Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
17.457 views

Kekerasan Seksual Marak, Islam Punya Solusi!

 

Oleh: Gina Fauziah

Kekerasan seksual semakin hari bertambah kasusnya. Lahirnya Undang-Undang yang disahkan DPR tidak mampu menjadi solusi. Bahkan, justru terkesan ada perlindungan jika dilakukan suka sama suka.

Dikutip dari Gatra.com, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menyatakan telah menerima 8.803 laporan kasus kekerasan terhadap perempuan per 2 Desember 2021. Dengan 13% diantaranya merupakan tindakan kekerasan seksual. (Gatra.com, 9/12/21)

Pelecehan dan kekerasan seksual di Indonesia merupakan problematika sosial di masyarakat. Di Indonesia, kasusnya selalu mengalami peningkatan tiap tahunnya. Terjadi fenomena gunung es, kasus di lapangan lebih banyak dibandingkan data yang tercatat ke permukaan. Sederet kasus yang tercatat tersebut hanya merupakan hasil laporan sementara, karena faktanya masih banyak kasus yang belum terdata, baik karena korban yang tidak melapor ataupun sudah dilaporkan tetapi masih belum ditindaklanjuti.

Kondisi tersebut merupakan salah satu alasan Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) diajukan oleh Komnas Perempuan yang akhirnya telah disahkan DPR RI pada Selasa 12 april 2022 yang lalu. (Kumparannews, 13/4/22)

Banyak hal yang harus dikritisi terkait tindakan kekerasan seksual di Indonesia. Asas sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan berpengaruh besar terhadap pandangan hidup rakyat negeri ini. Sehingga mereka tidak mau diatur dengan aturan Islam ketika bergaul. Kebebasan berprilaku juga semakin memperburuk pergaulannya. Sesama warga tidak ada lagi yang merasa risih dan cenderung tidak mau mengurusi urusan orang lain atau individualisme.

Atas nama HAM, yang memberikan nasehat dan mencegah pergaulan bebas dan menyimpang justru distigma negatif. Sedangkan, negara membuat UU yang tidak lepas dari napas sekuler dan HAM. Wajar terjadi karena hukum buatan manusia memang selalu memberikan celah bagi terjadinya permasalahan baru lagi yang muncul.

Sebagaimana yang diungkapkan Ketua fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini sangat  menolak segala bentuk kejahatan seksual. Untuk itu, maka perlu diberikan pemberatan hukuman. Menurutnya kejahatan seksual itu meliputi kekerasan seksual, seks bebas, dan seks menyimpang. ketiganya harus diatur secara bersamaan dalam sebuah UU yang komprehensif tentang tindak pidana kesusilaan/tindak pidana kejahatan seksual. Ia berpendapat agar jangan pisahkan tindak pidana kekerasan seksual seolah-olah berdiri sendiri. Ia harus diatur secara menyeluruh dengan tindak pidana kesusilaan lainnya (seks bebas dan seks menyimpang) agar pencegahan dan perlindungan terhadap korban bisa berlaku efektif dan maksimal. (Republika.co.id, 19/1/22)

Kasus Seks Bebas dan LGBT contohnya merupakan kasus sama yang merupakan kasus kejahatan seksual yang mesti dijadikan satu kesatuan pada UU TPKS tersebut. Akan tetapi nyatanya dalam sistem demokrasi-sekuler persoalan seperti kasus semacam tersebut tidak dianggap sebagai sebuah bentuk kejahatan. Perzinaan, homo, lesbian selama pelaku tidak dipaksa bukanlah sebuah kejahatan karena dilakukan atas kehendak sendiri.

Padahal dalam Islam segala bentuk kejahatan, penyimpangan telah diatur sedemikian rupa. Bagaimana Islam begitu apik dalam menindaklanjuti pelaku kejahatan/kekerasan seksual. Nabi SAW bersabda, “Sungguh jika kepala seorang laki-laki ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik baginya daripada dia menyentuh seorang perempuan yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabrani dalam “Al-Mu’jamul  Kabiir” no. 486 dan 487)

Sabda nabi SAW lainnya,“Barang siapa kalian dapati melakukan perbuatan kaum Nabi Luth As. Maka bunuhlah pelaku dan objeknya.” (HR. Tirmidzi no. 1456)

Hadis tersebut menegaskan bahwa kejahatan/kekerasan seksual adalah hal yang dilarang dalam agama Islam karena dapat merendahkan martabat kemanusiaan, baik martabat pelaku itu sendiri, maupun martabat korban. 

Perlu diingatkan kembali tentang kisah sejarah Khalifah Al-Mu’tashim Billah yang membela seorang budak muslimah dari Bani Hasyim yang meminta pertolongan kepadanya karena diganggu dan dilecehkan oleh orang Romawi. Setelah mendapatkan laporan mengenai pelecehan tersebut, maka sang Khalifah menurunkan puluhan ribu pasukan untuk menyerbu kota Ammuriah yang tepatnya pada saat itu berada di Turki.

Dari kisah ini saja dapat kita lihat dengan jelas bagaimana Islam sangat memuliakan manusia bahkan budak sekalipun. Ketika Islam dijadikan hukum dalam sebuah negara, maka seluruh umat muslim terjaga dan terjamin hak-haknya.

Maka dari itu, Islam merupakan solusi terbaik dalam memecahkan segala problematika kehidupan manusia termasuk dalam menuntaskan perkara kejahatan/kekerasan seksual khususnya pada wanita dan anak dengan menerapkan hukum Islam di negeri ini secara menyeluruh. Wallahu a'lam bishshawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
LSM: Raksasa Media Sosial Sensor Konten Pro-Palestina Ratusan Kali

LSM: Raksasa Media Sosial Sensor Konten Pro-Palestina Ratusan Kali

Selasa, 05 Jul 2022 17:30

Milad ke-14, Ini Capaian AQL Islamic Center

Milad ke-14, Ini Capaian AQL Islamic Center

Selasa, 05 Jul 2022 11:50

Menatap Idul Qurban dengan Taqwa

Menatap Idul Qurban dengan Taqwa

Senin, 04 Jul 2022 22:44

Pasukan Pemerintah Yaman Bersiap Lancarkan Operasi Militer Terhadap Al-Qaidah Di Selatan

Pasukan Pemerintah Yaman Bersiap Lancarkan Operasi Militer Terhadap Al-Qaidah Di Selatan

Senin, 04 Jul 2022 22:35

Pasukan Keamanan Saudi Lakukan Parade Di Mekah Dalam Persiapan Untuk Pengamanan Haji

Pasukan Keamanan Saudi Lakukan Parade Di Mekah Dalam Persiapan Untuk Pengamanan Haji

Senin, 04 Jul 2022 22:05

Effendi Simbolon Omong Besar

Effendi Simbolon Omong Besar

Senin, 04 Jul 2022 19:36

Jokowi Akan Menjadi Sekjen PBB?

Jokowi Akan Menjadi Sekjen PBB?

Senin, 04 Jul 2022 16:10

Potensi Diskriminasi dibalik RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA)

Potensi Diskriminasi dibalik RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA)

Senin, 04 Jul 2022 15:52

Miras Holywings di Negeri Muslim Mayoritas

Miras Holywings di Negeri Muslim Mayoritas

Senin, 04 Jul 2022 15:39

Jumlah Warga Jerman Yang Keluar Dari Dinas Militer Meningkat 2 Kali Lipat Karena Perang Rusia-Ukrain

Jumlah Warga Jerman Yang Keluar Dari Dinas Militer Meningkat 2 Kali Lipat Karena Perang Rusia-Ukrain

Senin, 04 Jul 2022 15:32

IHATEC dan Lembaga Riset Jepang Jalin Kerjasama Strategis di Bidang Halal

IHATEC dan Lembaga Riset Jepang Jalin Kerjasama Strategis di Bidang Halal

Senin, 04 Jul 2022 14:35

Bermitra dengan BPJPH, IHATEC Siap Dukung Tercipta SDM Bidang Halal

Bermitra dengan BPJPH, IHATEC Siap Dukung Tercipta SDM Bidang Halal

Senin, 04 Jul 2022 14:24

DPRD: Kasus Holywings Jadi Momentum Evaluasi Perda Miras di Kota Bekasi

DPRD: Kasus Holywings Jadi Momentum Evaluasi Perda Miras di Kota Bekasi

Ahad, 03 Jul 2022 22:07

Anis Byarwati Dinobatkan sebagai Bunda UMKM

Anis Byarwati Dinobatkan sebagai Bunda UMKM

Ahad, 03 Jul 2022 22:02

Laporan: FBI Sewa Vila Di Istanbul Untuk Tersangka Islamic State Sebelum Beri Tahu Otoritas Turki

Laporan: FBI Sewa Vila Di Istanbul Untuk Tersangka Islamic State Sebelum Beri Tahu Otoritas Turki

Ahad, 03 Jul 2022 21:05

Demonstrasi Anti-Militer Berlanjut Di Sudan Untuk Menuntut Pemerintahan Sipil

Demonstrasi Anti-Militer Berlanjut Di Sudan Untuk Menuntut Pemerintahan Sipil

Ahad, 03 Jul 2022 20:45

Otoritas Palestina Serahkan Peluru Yang Menewaskan Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh Ke AS

Otoritas Palestina Serahkan Peluru Yang Menewaskan Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh Ke AS

Ahad, 03 Jul 2022 20:13


MUI

Must Read!
X