Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.589 views

Agama Dinista, Negara Dimana?

Oleh: Puput Hariyani, S.Si*

Penistaan terhadap Islam kembali terjadi. Bukan sekali bahkan berulang kali. Mulai dari penistaan terhadap agama, ajarannya, juga penyampai risalahnya yakni Nabi tercinta Muhammad SAW. Para ulama pun ikut terseret kriminalisasi. Umat Islam dimata-matai. Gerak geriknya dicurigai. Sungguh menyayat hati. Terasa sakit tak terperi.

Dalam sebuah cuplikan video, disebuah forum yang bertema “Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme” seorang wanita tua bertanya, yang berjuang di abad 20 itu nabi yang Mulia Muhammad apa Ir. Soekarno untuk kemerdekaan? Ayo jawab gak ada yang berani? Pertanyaan yang mengundang nestapa, duka yang membara dalam dada. Pantaskah membandingkan Nabi dengan orang biasa?  Sungguh tak satupun insan yang setara diperbandingkan dengannya, Nabi yang mulia.

Kini ia pun menangis mengemis maaf. Namun tangisnya seakan tak lagi dipercaya dunia. Engkau tahu kenapa? Karena bukan yang pertama ia sakiti umat Islam tapi sudah yang kesekian kalinya bahkan kesalahannya terlalu fatal. Dulu pernah menista syariat Islam kemudian maaf diberikan, kini kembali diulangi kesalahan yang serupa dan umat menggugat.

Masihkah harus dipercaya meski dengan dalih cinta? Bagaimana jika kelak Nabi tercinta memalingkan muka. Hujjah apa yang akan ia bawa. Entah ia lakukan karena ketidaktahuan atau kesengajaan karena kebencian terhadap Islam.

Keberadaan UU Penodaan agama pun dinilai tidak efektif untuk menghentikan kasus penodaan agama. Terbukti dengan berulangnya kasus penistaan yang tak kunjung usai. Sebut saja penistaan agama beberapa waktu lalu yang dilakukan oleh Komika Joshua, Uus, Ustaz Ambia Dahlan, Ge Pamungkas, Tretan Muslim dan Coki Pardede yang secara nyata mempermainkan hukum Islam.

Juga yang terbaru dilaporkannya Atta Halilintar atas kasus penistaan agama (Medcom.id) dan juga game remi Indonesia yang dinilai hina Nabi Muhammad SAW sehingga membuat warganet ngamuk (Viva.co.id). Menambah panjang deretan penistaan agama di negeri ini yang terus terjadi. Hal ini semakin menegaskan absennya peran negara dalam melindungi agama.

Ditambah lagi penegakan hukumnya seringkali tidak memenuhi rasa keadilan. Berbagai upaya pun dilakukan. Salah satunya upaya PKS untuk merealisasikan janji politiknya yang akan mengusulkan RUU Perlindungan agama dan ulama (Kompas.com). Keberadaan RUU ini diharapkan untuk memperluas cakupan UU yang sudah ada atau menutup celah kekosongan hukum dalam konteks saat ini.

Namun benarkah RUU ini mampu menghentikan penistaan agama? Jika berkaca pada beberapa UU yang diamandemen dengan maksud memperbaiki regulasi yang sudah ada pada faktanya masih menyisakan PR besar bangsa ini. Tambal sulam belum mampu menuntaskan berbagai problem bangsa.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD mengatakan, amandemen Undang-Undang Dasar 1945 tidak akan pernah bisa menyelesaikan persoalan bangsa. Kita sudah amandemen berkali-kali namun ada saja pihak yang tidak puas (Kompas.com).

Jika pembuat hukum diserahkan kepada manusia yang cenderung lemah, terbatas dan serba kurang pasti tidak akan mampu melahirkan aturan yang sempurna, justru saling bertentangan antara yang satu dengan yang lainnya. Oleh karenanya dibutuhkan paradigma yang mendasar dan menyeluruh. Sebagai seorang muslim tentu Islam adalah satu-satunya jalan penyelesaian bagi seluruh problem kehidupan.

 

Islam Jalan Kemuliaan

Islam adalah jalan kemuliaan. Padanya tersimpan berjuta kebaikan. Menebar kerahmatan bagi seluruh alam. Kiranya jalan ini yang membentang untuk ditegakkan. Dengannya berharap tak akan ada lagi yang berani lancang melakukan pencederaan. Negara harus hadir dalam menghantarkan penyelesaian. Tentu dengan menempatkan Islam yang berasal dari Allah SWT dan Rasul-Nya sebagai sumber seluruh nilai dan aturan dalam seluruh aspek kehidupan.

Secara tegas negara mengambil seluruh hukum-hukum Islam untuk diterapkan tanpa terkecuali sebagai wujud ketundukan kepada Allah SWT. Semua warga negara wajib memahami dan mempraktikannya. Dan pihak-pihak pendengki Islam juga tidak akan dibiarkan menjalankan aksinya untuk menista. Dengan jalan inilah Islam akan berada pada tempat yang agung dan tak mudah untuk direndahkan. Wallahu‘alam bi ash-showab.

*Pendidik Generasi.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Hanya dalam Sepekan Rusia telah Luncurkan 120 Serangan Udara ke Aleppo

Hanya dalam Sepekan Rusia telah Luncurkan 120 Serangan Udara ke Aleppo

Rabu, 19 Feb 2020 22:35

Faksi-faksi Palestina Bentuk Komite Nasional untuk Melawan Rencana Perdamaian Trump

Faksi-faksi Palestina Bentuk Komite Nasional untuk Melawan Rencana Perdamaian Trump

Rabu, 19 Feb 2020 22:17

Ketum DMI: Bedakan Amar Ma'ruf Nahi Munkar dengan Radikalisme

Ketum DMI: Bedakan Amar Ma'ruf Nahi Munkar dengan Radikalisme

Rabu, 19 Feb 2020 10:32

Iya Sih, Tapi...

Iya Sih, Tapi...

Rabu, 19 Feb 2020 09:30

Menghadapi Virus Corona

Menghadapi Virus Corona

Rabu, 19 Feb 2020 08:24

Bayar SPP Bisa Pakai GoPay, Natalius Pigai Minta Ombudsman dan KPK Periksa Mendikbud

Bayar SPP Bisa Pakai GoPay, Natalius Pigai Minta Ombudsman dan KPK Periksa Mendikbud

Rabu, 19 Feb 2020 07:39

Legislator: Selesaikan Skandal Jiwaraya Secara Menyeluruh, Jangan Sepotong-Sepotong

Legislator: Selesaikan Skandal Jiwaraya Secara Menyeluruh, Jangan Sepotong-Sepotong

Rabu, 19 Feb 2020 06:54

Muhammadiyah Gelar Anugerah Jurnalistik Fachrodin Award 2020

Muhammadiyah Gelar Anugerah Jurnalistik Fachrodin Award 2020

Rabu, 19 Feb 2020 04:58

Kerudungin Kepala Dulu atau Hati Dulu?

Kerudungin Kepala Dulu atau Hati Dulu?

Rabu, 19 Feb 2020 03:21

Fahira Nilai Omnibus Law Bentuk Frustasi Pemerintah atas Mandeknya Ekonomi

Fahira Nilai Omnibus Law Bentuk Frustasi Pemerintah atas Mandeknya Ekonomi

Rabu, 19 Feb 2020 02:44

Kemuliaan Seorang Ibu

Kemuliaan Seorang Ibu

Rabu, 19 Feb 2020 01:53

PKS Minta Peran Kelembagaan Batan Diperkuat

PKS Minta Peran Kelembagaan Batan Diperkuat

Rabu, 19 Feb 2020 00:53

Tak Dilibatkan Bahas RUU Ciptaker, AJI: Mau Buat UU Apa Konspirasi Kejahatan?

Tak Dilibatkan Bahas RUU Ciptaker, AJI: Mau Buat UU Apa Konspirasi Kejahatan?

Selasa, 18 Feb 2020 23:58

Hadits

Hadits "Tidak Ada Penularan Penyakit", Apa Maksudnya?

Selasa, 18 Feb 2020 23:39

Solusi Islam Cegah Perselingkuhan

Solusi Islam Cegah Perselingkuhan

Selasa, 18 Feb 2020 22:45

Turki Keluarkan Surat Perintah Penangkapan untuk 700 Orang Terkait Fetullah Gulen

Turki Keluarkan Surat Perintah Penangkapan untuk 700 Orang Terkait Fetullah Gulen

Selasa, 18 Feb 2020 21:00

Hampir 1 Juta Orang Mengungsi Sejak Rezim Assad Meluncurkan Ofensif Idlib Bulan Desember

Hampir 1 Juta Orang Mengungsi Sejak Rezim Assad Meluncurkan Ofensif Idlib Bulan Desember

Selasa, 18 Feb 2020 20:30

Pemimpin Oposisi Sudan: Normalisasi dengan Penjajah Israel Adalah Tindakan Penghianatan

Pemimpin Oposisi Sudan: Normalisasi dengan Penjajah Israel Adalah Tindakan Penghianatan

Selasa, 18 Feb 2020 20:01

Sebut Agama Musuh Terbesar Pancasila, Pernyataan Kepala BPIP Menyesatkan

Sebut Agama Musuh Terbesar Pancasila, Pernyataan Kepala BPIP Menyesatkan

Selasa, 18 Feb 2020 18:42

Aborsi: Komplikasi Kronis Kapitalisme-Sekuler

Aborsi: Komplikasi Kronis Kapitalisme-Sekuler

Selasa, 18 Feb 2020 18:41


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X