Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.835 views

Andaikan Saja Mau Nurut Sama Nabi

 

Oleh:

Nurina P.Sari

Pegiat Komunitas Ibu Peduli Generasi Kota Depok

 

"Pak Wahyu, mulai besok saya tidak masuk kerja lagi. Setiap kali saya antar tabung gas dan galon ke pelanggan, pas masuk perumahan  saya selalu disemprot desinfektan. Baju saya sampai basah kuyup. Hari ini tadi saya disemprot 32 kali Pak. Kalau tiap hari begini terus, bukan virusnya yang mati. Tapi saya yang mati, Pak."

Anda menemukan potongan pesan ini di media sosial? Bagi sebagian orang mungkin ini hanya sebagai ajang lucu-lucuan. Menghibur mereka yang kini sedang #dirumahaja dilanda kebosanan. Tapi kalau dipikir lagi, ada benarnya juga,sih. Mungkin buat orang sini, sudah dianggap "done something" ketika menyemprot desinfektan di sepanjang jalan dan di sekujur badan. Jelas-jelas WHO tidak menganjurkan sama sekali penyemprotan desinfektan ke tubuh manusia. Karena dianggap membahayakan ketika terkena selaput lendir seperti mulut dan mata. Walaupun keliru, ya ndak papalah dari pada "not yet done anything" kan. Begitu mungkin prinsipnya.

Itu baru urusan desinfektan. Belum lagi ramai gelombang warga yang mencoba lockdown wilayah teritorialnya masing-masing. Tutup kampung. Tutup komplek perumahan. Walaupun karantina nasional tidak jadi diadakan, warga akhirnya sepakat ambil jalan masing-masing. Karantina lokal. Biar selamat. Biar aman. Saking ramainya yang bertindak demikian, seperti semarak pesta gelegar covid-19 . Ada penanda dan portal pembatas tanda kalau kampung mereka ditutup sampai entah kapan. Tidak ada satupun yang tahu.

Rakyat jadi jalan sendiri-sendiri. Ibarat anak hilang yang Ibu Bapaknya tak menghiraukan. Seperti hilang kepercayaan terhadap sang perumus kebijakan. Bagi mereka tidak penting mau darurat sipil, darurat militer,atau pembatasan sosial skala besar. Karena setiap hari kabar pilu itu selalu sampai ke telinga. Jumlah kematian itu nyata. Fakta yang dipaparkan oleh Jubir Achmad Yurianto berupa angka-angka  itu bukanlah benda mati. Disana ada kehidupan yang telah kembali kepada Tuhan. Ada kesedihan. Ada keluarga yang ditinggalkan. Ada ketakutan, Ada Kehilangan.

IDI(Ikatan Dokter Indonesia) sudah bersuara. Dewan Guru Besar FK UI, Ikatan Alumni, MUI, hingga para tokoh sudah mengeluarkan pernyataan sikap menyuarakan isolasi wilayah. Tapi bagai angin lalu. Tak dihiraukan. Andai saja... andai saja dari awal pemimpin kita yang dielu-elukan oleh politisi PDIP Rokhmin Danuri seperti Umar bin Khattab itu menjiwai cara berpikirnya Umar, sudah pasti tak mengabaikan saran para ahli dan para pakar. Tahu kan cerita Umar bin Khattab ra ketika wabah thaun melanda negeri Syam?

Umar bin Khattab ra yang hendak melawat  ke Syam akhirnya membatalkan rencanannya setelah setengah perjalanan dan kembali ke Madinah. Beliau mendengar kabar dari rombongan lain kalau Syam sedang di landa wabah yang mematikan, Setiap hari ada yang berjatuhan meregang nyawa.  Atas saran Abdurrahman bin Auf yang berkata "Saya mendengar ‎bahwa Rasulullah SAW bersabda “Jika kalian mendengar wabah tersebut menjangkiti ‎suatu negeri, maka janganlah kalian menuju ke sana, namun jika dia menjangkiti suatu negeri ‎dan kalian berada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dan lari darinya” (HR ‎Bukhari).‎

Itulah Umar bin Khattab dengan jiwa khas kepemimpinannya. Mau mendengar saran dan pendapat dari ahlinya. Umar yakin apa yang sudah disampaikan Nabi Muhammad saw adalah kebenaran. Umar nurut.

Nabi kita Muhammad saw membawa risalah bukan untuk menyempurnakan ibadah ritual manusia semata. Namun risalah itu juga mencakup pengaturan untuk aspek sosial, ekonomi, politik hingga ketatanegaraan. Tak lain agar risalahNya mampu menjadi rahmat dan membawa kebaikan bagi semesta alam. Andai saja mau nurut sama Nabi Muhammad saw. Niscaya hari ini Jakarta sebagai pusat wabah covid-19 di Indonesia sudah di isolasi sejak kasus awal ditemukan. Sehingga penyebarannya tidak meluas sampai ke 32 provinsi sesuai data terkini. Nakes kita tidak kelimpungan. Faskes kita tidak kelabakan.

Andai saja mau nurut sama Nabi Muhammad saw, sudah pasti sedari awal titah Nabi ini di eksekusi. "Janganlah kalian mencampurkan (unta) antara yang sakit dengan yang sehat” (HR. al-Bukhari). Untuk urusan hewan saja, tidak boleh di campur antara yang sakit dan sehat. Apalagi manusia.

Sudah saatnya Pemerintah memberlakukan tes massal bagi seluruh rakyat Indonesia secara gratis. Bukan hanya rapid test, tapi juga swab test. Dengan ke akuratan swab test, begitu ditemukan yang positiv covid-19 , langsung isolasi. Jangan biarkan dia berinteraksi. Berikan penanganannya kepada petugas medis.

Jadi, kalau sampai hari ini grafik wabah covid-19 cenderung terus naik ke atas alias meningkat, silakan di analisa kembali. Jika merujuk dari redaksi dua hadist diatas, tak lain penyebabnya adalah:

1. Pasien positif covid-19 masih berkeliaran dan berinteraksi. Bisa jadi tidak bergejala dan yang bersangkutan pun tidak tahu sehingga tidak mengisolasi diri. Prinsip pemisahan yang sakit dengan yang sehat tidak bias diberlakukan. Disinilah urgensinya tes massal yang keakuratannya bisa dipertanggungjawabkan.

2. Isolasi wilayah yang menjadi pusat penyebaran wabah tak dijalankan. Dan jelas Ini kewenangan pusat.

Andai saja mau nurut sama solusi Nabi Muhammad saw. Niscaya mata  rantai penularan akan terputus. Sehingga tidak perlu kita was-was seperti ini. Terpenjara dengan ketakutan kita sendiri. Banyak perusahaan menyerah dan merumahkan karyawannya, tinggallah para tulang punggung keluarga pupus harapan . Pulang kerumah disambut anak istri yang kelaparan. Kalau tak mau isolasi wilayah dengan dalih pertimbangan ekonomi, percayalah perputaran ekonomi hanya terjeda sesaat. Namun urusan nyawa rakyat, kelak akan ada hisabnya. Ada hitung-hitungannya. Gusti mboten sare.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Resesi Tak Teralakkan, Anis Minta Pemerintah Bantu Masyarakat dan Dunia Usaha

Resesi Tak Teralakkan, Anis Minta Pemerintah Bantu Masyarakat dan Dunia Usaha

Rabu, 23 Sep 2020 21:29

Pejabat Afghanistan: Tahanan Taliban Yang Dibebaskan Pemerintah Kembali Lagi Ke Medan Perang

Pejabat Afghanistan: Tahanan Taliban Yang Dibebaskan Pemerintah Kembali Lagi Ke Medan Perang

Rabu, 23 Sep 2020 21:05

Peran Ibu Mendidik dengan Kasih Sayang, Bukan Penjagal Akibat Kesal

Peran Ibu Mendidik dengan Kasih Sayang, Bukan Penjagal Akibat Kesal

Rabu, 23 Sep 2020 20:28

Ancaman Corona di Momen Pilkada

Ancaman Corona di Momen Pilkada

Rabu, 23 Sep 2020 19:58

Palestina Sebut Israel Rusak 100.000 Alat Tes Swab Virus Corona

Palestina Sebut Israel Rusak 100.000 Alat Tes Swab Virus Corona

Rabu, 23 Sep 2020 19:45

Modus Menyerang Soeharto Untuk Bangkitkan PKI

Modus Menyerang Soeharto Untuk Bangkitkan PKI

Rabu, 23 Sep 2020 19:30

Dilematika Remaja, Pernikahan Usia Dini

Dilematika Remaja, Pernikahan Usia Dini

Rabu, 23 Sep 2020 18:40

Sedikitnya 28 Tewas Dalam Bentrokan Antara Pejuang IS dan Pasukan Pro-Assad di Utara Raqq

Sedikitnya 28 Tewas Dalam Bentrokan Antara Pejuang IS dan Pasukan Pro-Assad di Utara Raqq

Rabu, 23 Sep 2020 17:45

Perwakilan Hamas dan Fatah Akan Bertemu di Turki untuk Bahas Rekonsiliasi Antar-Palestina

Perwakilan Hamas dan Fatah Akan Bertemu di Turki untuk Bahas Rekonsiliasi Antar-Palestina

Rabu, 23 Sep 2020 17:15

Kemenag Disarankan Kerjasama dengan Ormas Islam Terkait Program Sertifikat Penceramah

Kemenag Disarankan Kerjasama dengan Ormas Islam Terkait Program Sertifikat Penceramah

Rabu, 23 Sep 2020 15:00

Alhamdulillah, Saudi Akan Cabut Larangan Umrah Mulai Oktober

Alhamdulillah, Saudi Akan Cabut Larangan Umrah Mulai Oktober

Rabu, 23 Sep 2020 11:29

Angka Covid-19 Masih Tinggi, Persis: Tunda Pilkada Dahulukan Keselamatan Jiwa

Angka Covid-19 Masih Tinggi, Persis: Tunda Pilkada Dahulukan Keselamatan Jiwa

Rabu, 23 Sep 2020 11:00

Alhamdulillah, Inilah Nakhoda Baru Dewan Dakwah

Alhamdulillah, Inilah Nakhoda Baru Dewan Dakwah

Rabu, 23 Sep 2020 05:24

Saudi Akan Cabut Pembatasan Ibadah Umrah Secara Bertahap

Saudi Akan Cabut Pembatasan Ibadah Umrah Secara Bertahap

Selasa, 22 Sep 2020 22:15

Doa-doa Saat Turun Hujan Sesuai Kebutuhan

Doa-doa Saat Turun Hujan Sesuai Kebutuhan

Selasa, 22 Sep 2020 22:13

Dilema Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Dilema Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Selasa, 22 Sep 2020 21:21

Studi: Memiliki Flu Melipat Gandakan Risiko Kematian Akibat Virus Corona

Studi: Memiliki Flu Melipat Gandakan Risiko Kematian Akibat Virus Corona

Selasa, 22 Sep 2020 21:15

Pasukan Keamanan Palestina Tangkap Pendukung Mantan Pejabat Fatah Mohammed Dahlan

Pasukan Keamanan Palestina Tangkap Pendukung Mantan Pejabat Fatah Mohammed Dahlan

Selasa, 22 Sep 2020 21:00

Biadab! Cina Paksa Muslim Uighur Latihan Minum Minuman Keras

Biadab! Cina Paksa Muslim Uighur Latihan Minum Minuman Keras

Selasa, 22 Sep 2020 20:18

Pemimpin yang Dibenci Rakyat

Pemimpin yang Dibenci Rakyat

Selasa, 22 Sep 2020 18:19


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X