Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.911 views

Nalar Fenomenologis Heidegger dan Kasus Penistaan Agama

 

Oleh:

Ainul Mizan

Guru tinggal di Malang, Jawa Timur

 

FILSAFAT fenomenologis dikembangkan oleh seorang filsuf Jerman, yang bernama Martin Heidegger yang lahir pada 1889 M. Heidegger panggilan akrabnya pernah mengenyam pendidikan teologia selama 4 semester. Di tengah jalan, ia berubah haluan mendalami filsafat.

Dari fenomena tersebut, Heidegger merasa lebih seksi dengan kajian filsafatnya. Kebebasan berpikir menjadi fenomena tersendiri dari kungkungan konsepsi teolog yang terkesan doktrinal. Transenden menjadi benteng proteksi yang sengaja digelar guna membatasi ruang dinamika pemikiran.

Di sisi yang lain, Heidegger adalah seorang pendukung partai NAZI. Dukungannya ini sedikit banyak menjadi pelengkap filsafat fenomenologis yang dikembangkan olehnya.

Nalar filsafat fenomenologisnya menempatkan manusia sebagai sesuatu yang terlempar begitu saja di dunia. Sehingga bidang kajiannya bukan pada asal usul keterlemparan manusia. Yang menjadi pusat kajiannya adalah eksistensi manusia sebagai sebuah fenomena yang berada dalam rentangan waktu.

Tidak ada yang absolut dalam eksistensi manusia dengan segala fenomenanya. Sedangkan fenomena pada diri manusia itu sangat dipengaruhi oleh komunikasi bahasanya. Batasan bahasaku itu menjadi batasan duniaku. Kalaupun terjadi kesalahan yang dilakukan oleh seseorang, hal demikian harus dimaklumi dan dimaafkan sebagai fenomena manusia. Asalkan ia sudah menggunakan kemampuan bahasanya untuk melakukan klarifikasi, sikap legowo harus dikedepankan.

Adapun penggunaan nalar fenomenologis dalam menyikapi kasus penistaan Islam terdapat kesalahan paradigmatik yang mendasar. Nalar fenomenologis adalah bagian dari filsafat hermeneutika. Hermeneutika fenomenologis itu lahir di lingkungan Eropa ketika terjadi disharmonisasi gereja dengan dinamika para pemikir. Maka diperlukan sikap kritis terhadap teks - teks keagamaan. Sikap reinterpretasi terhadap teks agama seiring dengan perkembangan dinamika sosial pada diri manusia.

Sedangkan terkait kasus penistaan agama, yang notabenenya adalah penistaan terhadap Islam, tentunya standar ukurannya adalah nash - nash Islam. Apakah ujaran seseorang itu sudah termasuk menista Islam ataukah belum mestinya dikembalikan kepada nash - nash Al Qur'an dan Hadits. Bukan dengan ukuran filsafat. Alasannya, hubungan antara Islam dengan manusianya tidak pernah mengalami masalah sebagaimana teks - teks bible yang tidak harmonis dengan kemanusiaan.

Selanjutnya secara aplikatif, nalar fenomenologis menempatkan manusia mempersepsikan sendiri setiap fenomena yang dihadapinya. Manusia bisa berpikir untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri.

Gus Muwafiq mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Ia mengatakan bahwa kelahiran Rasul saw itu biasa - biasa saja. Kalau Nabi itu mengeluarkan cahaya, bisa ketahuan oleh Abrahah yang bisa nekat untuk membunuhnya.

Kesalahan nalar fenomenologis yang dipakai untuk membela pernyataan Muwafiq tersebut adalah ditiadakannya previous information atau informasi sebelumnya. Penghilangan previous information ini sangat berbahaya. Akibatnya manusia akan bebas mewujudkan eksistensinya dengan beragam fenomenanya.

Nash - nash Islam baik dari al Qur'an maupun hadits menjadi previous information bagi muslim dalam mengkonstruk pengetahuannya. Previous information dari nash ada yang bersifat pasti dan ada yang bersifat dugaan atau dhonni. Tentunya menjaga kemuliaan Rasul saw itu adalah previous information yang bersifat pasti. Adapun rinciannya dalam perkara apa saja untuk merealisasikan penjagaan tersebut dikembalikan kepada pola berpikir tasyri'i sesuai dengan batasan makna dan pengertian yang ditunjukkan nash.

Nalar fenomenologis berbicara mengenai keberadaan eksistensi manusia. Manusia itu disebut eksis ketika ia sejalan dengan fenomena di sekelilingnya. Artinya ketika keberadaan manusia berbeda dengan fenomena lingkungannya ia dianggap tidak ada.

Kesalahannya terletak pada manusia yang dipaksa mengikuti fakta. Bukan manusia yang mengubah fakta sesuai dengan previous information yang dimilikinya.

Di saat jaman yang sudah mengagungkan nalar logika seperti saat ini, ada anggapan rasanya jika berbicara tentang hal - hal yang transendental itu jadi tabu dan tidak diminati. Sebagai contoh, Gus Muwafiq menyatakan masa kecil Rasul saw itu rembesen. Kakek itu tidak bisa mengasuh cucu dengan baik.

Ini tentunya pembicaraan mengenai fakta lingkungan sekitar kita. Secara logika berpikir, namanya anak - anak ya begitu ingusan, dan rembesan. Hal demikian tentu berbahaya ketika dinisbatkan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai manusia yang paling sempurna fisik dan psikisnya. Artinya, penggunaan nalar fenomenologis bisa merusak tatanan hukum halal haram dengan mengatasnamakan suara mayoritas.

Adapun terkait penemuan realitas atau kebenaran. Nalar fenomenologis mengharuskan untuk membuang aspek - aspek epistemologis dan logis. Artinya, betul - betul untuk mencari kebenaran itu berasal dari fenomena yang nantinya akan ditemui. Dengan kata lain, nalar fenomenologis ini mengharuskan menggunakan metode berpikir ilmiah.

Kesalahan dari penggunaan nalar fenomenologis ini adalah tidak bisa membedakan antara metode ilmiah dan metode rasional. Kasus penistaan Islam itu yang tepat didekati dengan metode berpikir rasional. Previous information yang diperoleh bisa digunakan untuk memvonis akan terjadinya penistaan Islam.

Sebagai contoh: Penistaan Abu Janda atas bendera tauhid. Abu Janda menyatakan itu adalah benderanya teroris. Ia hanya menyimpulkan dari apa yang dilihatnya dari sepak terjang Isis. Padahal jika Abu Janda jujur menggunakan metode rasional dalam berpikir. Konsekwensinya ia akan mengumpulkan banyak previous information tentang eksistensi bendera tauhid dalam hadits - hadits sebagai bendera Rasul saw. Selanjutnya di hari kiamat, bendera Rasul saw disebut Liwaul Hamdi.

Metode berpikir yang meniadakan previous information itu adalah berpikir ilmiah. Aktivitas yang dilakukannya adalah melakukan percobaan pada benda. Dibuatlah berbagai perlakuan yang berbeda - beda untuk dianalisis. Inilah realitas berpikir ilmiah di laboratorium sains.

Jika memang demikian adanya keberadaan nalar fenomenologis Heidegger, ditopang pula dengan kehidupan sekuleristik, penistaan terhadap Islam selayaknya sebuah serial film dengan beberapa episode yang selalu memberi kejutan yang menyesakkan dada umat Islam. Inilah sebuah arena pembuktian bahwa umat Islam bisa bangun dan bergerak untuk membela kemuliaan agamanya.

Di saat merasa terpojok, dengan tergesa-gesa para penista tersebut dan para promotornya beragitasi kepada umat. Mereka mengatakan bahwa Nabi saw yang dibela umat adalah sosok pemaaf, maka maafkanlah demi keutuhan bangsa. Inilah yang menjadi kehendaknya ketika menggunakan nalar filsafat fenomenologis Heiddegger untuk digunakan dalam membela para pelaku penistaan agama.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
The Times: Hamas Gunakan Pangkalan Cyber War di Turki Untuk Targetkan Musuhnya

The Times: Hamas Gunakan Pangkalan Cyber War di Turki Untuk Targetkan Musuhnya

Jum'at, 23 Oct 2020 17:35

Warga UEA Sekarang Bisa Pergi Ke Israel Tanpa Visa dan Tinggal Selama 90 Hari

Warga UEA Sekarang Bisa Pergi Ke Israel Tanpa Visa dan Tinggal Selama 90 Hari

Jum'at, 23 Oct 2020 17:15

SOHR Klaim 14 Anggota Al-Qaidah Gugur dalam Serangan Drone AS di Idlib Suriah

SOHR Klaim 14 Anggota Al-Qaidah Gugur dalam Serangan Drone AS di Idlib Suriah

Jum'at, 23 Oct 2020 16:46

Peneliti UNEJ: Melinjo Berpotensi Jadi Suplemen Cegah Covid

Peneliti UNEJ: Melinjo Berpotensi Jadi Suplemen Cegah Covid

Jum'at, 23 Oct 2020 14:14

Setahun Penuh Gaduh dan Demo yang Dirindukan

Setahun Penuh Gaduh dan Demo yang Dirindukan

Jum'at, 23 Oct 2020 13:30

Lima Cara Agar Generasi Bisa Berkualitas

Lima Cara Agar Generasi Bisa Berkualitas

Jum'at, 23 Oct 2020 11:55

Antisipasi Kriminalisasi, Dai Perlu Perhatikan Basis Data hingga Peraturan Perundangan

Antisipasi Kriminalisasi, Dai Perlu Perhatikan Basis Data hingga Peraturan Perundangan

Jum'at, 23 Oct 2020 11:32

5 Hal Untuk Diketahui Tentang Konflik Terakhir di Nagorno-Karabakh

5 Hal Untuk Diketahui Tentang Konflik Terakhir di Nagorno-Karabakh

Jum'at, 23 Oct 2020 11:00

Tanggapi Hasil Survey Indikator, Anis: Catatan Buruk Kinerja Pemerintah

Tanggapi Hasil Survey Indikator, Anis: Catatan Buruk Kinerja Pemerintah

Jum'at, 23 Oct 2020 10:56

Vaksinasi Dipercepat November, Politisi PKS Minta Seluruh Prosesnya Transparan

Vaksinasi Dipercepat November, Politisi PKS Minta Seluruh Prosesnya Transparan

Jum'at, 23 Oct 2020 10:38

Pasukan Azerbaijan Tembak Jatuh 7 Drone Armenia Dalam Tiga Hari

Pasukan Azerbaijan Tembak Jatuh 7 Drone Armenia Dalam Tiga Hari

Kamis, 22 Oct 2020 21:00

Seorang Imam dan 11 Anak Tewas Dalam Serangan Udara di Sebuah Masjid di Takhar Afghanistan

Seorang Imam dan 11 Anak Tewas Dalam Serangan Udara di Sebuah Masjid di Takhar Afghanistan

Kamis, 22 Oct 2020 20:15

Polisi Yang Memukul Polisi Dipukul Polisi #MumetKan

Polisi Yang Memukul Polisi Dipukul Polisi #MumetKan

Kamis, 22 Oct 2020 17:00

Serangan Udara Rusia di Idlib Suriah Tewaskan 5 Warga Sipil

Serangan Udara Rusia di Idlib Suriah Tewaskan 5 Warga Sipil

Kamis, 22 Oct 2020 16:15

Istighfar Membersihkan Hati dan Menyucikannya

Istighfar Membersihkan Hati dan Menyucikannya

Kamis, 22 Oct 2020 16:00

Wapres Azerbaijan Sebut Armenia Gunakan Teroris PKK di Garis Depan Nagorno-Karabakh

Wapres Azerbaijan Sebut Armenia Gunakan Teroris PKK di Garis Depan Nagorno-Karabakh

Kamis, 22 Oct 2020 14:45

Dewan Da'wah: Masa Depan Kejayaan Pendidikan Indonesia di Tangan Pesantren

Dewan Da'wah: Masa Depan Kejayaan Pendidikan Indonesia di Tangan Pesantren

Kamis, 22 Oct 2020 06:53

25 Pasukan Keamanan Afghanistan Tewas Dalam Penyergapan Taliban di Provinsi Takar

25 Pasukan Keamanan Afghanistan Tewas Dalam Penyergapan Taliban di Provinsi Takar

Rabu, 21 Oct 2020 21:15

Suriah Tuntut Keringanan Sanksi dan Penarikan Pasukan AS Untuk Pembebasan Tawanan Amerika

Suriah Tuntut Keringanan Sanksi dan Penarikan Pasukan AS Untuk Pembebasan Tawanan Amerika

Rabu, 21 Oct 2020 21:05

Islamic State Bobol Penjara di Kongo, Bebaskan Setidaknya 1300 Narapidana

Islamic State Bobol Penjara di Kongo, Bebaskan Setidaknya 1300 Narapidana

Rabu, 21 Oct 2020 19:15


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X