Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.514 views

Mengapa ILC TV One Harus Dibuat Mati Suri?

 

Oleh:

Hersubeno Arief, Konsultan Media dan Politik

 

Whoever controls the media, controls the mind

—Jim Morisson—

Naga-naganya rezim pemerintahan Jokowi akan menempuh kembali jalan lama. Jalan gelap yang menjadi catatan kelam dalam sejarah media di Indonesia: Pembredelan!

Sebuah langkah yang diambil para pemimpin tiran dimanapun di seluruh dunia, untuk membungkam kelompok oposisi.

“Media mana yang nyata-nyata membantu pelanggaran hukum, kalau perlu kami shutdown, kami hentikan. Kami tutup demi keamanan nasional,” kata Menko Polhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto di Jakarta Senin (6/4).

Wiranto menyampaikan hal itu dalam rapat koordinasi terbatas terkait kondisi setelah Pemilihan Umum atau Pemilu 2019. Rapat digelar untuk menyikapi adanya pelanggaran hukum selama dan sesudah pemilu.

Pernyataan Wiranto adalah statemen resmi pertama seorang pejabat tinggi negara, tentang kemungkinan dilakukan langkah keras pemberangusan media.

Langkah yang akan diambil Wiranto ini cukup mengejutkan. Mengingat sebelumnya dengan penuh percaya diri Presiden Jokowi mengaku pemerintah bisa mengontrol dan mengendalikan media massa.

“Kita bisa kendalikan media mainstream, media sosial tidak bisa dikendalikan,” kata Jokowi saat kunjungan kerja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (8/10/2017).

Jokowi benar, media massa arus utama sejauh ini nyaris bisa dikendalikan sepenuhnya oleh pemerintah. Pemilik kerajaan media —merangkap pemilik partai politik— sebagian besar berada di barisan pendukungnya.

Mereka yang masih coba-coba menentang, berhasil ditundukkan melalui berbagai cara. Mulai dari kasus pidana, masalah pajak, maupun tekanan hukum lainnya.

Pemerintah tampaknya meniru gaya yang pernah diterapkan Presiden George W Bush Jr “you’re either with us, or against us.” Kalian bersama kami. Atau melawan kami.

Tidak perlu kaget ketika media massa tidak pernah kritis dan selalu membebek, apapun yang dikatakan pemerintah. Sebaliknya memelintir, mem-framing, dan kalau perlu tidak menayangkan ( black out ) berita dan kegiatan yang dilakukan oleh kelompok oposisi.

Sangat sulit kita menemukan berita-berita tentang kecurangan pilpres, atau berita perlawanan rakyat. Berita semacam itu hanya bisa kita temukan bertebaran di media sosial.

Kasus perlawanan warga Limus Pratama, Cileungsi, Bogor yang mempertahankan baliho ucapan terima kasih kepada para pendukung Prabowo-Sandi, tidak muncul di media mainstream.

Dari sisi nilai berita, peristiwa itu sangat kuat. Memenuhi semua unsur kelayakan berita. Ada heroisme, unik, aktual, dan sisi human interest-nya sangat kuat. Tapi siapa yang peduli?

Ketika Relawan IT Prabowo-Sandi melaporkan temuan mereka ke Bawaslu, ada 73.000 lebih kesalahan entry data Situng KPU, hanya beberapa media yang melaporkan. Padahal puluhan wartawan media cetak, online, dan televisi meliput peristiwa tersebut.

Fenomena wartawan muntaber (muncul tanpa berita) belakangan ini sangat banyak ditemukan. Bukan mereka enggan membuat berita. Tapi mereka memahami ada kebijakan redaksi untuk tidak memuat berita sejenis itu. Mungkin ada wartawan yang tetap melaporkan beritanya, tapi redaksi memutuskan tidak memuatnya.

Contoh terbaru adalah kegiatan Ijtima Ulama 3 di Hotel Lor In, Sentul, Bogor Selasa (2/5). Tidak banyak media menayangkannya. Mobil satelit (SNG) TV One sudah bersiap melakukan siaran langsung, tiba-tiba harus dibongkar dari lokasi.

Ada kekuatan besar yang menekan para pemilik media agar tidak memberitakan apapun yang bersumber dari oposisi, dan merugikan penguasa.

Para pemilik media tidak punya pilihan lain, selain menekan awak redaksi. Semua itu menyangkut kelangsungan bisnis media, maupun kepentingan bisnis mereka yang lebih besar.

TV One jadi sasaran utama

Sesuai dengan slogan, TV One sering tampil sedikit berbeda. Sebagai televisi berita, mereka tetap mencoba menyelam di antara dua karang.

Ketika sejumlah media memutuskan mem-black out Reuni Akbar Alumni 212 (2/12/2018), stasiun TV milik keluarga Bakrie ini malah membuat siaran langsung. Begitu juga beberapa Aksi Bela Islam sebelumnya.

Melalui talkshow Indonesia Lawyers Club, TV One juga sering menampilkan tokoh-tokoh yang sangat kritis terhadap pemerintah. Sebutlah sejumlah nama seperti Said Didu, Haikal Hasan, Fahri Hamzah, dan tentu saja sang ikon akal sehat Rocky Gerung. Mereka secara rutin tampil di ILC.

Pilihan sikap redaksi TV One ini membuat mereka diposisikan berada dalam kelompok oposisi. Berhadapan dengan penguasa. Padahal sesungguhnya bila mengikuti pakem media yang tidak memihak ( imparsial ) meliput kedua belah pihak secara seimbang ( cover both side ), TV One sudah berada di jalur yang benar.

Di luar para tokoh oposisi, sejumlah tokoh pendukung pemerintah seperti Akbar Faizal, Ali Mochtar Ngabalin, Adian Napitulu, Irma Suryani, dan Budiman Sujatmiko selalu mendapat porsi yang sama besarnya.

Mereka juga tak kalah cerdasnya. Bedanya karena mendukung rezim, mereka harus sering kehilangan, atau menghilangkan akal sehatnya. Sehingga mereka sering tampak kedodoran dalam adu argumentasi.

Jadilah terkesan ILC sering menjadi ajang pembantaian pendukung pemerintah.

Sebagai program talkshow, ILC sangat populer. Jumlah penontonnya ( share audience ) sangat tinggi. Dalam beberapa episode, jumlah pemirsanya bisa mengimbangi sinetron kejar tayang di sejumlah stasiun televisi hiburan.

Popularitas dan jumlah penonton yang sangat besar, pilihan topik yang sensitif, membuat program ini menjadi momok dan mimpi buruk pemerintah.

Dengan jangkauan pemirsa yang sangat luas, televisi menjadi media yang harus sepenuhnya dikontrol pemerintah. Seperti dikatakan Jim Morrison vokalis group band legendaris The Doors, siapa yang mengontrol media, akan mengontrol pikiran publik.

Melalui siaran televisi, Jokowi bisa tetap mempertahankan loyalitas pendukungnya, terutama di kawasan pedesaan. Berbeda dengan penduduk di perkotaan yang terpaan medsosnya sangat besar.

Beberapa kali ILC menjadi korban tarik ulur antara pemerintah dengan pemilik TV One. Selama hiruk pikuk Aksi Bela Islam (ABI) dan Pilkada DKI 2017, ILC beberapa kali tidak tayang.

Cuti panjang ILC kali ini adalah puncak tawar menawar dan kompromi politik antara pemerintah, pemilik, dan Karni Ilyas sebagai pembawa acara sekaligus Pemimpin Redaksi TV One.

Di tengah meluasnya pengungkapan kecurangan pilpres, tak ada pilihan lain bagi keluarga Bakrie dan Karni Ilyas selain mengistirahatkan ILC.

Semoga benar seperti dikatakan Karni, ini cuti panjang, tapi bukan mati suri. end

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Keluarga ini Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Eddy Saputra dan istrinya untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi, tapi selalu menemui jalan buntu. Bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah:...

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Latest News
Sri Lanka Cabut Larangan Penggunaan Drone yang Diberlakukan Setelah Serangan Bom Paskah

Sri Lanka Cabut Larangan Penggunaan Drone yang Diberlakukan Setelah Serangan Bom Paskah

Sabtu, 18 Jan 2020 20:30

Trump Peringatkan Pemimpin Tertinggi Syi'ah Iran Ali Kamenei untuk 'Hati-hati' Berbicara

Trump Peringatkan Pemimpin Tertinggi Syi'ah Iran Ali Kamenei untuk 'Hati-hati' Berbicara

Sabtu, 18 Jan 2020 19:43

Angkat Tema Pendidikan, FGD Pra KUII ke-7 Soroti Dikotomi Ilmu Agama dan Non-Agama

Angkat Tema Pendidikan, FGD Pra KUII ke-7 Soroti Dikotomi Ilmu Agama dan Non-Agama

Sabtu, 18 Jan 2020 19:11

Predator Seksual Buah Akidah Sekuler-Liberal

Predator Seksual Buah Akidah Sekuler-Liberal

Sabtu, 18 Jan 2020 18:57

Erdogan: Eropa Akan Hadapi Ancaman Teror Jika Pemerintah Tripoli Jatuh

Erdogan: Eropa Akan Hadapi Ancaman Teror Jika Pemerintah Tripoli Jatuh

Sabtu, 18 Jan 2020 18:53

Pluralitas dan Pluralisme Menurut Islam

Pluralitas dan Pluralisme Menurut Islam

Sabtu, 18 Jan 2020 18:49

Liberalisasi Pariwisata

Liberalisasi Pariwisata

Sabtu, 18 Jan 2020 18:35

Wakil Ketua DSN MUI Pusat kunjungi DQA

Wakil Ketua DSN MUI Pusat kunjungi DQA

Sabtu, 18 Jan 2020 18:32

Menyikapi Potensi Spritual Manusia

Menyikapi Potensi Spritual Manusia

Sabtu, 18 Jan 2020 18:23

Manfaat Menghindari Riba

Manfaat Menghindari Riba

Sabtu, 18 Jan 2020 18:19

Toxic Friendship, Persahabatan Berkedok Hijrah

Toxic Friendship, Persahabatan Berkedok Hijrah

Sabtu, 18 Jan 2020 18:10

Taliban Berencana Akan Tandatangani Kesepakatan Damai dengan AS Akhir Januari

Taliban Berencana Akan Tandatangani Kesepakatan Damai dengan AS Akhir Januari

Sabtu, 18 Jan 2020 18:08

WIZ Bantu Perbaikan Mesin Pompa Air Bagi Korban Banjir Bekasi

WIZ Bantu Perbaikan Mesin Pompa Air Bagi Korban Banjir Bekasi

Sabtu, 18 Jan 2020 18:00

Warga Curug Mekar Minta Pemkot Bogor Segera Relokasi GKI Yasmin

Warga Curug Mekar Minta Pemkot Bogor Segera Relokasi GKI Yasmin

Sabtu, 18 Jan 2020 08:02

PKS: Kebijakan Menaikan Harga Gas 3 Kg Berpotensi Melanggar Undang-Undang

PKS: Kebijakan Menaikan Harga Gas 3 Kg Berpotensi Melanggar Undang-Undang

Sabtu, 18 Jan 2020 07:18

Kasus GKI Yasmin Bukan Intoleransi, Tapi Pelanggaran Hukum

Kasus GKI Yasmin Bukan Intoleransi, Tapi Pelanggaran Hukum

Sabtu, 18 Jan 2020 06:57

Pesantren eLKISI Mojokerto Sinergi Program Bantu Korban Banjir Bekasi

Pesantren eLKISI Mojokerto Sinergi Program Bantu Korban Banjir Bekasi

Sabtu, 18 Jan 2020 06:47

Innalillahi, Syaikh Yusuf Deedat Akhirnya Meninggal Akibat Luka Tembak di Kepala

Innalillahi, Syaikh Yusuf Deedat Akhirnya Meninggal Akibat Luka Tembak di Kepala

Sabtu, 18 Jan 2020 05:56

Medis: Lebih 500 Orang Meninggal di Kamp Al-Hol Suriah pada 2019

Medis: Lebih 500 Orang Meninggal di Kamp Al-Hol Suriah pada 2019

Jum'at, 17 Jan 2020 21:22

Yusuf Deedat, Putra Kristolog Terkemuka Ahmad Deedat Kritis Setelah Ditembak di Kepala

Yusuf Deedat, Putra Kristolog Terkemuka Ahmad Deedat Kritis Setelah Ditembak di Kepala

Jum'at, 17 Jan 2020 18:45


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X