Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.086 views

Aksi Kriminal Terhadap Wiranto

Oleh: Harits Abu Ulya

(Pengamat Terorisme & Intelijen, Direktur CIIA)

Kita sepakat untuk mengutuk setiap aksi kekerasan fisik terhadap semua anak bangsa. Dan kekerasan bisa saja aktornya adalah negara, oknum aparatur negara, atau dari sekelompok masyarakat bahkan bisa dari individu-individu masarakat terhadap sesama anak bangsa penghuni NKRI.

Dan kasus yang menimpa Pak Wiranto menurut saya adalah salah satu contoh tindak kriminal kekerasan.

Dan aksi kriminal tersebut perlu di tindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Bisa saja itu pelakunya adalah orang-orang yang secara personal benci kepada Wiranto sebagai Menkopolhukam yang selama ini di anggap membuat statemen politik yang tidak nyaman bagi sebagian nalar dan nurani publik.

Bisa saja kasus kriminal ini seolah menjadi sangat penting karena yang di serang adalah seorang pejabat menteri meski jelang titik akhir jabatannya.

Tapi jika di bandingkan dengan kasus atau tragedi aksi kekerasan lainnya yang menimpa rakyat, maka apa yang di alami Wiranto suatu hal yang kecil. Rakyat masih banyak yang lebih menderita dan butuh perhatian lebih serius; pengungsi korban gempa Ambon, pengunsi dan korban penyerangan di wamena, korban meninggal dan luka-luka saat aksi demontrasi beberapa pekan lalu, dll.

Jadi kita proporsional saja, pelaku kriminal penyerangan di bawa ke meja hijau dan di adili.

Bisa saja ada sebagian pihak yang ngebet menyeret ke arah isu "terorisme" dengan munculnya narasi keterkaitan pelaku kriminal tersebut dengan kelompok tertentu yang selama ini di cap "teroris". Dengan begitu akan mudah memunculkan judul "Menteri Polhukam di serang Teroris", akhirnya akan banyak melupakan persoalan urgen lainnya dan publik di seret ke isu daur ulang yang tidak ada ujung pangkalnya.

Bahkan bisa saja muncul dramatisasi dengan narasi yang bombastis sesuai kepentingan politik yang menunggangi kasus kriminal ini jelang pelantikan presiden.

Di sisi lain ada realitas menarik; bahwa selama ini publik gelisah dan berharap agar para pejabat atau penguasa bisa kontrol diri tidak keluarkan kebijakan atau statemen yang menyakiti hati nurani rakyat.

Jika tidak, membuka keniscayaan memotifasi warga atau rakyat berbuat nekat menyerang pejabat. Pada konteks ini, dalam kajian terorisme ketika kita bisa meminjam pendekatan metode analisa yang tepat agar paham kenapa selama ini aparat keamanan atau seorang pejabat jadi target kekerasan atau teror dari segelintir atau sekelompok orang.

Kita bisa menggunakan Framework Rasional , metodologi ini mengkaji korelasi antara teroris dan sasaran dalam aspek kesamaan-kepentingan, konflik kepentingan dan pola interaksi diantara keduanya.

Dalam Framework ini teroris dan sasaran terornya diletakkan sebagai aktor rasional dan strategis. Rasional dalam arti tindakan mereka konsisten dengan kepentingannya dan semua aksi mencerminkan tujuan mereka.Strategis dalam artian pilihan tindakan mereka dipengaruhi oleh langkah aktor lainnya (lawan) dan dibatasi oleh kendala (constrain) yang dimilikinya.

Jika "Framework kultural" berasumsi nilai menghasikan tindakan, tindakan sangat tergantung persepsi dan pemahaman (ideologi) yang dimiliki teroris. Dengan framework ini semata akan berdampak parsial memahami terorisme dan menyeret publik kepada profil teroris dan tindakan terornya semata sementara sasaran teror di abaikan.Dampak turunannya adalah solusi yang temporer dan parsial.

Sementara framework rasional berasumsi kalkulasi strategis antar aktor menghasilkan teror.Frame ini mengharuskan evaluasi terhadap langkah, kebijakan, strategi yang digunakan oleh kedua belah pihak;teroris dan sasaran teror.

Meski resiko logisnya penggunaan metodologi ini akan di anggap analisis yang obyektif dan rasional atau dianggap sebagai simpatisan teror karena manganalisa secara kritis sasaran teror, di saat “sasaran” sedang menjadi “korban”.

Penggunaan Framework rasional penting karena mampu menjawab dua hal penting; kondisi yang memunculkan dan kondisi yang meredam terjadinya teror.

Aksi kekerasan terhadap Pak Wiranto barangkali mengharuskan pribadi Wiranto untuk intropeksi diri dan mawas diri sebagai pejabat publik yang notabene abdi rakyat. Di samping kita juga tidak sepakat dengan segala bentuk aksi kekerasan oleh siapapun pelakunya.[]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Latest News
Sudan Bantah Laporan PBB Mereka Memasok Pasukan Paramiliter untuk Khalifa Haftar

Sudan Bantah Laporan PBB Mereka Memasok Pasukan Paramiliter untuk Khalifa Haftar

Selasa, 12 Nov 2019 11:15

Turki Mulai Deportasi Pejuang Islamic State ke Negara Asal Mereka

Turki Mulai Deportasi Pejuang Islamic State ke Negara Asal Mereka

Selasa, 12 Nov 2019 10:30

Pesan 10 Nopember

Pesan 10 Nopember

Selasa, 12 Nov 2019 02:16

Deradikalisasi, Apakah Ciri Identitas Indonesia?

Deradikalisasi, Apakah Ciri Identitas Indonesia?

Selasa, 12 Nov 2019 00:49

Kecanduan Gawai, Janganlah Abai

Kecanduan Gawai, Janganlah Abai

Senin, 11 Nov 2019 23:52

Deradikalisasi: Membungkam Sikap Kritis dan Menyerang Ajaran Islam

Deradikalisasi: Membungkam Sikap Kritis dan Menyerang Ajaran Islam

Senin, 11 Nov 2019 22:59

Menulis di Medsos Juga Termasuk Dakwah

Menulis di Medsos Juga Termasuk Dakwah

Senin, 11 Nov 2019 21:54

Radikalisme, Cadar, Celana Cingkrang, dan Agama Pembebas

Radikalisme, Cadar, Celana Cingkrang, dan Agama Pembebas

Senin, 11 Nov 2019 20:50

Ketika Zina Dianggap Biasa

Ketika Zina Dianggap Biasa

Senin, 11 Nov 2019 19:45

Jakarta Berpeluang Jadi Kota Ramah Sepeda

Jakarta Berpeluang Jadi Kota Ramah Sepeda

Senin, 11 Nov 2019 18:30

Tahiyatul Masjid Saat Muadzin Senandungkan Pujian Setelah Adzan

Tahiyatul Masjid Saat Muadzin Senandungkan Pujian Setelah Adzan

Senin, 11 Nov 2019 17:14

3 Wanita Anggota IS Asal Prancis Minta Dipulangkan untuk 'Melanjutkan Hidup'

3 Wanita Anggota IS Asal Prancis Minta Dipulangkan untuk 'Melanjutkan Hidup'

Senin, 11 Nov 2019 17:00

Anies dan Ahok, Kenapa Dibenturkan?

Anies dan Ahok, Kenapa Dibenturkan?

Senin, 11 Nov 2019 16:10

Jenderal Militer AS Sebut 600 Pasukan Tetap Berada di Suriah

Jenderal Militer AS Sebut 600 Pasukan Tetap Berada di Suriah

Senin, 11 Nov 2019 16:00

Asteroid Raksasa Lebih Besar Dari Menara Eiffel Mendekati Bumi pada 20 Kali Kecepatan Suara

Asteroid Raksasa Lebih Besar Dari Menara Eiffel Mendekati Bumi pada 20 Kali Kecepatan Suara

Senin, 11 Nov 2019 14:33

KOngres AS Siap Hukum Turki Jika Ankara Tidak Singkirkan Sistem Rudal S-400 Rusia

KOngres AS Siap Hukum Turki Jika Ankara Tidak Singkirkan Sistem Rudal S-400 Rusia

Senin, 11 Nov 2019 13:35

Cinta Nabi, Cinta Syariah

Cinta Nabi, Cinta Syariah

Senin, 11 Nov 2019 12:15

Murid Sekolah di UEA Kembangkan Kursi Roda yang Bisa Digerakkan dengan Goyangan Kepala

Murid Sekolah di UEA Kembangkan Kursi Roda yang Bisa Digerakkan dengan Goyangan Kepala

Senin, 11 Nov 2019 12:15

Iuran BPJS Melambung Tinggi, Rakyat Gigit Jari

Iuran BPJS Melambung Tinggi, Rakyat Gigit Jari

Senin, 11 Nov 2019 11:28

Tunjukan Surat Pencekalan, Habib Rizieq: Ada yang Takut Saya Pulang ke Indonesia

Tunjukan Surat Pencekalan, Habib Rizieq: Ada yang Takut Saya Pulang ke Indonesia

Senin, 11 Nov 2019 10:20


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X