Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.027 views

Pesan 10 Nopember

 

Oleh:

Ainul Mizan*

 

10 NOVEMBER 1945 adalah waktu bersejarah bagi bangsa Indonesia diperingati sebagai Hari Pahlawan. Hari Pahlawan digunakan untuk mengenang perjuangan heroik bangsa Indonesia di dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Saat itu pula berkumandang takbir Bung Tomo yang membakar gelora pemuda Surabaya.

Di samping itu, waktu sebelumnya yakni tanggal 22 Oktober 1945, telah muncul Resolusi Jihad dari KH. Hasyim Asy'arie. Seruan jihad ini membangkitkan jiwa pemuda Islam untuk mempertahankan kemerdekaan. Syahid sebagai jaminannya.

Sekarang, pesan yang sama akan terus berulang di setiap momen Hari Pahlawan. Pesan penting yang harus selalu tertanam di dalam jiwa para pemuda bangsa adalah semangat pembebasan negeri dari segala bentuk penjajahan.

Memang, saat ini kita sudah merdeka secara fisik. Setiap momen 17 Agustus, sekitar 3 bulan lalu bangsa Indonesia sudah memproklamirkan diri merdeka. Artinya bangsa ini telah bebas dari penjajahan. Hal ini ditegaskan pula di dalam mukadimah UUD 1945, bahwa kemerdekaan itu hak segala bangsa. Penjajahan harus dihapuskan dari dunia karena penjajahan tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Tentunya penjajahan di sini harus dimaknai secara luas. Bahwa setiap dominasi atas suatu dan negeri baik dalam bidang politik, pemerintahan, ekonomi, sosial budaya, pendidikan, peradilan dan termasuk pertahanan keamanan, maka itu semua adalah bentuk - bentuk penjajahan. Pertanyaannya, apakah saat ini negeri kita sudah terbebas dari penjajahan dalam segala bentuknya?

 

Di tengah perjuangan bangsa untuk membebaskan dari penjajahan secara utuh pasca proklamasi itu, Belanda dengan membonceng pasukan sekutu NICA ingin kembali mencengkeram Indonesia secara fisik, maka bangkitlah pemuda Surabaya untuk mempertahankan kemerdekaan.

Hari ini Indonesia masih terbelenggu penjajahan non fisik. Maka untuk itu perlu diidentifikasi bentuk - bentuk penjajahan non fisik tersebut. Di sinilah kita bisa berkiprah dan berperan untuk menjadi sosok - sosok pahlawan masa kini.

Di bidang ekonomi. Indonesia masih terbelenggu lilitan utang hingga sudah berada dalam jebakan utang. Utang Indonesia sudah mencapai sekitar 5000 trilyun rupiah, dan sekarang menkeu menambah utang Rp 317 trilyun.

Utang luar negeri menjadi sarana untuk mengintervensi ekonomi Indonesia. Kebijakan liberal dalam ekonomi atas arahan IMF seperti pencabutan subsidi BBM yang berimbas pada komoditas vital rakyat, privatisasi BUMN dan SDA.

Biaya hidup semakin melambung, lapangan pekerjaan yang semakin sulit bagi pribumi dengan dibukanya kran serbuan TKA China dan sebagainya.

Di bidang Politik Pemerintahan. Demokrasi yang diadopsi justru tidak membawa kesejahteraan rakyat. Yang ada adalah para politisi saling berbagi kue kekuasaan dan pemerintahan dijadikan sebagai ajang untuk menjalankan politik opportunis.

 

Di bidang Pendidikan. Orientasi pendidikan diarahkan untuk menghasilkan output yang terampil dan siap kerja. Budaya belajar dan melakukan perbaikan kondisi negeri bukan menjadi fokus garapan. Hal ini dicanangkan untuk menyambut liberalisasi ekonomi dan perdagangan. Lagi - lagi Indonesia diposisikan menjadi market dari serbuan produk asing.

Di bidang Sosial Budaya. Menjamur budaya hedonis di tengah generasi muda atas nama kreatifitas film yang direalis. Sebut misalnya film The Santri dan SIN.

Pergaulan bebas muda - mudi hingga ada sebutan BUCIN (Budak Cinta), fenomena LGBT yang dibiarkan dan kerusakan lainnya.

Di Bidang Pertahanan Keamanan. Terjadinya pembantaian terhadap warga pendatang di Papua oleh kelompok separatis menjadi bukti lemahnya Indonesia untuk melindungi warganya sendiri di dalam wilayah hukum negara.

Begitu pula pemberlakuan ekstra judisial killing kepada para pelaku yang dituduh teroris. Artinya telah lenyap asas keadilan hukum di Indonesia.

Demikianlah sekelumit fenomena penjajahan yang membelenggu bangsa ini.

Tentunya jika merefleksikan pada sejarah 10 Nopember, maka yang mampu melahirkan spirit perlawanan terhadap penjajahan adalah Islam.

Dan hak bagi bangsa Indonesia untuk menjadikan Islam sebagai asas perjuangannya.

Walhasil begitu pula fenomena hari ini. Untuk bisa melahirkan pahlawan - pahlawan yang akan mempertahankan kemerdekaan dan mewujudkan keterbebasan dari penjajahan atas negeri ini, kuncinya adalah terletak di dalam upaya untuk menghadirkan Islam di dalam pikiran, ucapan dan tindak tanduk generasi muda. Pendidikan adalah sarana yang efektif untuk melakukannya. Di samping itu, mereka menguasai keahlian sesuai dengan jurusan ilmu yang ditekuninya.*Penulis tinggal di Malang, Jawa Timur

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Dapur Darurat: Berbagi Makanan untuk Isoman Penyintas Covid. Ayo Bantu..!!!

Lonjakan Covid meningkat tajam, Indonesia menempati nomor 1 di dunia dalam kasus harian dan kematian. Para penyintas Corona yang jalani isolasi butuh uluran tangan. Mari berbagi makanan siap...

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Latest News
Judoka Alzajair Mundur Dari Olimpiade Tokyo Setelah Menolak Bertarung Dengan Pejudo Israel

Judoka Alzajair Mundur Dari Olimpiade Tokyo Setelah Menolak Bertarung Dengan Pejudo Israel

Jum'at, 23 Jul 2021 22:29

Kelompok HAM: Iran Gunakan Kekuatan Melanggar Hukum Dan Berlebihan Terhadap Protes Krisis Air

Kelompok HAM: Iran Gunakan Kekuatan Melanggar Hukum Dan Berlebihan Terhadap Protes Krisis Air

Jum'at, 23 Jul 2021 22:00

Bimas Islam: Prof Huzaemah Tahido Yanggo Perempuan Intelektual yang Patut Diteladani

Bimas Islam: Prof Huzaemah Tahido Yanggo Perempuan Intelektual yang Patut Diteladani

Jum'at, 23 Jul 2021 21:19

Untuk Pertama Kalinya Tentara Wanita Saudi Dikerahkan Untuk Pengamanan Ibadah Haji

Untuk Pertama Kalinya Tentara Wanita Saudi Dikerahkan Untuk Pengamanan Ibadah Haji

Jum'at, 23 Jul 2021 21:00

Naftali Bennet Bersumpah Bawa Pulang Warga Dan Mayat Tentara Israel Yang Ditahan Hamas

Naftali Bennet Bersumpah Bawa Pulang Warga Dan Mayat Tentara Israel Yang Ditahan Hamas

Jum'at, 23 Jul 2021 20:20

Komisi IX Ingatkan Pemerintah Soal Bom Waktu Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19

Komisi IX Ingatkan Pemerintah Soal Bom Waktu Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19

Jum'at, 23 Jul 2021 20:14

Dewan Dakwah Aceh Salurkan Daging Kurban untuk 440 Keluarga Kurang Mampu dan Muallaf

Dewan Dakwah Aceh Salurkan Daging Kurban untuk 440 Keluarga Kurang Mampu dan Muallaf

Jum'at, 23 Jul 2021 19:35

Ketika Nyawa Jadi Tumbal Kebijakan Penguasa di Tengah Wabah

Ketika Nyawa Jadi Tumbal Kebijakan Penguasa di Tengah Wabah

Jum'at, 23 Jul 2021 15:00

Indonesia Halal Watch Potong Hewan Kurban dengan Prokes Ketat

Indonesia Halal Watch Potong Hewan Kurban dengan Prokes Ketat

Jum'at, 23 Jul 2021 11:14

Penyintas Covid Isoman Tak Mampu Memasak, Bantuan IDC Sangat Membantu

Penyintas Covid Isoman Tak Mampu Memasak, Bantuan IDC Sangat Membantu

Jum'at, 23 Jul 2021 10:54

Legislator Minta Pemerintah Evaluasi Efektivitas Penggunaan Vaksin Sinovac

Legislator Minta Pemerintah Evaluasi Efektivitas Penggunaan Vaksin Sinovac

Jum'at, 23 Jul 2021 09:25

Innalillahi, Pakar Fikih Prof Huzaemah Tahido Yanggo Berpulang

Innalillahi, Pakar Fikih Prof Huzaemah Tahido Yanggo Berpulang

Jum'at, 23 Jul 2021 08:22

Keterlaluan, Biaya Tes PCR Rp900.000

Keterlaluan, Biaya Tes PCR Rp900.000

Jum'at, 23 Jul 2021 08:14

AS Lancarkan Serangan Udara Ke Al-Shabaab, Yang Pertama Di Era Pemerintahan Joe Biden

AS Lancarkan Serangan Udara Ke Al-Shabaab, Yang Pertama Di Era Pemerintahan Joe Biden

Kamis, 22 Jul 2021 22:06

AS Akan Tampung Ribuan Penerjemah Afghanistan Yang Bekerja Untuk Mereka Di Pangkalan Qatar

AS Akan Tampung Ribuan Penerjemah Afghanistan Yang Bekerja Untuk Mereka Di Pangkalan Qatar

Kamis, 22 Jul 2021 21:45

Hacker Tuntut 50 Juta USD Dari Saudi Aramco Untuk Hapus Data Perusahaan Yang Mereka Retas

Hacker Tuntut 50 Juta USD Dari Saudi Aramco Untuk Hapus Data Perusahaan Yang Mereka Retas

Kamis, 22 Jul 2021 20:25

Taliban: Kami Dalam Posisi Bertahan Selama Hari Raya Idul Adha

Taliban: Kami Dalam Posisi Bertahan Selama Hari Raya Idul Adha

Kamis, 22 Jul 2021 19:01

Dapat Bantuan Ini, Petugas Pemakaman Covid TPU Mangunjaya Ucapkan Terima Kasih kepada IDC

Dapat Bantuan Ini, Petugas Pemakaman Covid TPU Mangunjaya Ucapkan Terima Kasih kepada IDC

Kamis, 22 Jul 2021 18:15

Evaluasi PPKM Darurat, Bukhori Sampaikan Catatan Kritis

Evaluasi PPKM Darurat, Bukhori Sampaikan Catatan Kritis

Kamis, 22 Jul 2021 16:56

Statuta Universitas Indonesia Direvisi, Legislator: Kampus Dikebiri?

Statuta Universitas Indonesia Direvisi, Legislator: Kampus Dikebiri?

Kamis, 22 Jul 2021 16:27


MUI

Must Read!
X