Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.558 views

Yaman Menangis, Bukti Jerat Belenggu Kapitalis

Oleh: Rutin, SEI  

Sudah sejak tahun 2015 Yaman bergejolak hingga sekarang. Perang telah membuat sekitar 10 ribu orang tewas dan 3 juta orang mengungsi. Ditambah lagi, 500.000 warga Yaman terinfeksi kolera dan hampir 2.000 orang meninggal akibat penyakit itu (media Indonesia.com)

Berdasar pantauan penulis melaui media timur tengah,  semua hal tersebut diatas adalah akibat serangan koalisi Arab terhadap sistem sanitasi dan pengolahan air, serta rumah sakit. Sekolah-sekolah pun jadi sasaran. Sementara itu, bantuan kemanusiaan internasional sulit mencapai wilayah konflik.

Alhasil, kehidupan di Yaman semakin memprihatinkan akibat hancurnya ekonomi negeri. Untuk menyelesaikan masalah Yaman, pada April 2016 PBB mensponsori perundingan perdamaian di Kuwait. Sayang, perundingan selama tiga bulan itu tidak membuahkan hasil. Lantas kepada siapa Yaman harus mengharap uluran tangan? Sementara mata dunia pura-pura buta dan tuli akan pemberitaan Yaman.

Bagaimana tidak, media-media saat ini lebih memilih bungkam meski hati mereka pun teriris mengetahui tindakan yang tidak berperikemanusiaan tersebut. Tapi mereka, kita tak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikan peperangan yang tak berperikemanusiaan itu. Karena kita tidak punya kekuasaan, negara lah yang punya kuasa menerjunkan tentara militernya untuk membantu saudara kita di Yaman. Namun, negeri- negeri muslim yang sudah jelas punya kuasa pun hanya bisa diam menonton kebiadaban Arab Saudi.

 

...kepada siapa Yaman harus mengharap uluran tangan? Sementara mata dunia pura-pura buta dan tuli akan pemberitaan Yaman...

Mereka tak berkutik sedikitpun karena takut dengan AS sebagai biang masalah ini. Betapa tidak, Sultan Oman Qaboos Bin Said Al-Said dalam suratnya belum lama ini mengingatkan Raja Salman bin Abdulaziz dari Arab Saudi bahwa serangan Saudi ke Yaman merupakan jebakan Amerika Serikat (AS) untuk memecah Saudi, dan karena itu Sultan Qaboos meminta Raja Salman supaya menghentikan serangan itu. Demikian dikatakan seorang narasumber di Riyadh, sebagaimana dilaporkan al-Ittihad Press.

“Dalam surat itu Sultan Oman menyarankan supaya perang terhadap Yaman dihentikan, sebab ini juga merupakan jebakan AS yang sasarannya adalah seluruh kawasan,” imbuh sumber tersebut.

Sumber itu juga menyebutkan bahwa sebelumnya, milyarder Saudi Pangeran Walid bin Talal bin Abdulaziz juga meminta serangan itu dihentikan sembari menyebut para pelakunya sebagai orang-orang yang tidak berpikir jauh dan telah bermain-main dengan masa depan dan keamanan Saudi. Walid mengatakan bahwa lampu hijau yang dinyalakan AS untuk serangan ke Yaman adalah jebakan berbahaya untuk melemahkan dan memecah belah Saudi.

Pangeran Mut’ab bin Abdullah juga menentang invasi koalisi pimpinan Saudi ke Yaman. Dia bahkan menyatakan bahwa “Garda Kepresidenan Arab Saudi” akan melakukan tindakan untuk menghentikan “petualangan berbahaya” Saudi di Yaman.

Meskipun banyak yang protes atas sikap Raja Arab Saudi, tetap saja perang tak kunjung dihentikan. Semua ini karena ada sesuatu di balik sesuatu. Inilah cengkeraman Kapitalisme yang mudah membuat seseorang lupa segalanya. Lupa sifat berperikemanusiaan, lupa sesama muslim bersaudara. Dimana ada untung, disana dia akan berpihak.

Masihkah kita berharap dengan sistem Kapitalis ini? Sistem yang membuat Yaman menangis tiada henti. Sistem yang membuat kita tak berkutik melihat saudara kita di Yaman dibombardir. Sudah saatnya sistem Islam menggantikan. Hanya itulah satu- satunya solusi untuk keamanan umat manusia di seluruh penjuru dunia. Karena Islam adalah Rahmatan Lil 'Alamiin. (riafariana/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Ingatkan Pangkostrad soal Semua Agama Benar, Bukhori: Bukan Otoritas TNI

Ingatkan Pangkostrad soal Semua Agama Benar, Bukhori: Bukan Otoritas TNI

Jum'at, 17 Sep 2021 10:08

Unit Drone yang Membantu Taliban Memenangkan Perang

Unit Drone yang Membantu Taliban Memenangkan Perang

Jum'at, 17 Sep 2021 09:35

Akmal Sjafril: Aqidah Pintu Masuk Pemikiran Rasional

Akmal Sjafril: Aqidah Pintu Masuk Pemikiran Rasional

Jum'at, 17 Sep 2021 06:51

Pengacara: Israel Siksa Pejuang Pelestina Yang Ditangkap Kembali Setelah Kebur Dari Penjara Gilboa

Pengacara: Israel Siksa Pejuang Pelestina Yang Ditangkap Kembali Setelah Kebur Dari Penjara Gilboa

Kamis, 16 Sep 2021 22:16

Semarak Muktamar IV, Tiga DPW Wahdah Islamiyah Gelar Tablig Akbar Undang Sandiaga Uno

Semarak Muktamar IV, Tiga DPW Wahdah Islamiyah Gelar Tablig Akbar Undang Sandiaga Uno

Kamis, 16 Sep 2021 21:28

Media Sosial Perlu Dimanfaatkan untuk Sebar Pesan Wasathi

Media Sosial Perlu Dimanfaatkan untuk Sebar Pesan Wasathi

Kamis, 16 Sep 2021 20:59

Pembina Wasathi: Umat Islam Indonesia Harus Menjadi Role Model Pelopor Toleransi

Pembina Wasathi: Umat Islam Indonesia Harus Menjadi Role Model Pelopor Toleransi

Kamis, 16 Sep 2021 20:19

Laporan: Saudi Pertimbangkan Beli Sistem Pertahanan Udara Israel

Laporan: Saudi Pertimbangkan Beli Sistem Pertahanan Udara Israel

Kamis, 16 Sep 2021 15:55

Emmanuel Macron Klaim Tentara Prancis Bunuh Pemimpin ISIS Di Sahara Barat

Emmanuel Macron Klaim Tentara Prancis Bunuh Pemimpin ISIS Di Sahara Barat

Kamis, 16 Sep 2021 14:27

Legislator Dukung Kebijakan Gubernur Anies Menutup Etalase Rokok di Minimarket

Legislator Dukung Kebijakan Gubernur Anies Menutup Etalase Rokok di Minimarket

Kamis, 16 Sep 2021 10:56

Pandemi Momentum Reformasi Total Sisdiknas, Anis Matta: Pendidikan Sudah Bisa Gratis

Pandemi Momentum Reformasi Total Sisdiknas, Anis Matta: Pendidikan Sudah Bisa Gratis

Kamis, 16 Sep 2021 09:46

Bullying terhadap Para Hafidz, Siapa Intoleran?

Bullying terhadap Para Hafidz, Siapa Intoleran?

Kamis, 16 Sep 2021 08:56

Langgar Kedaulatan, Legislator Minta Menhan dan Menko Marves Amankan Natuna dari China

Langgar Kedaulatan, Legislator Minta Menhan dan Menko Marves Amankan Natuna dari China

Kamis, 16 Sep 2021 08:26

Tangisan Mega

Tangisan Mega

Rabu, 15 Sep 2021 22:55

Agar Viral Dunia Akhirat

Agar Viral Dunia Akhirat

Rabu, 15 Sep 2021 22:43

Khawatir Tertular Covid, 83 Persen Masyarakat Batalkan Rencana Bepergian

Khawatir Tertular Covid, 83 Persen Masyarakat Batalkan Rencana Bepergian

Rabu, 15 Sep 2021 22:38

2,5 Juta Warga KTP DKI Belum Divaksinasi, Ini Tanggapan Senator

2,5 Juta Warga KTP DKI Belum Divaksinasi, Ini Tanggapan Senator

Rabu, 15 Sep 2021 22:35

Alquran dan Musik Tidak Bertemu dalam Satu Hati

Alquran dan Musik Tidak Bertemu dalam Satu Hati

Rabu, 15 Sep 2021 22:09

Gerakan Nasional Sejahterakan Dai Indonesia Diluncurkan

Gerakan Nasional Sejahterakan Dai Indonesia Diluncurkan

Rabu, 15 Sep 2021 21:34

Israel Tahan Ayah Dari Anak 'Palestina Yang Terkena Kanker, 'Tanpa Ada Rasa Kemanusiaan Atau Hormat'

Israel Tahan Ayah Dari Anak 'Palestina Yang Terkena Kanker, 'Tanpa Ada Rasa Kemanusiaan Atau Hormat'

Rabu, 15 Sep 2021 21:25


MUI

Must Read!
X