Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.994 views

Hadharah dan Madaniyah Dalam Islam (Bagian-1)

Oleh: Rianny Puspitasari, S.Pd., M.Pd. 

(Dosen STBA Sebelas April Sumedang)

Pengantar

Perayaan 17 Agustusan di Kabupaten Bogor diwarnai insiden pembakaran bendera Merah Putih. Di Kampung Jami, RT 02/04, Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, warganya bersitegang menyusul ada bendera merah putih yang dibakar oknum petugas keamanan Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfizh Alquran Ibnu Mas’ud.  Hal itu membuat pasukan Brimob lengkap dengan senjatanya turun mengepung masjid dan ponpes, yang sempat dicurigai ikut menyebarkan paham ISIS.  Akibat dari kasus ini,warga begitu marah dan akhirnya menutup pondok pesantren tersebut dan meminta mereka untuk pindah dalam waktu satu bulan.

Peristiwa ini menjadi cerminan bahwa warga Negara Indonesia begitu mensucikan bendera merah putih.  Mereka bereaksi ketika keagungan bendera mereka dinodai.  Ini adalah gambaran umat Islam Indonesia yang sudah terlanjur menjadikan bendera merah putih yang notabene lambang Negara sebagai sesuatu yang harus dihormati, dijaga dan ditinggikan.

Hal ini bukan hanya menimpa umat Islam yang ada di Indonesia, kaum muslim di berbagai Negara pun tidak sedikit yang begitu membela dan bangga terhadap bendera negaranya masing-masing.  Umat Islam yang sudah dikerat-kerat menjadi puluhan Negara akhirnya terjebak dalam pengagungan terhadap ciri dan lambang negaranya.

Di sisi lain, selalu muncul pertanyaan yang nyinyir terhadap pembela persatuan umat.  Mengapa anti demokrasi tetapi masih memakai KTP? Bahkan ada yang menjadi PNS?  Mengapa yang selalu berteriak ‘campakkan system kufur’ tapi menggunakan facebook, computer dan membeli produk-produk dari Yahudi?

Saat ini umat seolah linglung dengan mana yang boleh diemban, diambil, dan dipakai, dengan mana yang tidak boleh.  Pemahaman inilah yang perlu diluruskan agar umat tidak lagi salah kaprah dalam menyikapi hal ini.

 

Penyebab Umat Gagal Paham

Umat Islam mengalami kemunduran akut sejak mereka meninggalkan ijtihad. Padahal, ijtihad sangat penting dilakukan demi menghadapi persoalan-persoalan baru yang barangkali belum pernah ada di masa sebelumnya, atau di masa Rasulullah masih hidup. Akibat ijtihad ini berhenti, yang terjadi adalah taklid buta dan gagap peradaban.

Hal ini sudah terlihat pada masa-masa akhir Khilafah Utsmaniyah. Serbuan pemikiran Barat tidak mampu disaring. Umat Islam bingung, dengan banyaknya pemikiran asing yang masuk ke dalam tubuh umat Islam ini, sebenarnya mana yang boleh diambil dan mana yang tidak? Apakah harus ditolak semuanya? Atau justru diambil semuanya? Dan akhirnya, yang terjadi adalah diambil semuanya. Entah produk teknologinya atau produk peradabannya.  Alhasil, umat Islam saat ini dikuasai oleh hegemoni Barat nyaris di setiap sudut kehidupan. Sistem demokrasi dipaksakan di negeri-negeri Islam. Kapitalisme sukses memiskinkan kaum muslimin. Liberalisme mengacaukan akidah umat dan menghancurkan generasi muda umat Islam.

Meski demikian, seruan-seruan untuk kembali kepada Islam terus didengungkan.  Tetapi umat pun bingung, jika ingin kembali pada Islam, maka apa yang harus dilakukan dengan pengaruh Barat yang sudah masuk ke tengah-tengah kaum Muslim? Dari sini kemudian muncul dua kubu.  Kubu pertama adalah kubu yang menyeru untuk mengambil semua apa yang berasal dari Barat, baik teknologinya maupun peradabannya.

Akibatnya, mereka menjadi kelompok liberal yang mengagungkan kebebasan dan memuji-muji peradaban Barat.  Kubu inilah yang mengatakan bahwa para pejuang Islam tidak konsisten, menghina demokrasi, tetapi memanfaatkan ‘produk demokrasi’. Merekalah tipe yang menghalangi kebangkitan Islam dan sudah benar-benar dirasuki pemikiran Barat.  Kubu berikutnya adalah kubu yang menolak semua yang berasal dari Barat. 

Menurut mereka, produk teknologi, peradaban, ideology, semuanya haram. Dampak negative dari hal ini adalah, mereka terus berada dalam ‘keterbelakangan’di tengah kemajuan IPTEK dan bahkan bisa membawa mereka pada kebodohan yang tak berujung. Kubu ini pun terkadang mencela pejuang penegak Khilafah karena tidak meninggalkan produk thagut.

Jika kita telisik lebih dalam. Sebenarnya kerancuan yang mengacaukan pemahaman umat ini adalah ketidakpahaman atau yang sekarang lebih sering disebut sebagai gagal paham terhadap hadharah dan madaniyah.  Gempuran paham dan penerapan system kapitalisme-sekuler adalah penyebab utama umat kebingungan dengan mana yang boleh diambil dan mana yang harus ditinggalkan.  Akhirnya mereka malah dengan rela digiring oleh Barat mengambil paham-paham yang bukan berasal dari Islam dan malah menolak hal-hal yang justru mubah hukumnya dalam Islam.  Ini adalah bentuk keberhasilan orang-orang kafir dalam merusak akidah umat.

 

Memahami Makna Hadharah dan Madaniyah

Untuk meluruskan pemahaman ini kita harus terlebih dahulu memahami definisi dari hadharah dan madaniyah.  Dalam kitab Nidzamul Islam karya Syekh Taqiyuddin An-Nabhani disebutkan bahwa:

“Hadharah adalah sekumpulan mafahim (ide yang dianut dan mempunya fakta) tentang kehidupan. Sedangkan Madaniyah adalah bentuk-bentuk fisik dari benda-benda yang terindera yang digunakan dalam berbagai aspek kehidupan. Hadharah bersifat khas, terkait dengan pandangan hidup. Sementara madaniyah bisa bersifat khas, bisa pula bersifat umum untuk seluruh umat manusia. Bentuk-bentuk madaniyah yang dihasilkan dari hadharah, seperti patung termasuk madaniyah yang bersifat khas. Sedangkan bentuk-bentuk madaniyah yang menjadi produk kemajuan sains dan perkembangan teknologi industri termasuk madaniyah yang bersifat umum, milik seluruh umat manusia. Bentuk madaniyah yang terakhir ini bukan milik umat tertentu, akan tetapi bersifat universal seperti halnya sains dan teknologi.” (Bersambung). [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Apresiasi Krisdayanti yang Berani Blak-Blakan

Apresiasi Krisdayanti yang Berani Blak-Blakan

Rabu, 22 Sep 2021 19:02

Ahmad Massoud Dan Amrullah Saleh Sudah Kabur Dari Afghanistan Setelah Pengambilalihan Taliban

Ahmad Massoud Dan Amrullah Saleh Sudah Kabur Dari Afghanistan Setelah Pengambilalihan Taliban

Rabu, 22 Sep 2021 18:15

Jangan Bernyanyi Di Panggung Yang Salah

Jangan Bernyanyi Di Panggung Yang Salah

Rabu, 22 Sep 2021 17:56

Studi: Makan Berlebih Bukan Penyebab Utama Obesitas Tapi...

Studi: Makan Berlebih Bukan Penyebab Utama Obesitas Tapi...

Rabu, 22 Sep 2021 17:30

Penyanyi Terkenal AS John Legend Kecam Israel Terkait Perlakuan Buruk Terhadap Tahanan Palestina

Penyanyi Terkenal AS John Legend Kecam Israel Terkait Perlakuan Buruk Terhadap Tahanan Palestina

Rabu, 22 Sep 2021 17:30

BPIP Makin Boros: Bubarkan!

BPIP Makin Boros: Bubarkan!

Rabu, 22 Sep 2021 17:23

Jajak Pendapat: 80% Warga Palestina Ingin Presiden Mahmoud Abbas Mengundurkan Diri

Jajak Pendapat: 80% Warga Palestina Ingin Presiden Mahmoud Abbas Mengundurkan Diri

Rabu, 22 Sep 2021 16:21

Sepuluh Tips Agar Anak Terbiasa Hidup Bersih

Sepuluh Tips Agar Anak Terbiasa Hidup Bersih

Rabu, 22 Sep 2021 13:21

Pejabat Makin Makmur, Rakyat Gigit Jari

Pejabat Makin Makmur, Rakyat Gigit Jari

Rabu, 22 Sep 2021 12:48

Bantuan Kuota Internet Kemendikbud,  Harus Tepat Sasaran

Bantuan Kuota Internet Kemendikbud, Harus Tepat Sasaran

Rabu, 22 Sep 2021 10:36

Kekerasan kepada Dai Kembali Terulang, Dewan Da'wah: Seperti Ada Pola Sistemik

Kekerasan kepada Dai Kembali Terulang, Dewan Da'wah: Seperti Ada Pola Sistemik

Rabu, 22 Sep 2021 02:39

Luhut Kembali Didapuk Tugas Baru, Bukhori: Presiden Kurang Percaya dengan Menteri dari Parpol

Luhut Kembali Didapuk Tugas Baru, Bukhori: Presiden Kurang Percaya dengan Menteri dari Parpol

Selasa, 21 Sep 2021 23:51

Kapolri Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Islamic Center Persis

Kapolri Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Islamic Center Persis

Selasa, 21 Sep 2021 23:28

Stop Wasting Time, Berantas Separatisme Sekarang Juga!

Stop Wasting Time, Berantas Separatisme Sekarang Juga!

Selasa, 21 Sep 2021 23:17

´╗┐Hampir 200 Organisasi HAM Desak Perlindungan Untuk 6 Pejuang Palestina Yang Ditangkap Kembali Israe

´╗┐Hampir 200 Organisasi HAM Desak Perlindungan Untuk 6 Pejuang Palestina Yang Ditangkap Kembali Israe

Selasa, 21 Sep 2021 22:29

Napoleon Bonaparte

Napoleon Bonaparte

Selasa, 21 Sep 2021 22:18

PON XX Dihelat di Papua, Legislator Minta Pemerintah Jamin Keamanan

PON XX Dihelat di Papua, Legislator Minta Pemerintah Jamin Keamanan

Selasa, 21 Sep 2021 22:08

Persis Minta Polisi Ungkap Tuntas Tewasnya Ustaz Usai Ditembak di Tangerang

Persis Minta Polisi Ungkap Tuntas Tewasnya Ustaz Usai Ditembak di Tangerang

Senin, 20 Sep 2021 22:20

Anis Byarwati: Utang Pemerintah Akan Menjadi Beban Berat di Masa Mendatang

Anis Byarwati: Utang Pemerintah Akan Menjadi Beban Berat di Masa Mendatang

Senin, 20 Sep 2021 22:12

Israel Pukuli Dan Siksa 2 Pelarian Palestina Terakhir Selama Penangkapan

Israel Pukuli Dan Siksa 2 Pelarian Palestina Terakhir Selama Penangkapan

Senin, 20 Sep 2021 20:30


MUI

Must Read!
X