Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.982 views

BPJS, Pemalakan Model Baru di Bidang Kesehatan?

 

Oleh: Halimah

Hakikat untuk sehat sekarang ini sangat rumit atau tidak mudah. Bila dilihat secara mendalam konsep yang mendasari pelayanan kesehatan atau BPJS Kesehatan dari awal sudah keliru. Mengapa? Sistem BPJS ini kental nuansa logika komersialisme pelayanan kesehatan dan kelalaian negara, bukan ketulusan ingin membantu rakyat yang sedang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Faktanya publik hari ini sudah terbebani berbagai biaya karena semua hajat hidup harus dibeli dengan harga yang terus melangit. Mulai dari pangan, papan, air bersih, listrik, BBM, transportasi, hingga keamanan dan pendidikan. 

Bila ditelaah lebih jauh, semua ini dikarenakan ulah tangan penguasa sendiri yang hadir sebagai pelaksana sistem kehidupan sekularisme yang justru menegaskan ketidakpedulian penguasa terhadap penderitaan rakyatnya. Gerbang kezaliman ada pada pandangan sekularisme bahwa kesehatan adalah jasa yang harus dikomersilkan dan negara hadir memfasilitasinya mulai dari memfasilitasi kesehatan hingga komersialisasi pembiayaan kesehatan.

BPJS = Masalah?

Dalam hal ini negara hadir sebagai pembuat aturan bagi kepentingan perusahaan khususnya BPJS Kesehatan selanjutnya menyerahkan pengurusan hajat pelayanan kesehatan publik di bawah kendali dan kekuasaan BPJS Kesehatan.

Hal ini berkonsekuensi pada kewajiban masyarakat membiayai pelayanan kesehatan yang harusnya menjadi tanggung jawab negara. Masyarakat dipaksa membeli Pelayanan Kesehatan melalui skema korporasi BPJS Kesehatan dengan membayar premi setiap bulan.

Tidak hanya itu, sistem ini seringkali berujung konflik dan masalah antara Rumah Sakit, tenaga kesehatan, dan pasien seperti yang dilansir kompas.com (13  Oktober 2019). Indonesia corruption watch atau ICW menemukan 49 potensi penipuan atau proud yang dilakukan baik oleh peserta badan penyelenggara jaminan sosial atau BPJS Kesehatan.

Perwakilan ICW Dewi Anggraini mengatakan sejak tahun 2017 pihaknya memantau banyak jenis produk yang dilakukan dalam penyelenggaraan BPJS. Hasil temuannya di seluruh Indonesia hampir sama. Dewi menjelaskan temuan ICW dari tingkat Peserta BPJS Kesehatan, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Penerima Bantuan Iuran (PBI) memperlihatkan adanya manipulasi penggunaan kartu Indonesia sehat atau KIS oleh orang yang bukan pemilik kartu. Selanjutnya temuan di tingkat Puskesmas terjadi dalam bentuk penerimaan uang oleh pihak Puskesmas untuk mengeluarkan rujukan pada pasien.

ICW menemukan "kecurangan Puskesmas, berupa tidak optimalnya penanganan pasien dan segera merujuk pasien ke rumah sakit tujuannya adalah agar dana yang diperoleh dari BPJS Kesehatan tidak berkurang secara signifikan jadi pasien datang ke Puskesmas tapi dirujuk ke rumah sakit padahal diagnosisnya bisa ditangani Puskesmas kami melihatnya itu bukan satu atau dua kali katanya".

Tidak berhenti di situ pula derita rakyat makin panjang dengan kenaikan iuran BPJS sendiri dengan kenaikannya yaitu 100%.

Terlebih lagi keharusan membayar premi saja itu suatu kezoliman apalagi bila nilainya dinaikkan. Ujungnya masyarakat dipaksa menerima pelayanan kesehatan diskriminatif terutama bagi peserta yang menerima  bantuan iuran(PBI) meski membahayakan kesehatan bahkan nyawanya.

Untuk menikmati pelayanan kesehatan masyarakat diharuskan antri berjam-jam tetapi tidak teratasi bahkan antri berbulan-bulan untuk tindakan tertentu.

Belum tuntas pula kesengsaraan yang menimpa rakyat bagi yang menunggak iuran BPJS Kesehatan diberikan sanksi seperti yang dilansir kompas.com (18/10/2019). Pemerintah Tengah mengatur aturan yang otomatis dapat memberi sanksi terhadap penunggak iuran BPJS Kesehatan apabila membutuhkan pelayanan publik seperti melengkapi SIM pembuatan paspor dan IMB.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Bapak Fahmi Idris mengatakan pemberlakuan sanksi layanan publik itu untuk meningkatkan koleksi bilitas peserta iuran BPJS kesehatan dari segmen pekerja bukan penerima upah atau PBPU.

Memang benar di satu sisi sejumlah orang merasakan manfaat BPJS Kesehatan namun ini jelas tidak dapat menampikan kesengsaraan yang ditimbulkannya.

Bahkan bila dilihat secara mendalam konsep yang mendasari pelayanan BPJS Kesehatan sudah salah dari awal yakni komersialisasi pelayanan kesehatan dan kelalaian negara, bukan ketulusan maka sesungguhnya setiap orang berpotensi didera kesulitan.

Islam Menyelesaikan Masalah tanpa Masalah

Seharusnya harta milik publik berupa sumber daya alam yang melimpah di Indonesia ini yang semestinya digunakan pemerintah sebagai salah satu sumber pembiayaan pelayanan kesehatan dan lain-lain justru diserahkan kepada pihak asing. Paschal seharusnya dikuasai oleh negara dan dikelola oleh negara sehingga rakyat dapat merasakan keberlimpahan sumber daya alam di Indonesia ini. Islam sebagai agama yang sempurna mengatur segala bidang kehidupan termasuk kesehatan.

Islam memandang kesehatan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi dimana mekanisme pemenuhannya adalah langsung dipenuhi oleh negara karena negara dalam Islam adalah sebagai pengatur urusan rakyat dan penguasa sebagai pelaksanaan negara akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah subhanahu wa ta'ala atas pelaksanaan pengaturan ini.

Karena pelayanan kesehatan adalah tanggung jawab negara maka tidak akan diserahkan kepada pihak swasta dalam pelaksanaannya kemudian rakyat pun tidak akan dimintai sepeserpun uang sebagai iuran kesehatan akan tetapi negara akan mengoptimalkan sumber daya alam yang dimiliki untuk dikelola oleh negara sehingga hasilnya bisa dirasakan oleh rakyat  salah satunya untuk pembiayaan kesehatan.

Menjadi kewajiban negara mengadakan rumah sakit, klinik, obat-obatan, dan kebutuhan kesehatan lainnya yang diperlukan untuk kaum muslim  Jaminan kesehatan dalam Islam memiliki tiga ciri yaitu satu berlaku umum tanpa diskriminasi dalam arti tidak ada pengecualian dan pengelasan dan perbedaan dalam pemberian layanan kesehatan kepada rakyatnya. Kedua bebas Biaya apapun dan pungutan apapun. Ketiga seluruh rakyat harus diberi kemudahan untuk bisa mendapatkan pelayanan kesehatan.

Sistem jaminan kesehatan dalam Islam ini akan terlaksana secara sempurna ketika Islam diterapkan secara Kaffah. Allahu A'lam Bishawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Menteri Toleransi UEA Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Wanita Inggris

Menteri Toleransi UEA Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Wanita Inggris

Senin, 19 Oct 2020 21:43

Ayah, Sosok Tegar yang Layak Mendapatkan Surga

Ayah, Sosok Tegar yang Layak Mendapatkan Surga

Senin, 19 Oct 2020 21:32

Islamic State Bidik Negara Teluk, Serukan Serang Kepentingan Ekonomi Saudi

Islamic State Bidik Negara Teluk, Serukan Serang Kepentingan Ekonomi Saudi

Senin, 19 Oct 2020 21:18

Penghargaan sebagai Negara Pengutang, Malu atau Bangga?

Penghargaan sebagai Negara Pengutang, Malu atau Bangga?

Senin, 19 Oct 2020 21:09

Falsafah: Hikmah yang Terbatas

Falsafah: Hikmah yang Terbatas

Senin, 19 Oct 2020 20:05

Masjid-masjid di Gaza Kembali Dibuka Setelah Ditutup Beberapa Pekan Karena Pandemi Corona

Masjid-masjid di Gaza Kembali Dibuka Setelah Ditutup Beberapa Pekan Karena Pandemi Corona

Senin, 19 Oct 2020 16:45

Ngabalin Ditunggangi ISIS

Ngabalin Ditunggangi ISIS

Senin, 19 Oct 2020 15:35

PP Hima Persis Kecam Penangkapan Serampangan Aktivis Pemuda dan Mahasiswa

PP Hima Persis Kecam Penangkapan Serampangan Aktivis Pemuda dan Mahasiswa

Senin, 19 Oct 2020 14:20

Presiden Ilham Aliyev: Militer Azerbaijan Bebaskan 13 Desa Lagi dari Pasukan Pendudukan Armenia

Presiden Ilham Aliyev: Militer Azerbaijan Bebaskan 13 Desa Lagi dari Pasukan Pendudukan Armenia

Senin, 19 Oct 2020 14:15

Pengurus Baru Dewan Dakwah Gelar Raker

Pengurus Baru Dewan Dakwah Gelar Raker

Senin, 19 Oct 2020 12:10

Legislator Sebut UU Omnibus Law Tak Jadi Solusi Persoalan Ekonomi Nasional

Legislator Sebut UU Omnibus Law Tak Jadi Solusi Persoalan Ekonomi Nasional

Senin, 19 Oct 2020 10:36

PKM Unpam Berikan Pelatihan Skil kepada Guru TPQ

PKM Unpam Berikan Pelatihan Skil kepada Guru TPQ

Senin, 19 Oct 2020 09:35

Bagaimana Meminta Maaf kepada Orang Telah Wafat

Bagaimana Meminta Maaf kepada Orang Telah Wafat

Senin, 19 Oct 2020 09:23

PA 212 Gelar Musyawarah Provinsi Jawa Tengah

PA 212 Gelar Musyawarah Provinsi Jawa Tengah

Senin, 19 Oct 2020 09:17

Empati Berlebihan Syafiq Hasyim kepada Umat Kristen

Empati Berlebihan Syafiq Hasyim kepada Umat Kristen

Senin, 19 Oct 2020 08:44

Komisi VI DPR Aceh Gelar Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota Badan Baitul Mal Aceh

Komisi VI DPR Aceh Gelar Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota Badan Baitul Mal Aceh

Ahad, 18 Oct 2020 23:55

Analisis: Demokrat dan PKS Tuai Citra Positif

Analisis: Demokrat dan PKS Tuai Citra Positif

Ahad, 18 Oct 2020 22:49

Legislator PKS Sebut UU Cipta Kerja Rusak Esensi Sertifikasi Halal

Legislator PKS Sebut UU Cipta Kerja Rusak Esensi Sertifikasi Halal

Ahad, 18 Oct 2020 22:38

Azerbaijan Kembali Tembak Jatuh Sebuah Jet Tempur SU-25 Milik Armenia di Jabrayil

Azerbaijan Kembali Tembak Jatuh Sebuah Jet Tempur SU-25 Milik Armenia di Jabrayil

Ahad, 18 Oct 2020 21:15

Shalat Jamaah Kembali Dilanjutkan di Masjidil Haram Setelah Jeda 7 Bulan Akibat COVID-19

Shalat Jamaah Kembali Dilanjutkan di Masjidil Haram Setelah Jeda 7 Bulan Akibat COVID-19

Ahad, 18 Oct 2020 20:45


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Senin, 19/10/2020 12:10

Pengurus Baru Dewan Dakwah Gelar Raker