tidak Ada Penularan Penyakit", Apa Maksudnya?

Selasa, 18 Feb 2020 23:39

Solusi Islam Cegah Perselingkuhan

Solusi Islam Cegah Perselingkuhan

Selasa, 18 Feb 2020 22:45

Turki Keluarkan Surat Perintah Penangkapan untuk 700 Orang Terkait Fetullah Gulen

Turki Keluarkan Surat Perintah Penangkapan untuk 700 Orang Terkait Fetullah Gulen

Selasa, 18 Feb 2020 21:00

Hampir 1 Juta Orang Mengungsi Sejak Rezim Assad Meluncurkan Ofensif Idlib Bulan Desember

Hampir 1 Juta Orang Mengungsi Sejak Rezim Assad Meluncurkan Ofensif Idlib Bulan Desember

Selasa, 18 Feb 2020 20:30

Pemimpin Oposisi Sudan: Normalisasi dengan Penjajah Israel Adalah Tindakan Penghianatan

Pemimpin Oposisi Sudan: Normalisasi dengan Penjajah Israel Adalah Tindakan Penghianatan

Selasa, 18 Feb 2020 20:01

Sebut Agama Musuh Terbesar Pancasila, Pernyataan Kepala BPIP Menyesatkan

Sebut Agama Musuh Terbesar Pancasila, Pernyataan Kepala BPIP Menyesatkan

Selasa, 18 Feb 2020 18:42

Aborsi: Komplikasi Kronis Kapitalisme-Sekuler

Aborsi: Komplikasi Kronis Kapitalisme-Sekuler

Selasa, 18 Feb 2020 18:41


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X