Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.714 views

Hak Pendidikan Anak Diuji Sistem Zonasi

Oleh:

Ena Nurjanah

Ketua Lembaga Perlindungan Anak GENERASI

 

 

GAGASAN yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu “mencerdaskan kehidupan bangsa “ menjadi cikal bakal kebijakan sebuah Negara bahwa tidak boleh ada satu pun rakyatnya yang tertinggal karena tidak mendapatkan hak pendidikan. Pendidikan menjadi hak setiap rakyat Indonesia. Maka, menjadi tanggung jawab pemerintah untuk mengimplementasikan tanggung jawab  besarnya dalam mencerdaskan seluruh bangsa Indonesia tanpa kecuali.

Persoalan pendidikan yang muncul belakangan ini berbeda. Kali ini yang menimbulkan polemik dan perbincangan tiada henti yaitu persoalan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui sistem zonasi. 

Kemendikbud menganggap bahwa sistem zonasi sebagai langkah paling penting dalam mencapai berbagai pemerataan dalam dunia pendidikan.  Dikatakan bahwa dengan sistem zonasi  setiap anak mendapat kesempatan yang sama dengan fasilitas yang sama. Tidak ada pengistimewaan sekolah favorit - tidak favorit.

Zonasi menjadi basis data perumusan kebijakan dalam memetakan dan memberikan intervensi pendidikan, baik terkait fasilitas sekolah, metode pembelajaran, maupun kualitas dan distribusi guru, sehingga dapat mempercepat pemerataan mutu pendidikan di seluruh daerah. Aturan baru mengenai PPDB 2019 tertuang dalam Peraturan Mendikbud No. 51 Tahun 2018.

Melihat tujuan PPDB sistem zonasi tentunya menimbulkan harapan besar bagi pendidikan yang lebih baik bagi setiap anak Indonesia. Namun, untuk mencapai tujuan tersebut bukan perkara sederhana. Pemerintah melalui Kemendikbud tidak bisa mengabaikan kondisi yang ada, baik itu kondisi siswa didik, orangtua, maupun kondisi sekolah negeri yang ada.

Kebijakan sistem zonasi pada kenyataanya telah menghapus dengan tiba-tiba capaian nilai Ujian Nasional (UN) anak didik dalam seleksi PPDB. Kondisi ini sesungguhnya benar benar menghempas semangat anak-anak  yang sudah belajar keras untuk mendapatkan nilai UN terbaik namun berada dalam zona  yang jauh dari sekolah negeri atau bahkan tidak ada sekolah negeri di wilayahnya. 

Kebijakan sistem zonasi  yang berlandaskan sebaran sekolah negeri ,  justru menafikan fakta bahwa jumlah sekolah negeri masih kurang dan sebarannya tidak merata di hampir semua wilayah di Indonesia. Maka, berdasarkan hal ini sudah dapat dipastikan bahwa sistem ini akan menuai masalah.  

Saat ini, PPDB sistem zonasi memasuki tahun ketiga. Kekhawatiran siswa didik dan orangtua dengan sistem ini masih terus terjadi, karena minimnya  antisipasi persoalan yang muncul dalam penerapan PPDB sistem zonasi ini.

Dengan terbatasnya jumlah sekolah negeri maka kemungkinan akan banyak anak yang tidak tertampung. Terutama pada siswa yang rumahnya jauh dari zona sekolah, atau tidak ada sekolah negeri di wilayah tempat tinggalnya. Padahal nilai UN mereka sangat memungkinkan untuk mendapatkan sekolah negeri.

Mencari sekolah bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi tidaklah  semudah yang dikatakan Kemendikbud, bahwa ketika anak tidak diterima  sekolah negeri, mereka tetap bisa bersekolah, masih ada sekolah swasta yang mau menampung. 

Mencari sekolah swasta butuh persiapan biayay ang tidak sedikit. Pilihan sekolah swasta yang sesuai dengan budget mereka pun sulit ditemui . Belum lagi waktu pendaftaran yang pendek dengan dimulainya tahun ajaran baru. Bagi anak-anak dari kalangan tidak mampu, ketidakberdayaan orangtua  mereka mendaftarkan ke sekolah swasta  akan memunculkan  kemungkinan anak-anak menjadi putus sekolah.

Persoalan diatas hanya  sebagian kecil dari persoalan PPDB sistem zonasi.  Masih banyak persoalan lain yang muncul dalam PPDB sistem zonasi. 

Melihat kondisi ini, seharusnya Kemendikbud mengkaji  kembali penerapan sistem zonasi. PPDB sistem zonasi harus diperbaiki dan disempurnakan agar tidak merugikan siswa didik.  

Kemendikbud juga seharusnya lebih mengutamakan  kebutuhan  ketersediaan jumlah sekolah negeri sebelum memaksakan kebijakan mutlak PPDB dengan sistem zonasi.

Ketersediaan sekolah-sekolah harus  dibarengi dengan pemenuhan fasilitas sarana dan prasarana yang layak. Sehingga, setiap sekolah  mampu melahirkan anak-anak hebat. Pada akhirnya, para orangtua dan siswa didik pun tidak akan berebut mendaftar masuk sekolah negeri  tertentu karena semua sekolah memiliki standar yang sama.**

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Latest News
FPKS Minta Pemerintah Jangan PHP Soal Omnibus Law

FPKS Minta Pemerintah Jangan PHP Soal Omnibus Law

Kamis, 14 Nov 2019 16:15

Di Muktamar KBPII, Soetrisno Bachir Kampanyekan Nasionalisme Baru

Di Muktamar KBPII, Soetrisno Bachir Kampanyekan Nasionalisme Baru

Kamis, 14 Nov 2019 15:44

Jihad Islam Hentikan Serangan Roket dari Gaza Setelah Israel Setujui Syarat Gencatan Senjata

Jihad Islam Hentikan Serangan Roket dari Gaza Setelah Israel Setujui Syarat Gencatan Senjata

Kamis, 14 Nov 2019 15:15

Wanita Tabarruj dan Bertingkah Laku Jahiliyah

Wanita Tabarruj dan Bertingkah Laku Jahiliyah

Kamis, 14 Nov 2019 14:47

Siswa SD Alam Ar-Rohmah Outing ke Museum Tubuh Kota Batu

Siswa SD Alam Ar-Rohmah Outing ke Museum Tubuh Kota Batu

Kamis, 14 Nov 2019 14:17

Prancis Akan Bawa Pulang 11 Tersangka Jihadis yang Ditahan di Turki

Prancis Akan Bawa Pulang 11 Tersangka Jihadis yang Ditahan di Turki

Kamis, 14 Nov 2019 12:35

Ulama Saudi yang Ditangkap Karena Menulis Surat Nasihat kepada Raja Meninggal dalam Penjara

Ulama Saudi yang Ditangkap Karena Menulis Surat Nasihat kepada Raja Meninggal dalam Penjara

Kamis, 14 Nov 2019 10:42

Siapa Baha Abu Al-Ata Komandan Jihad Islam yang Dibunuh Israel?

Siapa Baha Abu Al-Ata Komandan Jihad Islam yang Dibunuh Israel?

Kamis, 14 Nov 2019 09:45

Israel Peringatkan Hamas untuk Tidak Terlibat Membantu Jihad Islam dalam Perang

Israel Peringatkan Hamas untuk Tidak Terlibat Membantu Jihad Islam dalam Perang

Kamis, 14 Nov 2019 08:30

Ibu, Kebiasaanmu Berperan menjadi Takdir Anakmu

Ibu, Kebiasaanmu Berperan menjadi Takdir Anakmu

Rabu, 13 Nov 2019 22:00

Pejabat Deplu AS: Tahanan Islamic State di Suriah Adalah 'Bom Waktu'

Pejabat Deplu AS: Tahanan Islamic State di Suriah Adalah 'Bom Waktu'

Rabu, 13 Nov 2019 17:00

87 Ulama Muslim, Termasuk Mufti Libya, Serukan Boikot UEA

87 Ulama Muslim, Termasuk Mufti Libya, Serukan Boikot UEA

Rabu, 13 Nov 2019 15:15

Pakar PBB: Al-Shabaab Tetap Menjadi 'Ancaman Potensial' di Somalia dan Regional

Pakar PBB: Al-Shabaab Tetap Menjadi 'Ancaman Potensial' di Somalia dan Regional

Rabu, 13 Nov 2019 13:45

PKS: Pilkada Langsung Wujud Kedaulatan Rakyat

PKS: Pilkada Langsung Wujud Kedaulatan Rakyat

Rabu, 13 Nov 2019 11:01

Aktivis Uighur Sebut Cina Jalankan Lebih Banyak 'Kamp Konsentrasi' Daripada yang Diketahui Umum

Aktivis Uighur Sebut Cina Jalankan Lebih Banyak 'Kamp Konsentrasi' Daripada yang Diketahui Umum

Rabu, 13 Nov 2019 09:27

Jihad Islam, Lebih Kecil dari Hamas Tapi Miliki Kekuatan Persenjataan yang Setara

Jihad Islam, Lebih Kecil dari Hamas Tapi Miliki Kekuatan Persenjataan yang Setara

Rabu, 13 Nov 2019 08:36

MS Kaban: Tuduhan Radikal Bernuansa Islamophobia

MS Kaban: Tuduhan Radikal Bernuansa Islamophobia

Rabu, 13 Nov 2019 08:13

Serangan Israel di Gaza Telah Menewaskan Sedikitnya 10 Orang dan Melukai 40 Lainnya

Serangan Israel di Gaza Telah Menewaskan Sedikitnya 10 Orang dan Melukai 40 Lainnya

Rabu, 13 Nov 2019 07:30

Ini Tiga Pengertian Radikal Menurut Menko Polhukam Mahfud MD

Ini Tiga Pengertian Radikal Menurut Menko Polhukam Mahfud MD

Rabu, 13 Nov 2019 07:02

Cinta Rasulullah, Pasti Cinta Syariat

Cinta Rasulullah, Pasti Cinta Syariat

Rabu, 13 Nov 2019 04:36


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Senin, 11/11/2019 21:54

Menulis di Medsos Juga Termasuk Dakwah