Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.807 views

Radikalisme : Antara Realitas dan Mitos

Oleh: Umar Syarifudin*  

Dalih "Global War on Terror" dan "Global War on Radicalism" dicanangkan negara adidaya kapitalis menyebabkan umat Islam merasakan rasa sakit yang bahkan tidak pantas dirasakan oleh hewan. Invasi militer dan berbagai pelecehan lainnya mengikuti sebagai konsekuensinya.

Banyak inkonsistensi dalam narasi 'War on Terror' dan ‘War on Radicalism’ serta manipulasi atmosfer ketakutan yang diciptakan untuk menyerang gagasan-gagasan politik Islam yang telah mendapat banyak dukungan luas di dunia Muslim. Slogan-slogan ini digunakan untuk melanjutkan penganiayaan terhadap umat Islam. Sementara slogan radikalisme menjadi selimut palsu yang digunakan secara langsung untuk menargetkan setiap Muslim dimanapun dia berada selama dia menyerukan upaya membangun kepribadian Islam secara individu atau sebagai masyarakat Islam sebagai cara hidup yang sempurna.

Istilah radikal sendiri tidak menghasilkan makna yang baik atau buruk dari sesuatu. Namun istilah ini telah diberi definisi baru oleh Amerika Serikat dan Eropa. Mereka membuat terorisme dan radikalisme identik dengan siapa saja pihak yang berusaha menghalangi Amerika dalam menghidupkan kembali tata dunia kapitalistik. Ideologi Islam sebagai pengganti kapitalisme yang rusak adalah sasarannya.  Ini bukan hal baru, karena berbagai fitnah lainnya secara historis telah digunakan. Upaya ambisius yang destruktif dilakukan rezim kapitalis untuk ‘mereformasi Islam’.

Aneka undang-undang, gaya politik atau kebijakan melawan radikalisme dan terorisme membuahkan masalah. Muncul berbagai ketidakadilan terhadap umat Islam di seluruh dunia pada umumnya. Sangat menyedihkan melihat apa yang dihadapi umat Islam di Suriah, Palestina, Afghanistan, Uzbekistan, Yordania, Irak, Myanmar, Yaman, dll. Semua mengalami masa-masa sulit di bawah slogan 'kampanye melawan radikalisme' yang dipelopori AS di seluruh dunia.

Kita mengalami hidup susah di bawah naungan peradaban Kapitalisme Barat yang korup serta berasal dari pikiran manusia yang lemah. Peradaban Kapitalisme masih terus berlanjut dan masih konstan disponsori dan diadvokasi di seluruh dunia oleh Amerika Serikat dan sekutunya melalui slogan seperti Freedom, Demokrasi, perdagangan bebas dll. Namun Anda menyaksikan tawaran mereka gagal memenuhi euforia perubahan masyarakat yang makin terpuruk.

...Slogan radikalisme menjadi selimut palsu yang digunakan secara langsung untuk menargetkan setiap Muslim dimanapun dia berada...

Keinginan kaum muslim untuk kembali ke dalam sistem Islam menguat setelah menyaksikan kegagalan Kapitalisme dalam menguasai dunia. Karena itu, Amerika dan sekutunya telah menetapkan undang-undang, metode dan kebijakan yang bertujuan untuk menghentikan atau menghalangi kecepatan umat Islam yang menuntut perubahan ideologi Islam. Akibatnya, di antara kebijakan tersebut adalah perang melawan teror, perang melawan radikalisasi, dll.

Banyak ulama dan aktivis yang menentang kesalahpahaman tentang radikalisasi, 'ekstremisme' dan kekerasan politik, dengan cara menjelaskan ajaran-ajaran politik Islam dan memetakan jalan ke depan untuk masa depan. Buah dari dakwah adalah kondisi dimana kaum muslimin saat ini terbangun dari sikap diamnya, menantang usaha untuk pendiskreditan Islam dan pemeluknya. Mereka mulai memahami kewajiban pembentukan sistem politik Islam yang independen di dunia Muslim, dengan istilah khilafah.

Sejumlah manuver dan argumen telah disosialisasikan kepada publik untuk menyarankan agar sistem Khilafah menjadi kewajiban yang tidak diinginkan bahkan ide-idenya harus ditentang, termasuk upaya untuk menghubungkan konsep khilafah dengan kekerasan. Maka yang tampak justru kegagalan dalam wacana Barat tentang Khilafah.

Gagasan politik Islam dipandang sebagai ancaman potensial bukan untuk keamanan, tapi untuk mempertahankan kontrol, eksploitasi dan dominasi raksasa kapitalis agar invasi politik dan ekonomi mereka yang terus berlanjut selama beberapa dekade. Namun bagi kaum muslim, gagasan khilafah berarti pembebasan dari tirani dan penindasan, ini terkit dengan prinsip dan sejarah mereka dan kemampuan untuk menentukan takdir politik mereka sendiri.

Ironisnya sikap media massa pragmatis pro kolonialisme Barat, turut membantu menciptakan lingkungan yang kondusif untuk membenarkan pembunuhan orang-orang Muslim sambil mengucapkan selamat dan memuji pejabat dan institusi yang ditugaskan memerangi terorisme untuk pekerjaan baik mereka. Dalam tragedi pemboman misalkan, sebelum penyelidikan dilakukan, Anda akan mendengar media memberikan pernyataan tipis yang mengatakan bahwa "seorang teroris” telah mengebom daerah tertentu, atau dengan kalimat yang lain, selama tersangka adalah seorang Muslim.

Kita jangan sampai jatuh ke dalam perangkap yang diletakkan oleh Barat atas adu domba kaum muslim dengan cap Radikal Muslim dan Muslim Moderat. Yang jelas, banyak data terungkap hingga pada kesimpulan final bahwa gembong teroris adalah Amerika Serikat dan 'Israel' yang secara terbuka menargetkan kaum Muslim dan Islam dalam perang panjang ke depannya. Wallahu alam. (riafariana/voa-islam.com)

*pengamat politik Internasional

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Pengacara: Israel Siksa Pejuang Pelestina Yang Ditangkap Kembali Setelah Kebur Dari Penjara Gilboa

Pengacara: Israel Siksa Pejuang Pelestina Yang Ditangkap Kembali Setelah Kebur Dari Penjara Gilboa

Kamis, 16 Sep 2021 22:16

Semarak Muktamar IV, Tiga DPW Wahdah Islamiyah Gelar Tablig Akbar Undang Sandiaga Uno

Semarak Muktamar IV, Tiga DPW Wahdah Islamiyah Gelar Tablig Akbar Undang Sandiaga Uno

Kamis, 16 Sep 2021 21:28

Media Sosial Perlu Dimanfaatkan untuk Sebar Pesan Wasathi

Media Sosial Perlu Dimanfaatkan untuk Sebar Pesan Wasathi

Kamis, 16 Sep 2021 20:59

Pembina Wasathi: Umat Islam Indonesia Harus Menjadi Role Model Pelopor Toleransi

Pembina Wasathi: Umat Islam Indonesia Harus Menjadi Role Model Pelopor Toleransi

Kamis, 16 Sep 2021 20:19

Laporan: Saudi Pertimbangkan Beli Sistem Pertahanan Udara Israel

Laporan: Saudi Pertimbangkan Beli Sistem Pertahanan Udara Israel

Kamis, 16 Sep 2021 15:55

Emmanuel Macron Klaim Tentara Prancis Bunuh Pemimpin ISIS Di Sahara Barat

Emmanuel Macron Klaim Tentara Prancis Bunuh Pemimpin ISIS Di Sahara Barat

Kamis, 16 Sep 2021 14:27

Legislator Dukung Kebijakan Gubernur Anies Menutup Etalase Rokok di Minimarket

Legislator Dukung Kebijakan Gubernur Anies Menutup Etalase Rokok di Minimarket

Kamis, 16 Sep 2021 10:56

Pandemi Momentum Reformasi Total Sisdiknas, Anis Matta: Pendidikan Sudah Bisa Gratis

Pandemi Momentum Reformasi Total Sisdiknas, Anis Matta: Pendidikan Sudah Bisa Gratis

Kamis, 16 Sep 2021 09:46

Bullying terhadap Para Hafidz, Siapa Intoleran?

Bullying terhadap Para Hafidz, Siapa Intoleran?

Kamis, 16 Sep 2021 08:56

Langgar Kedaulatan, Legislator Minta Menhan dan Menko Marves Amankan Natuna dari China

Langgar Kedaulatan, Legislator Minta Menhan dan Menko Marves Amankan Natuna dari China

Kamis, 16 Sep 2021 08:26

Tangisan Mega

Tangisan Mega

Rabu, 15 Sep 2021 22:55

Agar Viral Dunia Akhirat

Agar Viral Dunia Akhirat

Rabu, 15 Sep 2021 22:43

Khawatir Tertular Covid, 83 Persen Masyarakat Batalkan Rencana Bepergian

Khawatir Tertular Covid, 83 Persen Masyarakat Batalkan Rencana Bepergian

Rabu, 15 Sep 2021 22:38

2,5 Juta Warga KTP DKI Belum Divaksinasi, Ini Tanggapan Senator

2,5 Juta Warga KTP DKI Belum Divaksinasi, Ini Tanggapan Senator

Rabu, 15 Sep 2021 22:35

Alquran dan Musik Tidak Bertemu dalam Satu Hati

Alquran dan Musik Tidak Bertemu dalam Satu Hati

Rabu, 15 Sep 2021 22:09

Gerakan Nasional Sejahterakan Dai Indonesia Diluncurkan

Gerakan Nasional Sejahterakan Dai Indonesia Diluncurkan

Rabu, 15 Sep 2021 21:34

Israel Tahan Ayah Dari Anak 'Palestina Yang Terkena Kanker, 'Tanpa Ada Rasa Kemanusiaan Atau Hormat'

Israel Tahan Ayah Dari Anak 'Palestina Yang Terkena Kanker, 'Tanpa Ada Rasa Kemanusiaan Atau Hormat'

Rabu, 15 Sep 2021 21:25

Senator Republik Desak Presiden Joe Biden Tetapkan Taliban Sebagai Kelompok Teroris

Senator Republik Desak Presiden Joe Biden Tetapkan Taliban Sebagai Kelompok Teroris

Rabu, 15 Sep 2021 20:15

Tentara Pemerintah Yaman Tewaskan 80 Pemberontak Syi'ah Houtsi Dalam 2 Hari Pertempuran Di Marib

Tentara Pemerintah Yaman Tewaskan 80 Pemberontak Syi'ah Houtsi Dalam 2 Hari Pertempuran Di Marib

Rabu, 15 Sep 2021 20:00

Yunani Akan Kirim Sistem Rudal Patriot Ke Arab Saudi

Yunani Akan Kirim Sistem Rudal Patriot Ke Arab Saudi

Rabu, 15 Sep 2021 19:45


MUI

Must Read!
X